<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434</id><updated>2011-11-28T07:39:59.967+07:00</updated><category term='kuba'/><category term='pendidikan'/><title type='text'>Ada Alternatif! Belajar dari Amerika Latin</title><subtitle type='html'>&lt;center&gt;Untuk memberantas Kemiskinan&lt;br&gt;Berikanlah KEKUASAAN kepada orang miskin:&lt;br&gt;pengetahuan, tanah, kredit, teknologi, dan organisasi. 
Itulah satu-satunya cara mengakhiri kemiskinan 
[Hugo Chavez, 2005]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Untuk Sosialisme!&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;/center&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>91</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7795405118000219835</id><published>2010-07-30T02:58:00.004+07:00</published><updated>2010-07-31T18:09:12.702+07:00</updated><title type='text'>DEKLARASI SOLIDARITAS TOLAK CAMPUR TANGAN AS TERHADAP VENEZUELA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs100.ash2/38336_451681887118_675362118_6069263_6581005_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 487px; height: 500px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs100.ash2/38336_451681887118_675362118_6069263_6581005_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(51, 51, 51);   line-height: 14px; font-family:'lucida grande';font-size:11px;"&gt;&lt;div&gt;TOLAK CAMPUR TANGAN AS TERHADAP VENEZUELA;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;TOLAK PANGKALAN MILITER AS DI KOLOMBIA;&lt;br /&gt;DUKUNG PERLAWANAN IMPERIALISME AS DI AMERIKA LATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu windu Revolusi Bolivarian Venezuela berlangsung, tak pernah sepi dari intervensi, gangguan, dan provokasi pemerintah Amerika Serikat. Dari upaya kudeta oposisi pro dan dibiayai AS tahun 2002, hingga provokasi militer lewat pemerintah Kolombia baru-baru ini. Pemerintah Kolombia menuduh Venezuela melindungi dan memiliki “markas-markas teroris FARC” di negerinya, dan menyerukan agar Organisasi Negara-negara Amerika Selatan menginvestigasinya. Demikian pula pernyataan Hillary Clinton yang meminta Inter-American Democratic Charter melawan Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan teroris terhadap kelompok-kelompok yang melawan dominasi imperialisme AS di dunia adalah bagian dari scenario “perang teror” yang dilancarkan AS pasca tragedi WTC 2001. Irak dan Afganistan adalah korban teror AS paling jahat. Tidak pernah ada pertanggungjawaban AS ketika terbukti bahwa tak pernah ada apa yang mereka sebut senjata pemusnah masal dan (bahkan) teroris itu sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Amerika Serikat, walau Obama telah berjabat tangan dengan Chavez, mewakili pemerintah kapitalis terkuat dan paling reaksioner di dunia. Mereka ketakutan karena Venezuela melakukan revolusi yang serupa dengan Kuba; membangun sosialisme di abad 21. Venezuela mengambil alih dan membangun industri-industri vital di bawah kontrol kaum pekerja, mengambil alih lahan-lahan raksasa yang tak berguna dan dimiliki oleh para pemilik tanah besar, membangun sumber daya manusia lewat pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas, tak sudi didikte oleh lembaga keuangan kapitalisme neoliberal, menjual minyak lebih murah untuk rakyat AS ketimbang pemerintah AS sendiri, dst. Singkatnya, pemerintah kapitalis AS tidak mau membiarkan sosialisme berkembang di Venezuela, seperti hanya mereka tak membiarkan sosialisme berjaya di Kuba dengan menerapkan embargo ekonomi selama 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pemerintah kapitalis AS, globalisasi Chevron, Exxon, CocaCola, dan McDonald, adalah simbol kemakmuran daripada pendidikan dan kesehatan gratis dan berkualitas. Dua ratusan orang terkaya di dunia adalah lebih baik daripada berhasilnya Kuba dan Venezuela memberantas buta huruf, mengobati penyakit Katarak dan Kanker, komputerisasi tingkat SD hingga ke pedesaan dengan cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun belakangan ini, telah 7 pangkalan militer AS telah didirikan di Kolombia. Menurut Angkatan Udara AS, pendirian pangkalan-pangkalan ini dengan jelas dinyatakan sebagai upaya untuk melakukan “operasi militer menyeluruh” [full spectrum military operation] untuk melawan ancaman yang terus meningkat dari pemerintah-pemerintah anti Amerika di Amerika Latin. Tentu saja ancaman yang mereka maksud adalah semakin banyak negeri-negeri di Amerika Latin yang melawan imperialisme AS, menyusul Kuba dan Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi hak setiap rakyat di berbagai belahan dunia untuk melawan imperialisme AS dalam berbagai cara yang melindungi kemanusiaan, termasuk hak rakyat Kolombia untuk melawan pemerintahnya yang setia menjadi kaki tangan imperialisme AS. Tugas negeri-negeri sosialis membantu perlawanan tersebut agar kapitalisme tidak lebih lama lagi menyengsarakan manusia, merusak alam, dan mematikan potensi maju seluruh bagian dunia. Dan tugas gerakan demokratik dan kemanusiaan seluruh dunia untuk memberikan solidaritas terhadap upaya membangun suatu tatanan dunia baru di luar kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kami, yang bertandatangan di bawah ini, menyatakan dukungan terhadap Revolusi Bolivarian Venezuela dan menolak berbagai bentuk intervensi Amerika Serikat terhadap kemandirian ekonomi politik Venezuela. Kekalahan Revolusi Venezuela adalah kekalahan bagi perjuangan rakyat dunia dalam mencipatakan alternatif melawan Kapitalisme global, untuk itu, tak akan kami biarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 28 Juli 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR DUKUNGAN SOLIDARITAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. SOLIDARITAS RAKYAT INDONESIA UNTUK ALTERNATIF AMERIKA LATIN (SERIAL)/ada.alternatif@ya&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;hoo.com/ www.amerikalatin.blogspot.&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;com&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. KOMITE POLITIK RAKYAT MISKIN – PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK (KPRM-PRD)/kprm.prd@gmail.&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;com/ www.kprm-prd.org / &lt;a href="http://kprm-peoples-democratic-party.blogspot.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;85528&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank" style="cursor: pointer; color: rgb(59, 89, 152); text-decoration: none; "&gt;&lt;span&gt;http://kprm-peoples-democr&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;atic-party.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3. PERSATUAN POLITIK RAKYAT MISKIN (PPRM)/politik.rakyat.misk&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;in@gmail.com&lt;br /&gt;4. PUSAT PERJUANGAN MAHASISWA UNTUK PEMBEBASAN NASIONAL (PEMBEBASAN) kn.pembebasan@gmail.com/&lt;br /&gt;&lt;span&gt;5. PEREMPUAN MAHARDHIKA mahardhika.kita@gmail.com/&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;www.perempuanmahardhika.bl&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;ogspot.com&lt;br /&gt;6. PERSATUAN PERGERAKAN BURUH INDONESIA (PPBI)/kp.ppbi@gmail.com&lt;br /&gt;7. DEWAN KESEHATAN RAKYAT (DKR)&lt;br /&gt;8. Ferry Nelson (Buruh di MM 2100 Cibitung).&lt;br /&gt;&lt;span&gt;9. HOV Indonesia www.indonesia.handsoffvene&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;zuela.org&lt;br /&gt;10. Militan Indonesia www.militanindonesia.org&lt;br /&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(51, 51, 51);   line-height: 14px;font-family:'lucida grande';font-size:11px;"&gt;12.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(51, 51, 51);   line-height: 14px;font-family:'lucida grande';font-size:11px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:'lucida grande';color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Kirimkan dukungan anda ke ada.alternatif@yahoo.com atau zely.ariane@gmail.com.&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7795405118000219835?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7795405118000219835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7795405118000219835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7795405118000219835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7795405118000219835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2010/07/deklarasi-solidaritas-tolak-campur.html' title='DEKLARASI SOLIDARITAS TOLAK CAMPUR TANGAN AS TERHADAP VENEZUELA'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7154237895593899122</id><published>2010-06-05T12:37:00.000+07:00</published><updated>2010-06-05T12:40:18.648+07:00</updated><title type='text'>Venezuela Mengutuk Penyerangan Israel Terhadap Kapal Pembawa Bantuan, dan Penahanan Jurnalis Telesur</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;Oleh Tamara Pearson – Venezuelanalysis.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merida, 31 Mei 2010 (Venezuelanalysis.com) – “Satu-satunya senjata anak ku adalah kamera video yang dibawanya”, ungkap Christina Soler, Ibu dari David Segarra, seorang journalist Spanyol dan penduduk Venezuela, yang telah ditahan pagi ini oleh Angkatan Laut Israel saat mereka melakukan penyerangan terhadap armada kapal yang memuat bantuan untuk Palestina saat melewati Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan media berbeda-beda tentang jumlah total yang dibunuh oleh Angkatan Laut Israel, sekitar 10 sampai 19 orang, dengan lebih dari 50 orang ditahan. Penyerangan mereka yang mendapat dukungan dari pemerintahan Israel, adalah sebuah upaya untuk menghentikan enam kapal dengan ratusan aktivis berasal lebih dari 40 negara, yang membawa 10.000 ton bantuan, termasuk kursi roda, bahan bangunan, obat-obatan, dan materi pendidikan ke Jalur Gaza. Israel telah melakukan blokade terhadap bagian dari Palestina dan penyerangan yang dilakukan oleh Israel itu terjadi di perairan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telesur telah melakukan tranmisi gambar seperti yang terjadi, namun kemudian mereka kehilangan kontak dengan Segarra. Telesur adalah stasiun televisi berita Amerika Latin bercakupan luas yang diinisiasi oleh Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Departemen Luar Negeri Spanyol melaporkan kondisi Segarra baik-baik saja, namun saat ini dia sedang dalam penahanan dan mengalami putus komunikasi dengan yang lain, dan keberadaannya saat ini belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan Ibu Segarra, dia telah melakukan pengambilan film di Gaza pada bulan Januari tahun ini bersama dengan team dari Venezuela, dan melanjutkan pekerjaan pendokumentasian tentang Gaza dengan bekerja sebagai reporter Telesur pada armada bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segarra dikenal dengan film dokumenternya “A coup and a letter” yang berbicara tentang kudeta terhadap President Chavez tahun 2002 dan surat yang ditulis Chavez yang mengatakan bahwa dia tidak mengundurkan diri. Segarra, walaupun seorang Spanyol, dia tinggal di Venezuela dan bekerja untuk Telesur, Vive TV dan Avila TV, serta telah membuat dan berkolaborasi dalam sejumlah documenter lain tentang Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segarra telah memposting sesuatu ke Twitternya sesaat sebelum Angkatan Laut Israel tiba. Dia memposting “Konfirmasi : terdapat sedikitnya dua kapal Israel dan beberapa helikopter diikuti armada kapal menuju Gaza. Terdapat pula 6 perahu pada rute.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat jam sebelum itu terjadi, dia menuliskan terdapat tiga kapal Israel yang terlihat dan mereka bergerak pelan mendekat, emisi satelit mereka tidak berjalan, namun jaringan internet masih bisa bekerja, dan “Seluruh aktivis sedang bersiap untuk melawan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Armada menyerukan kepada komunitas internasional untuk melakukan campur tangan sebelum tragedi ini terjadi,” tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Telesur, Andres Izarra, menyatakan bahwa penyerangan itu adalah pembantaian baru yang dilakukan oleh Israel terhadap masyarakat Palestina dan kali ini juga terhadap upaya masyarakat internasional yang ingin membantu populasi yang terisolasi karena Israel”.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Venezuela Mengutuk Penyerangan Israel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Venezuela dan Presiden Hugo Chavez mengeluarkan sebuah pernyataan pada tengah hari ini, mengutuk “pembantaian brutal yang dilakukan oleh Negara Israel terhadap sejumlah anggota Armada Pembebasan” dan “tindakan penyerangan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata yang sedang mencoba mengantarkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Gaza, yang mana subjek sebuah blokade kriminal dijatuhkan oleh negara Israel”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Chavez, atas nama pemerintahannya dan rakyat Venezuela menyatakan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman dari “pahlawan yang menjadi korban kejahatan ini” dan berjanji memberikan dukungan yang diperlukan agar “mereka yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan ini dihukum berat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut menyimpulkan,” Pemerintahan Revolusioner Venezuela akan terus mencela tindakan teroris dan kriminal pemerintahan Israel, dan mengulangi... keteguhan komitmentnya dengan perjuangan untuk Kebebasan, Kedaulatan Nasional serta Martabat rakyat Palestina.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7154237895593899122?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7154237895593899122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7154237895593899122' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7154237895593899122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7154237895593899122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2010/06/venezuela-mengutuk-penyerangan-israel.html' title='Venezuela Mengutuk Penyerangan Israel Terhadap Kapal Pembawa Bantuan, dan Penahanan Jurnalis Telesur'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-1821205477452591262</id><published>2010-05-12T12:26:00.003+07:00</published><updated>2010-05-12T12:31:50.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuba'/><title type='text'>Sistem pendidikan di Kuba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs262.snc3/27764_1126179370318_1702197277_236312_2064061_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 228px; height: 171px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs262.snc3/27764_1126179370318_1702197277_236312_2064061_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Marilah kita bandingkan sejenak kondisi negara kita dengan Kuba, sebuah  negara kepulauan di kawasan Karibia, Amerika Selatan. Kuba secara  ekonomi adalah negara miskin, karena selama 40 tahun diembargo oleh  pemerintah Amerika Serikat. Seperti Indonesia, dalam peta bumi ilmu  sosial, Kuba digolongkan sebagai negara berkembang. Tetapi jika kita  menengok laporan indeks kualitas manusia yang diterbitkan oleh badan  perserikatan bangsa-bangsa (PBB), kualitas sumberdaya manusia Kuba, jauh  melampaui kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Mengapa bisa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Universitas Untuk Semua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri yang terkenal karena produk cerutunya itu, tingkat melek huruf  penduduknya sangat tinggi. 97 persen dari penduduk yang berusia di atas  15 tahun bisa membaca dan menulis. Dari komposisi itu, jumlah laki-laki  yang melek huruf mencapai 97, 2 persen, sedangkan perempuan mencapai  96,9 persen. Sebagai perbandingan, sebelum revolusi pada 1959, angka  buta huruf sebesar 30 persen. Kini penduduk yang buta huruf nol persen.  Kuba juga merupakan negara dengan tenaga guru terbesar dan tersukses  dalam bidang pendidikan. Dari segi komposisi jumlah guru-murid, untuk  tingkat sekolah dasar dari setiap 20 murid dilayani oleh satu orang  pengajar. Untuk tingkat sekolah menengah, satu orang pengajar melayani  15 murid. Keadaan ini menyebabkan hubungan antara guru-murid berlangsung  secara intensif.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap guru di Kuba adalah lulusan universitas dan memperoleh pelatihan  yang sangat intensif dan berkualitas selama masa karirnya. Yang unik  dari sistem pendidikan Kuba, adalah hubungan guru-murid-orang tua yang  tampak dikelola secara kolektif. Seluruh staf pendidikan (pengajar dan  pegawai administrasi) tinggal di dekat sekolah, sehingga mereka mengenal  satu sama lain. Bersama murid dan orang tuanya, para guru ini bekerja  bersama dan menyelesaikan secara bersama masalah-masalah menyangkut  bidang pendidikan dan kesehatan. Metode ini merupakan pengejawantahan  dari nilai hidup yang diwariskan oleh Che Guevara, tentang solidaritas  kelas. Dengannya, pendidikan tidak hanya bermakna vertikal, dimana  semakin terdidik orang peluangnya untuk berpindah kelas semakin terbuka.  Tapi, juga bermakna horisontal, bahwa pendidikan juga bertujuan untuk  memupuk dan mengembangkan solidaritas antar sesama, penghargaan terhadap  alam-lingkungan dan kemandirian.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Juan Casassus, anggota tim dari the Latin American Laboratory  for Evaluation and Quality of Education at UNESCO Santiago, prestasi  tinggi Kuba dalam pendidikan ini merupakan hasil dari komitmen kuat  pemerintahan Kuba yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas  teratas selama 40 tahun sesudah revolusi. Pemerintah Kuba memang  mengganggarkan sekitar 6,7 persen dari GNP untuk sektor ini, dua kali  lebih besar dari anggaran pendidikan di seluruh negara Amerika Latin.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan anggaran sebesar itu, pemerintah Kuba berhasil membebaskan  seluruh biaya pendidikan, mulai dari level sekolah dasar hingga  universitas. Bebas biaya pendidikan juga untuk sekolah yang menempa  kemampuan profesional. "Everyone is educated there. Everyone has access  to higher education. Most Cubans have a college degree," ujar Rose  Caraway, salah satu mahasiswa AS yang ikut progam studi banding di Kuba,  pada 2005. Kebijakan ini menjadikan rakyat Kuba sebagai penduduk yang  paling terdidik dan paling terlatih di seluruh negara Amerika Latin.  Saat ini saja ada sekitar 700 ribu tenaga profesional yang bekerja di  Kuba.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kebijakan menggratiskan biaya pendidikan ini tampaknya kurang  mencukupi. Sejak tahun 2000, pemerintah Kuba mencanangkan program yang  disebut “University for All.” Tujuan dari program ini adalah untuk  mewujudkan mimpi menjadikan Kuba sebagai “a nation become a university.”