Untuk memberantas kemiskinan berikanlah kekuasaan kepada orang miskin: pengetahuan, tanah, kredit, teknologi, dan organisasi. Itulah satu-satunya cara mengakhiri kemiskinan [Hugo Chavez, 2005]
01/11/2014
UU Pilkada dan Pembelajaran Demokrasi dari Venezuela
Oleh Heru Suprapto, Redaktur rumahpemilu.org
Ditetapkannya Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) dengan cara pemilihan di DPRD menjadi titik kulminasi runtuhnya partisipasi rakyat dalam membangun demokrasi. Partisipasi rakyat yang tidak mendapatkan tempat di alam demokrasi membunuh demokrasi itu sendiri.
Berdalih keterwakilan, partai yang semestinya menjadi mesin penyadaran politik rakyat dalam rangka mengembangbiakkan demokrasi, justru membajak hak partisipasi rakyat dalam berdemokrasi. Praktik predator demokrasi itu kerap dijalankan mereka yang mengatasnamakan wakil rakyat. Di dalam polemik UU Pilkada, praktik itu nampak telanjang.
Dalam hal ini, partisipasi di dalam demokrasi menjadi kunci. Fungsinya bukan sekadar sebagai suara rakyat berkonversi menjadi kursi. Lebih dari itu, ia roh dalam demokrasi itu sendiri. Roh hakikatnya tidak sepenuhnya bisa diwakilkan oleh siapapun.
Belajar dari pembangunan terus menerus proses demokrasi, kita bisa melihat negara-negara Amerika Latin. Terdapat perbedaan mencolok soal partisipasi rakyat yang tidak cukup diukur dalam pemilu. Tetapi, pada praktek demokrasi partisipatoris yang dijalankannya.
01/08/2014
Maduro Meluncurkan Kampanye Venezuela “SOS Palestina” (“Darurat Palestina”) Menuntut Israel Mengakhiri Serangan Bom ke Palestina.
![]() |
| Aksi solidaritas rakyat Venezuela untuk Palestina |
Oleh EWAN ROBERTSON
Mérida, 12 Juli 2014
(Venezuelanalysis.com) – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro telah
melundurkan kampanye Venezuela “SOS Palestina” untuk menuntut Israel mengakhiri
serangan bom ke jalur Gaza Palestina.
“Sudah cukup, saya sudah
bergabung di kampanye #SOS Palestina, mari kita luncurkan,” ungkapnya kepada
para pendukungnya di sebuah acara stasiun televisi.
Dengan memegang plakat dengan
sebuah tulisan tangan di atasnya, ia meminta kepada warga Venezuela untuk
bergabung dalam kampanye tersebut, dengan menyatakan “Rakyat Palestina memiliki
hak untuk tinggal di tanah mereka sendiri dengan tenang dan damai... posisi
internasional kita terkait isu Palestina adalah keadilan dan mengikuti
kebijakan Komandante Hugo Chavez.”
Maduro juga mempertanyakan
ketulusan tokoh internasional, termasuk beberapa artis dan aktor terkenal di
Amerika Serikat, yang bergabung di #SOS Kampanye Venezuela di awal tahun ini
ketika negeri Amerika Latin diserang oleh gelombang protes oposisi dan barikade
kekerasan jalanan. 43 orang terbunuh dan lebih dari 800 orang terluka, termasuk
pendukung pemerintah, aktivis oposisi dan anggota kesatuan keamanan dan warga
biasa.
“Kepada mereka yang sering
berseru di seluruh dunia “SOS Venezuela” ... betapa munafiknya kalian yang
menyerukan SOS Venezuela tapi tidak angkat suara sedikitpun soal Palestina? Mari
kita lihat jika mereka (selebriti terkenal) itu berani atau tidak! Menyerukan SOS
Palestina!” Seru Presiden Venezuela ini.
Menurut perhitungan resmi,
lebih dari 120 rakyat Palestina terbunuh dan hampir 1000 orang terluka semenjak
Israel memborbardir jalur Gaza beberapa waktu lalu. Dan tidak ada korban dari
Israel.
Solidaritas terhadap Palestina
dilakukan di Caracaz, ibu kota Venezuela pada hari Kamis dan Jumat. Maduro
menyebut serangan Israel sebagai “tidak adil, tidak proposional dan ilegal”,
dan menyerukan agar serangan bom segera diakhiri.
