15/06/2014

Doktrin Syok Olahraga : Dave Zirin di Piala Dunia, Olimpiade dan Demokrasi Brazil




Rabu, 11 Juni 2014
Oleh Andalusia Knoll
Review: Tarian Brazil dengan Iblis: Piala Dunia, Olimpiade dan Perjuangan untuk Demokrasi
Oleh Dave Zirin (Haymarket Books, Mei 2014)

Sebuah street art, menggambarkan seorang anak lelaki menangis dengan sebuah piring berisikan bola, street art itu menjadi populer seiring dengan Piala Dunia di Brazil. Mural itu dilukis sesaat setelah seorang komentator olah raga Dave Zirin menulis buku terbarunya Tarian Brazil dengan Iblis: Piala Dunia, Olimpiade dan Perjuangan untuk Demokrasi, buku tersebut memuat penjelasan tentang gambaran sejarah yang mudah menguap. Dalam bukunya, Zirin mengulas kembali warna warni FIFA dibalik publisitasnya di seluruh dunia, yang menyingkap kematian, penindasan, penggusuran dan korupsi yang memberi jalan bagi Piala Dunia 2014 dan ajang Olimpiade di Rio de Jeneiro pada tahun 2016 mendatang. 

Dalam kritiknya terhadap Piala Dunia, sebagaimana buku dan artikel yang ia tulis sebelumnya, Zirin memiliki kemampuan luar biasa yang membuat olahraga menarik bagi mereka yang tidak pernah menjadi penggemar berat olah raga ini. Tarian Brazil dengan Iblis menyingkap sejarah fasis Olimpiade, sebuah sejarah suram Piala Dunia di masa kediktatoran militer dan menginspirasi ribuan rakyat berjuang mempertahankan rumahnya di pemukiman miskin, yang disebut favelas.

10/06/2014

Amerika Latin: Mengapa Kita Butuh Segera Melakukan Moratorium Tambang Emas



Di tengah momentum pilpres, sedikit perhatian pada perpanjangan kontrak Freeport hingga 2041 oleh SBY-Budiono. Tambang emas yang banyak merusak lingkungan dan memiskinkan rakyat Papua, memperkaya segelintir pemilik Freeport, justru mendapat dukungan dari pemerintah untuk berkembang luas. Masihkah kita butuh emas? bukan untuk kebutuhan mendasar manusia tapi hanya untuk simbol status sosial. Berikut ini adalah artikel tentang moratorium Tambang Emas di Chile, yang demikian diperlukan bukan hanya karena eksploitasinya yang luar biasa berdampak rusak bagi sosial masyarakat namun juga menghancurkan lingkungan alam. 

Tambang emas telah menjadi momok yang menimpa negeri – negeri Amerika Latin. Di beberapa tempat, beberapa korporasi transnasional raksasa telah beroperasi. Di beberapa tempat lainnya, ratusan bahkan ribuan rakyat terjun ke sungai atau pegunungan hanya untuk beberapa gram emas. Korporasi besar tersebut berkeras menggunakan tekhnologi terbaru, mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan menawarkan lapangan kerja, sedangkan pertambangan informal skala kecil dan ilegal selalu diasosiasikan dengan polusi, kekerasan dan kemiskinan.

16/05/2014

Gerakan LGBTI Amerika Latin Merayakan Kejayaan, Merancang Cita Baru



Ditulis oleh Ivet Gonzales
Kamis, 15 Mei 2014

(IPS) – Meski tak nampak, Amerika Latin adalah wilayah paling aktif di dunia dalam mempertahankan hak lesbian, gay, biseksual transgender dan interseks (LGBTI).

Itu tampak pada strategi yang dewasa dan cerdas yang dikerjakan gerakan LGBTI di 33 Negara kawasan, dimana level penghargaan terhadap orientasi seksual dan keragaman identitas gender, meski aktivis dari kawasan sekitar melaporkan pada bahwa sebuah konferensi diselenggarakan di resort Kuba di kota Varadero.  

“Tawaran paling progresif dan menarik adalah penyatian di benua Amerika,” Ucap aktivis dari Meksiko Gloria Careaga selama Konferensi Regional ke 6 Asosiasi Lesbian, Gay, Biseksual, Trans dan Interseks Internasional untuk Amerika Latin dan Karibia yang diadakan minggu ini.

16/02/2014

Midia NINJA: Sebuah fenomena jurnalisme alternatif yang muncul dari demosntrasi di Brazil


Pertemuan Midia Ninja

Jurnalisme di Blog Amerika

Oleh  Natalia Mazotte/AM

Sebuah fenomena media muncul di Brazil dalam kebangkitan protes masif yang meluas di seantero negeri tersebut sejak bulan Juni. Sebuah media kolektif Midia NINJA, bersiaran langsung dari jalanan dengan slogan “Tidak ada cut, tidak ada sensor” yang telah menarik perharian dan pengakuan dari ribuan rakyat yang turun ke kalan beberapa minggu silam. 

Lebih dari sekedar referensi, media ini mengambil nama pasukan Jepang dalam sejarah Jepang yaitu NINJA yang merupakan singkatan dari “Narasi Independen, Jurnalisme dan Aksi” dalam bahasa Portugis. Dan kata terakhir membangun nada bagi permukaan mereka dan memunculkan debat apakah kata itu bermakna pemisahan jurnalisme dari aktivisme.  

Kudeta, Media dan Kemandegan: Apa Makna Protes Kekerasan bagi Venezuela




Oleh Venezuelanalysis.com. 14 Februari 2014 

Penulis Staff Venezuelanalysis.com menawarkan tiga sudut pandang berbeda tentang protes kekerasan yang terjadi di negeri itu: strategi oposisi, bagaimana media bereaksi dan implikasi protes itu bagi Revolusi Bolivarian

#1:  Kudeta Oposisi Melawan Oposisi

Ryan Mallett-Outtrim

Oposisi Venezuela melancarkan  kudeta pada dirinya sendiri, bukan pada pemerintah. Dua arus gerakan oposisi berlomba lomba untuk saling mendominasi satu sama lain, meski keduanya memiliki berbagai strategi yang sama

Strategi oposisi terbaru adalah menekan Nicolas Maduro agar mundur  dan memaksa terjadinya pemilihan presiden lagi. Mereka bernat memenangkan pemilu berikutnya dengan meneror pemilih agar beralih suara ke oposisi. 

Untuk saat ini, hanya ada satu opsi yang tersedia bagi oposisi. Militer secara tegas berada bersama Chavismo, mengalihkan upaya pengulangan kudeta April 2002. Meski demikian, seruan referendum masih akan ada dua tahun lagi, ditambah lagi pihak kanan jauh, umumnya apatis pada demokrasi.
Kemenangan tipis pemilu elektoral Maduro April lalu menggambarkan sebagian besar suara dalam pemilihan tersebut bisa dengan cepat beralih dari Chavismo ke pihak oposisi jika cukup tekanan. Pada April 2013, semua oposisi membutuhkan taktik sederhana. Kandidat oposisi, Henrique Capriles memiliki kampanye yang bagus di pemilu lalu, yang berpotensi mengalahkan pendukung Chavez, dan ia hampir menang.