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui program ini seluruh rakyat Kuba (tua-muda, laki-perempuan, sudah  berkeluarga atau bujangan) memperoleh kesempatan yang sama untuk  menempuh jenjang pendidikan universitas. Caranya, pihak universitas  bekerjasama dengan Cubavision and Tele Rebelde, menyelenggarakan program  pendidikan melalui televisi. Perlu diketahui, saat ini media televisi  Kuba menyediakan 394 jam untuk program pendidikan setiap minggunya.  Jumlah ini sekitar 63 persen dari total jam tayang televisi Kuba. Dalam  kerjasama ini, pihak universitas menyediakan paket kurikulum pendidikan  dan tenaga pengajar dan pemikir yang berkualitas. Sebagai contoh, salah  satu mata acara yang disuguhkan adalah sejarah filsafat, yang diasuh  oleh Miguel Limia, seorang profesor filsafat dari institut filsafat.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, sejak program ini on-air pada 2 Oktober 2000, ada sekitar  775 profesor yang datang dari universitas-universitas besar di Kuba yang  aktif terlibat dalam program ini.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari komitmen dan kerja keras pemerintah Kuba dalam membangun  sektor pendidikan ini, nampak dari hasil kajian perbandingan yang  dilakukan oleh UNESCO, terhadap siswa dari 13 negara Amerika Latin di  bidang matematika dan bahasa. Dari studi itu diperoleh hasil, prestasi  siswa Kuba jauh di atas prestasi siswa dari negara lainnya yakni,  sekitar 350 point. Bandingkan dengan Argentina, Chile, dan Brazil yang  nilainya mendekati 250 poin.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prestasi Bidang Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu prestasi tertinggi dari pembangunan pendidikan Kuba, tampak  dalam bidang pendidikan kesehatan. Seperti dikemukakan Cliff DuRand,  profesor emeritus filsafat di Morgan State University, Baltimore, AS,  saat ini rata-rata tingkat kematian dini di Kuba hanya 5,8 kematian  dalam satu tahun untuk 1.000 kelahiran. Angka ini adalah yang terendah  di kawasan Amerika Latin, bahkan lebih rendah dari yang terjadi di  Amerika Serikat.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tenaga dokter per kapita Kuba jauh lebih banyak dibandingkan  negara manapun di dunia. Saat ini saja, ada sekitar 130.000 tenaga medis  profesional. 25.845 tenaga dokter Kuba bekerja untuk misi kemanusiaan  di 66 negara, 450 di antaranya bekerja di Haiti, negara termiskin di  benua Amerika. Sebagian lainnya bekerja di kawasan-kawasan miskin di  Venezuela. Ketika terjadi bencana topan Katrina di New Orleans, beberapa  waktu lalu, Presiden Fidel Castro berinisiatif mengirimkan 1.500 tenaga  dokter. Tapi, inisiatif ini ditolak oleh pemerintah AS dengan alasan  yang sifatnya politis.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya untuk rakyat Kuba, kini melalui Latin American School of  Medicine, pemerintah Kuba memberikan beasiswa untuk pendidikan kesehatan  kepada ratusan kaum muda miskin dari seluruh negara Amerika Latin,  Afrika, bahkan Amerika Serikat. Yang menarik, di Kuba pengajaran  kesehatan tidak hanya menyangkut soal ilmu pengetahuan dan seni  pengobatan tapi, juga nilai-nilai pelayanan sosial terhadap kemanusiaan.  Seperti dikemukakan Castro, ketika mewisuda 1610 mahasiswa pada musim  panas Oktober 2005,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Modal manusia (human capital) jauh lebih bernilai ketimbang modal  kapital (financial capital). Modal manusia meliputi tidak hanya  pengetahuan, tapi juga – dan ini yang sangat mendasar – kesadaran,  etika, solidaritas, rasa kemanusiaan yang sejati, semangat rela  berkorban, kepahlawanan, dan kemampuan menciptakan sesuatu dalam jangka  panjang. "Coen Husain Pontoh"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://coenpontoh.wordpress.com/2005/11/01/pendidikan-di-kuba/" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://coenpontoh.wordpres&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;s.com/2005/11/01/pendidika&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;n-di-kuba/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-1821205477452591262?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/1821205477452591262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=1821205477452591262' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1821205477452591262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1821205477452591262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2010/05/sistem-pendidikan-di-kuba.html' title='Sistem pendidikan di Kuba'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-1001587806281603560</id><published>2009-12-21T12:00:00.000+07:00</published><updated>2009-12-21T12:28:47.039+07:00</updated><title type='text'>Kita butuh Revolusi Dunia</title><content type='html'>Pada rapat umum yang diselenggarakan oleh berbagai serikat pekerja, organisasi politik, dan solidaritas kampanye (termasuk Hands Off Venezuela), lebih dari 3.000 orang di Kopenhagen mendengar Presiden Hugo Chávez dengan tegas menyatakan bahwa revolusi sosialis adalah satu-satunya solusi terhadap masalah-masalah kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hugo Chavez, Presiden Venezuela menekankan perlunya sebuah revolusi di seluruh dunia dan mengulangi proposal untuk Internasional Kelima menjadi alat untuk tujuan ini. Dia berkata bahwa Karl Marx telah memulai Internasional Pertama, Engels dan Rosa Luxemburg berpartisipasi dalam Internasional Kedua, Lenin mengambil inisiatif untuk Internasional Ketiga, dan Trotsky mendirikan Internasional Keempat. Tak satu pun dari organisasi ini ada lagi, tetapi Chavez mengatakan bahwa sebuah Internasional Kelima akan membantu proses revolusi di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan tersebut, Presiden Evo Morales dari Bolivia juga memberikan pidato mengutuk kapitalisme. Pembicara lain termasuk Kuba Vice President, Estaban Lazo Hernandez, dan Menteri Luar Negeri Nikaragua, Samuel Santos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chavez memulai pidato dengan mengutuk represi di jalan-jalan Kopenhagen selama KTT iklim PBB. Menjelaskan puncak perubahan iklim, ia berkata, "Beberapa tidak ingin membahas penyebab perubahan iklim. Aku akan mengatakan penyebabnya: kapitalisme. Kapitalisme adalah musuh terburuk - untuk hidup dan untuk iklim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah delegasi dari Hands Off Venezuela bertemu Chavez lama sebelum pidatonya presiden dan menyerahkan dua surat dari pekerja di pabrik-pabrik Vivex Gotcha dan di Venezuela. Kami mengungkapkan solidaritas kami dengan presiden dan gagasan tentang Internasionale Kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Chavez menggarisbawahi titik bahwa revolusi Venezuela hanyalah awal revolusi dunia, dan bahwa revolusi Venezuela belum lengkap; tugas membangun sosialisme di Venezuela masih depan. Dia berkata bahwa dia yakin bahwa peristiwa-peristiwa revolusioner di Venezuela dan negara-negara Amerika Latin lainnya akan mengulangi diri mereka sendiri di negara-negara di Utara - di Eropa dan di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penonton - aktivis sayap kiri, pemuda, dan anggota serikat buruh - disela pidato beberapa kali dengan keras tepuk tangan dan nyanyian seperti "el pueblo UNIDO, jamás será vencido." Sambutan terbesar datang ketika Chavez berbicara tentang Fidel Castro dan perjuangan melawan AS imperialisme, dan sosialisme sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan global dan menjamin masa depan bagi kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Chavez mengucapkan terima kasih Hands Off Venezuela dan kelompok-kelompok lain untuk mengatur pertemuan ini. Dia menekankan fakta bahwa semua perubahan berasal dari bawah - dari organisasi dan pendidikan politik massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis dari Hands Off Venezuela campur tangan dalam pertemuan dengan sebuah kios, menjual t-shirt, buku dan bahan-bahan lain, dan membagikan selebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.marxist.com/chavez-copenhagen-we-need-world-revolution.htm" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://www.marxist.com/cha&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;vez-copenhagen-we-need-wor&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;ld-revolution.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-1001587806281603560?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/1001587806281603560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=1001587806281603560' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1001587806281603560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1001587806281603560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2009/12/kita-butuh-revolusi-dunia.html' title='Kita butuh Revolusi Dunia'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7737373410172991474</id><published>2009-05-17T09:58:00.000+07:00</published><updated>2009-05-17T10:06:14.070+07:00</updated><title type='text'>Venezuela Menaikkan Gaji Guru Sebanyak 30%</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14 Mei 2009, Oleh: James Suggett – Venezuelanalysis.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merida, 14 Mei 2009 (Venezuelanalysis.com) – Pemerintah Venezuela menetapkan kenaikan gaji sebesar 30% dan menambahkan berbagai tunjangan untuk kurang lebih setengah juta guru sekolah aktif dan pensiunan pada hari Selasa, sebagai sebuah hasil dari penandatanganan kontrak kesepakatan bersama dengan persatuan guru Jumat lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip menteri pendidikan Hector Navarro, Guru-guru publik Venezuela saat ini berpenghasilan lebih dari 700% dari pada penghasilan yang pernah mereka dapatkan sepuluh tahun yang lalu, saat presiden Chavez pertama kali terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah acara bersama Chavez pada hari Selasa, sekretaris jenderal Persatuan Guru Nasional SINAFUM, Luis Matos, mengatakan kenaikan gaji melebihi penyesuaian normal terhadap inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru pemula tanpa gelar sarjana sekarang akan mendapatkan dua kali upah minimum, dan guru berpengalaman dengan gelar sarjana akan memperoleh tiga setengah kali upah minimum, kata Matos. Dalam arti sebenarnya, hal ini berarti guru pemula akan memperoleh 1,720 bolivars ($800) per bulan, dan guru-guru publik dengan tingkat lebih tinggi akan mendapatkan lebih dari 3,000 bolivars ($1,400) per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konrak bersama menjamin biaya transportasi dan perawatan kesehatan untuk guru yang aktif, memberikan biaya kesehatan untuk guru-guru pensiunan, dan menjamin bonus pra natal dan paska natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah akan memberikan bonus kepada guru-guru yang memperoleh status senior, menjalani pelatihan ketrampilan khusus, mengajar di daerah terpencil dan daerah pedesaan, dan mengajar di penjara. Koordinator dan direktur program pendidikan juga akan menerima bonus sebanyak 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menaikkan gaji guru, pemerintah juga menaikkan upah minimum sebanyak 10% bulan lalu, sementara itu tindakan cermat dijalankan yaitu memotong anggaran termasuk pembiayaan executive dan bonus-bonus di institusi pemerintah yang lain, sebagai sebuah hasil dari penurunan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat acara pada hari Selasa, Matos dan pemimpin persatuan yang lain mengatakan sebagian rencana kedepan untuk meningkatkan pendidikan publik dengan mempersiapkan dewan sekolah yang baru di komunitas-komunitas local, melalui komunitas-komunitas dan asosiasi-asosiasi murid dapat mendiskusikan isu-isu yang mempengaruhi sekolah-sekolah public di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru juga harus menjadi pendidik diluar ruang kelas, kata Matos "Kami mendukung ide tentang pasukan sukarelawan pendidik dengan tujuan untuk mendidik rakyat kami, kelas pekerja, dan komunitas umum," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota persatuan Marta Rodriguez menyatakan eprlunya untuk memulai lagi reformasi kurikulum nasional. "Sangat penting untuk memiliki pintu yang terbuka untuk mengawali proses diskusi tentang kurikulum, inilah yang akan kita lakukan, untuk menghasilkan sebuah praktek pendidikan yang baru," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2008, sebuah draft kurikulum nasional baru telah disirkulasikan diantara guru-guru untuk didiskusikan di workshop daerah-daerah seluruh negeri , tetapi proyek ini telah tertunda karena pemilihan regional dan lokal mendekati bulan November.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7737373410172991474?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7737373410172991474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7737373410172991474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7737373410172991474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7737373410172991474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2009/05/venezuela-menaikkan-gaji-guru-sebanyak.html' title='Venezuela Menaikkan Gaji Guru Sebanyak 30%'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-5634438977966808161</id><published>2009-02-27T14:48:00.000+07:00</published><updated>2009-02-27T14:58:29.297+07:00</updated><title type='text'>Heboh: Chavez-Venezuela “Ingin Berkuasa Seumur Hidup!”</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Zely Ariane*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat juga &lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=60565"&gt;PIKIRAN RAKYAT&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basis bagi… demokrasi adalah hak rakyat untuk memilih. Meski bertujuan baik... peraturan pembatasan periode jabatan memaksa hak tersebut dibatasi, oleh karenanya, sejak awal,  halaman ini menolak pembatasan periode jabatan… karena  tidak demokratik; dengan tanpa alasan, mengingkari kemampuan pemilih untuk memilih antara politisi yang baik dan busuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;(New York Times, ketika mendukung perpanjangan kekuasaan Michael Bloomberg, Gubernur New York City)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsesi pembatasan periode, sebagai budaya politik, adalah fenomena baru di AS, terjadi sebagian besar di era 1990-an sebagai populisme sinis kaum Republikan melawan korupsi [Maher:2009]. Namun, Barrack Obama justru menyatakan tidak setuju terhadap pembatasan periode, karena satu-satunya bentuk pembatasan adalah pemilu itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris, Toni Blair berkuasa selama 10 tahun dan Margaret Thatcher 11 tahun; di AS, Franklin D. Roosevelt berkuasa 12 tahun—dan bisa berlanjut 16 tahun jika tidak wafat. Tidak pun ada batasan periode bagi para senator dan wakil kongres di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, tak seperti dukungannya terhadap Gubernur Bloomberg, harian New York Times (NYT) justru bernafas lega ketika pemilih Venezuela memilih TIDAK pada Referendum tahun 2007—yang antara lain bertujuan menghapuskan pembatasan periode Presiden. Namun, sebaliknya, NYT justru mendukung rencana perpanjangan periode kekuasaan oleh Presiden Colombia, Alvaro Uribe, untuk kedua kalinya, melalui mekanisme pemilihan legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kontroversi Pemberitaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Chavez mengupayakan penghapusan periode jabatan melalui Referendum atau Plebisit—sebuah mekanisme demokrasi langsung yang paling demokratik—Uribe memperpanjangnya melalui mekanisme pemilihan legislatif. Namun, dengan berbagai muslihat, media AS selalu mencela upaya Chavez, dan memuji upaya Uribe; mengutuk referendum Venezuela, dan mendorong keputusan legislatif Colombia. Para pembaca akan segera tahu keberpihakan sebuah media cetak di AS, ketika di dalam sebuah editorial, Chavez, disebutkan dengan hanya nama depannya “Hugo”, sementara Uribe dengan sebutan “Mr.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga bulan terakhir, berbagai editorial dan liputan media cetak AS terhadap Colombia dan Venezuela berkebalikan dari kenyataannya. Menurut analisa media yang dilakukan oleh George Cicariello-Maher, seorang kandidat Ph.D dari Universitas California, Barkeley, kesimpulan liputan media terkait isu ini adalah: Chávez harus minggat karena dia jahat; Uribe harus bertahan karena dia luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Steve Rendall—seorang analis senior FAIR (Fairness and Accuracy in Reporting), sebuah lembaga penelitian media—di dalam fasilitas database suratkabar AS, Nexis, pencarian terhadap “Álvaro Uribe” dan “term limits” memunculkan 60 artikel, sementara pencarian yang sama terhadap “Hugo Chavez” memunculkan 1003 artikel. Sebanyak 286 artikel menyebutkan Chávez dan “president for life (presiden seumur hidup),” sementara hanya 29 artikel menyebutkan Uribe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 19 Desember, Washington Post menuduh Hugo Chavez “otoriter” yang akan menggunakan “kekerasan atau penipuan” untuk memenangkan referendum. Referendum dituduh sebagai sebuah mekanisme yang “dengan korup akan menghantarkan Chavez ke tampuk kekuasaan” di sebuah negeri dimana pemilihan umum “tak lagi bebas dan adil”. Editorial tersebut mengabaikan kenyataan bahwa pada tanggal 18 Desember, mayoritas anggota parlemen Venezuela telah setuju menyelenggarakan sebuah referendum, setelah menerima 4,5 juta tanda tangan rakyat yang mendukung amandemen konstitusional. Sebanyak 130 pengawas independen pemilu dari seluruh dunia menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah November 2008 adil, kredibel, dan transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap Referendum tanggal 15 Februari lalu, delegasi Pemantau pemilu Brazil, Max Altman, menyatakan bahwa sistem eletoral Venezuela sangat akurat dan aman. Sementara Manolis Glezox, pemantau pemilu dari Yunani, menyatakan bahwa tuduhan oleh para pemimpin oposisi anti Chavez/anti amandemen, terkait lembaga-lembaga pemerintah yang memihak kampanye pro-amandemen, tidak terbukti. Mereka yang tidak mendukung amandemen memiliki kesempatan untuk mengkampanyekan posisinya dalam cara-cara yang demokratik, baik di berbagai suratkabar dan media visual. Menurutnya, situasi ini tidak menunjukkan adanya “kediktatoran” di Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makna Kemenangan Referendum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda tangan mendukung penyelenggaraan referendum dilakukan oleh Partai Sosialis Venezuela (PSUV) diberbagai jalan negeri itu, dalam waktu satu minggu. Hal ini menyangkal bahwa Chavez sekadar menggunakan “otoritas” presidensialnya untuk mendorong amandemen itu. Demikian pula kekalahan amandemen dalam referendum tahun 2007, melambangkan bahwa Chavez tak “sanggup” menggunakan “otoritas” presidensialnya untuk memenangkan referendum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar 70%, atau 11,76 juta orang, dari 16,8 juta pemilih terdaftar, menggunakan hak pilihnya pada referendum 15 Februari lalu. Dewan Pemilihan Umum Nasional mengumumkan bahwa, pemilih yang menyatakan “YA” terhadap amandemen konstitusi sebesar 54,4% atau 6.397.440, atau selisih 1.034.880 juta suara dengan yang menyatakan “TIDAK”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan ini menunjukkan bahwa rakyat memang menghendaki Chavez mencalonkan diri kembali sebagai Presiden (tak hanya dibatasi dua priode—Chavez sudah berkuasa selama dua periode sampai awal 2013) pada periode enam tahun mendatang (2013-2019). Hal itu berbeda dengan tuduhan bahwa Chavez ingin berkuasa “seumur hidup”. Melalui mekanisme partisipasi langsung rakyat lewat referendum, tidak ada satupun kekuasaan dan kebijakan negara yang tidak bisa dijatuhkan rakyat. Artinya, terus berkuasa atau tidaknya Chavez, sangat bergantung pada dukungan suara dan tanda tangan rakyat dalam mekanisme referendum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kampanye menjatuhkan Chavez melalui isu-isu “anti demokrasi” terus berlangsung bertahun-tahun oleh korporat media dan pemerintah AS, hanya karena kehendak Chavez, dan rakyat yang mendukungnya, bertentangan dengan kepentingan kapitalisme AS. Memilih Chavez, artinya rakyat memilih untuk melanjutkan revolusi sosialis, sebuah revolusi yang sangat ditakuti kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi tersebut sudah menyediakan syarat-syarat kemajuan bagi rakyat Venezuela. Akses kebutuhan darurat dan pengembangan tenaga produktif, seperti: kesehatan dan pendidikan dasar hingga lanjutan yang gratis-berkualitas, akses perumahan murah dan sehat, lapangan pekerjaan, komputerisasi tingkat sekolah dasar, pembangunan industri dasar dan kebutuhan pokok, dst. Transfer kekuasaan ekonomi dan politik ketangan rakyat: nasionalisasi dan kontrol pabrik di tangan dewan-dewan buruh, pendirian lebih dari 19.000 dewan-dewan perencanaan komunitas, mekanisme referendum, dst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada alasan lain bagi rakyat untuk tidak mendukungnya?