Venezuela telah memutus
hubungan diplomatik dengan Israel pada Januari 2009 sebagai respon atas
dukungan Amerika Serikat terhadap serangan Israel ke jalur Gaza pada tahun itu,
sehingga menyebabkan seribu rakyat Palestina terbunuh. Venezuela semenjak itu
membangun aliansi dengan Palestina termasuk dengan memberikan solidaritas
kesehatan, pendidikan dan perjanjian dagang minyak dengan negeri Timur Tengah.
15/06/2014
Doktrin Syok Olahraga : Dave Zirin di Piala Dunia, Olimpiade dan Demokrasi Brazil
|
Rabu, 11 Juni
2014
Oleh Andalusia
Knoll
|
Review:
Tarian Brazil dengan Iblis: Piala Dunia, Olimpiade dan Perjuangan untuk
Demokrasi
Oleh
Dave Zirin (Haymarket Books, Mei 2014)
Sebuah
street art, menggambarkan seorang anak lelaki menangis dengan sebuah piring berisikan
bola, street art itu menjadi populer seiring dengan Piala Dunia di Brazil.
Mural itu dilukis sesaat setelah seorang komentator olah raga Dave Zirin
menulis buku terbarunya Tarian Brazil dengan Iblis: Piala Dunia, Olimpiade
dan Perjuangan untuk Demokrasi, buku tersebut memuat penjelasan tentang gambaran
sejarah yang mudah menguap. Dalam bukunya, Zirin mengulas kembali warna warni
FIFA dibalik publisitasnya di seluruh dunia, yang menyingkap kematian,
penindasan, penggusuran dan korupsi yang memberi jalan bagi Piala Dunia 2014
dan ajang Olimpiade di Rio de Jeneiro pada tahun 2016 mendatang.
|
10/06/2014
Amerika Latin: Mengapa Kita Butuh Segera Melakukan Moratorium Tambang Emas
|
Di tengah momentum pilpres, sedikit perhatian pada perpanjangan kontrak Freeport hingga 2041 oleh SBY-Budiono. Tambang emas yang banyak merusak lingkungan dan memiskinkan rakyat Papua, memperkaya segelintir pemilik Freeport, justru mendapat dukungan dari pemerintah untuk berkembang luas. Masihkah kita butuh emas? bukan untuk kebutuhan mendasar manusia tapi hanya untuk simbol status sosial. Berikut ini adalah artikel tentang moratorium Tambang Emas di Chile, yang demikian diperlukan bukan hanya karena eksploitasinya yang luar biasa berdampak rusak bagi sosial masyarakat namun juga menghancurkan lingkungan alam.
Tambang emas
telah menjadi momok yang menimpa negeri – negeri Amerika Latin. Di beberapa
tempat, beberapa korporasi transnasional raksasa telah beroperasi. Di beberapa
tempat lainnya, ratusan bahkan ribuan rakyat terjun ke sungai atau pegunungan
hanya untuk beberapa gram emas. Korporasi besar tersebut berkeras menggunakan
tekhnologi terbaru, mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan menawarkan lapangan
kerja, sedangkan pertambangan informal skala kecil dan ilegal selalu
diasosiasikan dengan polusi, kekerasan dan kemiskinan.
|
16/05/2014
Gerakan LGBTI Amerika Latin Merayakan Kejayaan, Merancang Cita Baru
Ditulis
oleh Ivet Gonzales
Kamis,
15 Mei 2014
(IPS) – Meski tak nampak, Amerika Latin
adalah wilayah paling aktif di dunia dalam mempertahankan hak lesbian, gay,
biseksual transgender dan interseks (LGBTI).
Itu tampak pada strategi yang dewasa dan
cerdas yang dikerjakan gerakan LGBTI di 33 Negara kawasan, dimana level
penghargaan terhadap orientasi seksual dan keragaman identitas gender, meski
aktivis dari kawasan sekitar melaporkan pada bahwa sebuah konferensi
diselenggarakan di resort Kuba di kota Varadero.
“Tawaran paling progresif dan menarik adalah
penyatian di benua Amerika,” Ucap aktivis dari Meksiko Gloria Careaga selama Konferensi
Regional ke 6 Asosiasi Lesbian, Gay, Biseksual, Trans dan Interseks
Internasional untuk Amerika Latin dan Karibia yang diadakan minggu ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)