***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Koordinator Komite Solidaritas untuk Alternatif Amerika Latin (SERIAL); Juru Bicara KPRM-PRD.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-5634438977966808161?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/5634438977966808161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=5634438977966808161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5634438977966808161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5634438977966808161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2009/02/heboh-chavez-venezuela-ingin-berkuasa.html' title='Heboh: Chavez-Venezuela “Ingin Berkuasa Seumur Hidup!”'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-1643496088705069312</id><published>2009-02-11T19:33:00.002+07:00</published><updated>2009-02-11T22:17:06.256+07:00</updated><title type='text'>Strategi Antisipasi Lindungi Venezuela dari Krisis Keuangan Global</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;27 Januari, 2009, Bolivarian News Agency (ABN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian tindakan telah diambil sejak sepuluh tahun lalu, meliputi aliansi-aliansi ekonomi baru, berbagai kebijakan diversifikasi energi, sistem finansial negara yang stabil dan Program-program Unifikasi Amerika Latin, yang saat ini menjadi lapisan pelindung negeri dari putaran-putaran konsekuensi yang diakibatkan oleh kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dirangkum dalam laporan Kementerian Kekuasaan Rakyat tentang Ekonomi dan Keuangan—rencana (yang di dalamnya) mengidentifikasi langkah-langkah paling penting yang dijalankan hingga saat ini, serta kepastian Cadangan Devisa Venezuela yang diletakkan sebagai salah satu pencapaian paling utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Kamis, 22 Januari lalu, Cadangan Devisa mencapai 29.4 milyar dolar, setelah surplus dari cadangan tersebut ditransfer sekitar 12 milyar dolar ke Dana Pembangunan Nasional (Fonden, Singkatan Spanyol). Transfer tersebut telah disalah-artikan oleh pihak oposisi sebagai kemerosotan cadangan devisa namun, sebenarnya, adalah bagian dari strategi yang dirancang pada  tahun 2005.  Jauh dari kebangkrutan negara, seperti yang dituduhkan secara tidak bertanggungjawab oleh oposisi, transfer tersebut ditujukan untuk menginvestasikan surplus devisa ke dalam proyek-proyek sosial, utamanya di sector sektor pendidikan dan k,esehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Oktober, 2005, tabungan internasional dipindahkan dari bank-bank AS, tempat uang selama ini didepositokan, untuk disimpan sebesar 60% di Basel, Switzerland; 30% disimpan dalam bentuk emas; dan hanya 10% disimpan di bank-bank lainnya yang diawasi terus menerus oleh Bank Sentral Venezuela (BCV, Singkatan Spayol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cadangan devisa internasional terus menerus disimpan di bank-bank AS, negeri terswebut kemungkinan sudah kehilangan sejumlah besar uangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanyalah salah satu dari sekian banyak cara melindungi negeri dari Krisis Keuangan Global. Masih banyak cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aliansi-aliansi Strategis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ikatan ekonomi-politik yang membebaskan Venezuela dari penindasan mekanisme-mekanisme keuangan kapitalis (IMF, WTO, dan Bank Dunia), Presiden Chávez dan pemerintahannya telah merancang sebuah kelompok aliansi-aliansi strategis bersama (negeri-negeri) yang ekonominya sedang berkembang maju, seperti Brazil, Rusia, India, China, Iran dan Belarusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliansi-aliansi semacam itu telah mulai memanen dukungan penting. Bersama Cina, contohnya, Venezuela telah membentuk sebuah dana investasi bersama (joint investment fund) sebesar 6 milyar dolar (4 milyar dolar, Cina; 2 milyar dolar , Venezuela), yang baru-baru ini diperbarui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana tersebut, seperti terbaca dalam dokumennya, bertujuan untuk “menyokong proyek-proyek pembangunan ekonomi-sosial di Venezuela berbasiskan suatu model kerjasama sosialis yang produktif. Proyek tersebut akan menyokong sektor-sektor antara lain seperti infrastruktur, pertanian, energi, pertambangan dan kimia-minyak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama kunjungan Presiden Chávez ke Rusia pada bulan September, 2008, suatu proyek yang disebut Bi-National Bank (antara Rusia dan Venezuela), dengan tujuan-tujuan yang serupa, diteguhkan kesepakatannya. Seiring dengan itu, proyek-proyek dan rencana baru dengan sekutu-sekutu yang lain juga dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendiversifikasi Ekspor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venezuela, yang bertujuan untuk mengalahkan politik-politik poros tunggal (mono-polar), juga mencari jalan keluarnya melalui aspek-aspek ekonomi. Oleh karena itu, Venezuela telah memutuskan mendiversifikasi tujuan ekspor hidrokarbon (Minyak, Gas, produk-produk Kimia-minyak), di luar tipikal pasar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan hal tersebut, inisiatif-inisiatif pelokasian minyak di negeri-negeri Karibia telah dikonsolidasikan bersama dengan Petrocaribe (didirikan pada bulan Juni, 2005, dan meluas ke dua negeri Amerika-Tengah: Guatemala dan Honduras).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, Cina menjual minyak sebesar 350,000 bpd dengan ekspektasi peningkatan menjadi 500,000 bpd pada periode jangka pendek ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, terdapat sebuah aliansi dengan Gazpron Lukoil, perusahaan minyak negara milik Rusia, dan persetujuan dengan Portugal baru-baru ini untuk menyediakan 2 juta meter kubik gas setiap tahun dan pelokasian minyaknya sebesar 30,000 bpd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, persetujuan eksploitasi bersama atas blok-blok tertentu di Sabuk Minyak Orinoco (Orinoco Petroleum Belt) telah disetujui oleh sepuluh negeri. Hal tersebut menjamin tujuan baru bagi minyak mentah nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penegakan Penyelenggaraan Negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah dalam menjamin sistem keuangan yang lebih sehat sedang dikembangkan, berkoordinasi dengan Kementerian Kekuasaan Rakyat atas Ekonomi dan Keuangan serta BCV, dalam sektor-sektor seperti perpajakan, perbankan dan moneter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap persoalan perpajakan, sejak tahun 2004, proses perbaikan Layanan Nasional Terpadu atas Pengaturan Pajak dan Cukai (SENIAT, Singkatan Spanyol) telah berkembang. Hasilnya, peningakatan eksponensial para pembayar pajak yang bahkan melampaui kontribusi minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap perbankan, Superintendence of Banks (Sudaban, Singkatan Spayol) mengadopsi serangkaian resolusi untuk meregulasi system keuangan privat/swasta dengan sistem bank internasional dalam memanajemeni beragam instrumen keuangan dan aset institusi-institusi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait hal tersebut, bank-bank swasta dituntut untuk menyediakan dana jaminan guna  menyokong aset-aset Venezuela yang ada di bank-bank AS yang bangkrut: Lehman Brothers dan Merril Lynch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilaporkan oleh Kementerian, kewajiban untuk menjual surat kepemilikannya (titles), dan langkah-langkah lainnya, menempatkan sistem keuangan Venezuela dalam cadangan yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manajemen hutang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring strategi negeri ini dalam mempersiapkan diri menghadapi krisis kapitalis saat ini, dokumen laporan tersebut menunjukkan kaitan “terhadap kesuksesan Republik memanajemeni hutang (liabilitas)”. Wujud liabilitas tersebut terdiri dari oleh surat-surat kepemilikan, surat-surat utang dan kewajiban-kewajiban moneter yang diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Administrasi yang tepat/cukup terhadap nilai-nilai tersebut, seperti surat utang Brady, telah mengizinkan negeri ini, pada momen-momen tertentu, meningkatkan atau mengurangi aliran dana sesuai dengan situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait hal tersebut, teks dokumen tersebut menambahkan “Venezuela pertama kali memasuki pasar kapital internasional pada tahun 2001, dan masuk ke pasar dolar untuk pertama kalinya pada tahun 1998.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, negeri tersebut telah membayar utang-utangnya kepada IMF dan Bank Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Struktur-struktur Ekonomi Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama keinginan untuk mengembangkan sebuah prospek ekonomi internasional baru maka, bulan Desember tahun 2007, sebuah proposal baru dari Presiden Chavez terwujud: pembentukan Banco del Sur (Bank Selatan), bertujuan sebagai otot keuangan bagi integrasi regional, dengan kapital sebesar 20 milyar dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, di tahun 2008, BANK ALBA dibentuk bersamaan dengan integrasi dan konsolidasi mekanisme konsultasi UNASUR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komisi Administratif Mata Uang (CADIVI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kudeta April, 2002, dan sabotase Minyak pada Desember,2002-Januari 2003, pada 5 Februari, 2003, “melalui suatu persetujuan antara Eksekutif Nasional dan BCV, Rezim Pembatasan Konvertabilitas/Penukaran Mata Uang Bebas (Restriction Regime to the Currency Free Convertibility) diadopsi untuk menghindari laju pengurangan cadangan devisa dan devaluasi (mata uang) Bolivar, sebagai dampak dari sabotase minyak oleh oposisi terhadap PDVSA serta kekeringan capital”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CADIVI kemudian dibentuk sebagai alat administratif pasar pertukaran nasional yang lebih efisien dan transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari kontrol pasar pertukaran mata uang yang dijalankan CADIVI, Venezuela mencapai level bersejarah dalam cadangan devisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, sektor-sektor produksi memiliki jaminan untuk mendapatkan alokasi terhadap uang yang mereka butuhkan dalam menjalankan produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem Keuangan Negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1999, Pemerintah Bolivarian telah memikirkan untuk mengonsolidasikan sistem keuangan negara secara strategis dalam rangka menguatkan kedaulatan ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal itu, pada 25 Oktober, 1999, di bawah dekrit No. 411, sebuah UU yang mengatur Sistem Keuangan Negara disetujui. Instrumen ini mendukung integrasi sistem perbankan negara dalam sebuah sistem yang unik, koheren, dan efisien, memperkuat kapasitas pelayanan teknis dan keuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera, BCV akan mengambil bagian dalam sistem tersebut, dipadukan oleh Bank Industrial Venezuela (BIV), Banfoandes, Bandes, Bank Pertanian Venezuela (BAV), Bank Keuangan, Bank Rakyat Berdaulat dan Bank Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dana Pembangunan Nasional (FONDEN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu langkah penting strategis menuju kedaulatan ekonomi adalah pendirian Dana Pembangunan Nasional (FONDEN), didirikan pada bulan September tahun, 2005, yang berfungsi untuk mengatur pendapatan dari surplus minyak yang, sejak dulu, merupakan basis penting bagi penentuan cadangan mata uang asing negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusi tersebut antara lain mensponsori pertanian, kesehatan, infrastruktur, pendidikan tinggi dan proyek perumahan, yang merupakan sebagian dari cara bagaimana investasi sosial—berkisar 60% dari keseluruhan pengeluaran anggaran Investasi Pemerintah—dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama transfer cadangan surplus devisa, mekanisme tersebut menyebabkan Venezuela tidak mengemis jalan keluar pada Institusi semacam IMF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, itulah  seperangkat tindakan dan keputusan yang telah diadopsi guna membawa Venezuela menuju jalan kedaulatan ekonomi dan pembangunan sosial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-1643496088705069312?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/1643496088705069312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=1643496088705069312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1643496088705069312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1643496088705069312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2009/02/strategi-antisipasi-lindungi-venezuela.html' title='Strategi Antisipasi Lindungi Venezuela dari Krisis Keuangan Global'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-718416950502173633</id><published>2009-02-11T19:28:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T19:32:17.347+07:00</updated><title type='text'>Venezuela tak akan menghentikan kemajuan ekonominya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;January 27, 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Presiden Venezuela, Hugo Chávez, mengatakan pada hari Senin, 26 Januari, bahwa ia tak peduli berapapun harga minyak—yang terus menerus turun—ia tak akan menghentikan kemajuan sosialnya atau pun proyek-proyek yang sudah mulai berkembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inilah pemerintah yang paham dengan baik apa yang sedang dikerjakannya,&lt;/span&gt;” menurut kepala Negara Venezuela itu di istana kepresidenan Miraflores selama pertemuan dewan meneteri, yang disiarkan oleh TV milik pemerintah Venezolana de Televisión dalam program perbincangan (talk show) Dando y Dando.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia menekankan tentang berkah dari upaya-upaya yang diterapkan di negerinya sejak 2008, yang memperhitungkan sumberdaya alam yang diperlukan bagi Proyek Nasional Simón Bolívar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia mengatakan bahwa seandainya mereka tidak membuat keputusan yang benar misalnya  mengenai pengawasan pertukaran/perdagangan dan modifikasi terhadap hukum Bank Sentral Venezuela (BCV)—yang mengharuskan PDSVA (perusahaan minyak negara—pentj.) mentransfer semua pendapatannya kepada BCV—maka realitas kemajuan tersebut tak mungkin terwujud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia menjelaskan bahwa sekarang telah memiliki 99% kebebasan politik ketimbang tahun 1999, saat dimulainya revolusi Bolivarian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Presiden Chávez juga mengatakan bahwa dia akan mempertahankan kebijakan enerji nasional dan ia akan mengatasi kejatuhan mendadak harga minyak, yang pada satu dekade yang lalu harganya  $10 per barrel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ia kemudian mengumumkan persetujuannya untuk mengucurkan dana sebesar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;US$ 116.3 juta&lt;/span&gt; untuk melengkapi pembelian tahap pertama bahan makanan strategis (sembako) demi mengamankan cadangan Negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami akan melengkapai cadangan bahan makanan selama 3 bulan, dan kami akan meningkatkannya menajdi 6 bulan. Cadangan devisa yang kita miliki sekarang memberikan jaminan pada kita untuk mempertahankan impor selama setahun.&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(Bolivarian News Agency)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-718416950502173633?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/718416950502173633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=718416950502173633' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/718416950502173633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/718416950502173633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2009/02/venezuela-tak-akan-menghentikan.html' title='Venezuela tak akan menghentikan kemajuan ekonominya'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-2878391387724522235</id><published>2009-01-14T19:17:00.001+07:00</published><updated>2009-01-14T19:19:26.141+07:00</updated><title type='text'>KTT Arab-Amerika Selatan: Jauh Melampaui Sikap-sikap OKI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;09/05/2005 06:50 - KTT Arab-Amerika Selatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;Buat Pertama Kali, Pemimpin Arab-Amerika Selatan Bertemu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.liputan6.com/news/?id=101076"&gt;Liputan6.com, Brasilia&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;: Para pemimpin negara Amerika Selatan dan Arab mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk pertama kalinya di Kota Brasilia, Brasil, Ahad (8/5). Pertemuan itu dimaksudkan untuk menyatukan pandangan negara-negara berkembang dalam menghadapi globalisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rencananya, pertemuan antara negara-negara Amerika Selatan dan Liga Arab ini secara resmi dibuka besok. Pertemuan akan dihadiri 34 pemimpin negara dan 22 di antaranya dari wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah. Dalam konferensi yang dipimpin Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva ini di antaranya akan dihadiri Presiden Venezuela Hugo Chavez, Presiden Palestina Mahmud Abbas serta Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Da Silva menyatakan, konferensi ini dimaksudkan untuk menyatukan pandangan negara-negara berkembang di wilayah Amerika Selatan dan Timur Tengah. Isu yang akan dibahas di antaranya soal reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan peniadaan subsidi pertanian untuk negara-negara maju. Selain itu, penyelenggaraan konferensi juga sebagai pembuka jalan menuju negosiasi kesepakatan perdagangan bebas antara dua wilayah tersebut. Rencananya, hari ini, diadakan pertemuan tingkat menteri yang dilanjutkan dengan konferensi tingkat tinggi selama dua hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sementara itu, keinginan Amerika Serikat untuk hadir sebagai pengamat ditolak pemerintah Brasil. Penolakan ini membuat sejumlah negara sekutu AS seperti Mesir dan Arab Saudi membatalkan kehadiran mereka. Kendati begitu, pemerintah Brasil menegaskan, langkah ini bukanlah suatu tantangan kepada Uncle Sam.(YYT/Yes)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;11.05.05 07:45&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;Konferensi Amerika Selatan-Arab Resmi Dibuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://mobile.liputan6.com/?c_id=9&amp;amp;id=101231"&gt;Liputan6.com, Brasilia&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;: Konferensi Tingkat Tinggi antarnegara Amerika Selatan dan Arab secara resmi dibuka di Brasilia, Brasil, Selasa (10/5). Dalam pidatonya, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan, pertemuan ini mengupayakan agar aspirasi negara-negara berkembang tersalurkan di lembaga-lembaga internasional. Pertemuan yang digelar pertama kalinya ini bertujuan membangun kerja sama membendung dominasi Amerika Serikat di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Para pemimpin Amerika Selatan dan Arab juga menyinggung masalah pendudukan Palestina oleh Israel. Mereka mendesak Israel membongkar permukiman Yahudi yang berada di wilayah Palestina. Sedangkan mengenai masalah Irak, kedua kawasan sepakat untuk mendukung persatuan, kedaulatan, dan kemerdekaan Irak tanpa campur tangan di urusan dalam negeri Irak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kendati berjalan lancar, pertemuan diwarnai unjuk rasa. Para demonstran menentang perlakuan diskriminatif terhadap kaum perempuan di negara-negara Arab. Aksi ini membuat pengamanan di Brasilia diperketat. Sebanyak 9.000 personel keamanan disiagakan untuk menjaga jalannya konferensi antara negara-negara Amerika Latin dan Arab ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sedianya, pertemuan dihadiri 34 pemimpin negara dan 22 di antaranya dari wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah. Mereka yang hadir antara lain Presiden Venezuela Hugo Chavez, Presiden Palestina Mahmud Abbas serta Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika [baca: Buat Pertama Kali, Pemimpin Arab-Amerika Selatan Bertemu].(TNA/Ijx)       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-2878391387724522235?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/2878391387724522235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=2878391387724522235' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/2878391387724522235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/2878391387724522235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2009/01/ktt-arab-amerika-selatan-jauh-melampaui.html' title='KTT Arab-Amerika Selatan: Jauh Melampaui Sikap-sikap OKI'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7008288911182370800</id><published>2009-01-14T18:37:00.002+07:00</published><updated>2009-01-14T18:43:26.775+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Arab Memalukan, Chavez "Pahlawan" Palestina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.1.1.1/bmi/219.83.122.106/fckfiles/image/chavez%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 230px; height: 153px;" src="http://1.1.1.1/bmi/219.83.122.106/fckfiles/image/chavez%281%29.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/dunia-arab-memalukan-chavez-jadi-pahlawan-palestina.htm"&gt;Eramuslim&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" class="tanggal" &gt;Selasa, 13/01/2009 09:58 WIB&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ironi memang jika rakyat Palestina justru lebih menganggap pemimpin dari luar negara Muslim sebagai tokoh pahlawan mereka. Rakyat Palestina kini lebih bangga dengan Presiden Venezuela, Hugo Chavez yang lebih menunjukkan solidaritasnya yang tinggi terhadap bangsa Palestina, ketimbang pimpinan negara-negara Arab yang selama puluhan tahun mengabaikan dan mengkhianati bangsa Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia (Chavez) adalah simbol perjuangan untuk kemerdekaan seperti Che Guevara. Itulah yang membedakannya dari pemimpin dunia lainnya&lt;/span&gt;," puji anggota parlemen Palestina Mohammad al-Lahham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja kalau rakyat Palestina memuji Chavez. Begitu melihat agresi brutal Israel di Jalur Gaza, Chavez langsung mengusir dubes Israel di Caracas. Satu hal yang tidak dilakukan pemimpin dunia lainnya, termasuk pemimpin negara Mesir dan Yordania, dua negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venezuela juga mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan menggunakan pesawat terbang sendiri untuk membantu warga Gaza yang kekurangan makanan dan obat-obatan akibat blokade Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chavez dengan keras mengecam dunia internasional yang dianggapnya tidak banyak berbuat sesuatu untuk menghentikan "holocaust" yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan menyebut Israel sebagai "tangan pembunuh" AS di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Chavez mengusir dubes Israel, Chavez menuai pujian dari  komunitas Muslim dan Arab. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semua orang di sini (Palestina) kenal siapa dia (Chavez)&lt;/span&gt;," kata walikota Al-Masar di Betlehem, Tepi Barat, Mahmud Zwahreh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, banyak warga Palestina yang minta foto Chavez untuk dibawa dalam aksi-aksi unjuk rasa menentang agresi Israel di Jalur Gaza. Oleh sebab itu, Zwahreh memcetak banyak foto Chavez untuk dibagi-bagikan pada para pengunjuk rasa anti-Israel.  Tak heran jika dalam aksi unjuk rasa anti-Israel, juga terlihat bendera-bendera Venezuela dan foto-foto Chavez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya ingin bisa memberikan Chavez paspor Palestina agar ia bisa menjadi warga negara Palestina. Dan kami akan memilih dia sebagai presiden kami,&lt;/span&gt;" tukas Zwahreh. Iyad, seorang pemilik toko di dekat Gereja Nativity di Betlehem setuju dengan pernyataan Zwahreh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chavez adalah presiden yang baik. Dia selalu mendukung rakyat Palestina,&lt;/span&gt;" ujarnya. Warga Palestina lainnya bernama Assem juga menilai Chavez lebih baik dari pemimpin-pemimpin Arab lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia lebih baik dari pemimpin-pemimpin negara Arab. Mesir dan Yordania seharusnya juga mengusir duta besar Israel. Sangan memalukan, negara-negara Arab tidak punya pemimpin seperti dia (Chavez),&lt;/span&gt;" tandas Assem. Pernyataan yang seharusnya menjadi tamparan keras buat Mahmud Abbas, Presiden Palestina dari faksi Fatah dan pemimpin-permimpin Arab. Dunia Arab memang sangat menyedihkan untuk Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu walikota Bireh di Libanon, memakai nama Hugo Chavez untuk salah satu jalan di kota itu. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cuma ini yang bisa kami lakukan untuk laki-laki pmeberani yang telah menyalakan harapan di hati kami dan telah membalas luka kami akibat kebiadaban entitas Zionis&lt;/span&gt;," kata Mohammed Wehbe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan utama menuju kota Bireh sepanjang 45 kilometer yang berada di sebelah utara kota pelabuhan Tripoli, terpampang spanduk-spanduk yang bertuliskan antara lain "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bangsa ini membutuhkan pemimpin seperti Chavez&lt;/span&gt;", "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chavez mengusir duta besar Israel. Kapan kalian melakukannya, pemimpin-pemimpin Arab?&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto Chavez juga ditempel di berbagai tempat di kota yang berpenduduk 17.000 jiwa itu. Seorang imam di Libanon, Bilal Rivai berkomentar tentang Chavez, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami tidak punya hubungan langsung dengan Chavez. Kami juga tidak beragama yang sama dengan Chavez. Kami bicara dengan bahasa yang berbeda. Tapi dia (Chavez) ikut merasakan penderitaan kami dan dia layak mendapatkan penghargaan dan penghormatan dari kami&lt;/span&gt;". (ln/iol)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7008288911182370800?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7008288911182370800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7008288911182370800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7008288911182370800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7008288911182370800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2009/01/pemimpin-arab-memalukan-chavez-pahlawan.html' title='Pemimpin Arab Memalukan, Chavez &quot;Pahlawan&quot; Palestina'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-5752037090536786819</id><published>2009-01-08T09:50:00.002+07:00</published><updated>2009-01-08T09:54:34.708+07:00</updated><title type='text'>Venezuela Usir Dubes Israel</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rabu, 07 Januari 2009 07:10 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://warnaislam.com/berita/dunia/2009/1/7/25800/Venezuela_Usir_Dubes_Israel.htm"&gt;WARNAISLAM&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;. Pemerintah Venezuela telah mengusir Duta Besar Israel dari negaranya sebagai bentuk penolakan terhadap agresi Israel ke Jalur gaza dan solidaritas kepada rakyat Palestina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebagaimana dijelaskan kementrian luar negeri Vinezuela malam lalu, pemerintah Venezuela telah memutuskan untuk mengusir Duta Besar Israel dan semua staff karyawannya sebagai bentuk penolakan atas agresi Militer Israel terhadap Jalur Gaza.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Venezuela juga menuduh Israel telah melanggar hukum internasional dan mengatakan bahwa agresi ini sebagai kejahatan terorisme internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Presiden Venezuela, Hugo  Chavez, mengatakan bahwa angkatan bersenjata Israel telah berhutang di Gaza dan segala pembunuhan atas penduduk sebuah kota merupakan kejahatan yang tidak berperikemnusiaan. (m/t)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; penulis: Mirzah Abdulaziz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;_____&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rabu, 7 Januari 2009 | 07:31 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana; font-weight: bold;" href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/07/07315333/venezuela.usir.dubes.israel"&gt;KOMPAS&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;. CARACAS, SELASA — Pemerintah Venezuela, Selasa (6/1), mengusir Duta Besar Israel untuk Caracas untuk memprotes serangan militer Israel di Jalur Gaza.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Venezuela telah memutuskan untuk mengusir Duta Besar Israel Shlomo Cohen dan beberapa staf di Kedutaan Besar Israel, memulai lagi seruannya pada perdamaian dan penghormatan pada hukum internasional," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Venezuela kepada AFP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Venezuela menuduh Israel telah melakukan pelanggaran terhadap hukum internasional dan "merencanakan untuk menggunakan terorisme negara" terhadap rakyat Palestina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Pada saat yang tragis dan menyakitkan hati itu, rakyat Venezuela menunjukkan solidaritas yang tak terbatas kepada rakyat Palestina yang heroik," kata pernyataan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;ONO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sumber : Ant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-5752037090536786819?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/5752037090536786819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=5752037090536786819' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5752037090536786819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5752037090536786819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2009/01/venezuela-usir-dubes-israel.html' title='Venezuela Usir Dubes Israel'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-5078404686363901436</id><published>2008-12-30T19:02:00.001+07:00</published><updated>2008-12-30T19:07:15.911+07:00</updated><title type='text'>Venezuela Mengutuk Serangan “Kriminal” Israel</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CDAN-AYIE%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CDAN-AYIE%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CDAN-AYIE%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;29 Desember 2008&lt;/span&gt;, oleh Erik Sperling - &lt;a href="http://www.venezuelanalysis.com/news/4070"&gt;Venezuelanalysis.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carora, 29 Desember , 2008 (venezuelanalysis.com)—Menteri Luar Negeri Venezuela mengutuk pemboman Israel ke Gaza dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Sabtu lalu. Pernyataan itu menunjukkan kemarahan yang mendalam terhadap “serangan criminal” tersebut, dan mendesak pemerintahan Israel agar tetap berpegang pada Piagam PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Venezeual menegaskan “solidaritasnya terhadap rakyat Palestina”, dan menyerukan kepada “ pemerintah seluruh dunia, yang berkehendak terhadap keadilan dan perdamaian, untuk bersuara lantang terkait agresi ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pemimpin dunia dan pemerintahaan telah mengeluarkan kritik sejak serangan Israel tersebut, termasuk Uni Eropa, Rusia, China, dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu-satunya partner kejahatan Israel dalam serangan ini adalah pemerintah Amerika Serikat,” Pernyataan sikap Venezuela dilanjutkan dengan menyebutkan bahwa bantuan AS terhadap aksi militer Israel yang terkini sebagai “icing on the cake yang terus menerus dilakukan pemerintahan Bush yang jahat,” yang dipenuhi dengan “kekerasan dan terkenal diseluruh dunia karena penghinaannya secara terus menerus terhadap hak azasi manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat pemerintah AS, termasuk Sekretaris Negara Condoleezza Rice, menyalahkan kekerasan tersebut semata-mata pada Pemerintahan rakyat Palestina yang dipimpin oleh Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemboman Israel telah menyebabkan kematian lebih dari 320 orang rakyat Palestina, termasuk lebih dari 51 rakyat sipil—yang terus bertambah, menurut estimasi badan bantuan PBB yang konservatif, sementara itu serangan balik terhadap Israel dari Gaza membunuh satu orang warga sipil Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Protes di Caracas melawan “genosida” di Gaza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan pemrotes melakukan reli di depan kedutaan Israel pada hari Minggu, menolak apa yang disebut oleh salah seorang pemrotes sebagai “genosida” oleh “tentara pendudukan” Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes yang terus membesar akan berlanjut pada hari Senin di depan kedutaan, demikian menurut Hindu Anderi, organizer aksi tersebut dalam pernyataan yang disiarkan oleh jaringan berita regional Telesur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anderi, seorang aktivis hak azazi manusia Palestina, berterima kasih pada pemerintah Venezuela atas sikapnya terhadap konflik, namun ia menuntut tindakan yang lebih kongkrit, dengan menyatakan: solidaritas yang dibutuhkan adalah mengambil langkah yang akan mempengaruhi Israel secara politik dan ekonomi, jika tidak, kondisi rakyat Palestina tidak akan berubah.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-5078404686363901436?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/5078404686363901436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=5078404686363901436' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5078404686363901436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5078404686363901436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/12/venezuela-mengutuk-serangan-kriminal.html' title='Venezuela Mengutuk Serangan “Kriminal” Israel'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-485257276180417816</id><published>2008-12-06T00:52:00.002+07:00</published><updated>2008-12-06T01:07:41.155+07:00</updated><title type='text'>ALBA: Mencari Jalan Keluar bagi Selatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pertemuan Tingkat Tinggi ALBA&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mencari Jalan Keluar bagi Selatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nidia Diaz&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.granma.cu/ingles/2008/diciembre/juev4/ALBA.html"&gt;Granma&lt;/a&gt; 4 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertujuan untuk mendiskusikan posisi bangsa-bangsa Selatan terhadap krisis ekonomi dan keuangan global, negeri-negeri anggota Alternatif Bolivarian untuk Bangsa Amerika (ALBA) bertemu pada 26 November di Caracas, dengan keyakinan penuh bahwa mereka tidak hendak menunggu solusi, baik dari Amerika Serikat—yang bertanggung jawab terhadap bencana ini, maupun institusi-institusi perbankan internasional—rekanan Washington dalam bencana ini yang didukung oleh pertemuan G-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Venezuela, Kuba, Bolivia, Nikaragua, Republik Dominika, Honduras, dan Ekuador&lt;/span&gt; (berstatus peninjau) memiliki pemahaman yang sama bahwa mereka harus memeriksa akar dari fenomena ini, tak hanya dalam pengertian spekulasi finansial yang menggila atau kecerobohan (negeri-negeri) Utara, namun yang lebih penting adalah krisis kapitalisme global yang menyeluruh itu sendiri. Krisis keuangan dan ekonomi saat ini, berbeda dibandingkan krisis-krisis sebelumnya, dengan cepat diikuti oleh krisis lainnya dalam hal makanan, energi, lingkungan, membuat dunia berada pada ujung bencana besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak secara kebetulan, pada peringatan Pertemuan Tingkat Tinggi luar biasa dan Perjanjian Perdagangan Rakyat (People’s Trade Agreement-TCP), Presiden Hugo Chávez menegaskan kembali bahwa “abad ke 21 telah dimulai dengan sebuah krisis kapitalisme dan seluruh mekanisme kontrolnya,” oleh karena itu satu-satunya solusi adalah sosialisme yang terus menerus dibangun berdasarkan karakteristik masing-masing negeri, satu tipe sosialisme yang baru namun dengan cita-cita yang sama menyangkut pembebasan nasional, kemandirian, dan keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk yang sama, wakil rakyat Ekuador, Rafael Correa, menegaskan pentingnya untuk segera membangun suatu tata dunia baru, dan perdana menteri Republik Dominika menyerukan untuk segera menunjukkan pada dunia bahwa tidaklah mustahil melawan krisis tanpa merugikan anggota masyarakat yang paling sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak sekali gagasan di dalam pertemuan itu, semuanya memfokuskan pada kepentingan untuk menciptakan benteng perlindungan bagi rakyat dalam menghadapi krisis ini, bahwa situasi saat ini hanya akan terulang kembali karena sifat dasar sistem kapitalis, seperti solusi yang dijalankan oleh pemerintahan AS, yang hanya menyelamatkan orang kaya dengan mengorbankan kaum miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri-negeri anggota ALBA dan Ekuador mengadopsi beberapa proposal penting atas dasar tujuan ini, hal yang paling pokok adalah pembentukan zona moneter melalui penetapan ‘Sucre’ sebagai mata uang, yang disepakati sebagai Sistem Kompensasi Regional yang Unitaris. Dengan bantuan anggota-anggotanya, sistem itu akan dilengkapi oleh suatu dana cadangan yang bertujuan untuk mempertahankan investasi politik yang dibutuhkan bagi pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan suatu zona ekonomi dan moneter ALBA-TCP akan melindungi negeri-negeri ini dari “perampokan oleh modal transnasional sekaligus menciptakan suatu ruang yang bebas dari institusi-institusi finansial global yang tidak efektif, termasuk monopoli dolar AS sebagai mata uang dan cadangan devisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga menyetujui proposal Venezuela untuk menyelenggarakan suatu pertemuan tingkat tinggi internasional menyangkut krisis finansial di dalam struktur Perserikatan Bangsa-bangsa  (PBB), termasuk tema-tema penting lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan tingkat tinggi ALBA-TCP, sudah dapat dipastikan, menjadi suatu peluang untuk melanjutkan kerja menuju persatuan Amerika Latin atas dasar isu-isu penting seperti kerjasama yang saling melengkapi, dan pembangunan zona moneter bersama yang akan membuat anggota-anggotanya aman dari gonjang ganjing sistem kapitalis, dalam kepentingan menyelamatkan semua orang agar tidak tenggelam bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Diterjemahkan oleh Ay]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-485257276180417816?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/485257276180417816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=485257276180417816' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/485257276180417816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/485257276180417816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/12/alba-mencari-jalan-keluar-bagi-selatan.html' title='ALBA: Mencari Jalan Keluar bagi Selatan'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-1320196604328079576</id><published>2008-12-01T23:38:00.001+07:00</published><updated>2008-12-01T23:40:29.264+07:00</updated><title type='text'>Revolusi Venezuela dan Krisis Kapitalisme</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.directaction.org.au/issue6/revolutionary_venezuela_and_the_capitalist_crisis"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Direct Action &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nomor 6 – November 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Roberto Jorquera&lt;/strong&gt; – Ketika pemerintah kapitalis di seluruh dunia merespon macetnya sistem keuangan kapitalis dengan memberikan miliaran dolar dana publik untuk bankir-bankir yang telah bangkrut, Presiden sosialis pemerintah revolusioner Venezuela, Hugo Chavez, tetap melanjutkan langkah redistribusi kekayaan bagi rakyat pekerja Venezuela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejak didudukkan kembali sebagai Presiden Venezuela oleh sebuah gerakan massa revolusioner, melawan kudeta militer yang disokong Amerika Serikat pada April 2002, Chavez telah membuka jalan bagi kontrol dan kepemilikan saham negara—yang meningkat luar biasa—atas sumberdaya alam dan industri-industri besar. Nasionalisasi sudah dilakukan terhadap perusahaan telekomunikasi, baja, semen, listrik dan sektor perbankan. Pemerintah Venezuela terus meningkatkan kontrol terhadap pilar-pilar utama ekonomi dan meningkatkan aturan menyangkut harga pangan. Langkah-langkah ini, berbarengan dengan peningkatan pengeluaran untuk pelayanan sosial dan infrastruktur, memungkinkan Venezuela melindungi rakyat kecil dari kekacauan perekonomian dunia kapitalis. Pada sebuah konferensi pers 27 Oktober, yang dilakukan bersama dengan Presiden Ekuador Rafael Correa, Chavez menyatakan: "Konsekuensi dari krisis keuangan dunia tidak dapat diprediksi, namun di Venezuela kami memiliki sebuah  proses kerakyatan yang membangun sebuah sistem ekonomi baru."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Martin Saatdjian, sekretaris ketiga kementerian Urusan Luar Negeri Venezuela, menyebutkan dalam sebuah artikel yang dilansir situs Venezuelanalysis.com, dalam memberi tanggapan terhadap cara pemerintahan kapitalis menangani krisis (menasionalisasi atau menasionalisasi setengah-setengah korporasi-korporasi keuangan yang bangkrut): "Dengan kata lain, intervensi negara sosialis memprioritaskan kebutuhan rakyat yang paling mendasar. Ini lah tipe kontrol dan intervensi terencana yang sedang dijalankan oleh Hugo Chavez di Venezuela, sekaligus di waktu bersamaan memaksimalkan demokrasi, kesadaran politik, dan keikutsertaan rakyat dalam menangani persoalan-persoalan mereka sendiri. Perusahaan-perusahaan yang telah dinasionalisasi di Venezuela, seperti perusahaan komunikasi utama (CANTV), industri besi dan baja (Sidor), dan satu dari bank terpenting Venezuela (Bank Venezuela), merupakan perusahaan yang sangat menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Dalam kasus CANTV, proses nasionalisasi memakan biaya negara sekitar USD 1.6 milyar; Namun setelah satu tahun penuh beroperasi, perusahaan ini menghasilkan keuntungan bersih mendekati $400 juta. Dengan laju seperti ini, negara Venezuela akan dapatkan kembali investasi perdana mereka dengan hanya tiga tahun beroperasi. Sumber penghasilan yang dulu masuk ke kantong orang-orang kaya, atau dilarikan keluar negeri, kini dipakai pemerintah Hugo Chavez untuk mendanai proyek pelayanan kesehatan umum yang sangat membantu rakyat yang paling membutuhkan".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;VIO News blog, yang didanai pemerintah Chavez, pada tanggal 16 Oktober melaporkan bahwa sebuah "kolom opini Miami Herald mengklaim bahwa para pakar ekonomi ‘setuju’ bahwa Venezuela menjadi negara yang lebih parah terkena dampak krisis keuangan global dari pada negara manapun. Namun demikian, itu tidak benar; para analis baru-baru mengutip Financial Times, Bloomberg, dan Reuters, semua sudah mengatakan bahwa Venezuela terlindungi dengan sangat baik. Reuters melaporkan bahwa Venezuela ‘sepertinya akan selamat dari kontaminasi keuangan global saat ini, sekalipun kejatuhan harga minyak mentah memaksa bangsa-bangsa yang bergantung terhadap minyak OPEC mengurangi belanjanya’. AFP melaporkan bahwa kejatuhan nilai yang terlihat pada pasar saham Venezuela kurang dari satu persen, sementara bagi Brazil dan Argentina—dua diantara negeri-negeri Amerika Latin dengan perekonomian terbesar—persentase kejatuhan bernilai belasan,".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika banyak koran-koran AS menuduh bahwa pemerintah Chavez akan menghadapi pukulan berat oleh jatuhnya harga minyak akibat resesi global—dari puncak dorongan-spekulasi yang mencapai USD 147 per barel pada bulan Juli molorot jatuh ketingkat harga tahun 2007 dengan rata-rata USD $64—pada tanggal 22 Oktober Chavez menolak tuduhan-tuduhan tersebut. Meninjau kembali evolusi harga minyak internasional sejak ia terpilih sebagai presiden Venezuela pada tahun 1998, Chavez menyatakan: "Saya katakan, untuk tetap bergerak ditengah kampanye luar biasa yang mulai memprovokasi ketakutan dan ketidakpastian diantara rakyat Venezuela, meski harga minyak kembali turun ke tingkat tahun 2006—ketika ia berhenti pada $55 per barel, kalian bisa pastikan bahwa Venezuela akan terus berkembang baik secara ekonomi maupun sosial".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Chavez menunjukkan bahwa perekonomian Venezuela tumbuh hingga 15% di tahun 2004, ketika harga minyak rata-rata $32,80 per barel, dan terus bertumbuh dalam lima tahun berturut-turut, dan empat tahun diantaranya harga minyak rata-rata lebih rendah dari harga minyak hari ini. "Sudah 10 tahun [kapitalis AS] mengatakan bahwa ekonomi Venezuela sedang tenggelam, dan sekarang mereka sendiri lah yang karam", sebut Chavez.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada 30 Oktober, agen berita ABN Venezuela melaporkan bahwa Chavez menyerukan "sebuah sistem ekonomi dan politik internasional yang baru, lebih adil, lebih setara, dan saling bantu, harus diciptakan sebelum kapitalisme melebur hancur". Dalam sebuah pidato hari itu, Chavez "merujuk sebuah surat yang baru-baru ini ditulis oleh [mantan Presiden Kuba] Fidel Castro, yang, diantara isu-isu lainnya, menyatakan padanya mengenai krisis keuangan dunia dan pemanfaatan kekuatan ekonomi oleh kerajaan ekonomi Amerika Utara, ‘ia jelaskan padaku mengapa model semacam itu tidak berkelanjutan dan sedang tenggelam seperti kapal Titanic’. Chavez mengingatkan bahwa Venezuela masih waspada terhadap krisis dunia sekarang ini, ‘karena ini seperti sebuah gempa bumi ekonomi keuangan; untuk alasan tersebut saya dengan tegas menuntut pembentukan sebuah institusi ekonomi internasional yang baru, dan dalam hal ini, negeri-negeri Selatan harus memperjuangkanya dan tidak [membiarkan] dipaksakannya lagi kediktatoran dan hegemoni dolar, yakni hegemoni sebuah sistem yang diatur oleh Dana Moneter International (IMF) dan Kerajaan Amerika Serikat, yang merupakan penyebab utama malapetaka ini’."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Chavez menekankan bahwa "Rakyat Venezuela harus tahu bahwa Venezuela akan terus bekerja, seperti halnya Kuba. Program-program sosial tidak dalam kondisi berbahaya, demikian pula misi-misi kita, kesetaraan sosial, keadilan sosial, keterlibatan sosial, maupun pembangunan sosial rakyat kita."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;James Suggett, menulis untuk layanan berita berbasis website Venezuelanalysis.com, melaporkan pada 24 Oktober bahwa "Menteri Keuangan Venezuela, Ali Rodriguez, menyerahkan sebuah proposal anggaran nasional untuk tahun 2009 yang akan meningkatkan pengeluaran sosial dan dilandasi pada prediksi pertumbuhan ekonomi 6%, kestabilan mata uang nasional, dan ekspor minyak pada tingkat harga $60 per barel". Suggett juga melaporkan: "Suatu penilaian ringkas terhadap data-data di tahun 2007 memperlihatkan bahwa Venezuela adalah negara dengan cadangan internasional (IR) perkapita paling besar di dunia dan di seluruh belahan bumi Amerika (termasuk Amerika Serikat dan Kanada). Menurut data tahun 2007, untuk setiap orang yang tinggal di Venezuela terdapat hampir $1.300 senilai cadangan internasional di akhir 2007 (dengan total $34 miliar). Tingkat perkapita ini melampaui negeri-negeri ekonomi utama di Amerika Latin, seperti: Argentina ($1,141); Brazil ($919), Chile ($1,023) dan Mexico ($799). Menurut data-data ini, IR Venezuela melampaui negara Amerika Latin kedua dengan tingkat IR perkapita tertinggi, yakni Uruguay, sebesar $113. Jumlah ini, jika dilipatgandakan dengan seluruh penduduk Venezuela (26,4 juta), akan mencapai total $3 miliar. Jumlah tersebut akan dapat dipergunakan untuk mengatasi dampak negatif krisis keuangan, dan Venezuela akan tetap berada pada posisi tertinggi dalam daftar IR perkapita Amerika Latin."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Meskipun tidak ada negara yang kebal dari efek kehancuran perekonomian kapitalis dunia saat ini, contoh Venezuela secara jelas menunjukkan apa yang tidak mustahil dicapai oleh sebuah ekonomi kepemilikan-sosial yang terus meningkat, dikelola oleh pemerintah yang lebih melayani kepentingan rakyat pekerja daripada keuntungan korporasi-korporasi kapitalis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;[&lt;strong&gt;Roberto Jorquera&lt;/strong&gt; adalah anggota Partai Sosialis Revolusioner (RSP) dan salah seorang organiser Australian-Venezuela Solidarity Network brigade untuk Venezuela.]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;[Diterjemahkan oleh Risnati Malinda, edited by ay]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-1320196604328079576?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/1320196604328079576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=1320196604328079576' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1320196604328079576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1320196604328079576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/12/revolusi-venezuela-dan-krisis.html' title='Revolusi Venezuela dan Krisis Kapitalisme'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-8790181403401006657</id><published>2008-12-01T23:32:00.001+07:00</published><updated>2008-12-01T23:37:54.228+07:00</updated><title type='text'>Chavez: Venezuela dan Rusia akan Membangun Sebuah Reaktor Nuklir di Kawasan Kaya Minyak Zulia</title><content type='html'>&lt;p&gt;17 November 2008, oleh Russ Dallen - &lt;a href="http://www.laht.com/article.asp?CategoryId=10717&amp;amp;ArticleId=320618"&gt;Latin American Herald Tribune&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Presiden Venezuela, Hugo Chavez Frias, mengatakan bahwa negerinya dan Rusia berniat membangun sebuah reaktor nuklir di negara bagian Zulia yang kaya minyak.&lt;br /&gt;"Sebuah reaktor nuklir, untuk memproduksi energi dengan tujuan perdamaian, akan segera dibangun di negara bagian Zulia, dengan nama kehormatan Humberto Fernandez Moran, seorang ilmuwan Venezuela di abad lalu," Chavez mengatakan kepada pendukungnya di Maracaibo, ibu kota negara bagian Zulia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Brazil memiliki beberapa reaktor nuklir, seperti halnya Argentina. Kita juga akan memiliki reaktor kita sendiri," ujar Presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Chavez, berbicara dalam sebuah acara kampanye di kota terbesar kedua Venezuela, menyatakan bahwa kontrak atas kompleks nuklir ada didalam perjanjian yang akan ditandatangani selama kunjungan Presiden Rusia, Dimitri Medvedev, ke Caracas bulan ini.&lt;br /&gt;Chavez mengatakan bahwa kompleks nuklir itu akan disebut "Humberto Fernandez Moran", nama ilmuwan kelahiran Zulia yang mengembangkan Institut Penelitian Ilmiah (IVIC) dan bertanggung jawab membawa reaktor nuklir kecil pertama Venezuela dari Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Fernandez Moran terpaksa meninggalkan negaranya pada tahun 1958, karena negaranya telah berkolaborasi dengan penguasa militeristik Marcos Perez Jimenez, ketika itu dia berada dibawah Menteri Pendidikan dan Keilmuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.laht.com/picfiles/FernadezMoran.jpg"&gt;Humberto Fernandez Moran &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fernandez Moran berkontribusi mengembangkan mikroskop elektron dan menjadi orang pertama yang menggunakan konsep cryoultramicrotomy–superfreezing dan memotong benda-benda ultra-tipis, untuk itu ia juga mengembangkan pisau berlian – untuk pemeriksaan dibawah mikroskop elektron. Dia juga bekerja mengonsep cryomicroscopy elektronik, penggunaan lensa liquid helium superkonduksi dalam mikroskop-mikroskop elektronik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia dibuang dari Venezuela, Fernandez Moran bekerja untuk NASA dalam proyek Apollo dan belajar di Harvard, MIT, Universitas Chicago dan di Universitas Stockholm.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memperkuat Hubungan dengan Rusia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Chavez Mengungkapkan bahwa tim teknik Venezuela dan Rusia telah siap mengerjakan proyek nuklir dalam persiapan kunjungan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bulan ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Venezuela telah memperkuat hubungan dengan Rusia dibawah kepemimpinan Chavez, pembelian senjata Rusia mencapai 4 Milyar dolar sejak tahun 2005. Bertepatan dengan kunjungan Menvedev ke Venezuela dan Kuba, pasukan Angkatan Laut Rusia, dipimpin oleh penjelajah nuklir paling hebat dan paling baru, Peter the Great, akan menuju ke Venezuela untuk bermanuver; menandai kunjungan pertama kapal perang Rusia ke wilayah ini sejak berakhirnya perang dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chavez Intensif Mengampanyekan Kandidat Lokal dan Gubernur, Khususnya di Zulia.&lt;br /&gt;Chavez membuat pengumuman tentang nuklir di Zulia, tempat ia mengampanyekan kandidat (partai) nya sebagai gubernur dan pejabat lokal. Pada hari Minggu, sekitar 17 juta pemilih terdaftar akan pergi ke 11.500 tempat pemungutan suara untuk memilih 22 gubernur, 328 walikota, dan 233 legislator daera—totalnya adalah 603 posisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kali keempat, sejak kampanye pemilihan lokal dimulai akhir Agustus lalu, Chavez mengunggulkan kandidatnya di Zulia, di daerah barat laut negara itu. Pada saat yang sama, kehadiran Chavez di negara bagian ini adalah bagian upaya besar yang dilakukannya untuk mengangkat kandidat dari partainya, PSUV.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Zulia adalah wilayah produksi minyak paling penting di negara ini, dan mempruduksi sekitar 1,5 juta barrel setiap hari, bahkan 80 tahun sejak pekerja minyak Amerika Serikat mengebor semburan disan—penemuan minyak terbesar di Venezuela.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[Diterjemahkan oleh Niken DI—Hub. Internasional Kolnas Sementara LMND PRM]&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-8790181403401006657?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/8790181403401006657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=8790181403401006657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8790181403401006657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8790181403401006657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/12/chavez-venezuela-dan-rusia-akan.html' title='Chavez: Venezuela dan Rusia akan Membangun Sebuah Reaktor Nuklir di Kawasan Kaya Minyak Zulia'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-555338931808790287</id><published>2008-11-20T04:07:00.001+07:00</published><updated>2008-11-20T04:10:22.895+07:00</updated><title type='text'>Rencana “Pengetatan Anggaran” Venezuela di tahun 2009</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh Tamara Pearson – &lt;a href="http://www.venezuelanalysis.com/news/3856"&gt;Venezuelanalysis.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merida, 7 Oktober 2008, Venezuelanalysis.com. Menteri Perekonomian dan Keuangan Venezuela, Ali Rodriguez, mengumumkan perlunya penghematan anggaran sekaligus menjamin bahwa kas cadangan internasional Venezuela aman, dan ekonominya tidak terpengaruh krisis finansial global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara “Jose Vicente Hari Ini”, Rodriguez menyampaikan bahwa pengetatan akan dilakukan dalam anggaran nasional tahun 2009, bahwa pemerintah akan siaga terhadap segala kemungkinan perubahan-perubahan harga, bahan-bahan pokok, terkait krisis keuangan di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodriguez mengatakan, “hal terpenting dari anggaran baru yang akan dibahas di Dewan Nasional adalah penghematan, guna menghentikan segala bentuk pemborosan di beberapa sektor”.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada pembatasan-pembatasan penting dalam anggaran ini. Terdapat seperangkat pengeluaran-pengeluaran yang perlu untuk dihapus serta beberapa yang perlu dikurangi. Pengeluaran untuk kendaraan-kendaraan tertentu, telepon seluler, dan perayaan-perayaan harus dihapuskan. Banyak sekali pengeluaran yang harus dikurangi.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Termasuk upah para manajer di industri petrokimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sangat penting untuk mengurangi berbagai biaya, sebagai upaya untuk menghentikan pemborosan, korupsi, pengeluaran yang tidak perlu, dan gaji yang terlalu besar”, ujar Presiden Venezuela Hugo Chavez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodriguez memotivasi rakyat Venezuela untuk menabung, karena saat ini kebiasaan itu tidak ada, terkait konsumerisme yang melanda masyarakat yang meniru gaya hidup model Amerika Utara, yang berarti bahwa tidak seorang pun melakukan antisipasi terhadap apa yang mungkin terjadi di masa depan, dan adanya ilusi seakan-akan ‘kemakmuran dari pendapatan BBM akan senantiasa berlangsung, padahal nyatanya tidak—karena realitas ekonomi dapat berpengaruh pada kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpendapat, walaupun krisis keuangan belum akan segera mempengaruhi perekonomian Venezuela, “tetap perlu untuk menilai bagaimana perekonomian dunia berjalan… apabila krisis keuangan menghasilkan dampak-dampak serius bagi pertumbuhan atau pelambatan negeri-negeri industrial, hal ini dapat mempengaruhi harga-harga bahan pokok seperti BBM.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cadangan Devisa Venezuela Aman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodriguez mengindikasikan bahwa cadangan internasional negara terlindung dari dampak krisis keuangan,  karena Bank Sentral Venezuela (BCV) terus menerus memonitor bank-bank dimana dana-dana negara berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, proteksi telah dilakukan selama 5 tahun belakangan ini, “sebagian besar cadangan devisa disimpan di Bank Internasional Basel di Swiss, 30% tersimpan dalam bentuk emas, sisanya, kurang dari 10%, tersimpan di berbagai bank dalam negeri yang diawasi oleh BCV.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat ini cadangan internasional Venezuela mencapai hampir 40 milyar dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Rodriguez menjelaskan, bahwa ada sedikit bahaya terhadap surat-surat berharga Venezuela (jaminan surat hutang dalam dolar AS) karena pemerintah telah melepaskan kepemilikannya dari sistem keuangan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengingatkan adanya resiko tinggi terhadap nilai surat –surat berharga tersebut yang akan mencapai titik nol ketika harus dibayar pada bank-bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodriguez menghubungkannya dengan keamanan Venezuela secara menyeluruh dari krisis keuangan hingga “langkah-langkah proteksi ekonomi” yang diterapkan oleh ‘pemimpin-pemimpin baru’ kiri di Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 21 September, Presiden Hugo Chavez mengumumkan bahwa cadangan nasional moneter yang berada di AS hanya 1%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembelian Bank Venezuela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodriguez mengumumkan bahwa negoisasi antara pemerintah nasional dan Grupo Santander terkait pembelian Bank Venezuela berjalan dengan baik, dan proses akuisisinya diharapkan berlangsung selama 2 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menekankan bahwa ini bukanlah nasionalisasi yang dipaksakan namun sebuah kesepakatan dengan pemilik lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodriguez memberi perhatian pada kampanye-kampanye yang dilakukan oleh ‘beberapa media untuk mendorong penarikan uang dari bank, (tetapi) rakyat mengacuhkannya, tidak ada satu pun, bahkan satu Bolivar pun, ditarik dari bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chavez mengumumkan nasionalisasi bank pada tanggal 31 Juli tahun ini. Bank Venezuela adalah bank ketiga terbesar dan yang tertua di Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemandirian Finansial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Rodriguez memandang situasi keuangan dunia saat ini sebagai kesempatan baik untuk mengkonsolidasikan Bank Selatan, yang didirikan Desember tahun lalu oleh Argentina, Brasil, Bolivia, Ekuador, Paraguay, Uruguay dan Venezuela, dengan tujuan penyatuan ekonomi regional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa lalu, di Brasil, Chavez mendorong percepatan aktivasi Bank Selatan yang dipandangnya sebagai jalan terbaik untuk menghadapi krisis keuangan internasional yang telah berdampak serius pada perekonomian di Asia da Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin Chavez menegaskan, bahwa Venezuela sedang menciptakan sebuah ‘sistem keuangannya sendiri” bersama-sama dengan “negara-negara sekutu’ seperti Iran, Rusia, Cina, dan Belarusia, disertai konsultasi pada pemimpin Kuba, Fidel Castro. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diterjemahkan oleh Sistha (LMND PRM Yogyakarta)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-555338931808790287?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/555338931808790287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=555338931808790287' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/555338931808790287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/555338931808790287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/11/rencana-pengetatan-anggaran-venezuela.html' title='Rencana “Pengetatan Anggaran” Venezuela di tahun 2009'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-8615682152045149662</id><published>2008-11-17T01:36:00.000+07:00</published><updated>2008-11-17T01:39:15.457+07:00</updated><title type='text'>Nasionalisasi di Bawah Kontrol Rakyat, Kunci Sosialisme Venezuela</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh Zely Ariane [1]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berpikir: “mengapa barang-barang/jasa yang diproduksi oleh kaum buruh (yang sangat berlimpah dan sebagian besar di antaranya berkualitas tinggi) justru tidak dapat dinikmati (dibeli) oleh kaum buruh sendiri serta rakyat miskin secara keseluruhan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang yang berlimpah tersebut selalu berada di luar jangkauan daya beli rakyat pekerja miskin (kalaupun ada yang terjangkau, pasti dengan kualitas lebih jelek). Mahalnya harga disebabkan oleh karena kepemilikan modal dan permainan harga sesungguhnya berada di tangan segelintir kapitalis (pemilik modal). Produksi barang dan ekspansi pasar ditentukan oleh para kapitalis tersebut, berdasarkan kehendak untuk terus mengakumulasi keuntungan dan modalnya; bukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Sehingga harga pun ditentukan oleh para kapitalis raksasa/yang bermodal besar/korporat. Itulah cerminan segitiga kapitalisme, yang sedang dilawan oleh Sosialisme Venezuela, yakni: (1) kepemilikan pribadi; (2) eksploitasi buruh, dan (3) produksi untuk profit.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis energi dan pangan belakangan ini adalah contoh paling ekstrim. Para kapitalis minyak raksasa (di antaranya Exxon Mobil, Chevron, Royal Dutch Shell, BP, Total) terus menggenjot eksploitasi minyak hingga merusak lingkungan. Dana yang diberikan untuk pengembangan bahan bakar dan teknologi ramah lingkungan sama sekali tidak sebanding dengan tingkat keuntungan dari eksploitasi minyak. Gilanya lagi, selain efek rumah kaca, rakyat di negeri-negeri yang kaya sumber minyak (tempat para kapitalis minyak internasional itu menggenjot eksploitasi) justru merupakan mayoritas rakyat yang tidak mendapatkan ceceran keuntungan minyak; malahan harus membayar mahal untuk dapat mengkonsumsi minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula raksasa pangan seperti Mosanto dan Cargill. Di tengah krisis pangan (kelangkaan di satu sisi dan kenaikan harga pangan di sisi lain—padahal produksi pangan justru mengalami kenaikan pada waktu yang sama dengan terjadinya krisis) mereka justru memperoleh keuntungan berlipat-lipat ganda sepanjang 2007 dan paruh pertama 2008.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan begitu anarkisnya produksi barang (dan jasa) di tangan para kapitalis dunia, yang tidak ada sangkut pautnya dengan peningkatan tenaga produktif sebagian besar manusia. Oleh karena itulah, kendali (kontrol) terhadap produksi kapitalis harus dilakukan agar barang/jasa diproduksi sesuai kebutuhan dan untuk kemajuan tenaga produktif manusia sekaligus terjangkau oleh masyarakat (dan aman bagi keberlanjutan lingkungan hidup). Untuk bisa melakukannya, maka perlawanan terhadap kapitalisme mutlak dibutuhkan melalui apa yang disebut Chavez sebagai basis segitiga sosialisme, yaitu: (1) kepemilikan sosial; (2) produksi sosial yang diorganisir oleh buruh, dan (3) produksi berdasarkan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Venezuela, nasionalisasi perusahaan-perusahaan vital dari kepemilikan swasta (asing) maupun perusahaan-perusahaan yang ditinggalkan oleh para pengusaha swasta dilakukan di bawah kontrol dan manajemen kaum buruh (bersama dengan komunitas rakyat). Nasionalisasi inilah yang memberikan landasan bagi bangunan segitiga sosialisme yang diperjuangkan oleh pemerintahan Chavez. Nasionalisasi bermakna pengambilalihan kendali atas produksi dan distribusi dari tangan perusahaan-perusahaan kapitalis (asing dan dalam negeri) ke tangan Negara (dalam hal ini Venezuela sebagai negara yang berada di bawah pemerintahan yang pro terhadap dan terdiri dari persatuan seluruh rakyat pekerja dan kaum miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pengalaman serupa juga pernah dilakukan di negara-negara sosialis yang lain (baik yang berhasil maupun yang gagal) seperti Rusia (setelah Revolusi 1917), Yugoslavia, Kuba, Argentina dan Brazil. Namun dalam kesempatan ini, kita hanya akan membahas pengalaman di Venezuela. Dan dalam ruang yang terbatas ini pula, secara ringkas saya akan menggambarkan syarat, proses dan tipe serta kendala nasionalisasi di bawah kontrol rakyat berdasarkan pengalaman Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan ini perlu diangkat untuk menguatkan gugatan terhadap jargon “nasionalisme” Indonesia belakangan ini. Sekaligus menguatkan tuntutan radikal “Nasionalisasi di Bawah Kontrol Rakyat” oleh Front Pembebasan Nasional (FPN). Nasionalisasi di bawah kontrol rakyat adalah tuntutan kongkrit sekaligus kunci untuk menelanjangi kepalsuan ”nasionalisme dan nasionalisasi” ala elit-elit politik dan partai-partai politik elit Indonesia, yang ramai ”diperdagangkan” belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisasi dan nasionalisme ala elit-elit tersebut hanya merupakan pertengkaran semu antar faksi borjuasi dalam negeri dalam berebut akses terhadap aliran modal asing (karena sejatinya mereka bergantung pada modal asing). Baik pemerintahan SBY-JK maupun partai-partai yang menyatakan diri “beroposisi” sesungguhnya adalah faksi-faksi modal yang akan menjamin penguasaan dan kepemilikan perusahaan-perusahaan asing atas aset-aset vital dalam negeri sepanjang menguntungkan dan untuk kepentingan faksi elit-elit borjuasi tertentu di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisasi di bawah kontrol rakyat bak pedang bermata dua. Di satu sisi, nasionalisasi tersebut bertujuan untuk memusatkan pendapatan dalam negeri guna membiayai pembangunan industri nasional sekaligus peningkatan tenaga produktifnya. Di sisi lain, nasionalisasi tersebut pada akhirnya bertujuan untuk membangun basis bagi industri nasional itu sendiri, dengan mengarahkan kehidupan ekonomi negeri—pertanian, industri, perdagangan, transportasi dan berbagai hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak—dalam sebuah perencanaan terpadu, yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan individu dan sosial masyarakat luas. Hal tersebut harus disetujui oleh perwakilan yang dipilih oleh rakyat dan kaum buruh, dan dijalankan di bawah arahan perwakilan tersebut melalui organisasi-organisasi nasional hingga lokal.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisasi di bawah kontrol rakyat atau dengan kata lain, pengambilalihan kontrol industri untuk diletakkan di bawah kendali persatuan rakyat dan kaum buruh, bermakna sebagai SEKOLAH PERENCANAAN EKONOMI suatu negeri, bukan semata-mata penambahan isi kantong (pendapatan) buruh. Dengan demikian, nasionalisasi di bawah kontrol persatuan rakyat dan kaum buruh merupakan wujud kongkrit kontrol rakyat terhadap produksi kapitalis. Dan kontrol terhadap produksi kapitalis adalah syarat mutlak kemandirian dan produktivitas bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Mengambil Alih Kepemilikan Alat-Alat Produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kapasitas produktif rakyat Venezuela, yang masih dimiliki oleh swasta, pemerintahan Chavez menggalakkan bentuk-bentuk kontrol dan kepemilikan non-swasta, seperti koperasi, manajemen bersama, serta meluaskan manajemen/kepemilikan negara terhadap alat produksi (nasionalisasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, selama kepemimpinan Chavez, jumlah koperasi di Venezuela meningkat dari 800 (tahun 1998) menjadi lebih dari 100.000 (di tahun 2005). Lebih dari 1,5 juta rakyat Venezuela (sekitar 10% dari jumlah orang dewasa di negeri itu) kini terlibat dalam menjalankan koperasi. Pemerintah menyokong pembentukan koperasi di berbagai sektor, paling banyak melalui sokongan kredit, pembelian khusus melalui koperasi dan program-program pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait manajemen bersama, pemerintah terus mengujicobakan berbagai strategi melalui beberapa perusahaan milik negara, seperti perusahaan listrik CADAFE dan pabrik aluminium ALCASA. Strategi lainnya adalah melalui pengambilalihan pabrik-pabrik yang ditinggalkan/diabaikan. Pemerintahan Chavez juga membangun beberapa perusahaan milik negara yang baru, seperti telekomunikasi, angkutan udara dan petrokimia, termasuk kontrol langsung atas perusahaan minyak negara, PDVSA (Petróleos de Venezuela SA/Perusahaan Minyak Venezuela SA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pemerintahan Chavez menciptakan suatu tipe unit produksi ekonomi baru, yang dikenal dengan Perusahaan Produksi Sosial (Social Production Enterprises/EPS).[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Proses Pengambilalihan Kendali dan Tipe Pengelolaan Industri di Tangan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Pengambilalihan kendali industri oleh pemerintah Venezuela pertama kali difokuskan pada sektor industri perminyakan (migas), listrik dan telekomunikasi. Fokus kedua dilakukan terhadap sektor konstruksi dan makanan, yakni industri semen (meliputi hampir 40 pabrik), peternakan dan susu—melanjutkan pengambilalihan terhadap 32 lahan pertanian berskala besar. Sedangkan industri seperti mineral, metal, bauksit, batubara dan baja tetap berada di tangan Negara—memang tidak pernah diprivatisasi (dijual ke tangan swasta asing).[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Re-nasionalisasi PDVSA dilakukan di akhir tahun 2001. Pemerintahan Chavez mengalokasikan lebih dari 50% keuntungannya untuk program-program sosial peningkatan tenaga produktif (missiones). Pemerintah juga mendirikan National Fund for Economic Development (Fonden) dari hasil surplus cadangan mata uang asing yang meningkat akibat peningkatan harga minyak. Dari Fonden, dana dialirkan khususnya untuk peningkatan/alih teknologi dan penelitian ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Sejak pemerintahan Hugo Chavez berhasil memenangkan kekuasaan pada tahun 1998, berbagai paket perundang-undangan yang melindungi hak dan partisipasi buruh (serta rakyat miskin) sudah diterapkan. Hasilnya, di hampir seluruh perusahaan, berbagai serikat buruh baru tingkat pabrik berkembang. Hukum perundang-undangan yang baru memungkinkan kaum buruh untuk menyelenggarakan referendum (penentuan pendapat) guna memutuskan sekaligus menjalankan perjanjian bersama (semacam PKB) di pabrik, yang kemudian membuka kesempatan bagi lapisan pejuang buruh militan (baru) untuk bermunculan dan ikut mengambil tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Di tahun 2005, banyak pabrik yang tutup diambil alih serta dijalankan oleh pekerja. Sebanyak 800 pabrik tutup di seluruh negeri (kebanyakan karena ditinggal oleh pengusaha yang anti-Chavez) dan sejak November 2006, kurang lebih 1200 pabrik sudah diambil alih oleh kaum buruh. Namun di tahun 2008, hanya sedikit yang bisa bangkit kembali dan dalam beberapa kasus, dikelola di bawah manajemen koperasi buruh, atau justru gagal beroperasi.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Pendudukan Pabrik Pengelola Limbah Padat di Merida. Di bulan September 2007, setelah memperoleh gaji, buruh pabrik Pengelolaan Limbah ini menduduki instalasi pabrik dan menuntut agar pemilik perusahaan angkat kaki, kemudian mereka mengambil alih kantor dan menuntut agar administrasi pabrik tersebut berhenti.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Re-nasionalisasi Pabrik Baja SIDOR di Kawasan Industri Guayana. SIDOR adalah salah satu industri baja raksasa yang paling penting di Venezuela dan Amerika Latin. Setelah mengambil alih pabrik, Presiden Chavez melegalkan pengambilalihan tersebut lewat dekrit pada tanggal 9 April 2008.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu negara mengambil alih administrasi pabrik, sejak 10 April 2008, kaum buruh di beberapa bagian mulai terorganisir ke dalam komite-komite pengawasan dan kontrol pabrik. Tujuannya untuk menghambat sabotase peralatan, kontrol produksi dan serangan dari supervisor atau para bos lainnya. Kehendak para pekerja SIDOR adalah mengelola produksi dan administrasi perusahaan tersebut. Mereka juga mempersiapkan proposal mengenai pengelolaan SIDOR yang baru, yang menyatakan bahwa pengelolaan oleh buruh tidaklah mustahil, bahkan bisa dengan hasil yang lebih baik dan efisien.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja pengelolaan oleh mayoritas kaum buruh terbukti menunjukkan efisiensi dalam produksi dan pelayanan sosial daripada yang ditunjukkan oleh perusahaan-perusahaan kapitalis transnasional dan nasional manapun. Kaum buruh menunjukkan kemampuannya dalam menggandakan level produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Pengelolaan Perusahaan Listrik CADAFE. CADAFE adalah perusahaan milik Negara yang memproduksi 60% listrik Venezuela, dengan 34.000 pekerja. Setelah perjuangan panjang untuk memenangkan hak berpartisipasi di dalam kontrak perjanjian (semacam kontrak karya) melalui pendirian dewan-dewan buruh, manajemen (baru) perusahaan mulai menghancurkan partisipasi riil buruh, membatasinya hanya pada keputusan-keputusan yang tidak penting.[11]&lt;br /&gt;Banyak proposal menyangkut pengelolaan pabrik diajukan oleh kaum buruh, namun sangat sedikit yang dilaksanakan.[12] Dari lima anggota komite koordinasi yang dibentuk untuk Pengelolaan Bersama (co-management), dua posisi dicadangkan untuk anggota serikat buruh melalui mekanisme penunjukan, dan tidak bisa di-recall. Presiden perusahaan juga tidak berkewajiban melaksanakan instruksi dari komite tersebut. Pihak manajemen bahkan mengatakan bahwa tidak perlu ada partisipasi kaum buruh dalam industri strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, terdapat jenis Pengelolaan Bersama yang sangat berbeda di anak perusahaan CADAFE, Cadela-Mérida, di Zona Andean. Di sana terdapat partisipasi bersama antara pekerja, para eksekutif dan organisasi komunitas setempat. Presiden Cadela dinominasikan dan dipilih oleh mayoritas kaum buruh di lokasi tersebut. Pelayanan meningkat, keuntungan juga lebih tinggi dan layanan pekerjaan diberikan ke banyak koperasi (lebih dari 375 koperasi hingga akhir 2004)—daripada memberi kontrak pelayanan ke perusahaan swasta. Jenis kendali buruh atas produksi antara CADAFE dan anak perusahaannya, Cadela-Mérida, memiliki perbedaan yang menarik untuk didiskusikan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Pengelolaan Pabrik Keramik Sanatarios Maracay.[13] Setelah persatuan buruh berhasil mengambil alih pabrik, mereka mulai menjual barang-barang persediaan dan meminta bantuan masyarakat untuk memulai kembali produksi dan distribusi. Produksi pun dimulai. Mereka mengorganisasikan dewan-dewan buruh sebagai sebuah mekanisme demokratik untuk mengoperasikan pabrik dan manajemen aset sehari-hari. Di samping berbagai kesulitan, mereka terus maju dan menuntut nasionalisasi penuh dari pemerintah—termasuk meminta bantuan pemerintah untuk membeli produk keramik mereka, terkait program pemerintah untuk perumahan rakyat miskin. Mereka juga menjual hasil produksi kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Setiap minggu, pekerja yang bekerja lembur mendapatkan paket sembako dan pembayaran gaji juga dilakukan oleh dewan-dewan buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Pengelolaan Pabrik Kertas INVEPAL. Dimulai tahun 2005, pabrik kertas milik kapitalis yang bangkrut ini diambil alih oleh pemerintahan Chavez dengan suntikan modal sebesar $7 juta. Perusahaan ini diorganisir sebagai perusahaan yang dimiliki buruh, yakni kepemilikan antara buruh (51%) dan pemerintah (49%). Peningkatan hasil produksi akan digunakan oleh kaum buruh untuk kemudian membeli saham pemerintah, dan hanya akan menyisakannya sebanyak 1% saja. Pemilikan semacam ini menyebabkan kontroversi di kalangan buruh dan aktivis sosialis, yang menganggap bahwa kepemilikan buruh tersebut tidak ada bedanya dengan kepemilikan kapitalis—hanya beda dalam jumlah pemilik saja. Oleh sebab itulah FRETECO (Front Revolusioner Pekerja Pabrik-Pabrik di Bawah Kendali Buruh) menuntut pengambilalihan penuh oleh pemerintah.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat Dewan Buruh yang terdiri dari Majelis Umum Pekerja (pembuat keputusan tertinggi) di pabrik serta Komisi Permanen yang dipilih untuk posisi-posisi seperti Keuangan, Formasi Politik dan Sosial, Komisi Teknik, Administrasi, Disiplin, Keamanan dan Kontrol serta Pelayanan. Seluruh orang yang dipilih dapat dipecat melalui sidang Majelis Umum Dewan Buruh. Untuk mengatasi pemisahan kerja intelektual atau administratif dengan kerja manual, mereka merotasi berbagai jenis pekerjaan, mengkombinasikannya dengan diskusi politik di dalam dewan buruh, pendidikan untuk pengembangan kolektif serta pelatihan-pelatihan teknik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lain yang penting adalah hubungan dewan buruh dengan komunitas setempat. Tidak saja pabrik menyediakan ruang bagi program-program pendidikan dan kesehatan komunitas, namun dewan buruh juga berpartisipasi dalam dewan komunal setempat. Dewan buruh mengirimkan delegasi ke dewan komunal, begitupun sebaliknya, yang dapat diterapkan juga dalam lingkup federasi dewan buruh dan dewan komunal yang lebih luas dalam rangka membangun struktur-struktur kekuasaan rakyat sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Pabrik Aluminium ALCASA. Bisnis kapitalis yang berdiri sejak tahun 1967 ini mulai melaksanakan praktek manajemen buruh di tahun 2005. Proses ini ditandai dengan pendirian majelis buruh terbuka, pendiskusian 18 poin proposal untuk meluncurkan kembali pabrik serta proses pemilihan manajemen baru melalui pemilihan tertutup. Dari 2700 pekerja di ALCASA, 95% berpartisipasi dalam pemilihan tersebut. Kaum buruh juga memilih 36 juru bicara dan manajemen untuk membuat keputusan. Proses manajemen ini sudah berjalan tiga tahap dan berhasil meningkatkan produksi sekaligus memperbaiki kondisi kerja.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap kedua difokuskan pada pengembangan manajemen dan strategi baru perusahaan. Di tahap ketiga, diskusi dan perdebatan terjadi menyangkut persoalan-persoalan semacam: memanusiawikan tenaga kerja, termasuk pengurangan hari kerja, demokratisasi pengetahuan untuk mengurangi pembagian kerja sosial di dalam pabrik serta desentralisasi keputusan melalui pembangunan dewan-dewan buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mereka membangun pusat pelatihan sosial politik, sehingga kaum buruh dapat terlibat dalam proses yang ada. Pada awalnya, para pekerja kerap dituduh sebagai komunis, garis keras atau sejenisnya. Namun sedikit demi sedikit kaum buruh mulai terlibat dalam pelatihan tersebut dan kini beberapa ratus buruh mulai terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALCASA tetap dimiliki oleh Negara. Berbeda dengan INVEPAL, dewan buruh di pabrik ini tidak menghendaki model manajemen yang mendistribusikan modal kepada seluruh pekerja atau mendekatkan buruh dengan modal atau pembagian saham di antara mereka. Menurut mereka, manajemen bersama tersebut tidak dibatasi hanya pada tingkat perusahaan semata, namun harus meliputi pengelolaan bersama dengan komunitas sosial masyarakat, walaupun untuk yang terakhir ini belum tampak keberhasilan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pengelolaan ini dimulai, banyak di antara buruh yang menyatakan seharusnya semua pimpinan dan para direktur dipecati. Tapi menurut dewan buruh, hal tersebut adalah hal paling akhir yang akan mereka lakukan—bahkan bisa menjadi bencana jika dilakukan. Karena pengalaman pemecatan 2000 manajer di PDVSA telah menyulitkan pengelolaan dan produksi pabrik, bahkan hingga saat ini. Mereka sedang membangun proses dari bawah, pemilihan di tiap workshop, pemilihan di tiap grup ”delegasi juru bicara.” Suatu sistem pemilihan langsung, kontrol dan akuntabilitas, penggiliran tugas, dan seterusnya.[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim kepemimpinan juga semakin meluas. Untuk setiap satu orang pimpinan lama, mereka memilih tiga orang baru. Kemudian terdapat 300 delegasi juru bicara yang dipilih dari tingkat paling bawah oleh buruh. Belakangan ini, setiap departemen memiliki “dewan administratif,” dengan juru bicara yang dipilih di tiap tim, untuk mendiskusikan dan merencanakan persoalan-persoalan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Kendala-Kendala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman pengambilalihan industri di Venezuela, kendala-kendala yang dihadapi antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kultur/kebudayaan buruh yang masih terbelakang, yakni ketika buruh bekerja semata-mata untuk mendapatkan uang dan tidak sedikitpun punya visi untuk membangun ekonomi negeri sekaligus menciptakan tatanan masyarakat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dalam beberapa kasus, perusahaan-perusahaan yang ditinggal kabur pemiliknya juga meninggalkan utang yang harus ditanggung oleh manajemen buruh yang baru.&lt;br /&gt;Utang-utang atau tagihan tersebut bisa mengancam kelancaran produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bahan mentah menyusut dan akan sulit diperoleh kembali tanpa adanya modal, kredit serta legitimasi yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kesulitan pemasaran tanpa bantuan masyarakat dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Represi, hingga penculikan dan pembunuhan, oleh aparat keamanan dan pasukan preman bayaran terhadap serikat buruh yang melakukan pengambilalihan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Sabotase pabrik, penghancuran mesin-mesin serta penghentian layanan listrik, air dan gas oleh aparat-aparat bayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Pencurian mesin-mesin dan bahan mentah di pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Polarisasi dan fragmentasi yang tajam antar serikat buruh (pro Revolusi) yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Pemilik pabrik lama seringkali memecah persatuan serikat buruh dengan membuat serikat buruh tandingan yang anti terhadap kontrol buruh di pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Satu perusahaan yang berada di bawah kendali buruh terletak di tengah-tengah kawasan industri yang masih berorientasi kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Kelelahan berjuang akibat proses yang tidak selalu berlangsung cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Tidak berjalannya proses partisipasi mayoritas buruh membuat lambatnya produksi berjalan serta lemahnya kekuatan dewan buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m. Aristokrasi buruh—buruh yang bermental kapitalis ketika sudah memiliki alat produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n. Sindikalisme—pengelolaan pabrik hanya untuk pabrik itu sendiri; tidak bersedia berada dalam satu perencanaan pengelolaan bersama secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Syarat-Syarat Keberhasilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kesadaran yang meluas di kalangan kaum buruh dan rakyat miskin lainnya untuk melawan kapitalisme. Perlawanan tersebut dalam bentuk pengambilalihan alat produksi dari kepemilikan kapitalis, sekaligus mengubah relasi produksi agar menjadi semakin setara dan berwatak kerjasama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Adanya persatuan gerakan (antar kaum buruh dan dengan berbagai elemen rakyat miskin pro-demokratik) yang luas untuk menuntut pengambilalihan perusahaan-perusahaan kapitalis untuk kemudian diserahkan kendalinya pada persatuan/dewan-dewan buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Adanya persatuan gerakan untuk membangun alat politik alternatif yang mendapat dukungan dari mayoritas rakyat guna merebut kekuasaan. Hal ini dibutuhkan karena nasionalisasi di bawah kontrol Negara yang bukan merupakan perwujudan dari perwakilan dan kepentingan kelas pekerja dan rakyat miskin tidak akan membawa kesejahteraan bagi mayoritas kelas pekerja dan rakyat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kekuasaan baru yang akan menjalankan program pemusatan seluruh sumber pembiayaan dalam negeri untuk membiayai kebutuhan darurat rakyat (guna meningkatkan tenaga produktifnya) sekaligus mengembangkan industri nasional. Kekuasaan tersebut juga harus mendorong partisipasi riil dari rakyat dalam berbagai mekanisme demokrasi langsung untuk menjamin berjalannya kendali rakyat atas industri yang sudah diambil alih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kontrol buruh harus berskala nasional dan diperluas agar dapat mengatasi semua kepentingan kapitalis (bukan diorganisir secara insidental tanpa sistem); terencana baik dan tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan kehidupan industri nasional. Oleh sebab itulah persatuan antar buruh dari pabrik-pabrik yang sudah diambil alih dengan organisasi-organisasi rakyat lainnya mutlak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kehancuran industri nasional dan kapasitas mayoritas pekerja Indonesia yang rendah—akibat puluhan tahun dikerdilkan kesadarannya dari pengetahuan ilmiah dan akses teknologi—, perjuangan untuk mengambil alih kendali industri ke tangan kaum pekerja adalah pekerjaan yang sukar, tapi TIDAK MUSTAHIL apabila semakin banyak kelompok buruh yang mulai semakin bersatu, sehingga semakin meningkat kesadarannya akan cita-cita perjuangan buruh jangka panjang, yakni Sosialisme. Dengan kesadaran tersebut, kaum buruh akan menjadi semakin berani dan tidak tanggung-tanggung dalam berjuang membela martabatnya sebagai manusia pekerja, yang berhak atas segala keindahan dan kebahagiaan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini direncanakan terbit pada Edisi ke-3 Jurnal Bersatu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Kaki:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Juru Bicara Komite Politik Rakyat Miskin – Partai Rakyat Demokratik (KPRM-PRD); Koordinator Departemen Pendidikan dan Propaganda Dewan Harian Nasional Persatuan Politik Rakyat Miskin (DHN-PPRM); Pjs. Wakil Sekretaris Umum dan Kabid Perempuan dan Budaya Pengurus Pusat Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh (PP GSPB).&lt;br /&gt;[2] Kiraz Janicke, “Without Workers Management There Can Be No Socialism,” www.venezuelanalysis.com, 30 Oktober 2007, mengutip pendapat Michael Lebowitz tentang pernyataan Chavez mengenai: "the elementary triangle of socialism”, yang tidak dapat dipisahkan dari segitiga kapitalisme saat ini.&lt;br /&gt;[3] Isneningtyas Yulianti, “Silent Tsunami: Krisis Kelaparan di Dunia,” Mahardhika, 1 September 2008.&lt;br /&gt;[4] Resolusi Mengenai Kontrol Buruh yang dikeluarkan oleh pemerintahan Soviet Rusia pada revolusi 1917.&lt;br /&gt;[5] Pengertian lebih lanjut dapat ditemui di dalam artikel Gregory Wilpert, “The Meaning of 21st Century Socialism for Venezuela,” www.venezuelanalysis.com, 11 Juli 2006.&lt;br /&gt;[6] International News, ”Venezuelan Steel Nationalization Marks ‘New Revolution Within Revolution’,” Green Left Weekly, 22 April 2008.&lt;br /&gt;[7] Ibid.&lt;br /&gt;[8] Tamara Pearson, “Venezuelan Recycling Workers Struggling for Justice,” Green Left Weekly, 1 Juli 2008.&lt;br /&gt;[9] Kiraz Janicke &amp;amp; Federico Fuentes, “Venezuela’s Labor Movement at the Crossroads,” www.venezuelanalysis.com, 29 April 2008.&lt;br /&gt;[10] Stalin Perez dan Marcos Garcia, “This Year May Day is Very Special,” www.venezuelanalysis.com, 30 April 2008.&lt;br /&gt;[11] Janicke &amp;amp; Fuentes, op. cit.&lt;br /&gt;[12] Rob Lyon, Worker’s Control and Venezuelan Revolution, tulisan ke-4 dari empat bagian tulisan yang berjudul Workers' Control and Nationalization, http://www.marxist.com/workers-control-nationalisation4.htm, 20 Februari 2006.&lt;br /&gt;[13] Lihat film dokumenter No Volveran tentang proses pengambilalihan pabrik keramik ini.&lt;br /&gt;[14] Marie Trigona, “Workers in Control: Venezuela’s Occupied Factories,” www.venezuelanalysis.com, 9 November 2006.&lt;br /&gt;[15] Janicke, “Without Workers Management, There Can Be No Socialism.”&lt;br /&gt;[16] Fabrice Thomas, ‘“Co-management” in Venezuela's Alcasa Aluminium Factory,’ 25 Oktober 2005, International Viewpoint, http://www.venezuelanalysis.com/analysis/1431.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-8615682152045149662?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/8615682152045149662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=8615682152045149662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8615682152045149662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8615682152045149662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/11/nasionalisasi-di-bawah-kontrol-rakyat.html' title='Nasionalisasi di Bawah Kontrol Rakyat, Kunci Sosialisme Venezuela'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-4455629086678945446</id><published>2008-11-17T00:23:00.002+07:00</published><updated>2008-11-17T00:30:06.454+07:00</updated><title type='text'>Tatanan dunia yang tak adil, tak berkelanjutan, harus di akhiri!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;By Jose Ramon Machado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diterjemahkan dari &lt;a href="http://www.directaction.org.au/issue5/this_unjust_unsustainable_world_order_must_end"&gt;Direct Action&lt;/a&gt; edisi Oktober&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Dibawah ini merupakan pidato yang disampaikan Wakil Presiden Cuba, Jose Ramon Machado, dihadapan Majelis Umum PBB pada 24 September. Tulisan ini sudah sedikit diperpendek.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup pada suatu masa yang sangat menentukan dalam sejarah kehidupan manusia. Ancaman-ancaman membayangi seluruh dunia, memojokkan spesies manusia pada situasi yang berbahaya. Kampanye perdamaian, solidaritas, keadilan sosial dan pembangunan yang berkelanjutan, adalah satu-satunya cara untuk menjamin masa depan. Tatanan dunia saat ini, yang tidak adil dan tidak berkelanjutan, harus digantikan oleh sebuah sistem baru yang sungguh-sungguh demokratik dan adil, berlandaskan penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip solidaritas dan keadilan, mengakhiri ketidaksetaraan dan penyingkiran terhadap  mayoritas rakyat dunia di planet kita ini. Tidak ada alternatif lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bertanggung jawab atas situasi ini, yakni bangsa-bangsa industrialis dan, khususnya, sang superpower, harus bertanggung jawab. Kekayaan yang luarbiasa tidak bisa terus disia-siakan sementara berjuta-juta manusia kelaparan dan menderita penyakit-penyakit yang sudah bisa disembuhkan. Tidak mungkin untuk terus menerus mencemari udara dan meracuni lautan; tindakan ini menghancurkan syarat-syarat kehidupan bagi generasi mendatang. Baik manusia, maupun planet ini tidak akan mengijinkan keadaan semacam ini tanpa pergolakan sosial besar dan bencana alam yang luar biasa hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang penaklukan, agresi dan pendudukan negara-negara secara ilegal, intervensi militer dan pemboman terhadap masyarakat sipil tak berdosa, perlombaan senjata yang tak terkontrol, penjarahan dan perampasan terhadap sumberdaya alam negara dunia ketiga, dan serangan imperialis terhadap perlawanan rakyat yang sedang mempertahankan hak-hak mereka, merupakan ancaman yang terbesar dan paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep-konsep semacam pembatasan kedaulatan, perang terbatas atau pergantian rejim, merupakan satu ekspresi dari ambisi untuk melucuti kemerdekaan negeri kita. Apa yang disebut perang melawan terorisme atau kampanye palsu tentang kemerdekaan mereka, merupakan alasan untuk agresi dan pendudukan militer; untuk menyiksa; untuk penahanan sewenang-wenang dan pengingkaran terhadap hak menentukan nasib sendiri; untuk berbagai blokade curang dan pemberian sanksi secara sepihak; untuk mewajibkan model-model ekonomi, politik dan sosial yang memfasilitasi dominasi imperialis; penghinaan terbuka terhadap sejarah, kebudayaan dan kehendak kedaulatan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memperlebar Jurang Pemisah Utara – Selatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurang pemisah antara orang kaya dan miskin semakin melebar setiap harinya. Millenium Devolpment Goals yang baik hati merupakan mimpi yang tak tergapai bagi majoritas rakyat. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disaat triyunan dolar dihabiskan untuk persenjataan di dunia, lebih dari 850 juta manusia mati kelaparan, 1.1 milyar rakyat tidak mendapat akses untuk air minum, 2.6 miliyar kekurangan sarana sanitasi, dan lebih dari 800 juta orang menderita buta huruf. Lebih dari 640 juta anak-anak kekurangan perumahan layak, 115 juta tidak pernah masuk sekolah dasar, dan 10 juta orang mati sebelum umur lima tahun—yang dalam banyak kasus diakibatkan oleh penyakit-penyakit yang (justru) sudah bisa disembuhkan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rayat di belahan dunia Selatan menderita akibat meningkatnya frekuensi bencana alam, yang akibatnya tambah diperparah oleh perubahan iklim. Haiti, Jamaica, Kuba dan negara-negara Karibia lainnya merupakan contoh-contohnya. Mari kita menyatakan dukungan solidaritas terutama untuk negeri saudari kita, Haiti, yang sedang menghadapi situasi yang dramatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya harga minyak merupakan dampak dari konsumsi yang tak masuk akal, spekulasi yang luar baisa dan perang imperialis. Pencarian mati-matian terhadap sumber energi baru telah mendorong strategi jahat oleh pemerintah AS untuk mentransformasikan padi-padian dan sereal menjadi bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar Negeri-negeri Non Blok, situasi ini semakin melemahkan. Bangsa-bangsa kita kita telah membayar, dan mereka akan terus membayar resiko dan juga konsekuensi akibat irasionalitas, pemborosan dan spekulasi oleh beberapa negeri industry maju di Utara yang bertanggungjawab atas krisis pangan dunia. Mereka memaksakan liberalisasi perdagangan dan resep-resep keuangan penyesuaian struktural di negara-negara berkembang. Mereka penyebab hancurnya produksi-produksi kecil; mereka mengabaikan, dan dalam beberapa kasus menghancurkan, perkembangan pertanian yang baru beranjak di negeri-negeri Selatan, mengubahnya menjadi jaringan negeri-negeri pengimpor pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah yang mempertahankan subsidi pertanian yang carut marut, sementara mereka paksakan aturan-aturan (yang menguntungkan mereka) kedalam perdagangan internasional. Mereka menetapkan harga, memonopoli teknologi, memaksakan sertifikasi yang tidak adil dan memanipulasi jalur-jalur distribusi, sumber-sumber keuangan dan perdagangan. Mereka mengontrol transportasi, penelitian ilmiah, bank-bank genetik, produksi pupuk serta pestisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak datang kemari untuk mengeluh. Kami datang, atas nama gerakan negeri-negeri non-blok, menuntut dan mempertahankan pembebasan ribuan juta manusia yang menuntut keadilan dan hak asasi mereka. Formulanya tidak lah sulit dan tidak juga tidak membutuhkan pengorbanan besar. Apa yang kami butuhkan adalah kehendak politik, mengurangi egoisme dan pengertian objektif bahwa jika kita tidak bertindak hari ini, maka konsekuensinya dapat menjadi bencana yang berdampak sama pada orang kaya maupun miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Program Tindakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, sekali lagi Kuba menyerukan kepada pemerintahan-pemerintahan negeri berkembang, atas nama Gerakan Negeri-negeri Non-Blok, untuk menghormati komitmen mereka dan, secara khusus, Kuba mendesak mereka untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·    Mengakhiri perang pendudukan dan perampasan sumber daya negeri-negeri Dunia Ketiga dan memangkas paling tidak setengah dari jutaan biaya belanja militer bantuan internasional demi kepentingan pembangunan yang berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·    Membatalkan utang luar negeri negeri-negeri berkembang karena utang tersebut telah dibayar lebih dari sekali, dan dengannya, tambahan sumber daya akan dibebaskan sehingga dapat diarahkan untuk pembangunan ekonomi dan program-program sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·    Menghormati komitmen untuk mengarahkan sedikitnya 0.7% dari GDP untuk Bantuan Pembangunan Resmi, tanpa syarat, sehingga negeri-negeri di Selatan akan dapat menggunakan sumber daya tersebut untuk prioritas nasional mereka dan meningkatkan akses negeri-negeri miskin pada sejumlah pendanaan segar yang substansial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·    Mengarahkan seperempat dari uang yang diboroskan setiap tahunnya untuk iklan komersial produksi makanan; ini dapat membebaskan hampir 250 milyar dolar tambahan untuk melawan kelaparan dan kekurangan gizi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·    Mengarahkan uang untuk subsidi pertanian di negeri Utara untuk pembangunan pertanian di negeri Selatan. Dengan melakukan ini, negeri-negeri kita akan memperoleh sekitar satu milyar dolar per hari yang tersedia untuk investasi produk makanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·    Tunduk pada komitmen-komitmen dalam Protokol Kyoto, dan menjalankan komitmen mengurangi emisi, dengan lebih bermurah hati, di mulai tahun 2012, tanpa keinginan untuk meningkatkan pembatasan bagi negeri-negeri yang, sampai hari ini, mempertahankan level emisi per kapita yang jauh lebih rendah dari pada negeri-negeri Utara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·    Meningkatkan akses Dunia Ketiga terhadap teknologi dan menyokong pelatihan sumber daya manusia mereka. Hari ini, sebaliknya, personil-personil berkualitas dari Selatan dikangkangi oleh kompetisi dan insentif yang tidak adil oleh kebijakan keimigrasian yang selektif dan diskriminatif, yang diterapkan Amerika Serikat dan Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;·    Dan hal yang lebih mendesak hari ini dibandingkan sebelumnya, adalah, pembentukan suatu tatanan internasional yang demokratik dan adil, dan sebuah sistem perdagangan yang adil dan transparan dimana semua Negara akan berpartisipasi, dalam kedaulatan, dalam keputusan-keputusan yang melibatkan mereka. Lebih lanjut, ini adalah keyakinan terdalam kami, bawah solidaritas antara rakyat dan pemerintah adalah mungkin. Di Amerika Latin dan Karibia, ALBA dan PetroCaribe telah menunjukkan hal ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setia pada Prinsip-prinsip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Negeri-Negeri Non-Blok tetap setia pada prinsip-prinsip dasar mereka. Kami mendukung perjuangan rakyat Palestina dan hak yang melekat pada mereka untuk menentukan nasip sendiri dalam sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, dengan ibukota mereka di Jerusalem Timur. Kami mendukung perjuangan semua rakyat yang kedaulatan dan teritorinya sedang terancam, seperti Venezuela dan Bolivia, dan kami pendukung hak Puerto Rico untuk merdeka. Kami mengecam penerapan langkah-langkah pemaksaan sepihak yang melanggar hukum internasional, yang berupaya mencangkokkan sebuah model tunggal atas sistem politik, ekonomi dan sosial. Kami keberatan terhadap praktek-praktek negatif dalam menandai negara menurut kehendak dan kepentingan negeri-negeri berkuasa. Kami dengan keras menentang manipulasi politik dan penerapan standar ganda dalam persoalan hak asasi manusia, dan kami menolak penerapan yang diskriminatif atas resolusi-resolusi yang bermotivasi politis melawan negeri-negeri anggota GNB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendirian Dewan Hak Asasi Manusia (HRC) telah memberikan kami kesempatan untuk menyingkap sebuah era baru untuk memajukan dan melindungi seluruh hak asasi manusia untuk semua orang, atas dasar kerjasama international dan dialog yang konstruktif. Mereka yang sebelumnya menghancurkan Komisi Hak Asasi Manusia yang lama, sekarang ini, sedang mencoba mendiskualifikasi HRC yang baru, karena mereka tidak berhasil membelokkanya demi melayani kepentingan mereka. Mereka menolak ikut serta dalam pekerjaannya untuk menghindari penyelidikan masyarakat internasional dalam kerangka Mekanisme Peninjauan Berkala Universal (Universal Periodic Review Mechanism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legitimasi terhadap dewan tersebut tidak tergantung pada persepsi yang disematkan Imperialis terhadap pekerjaannya, namun pada kapasitasnya dalam menjalankan mandat dengan loyalitas tak pandang bulu berdasarkan prinsip-prinsip universalitas, objektivitas, tidak memihak, dan tidak memilih-milih dalam menangani isu-isu hak asasi manusia. Gerakan Negara-Negara Non-Blok akan terus mempertahankan kepentingan Dunia Ketiga dan mengampanyekan pembentukan dunia yang lebih adil, lebih demokratik, dengan solidaritas yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menentang Agresi AS &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuba telah membayar sangat mahal demi mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negerinya. Rakyat Kuba yang gagah berani telah menanggung blokade terlama dan terkerjam dalam sejarah dunia, yang dipaksakan oleh bangsa terkuat diatas muka bumi. Walaupun majelis ini, sebenarnya, sudah berulang kali dan meyakinkan sekali menyatakan setuju untuk mengakhiri kebijakan pemusnahan massal ini, pemerintah AS tidak saja telah mengabaikan kehendak komunitas international, namun dalam wujudnya juga meremehkannya dengan sedikit demi sedikit mengintensifkan perang ekonomi mereka melawan Kuba. Belum pernah ada kebijakan luar negeri terhadap suatu negeri dipersenjatai dengan alat-alat persenjataan agresif yang begitu canggih dan luas meliputi bidang politik, ekonomi, kebudayaan, diplomatik, militer, pisikologi dan idelologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuba baru saja dihantam oleh dua angin topan hebat yang telah menghancurkan pertanian dan sebagian infrastrukturnya, serta merusak atau meluluh-lantakkan lebih dari 400.000 rumah. Izinkan saya memanfaatkan kesempatan ini, dengan mengatasnamakan pemerintahan Kuba dan rakyat, untuk berterimakasih kepada negeri-negeri, organisasi-organisasi dan orang-orang, yang dengan berbagai cara, telah dengan jujur dan ikhlas hati berkontribusi lewat berbagai sumber daya atau dukungan moral terhadap usaha-usaha rekonstruksi yang dilakukan oleh negeri kami. Suatup posisi yang berlawanan dengan pemerintah AS yang dengan brutal terus melanjutkan blokadenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuba tidak meminta pemberian apapun dari pemerintah AS. Ia hanya meminta, dan terus meminta agar diizinkana membeli bahan-bahan bangunan, di AS, yang sangat diperlukan untuk membangun kembali rumah-rumah dan jaringan listrik; dan agar perusahaan-perusahaan AS diizinkan untuk memberi Kuba kredit perdagangan swasta untuk membeli makanan. Jawaban yang diberikan adalah negatif, dan bahkan disertai upaya manipulasi informasi dengan cara sedemikian rupa seakan-akan pemerintahan AS terlihat sangat perduli terhadap kesejahteraan rakyat Kuba, sementara pemerintahan Kuba dituduh menampik tawaran mereka. Jika pemerintah AS memang perduli terhadap kesejahteraan rakyat Kuba, maka sikap moral dan etika satu-satunya adalah menarik blokade yang dipaksakan terhadap Kuba selama 5 dekade ini, yang paling banyak melanggar aturan-aturan mendasar hukum internasional dan piagam Perserikatan Bangsa Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan yang tidak rasional ini memiliki tujuan yang jelas—menghancurkan proses transformasi revolusioner yang dijalankan rakyat Kuba dari tahun 1959, dengan kata lain, menginjak hak asasi mereka untuk penentuan nasib sendiri, merampas kemerdekaan dan kemenangan politik, ekonomi dan sosialnya, serta menancapkan mereka kembali kebelakang sebagai negeri neokolonial. Pemerintahan Bush bermaksud menjustifikasi intensifitas kebijakannya melawan Kuba dengan penipuan dan kebohongan, dengan sinikal dan kemunafikan yang melekat padanya. Kehendaknya untuk mendominasi dan menjajah Kuba kembali sedang diupayakannya, tidak kurang, seperti sebuah upaya liberalisasi dan demokratisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa, selain sekongkolan mereka, yang mengakui bahwa pemerintah AS memiliki otoritas dalam persoalan demokrasi dan hak asasi manusia di dunia ini? Otoritas apa yang dikehendaki oleh pemerintah semacam itu, pemerintah yang memburu dan memperlakukan dengan kejam para imigran ilegal di perbatasan selatan mereka, yang melegalisasi penyiksaan dan penyekapan orang –orang di kamp-kamp konsentrasi—seperti yang dibangun di wilayah yang secara ilegal diduduki oleh AS di Guantanamo—yang tidak pernah dibuktikan atau bahkan didakwa melakukan kejahatan apapun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghormatan macam apa yang berhak disematkan pada suatu pemerintahan yang menyerang kedaulatan negara lain dengan alasan perang terhadap terorisme, sementara pada waktu yang bersamaan menjamin pengampunan terhadap para teroris anti-Kuba? Keadilan macam apa yang dapat diberikan oleh suatu pemerintahan yang secara illegal terus memenjarakan lima patriot Kuba yang hanya mencari informasi untuk mencegah tindakan kelompok-kelompok teroris yang beroperasi melawan Kuba dari Amerika Serikat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuba menghargai solidaritas yang telah diterimanya dari Majelis Umum (PBB) dalam perjuangannya melawan blokade danberbagai agresi yang selama lima dekade harus dilawan. Kuba menengaskan kembali keputusannya untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan. Kuba menegaskan kembali kehendaknya untuk tetap berjuang, bersama dengan anggota-anggota Gerakan Non-Blok, dalam pertempuran untuk sebuah dunia yang lebih baik, dimana hak asasi semua orang atas keadilan dan pembangunan dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata saya hendak menyerukan kembali kata-kata dari Komandan Revolusi Cuba, Kamrad Fidel Castro Ruz: "&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dunia tanpa kelaparan adalah mungkin…. Sebuah dunia yang adil tidaklah mustahil. Sebuah dunia baru, yang sangat berhak didapatkan oleh spesies kita, adalah mungkin dan akan menjadi kenyataan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diterjemahkan oleh Risna dan Zely (anggota PPRM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-4455629086678945446?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/4455629086678945446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=4455629086678945446' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/4455629086678945446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/4455629086678945446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/11/tatanan-dunia-yang-tak-adil-tak.html' title='Tatanan dunia yang tak adil, tak berkelanjutan, harus di akhiri!'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-2679832829176278542</id><published>2008-11-16T21:23:00.002+07:00</published><updated>2008-11-16T21:27:56.290+07:00</updated><title type='text'>Perjuangan untuk Bolivia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Oleh Gonzalo Villanueva, di La Paz&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diterjemahkan dari &lt;a href="http://www.directaction.org.au/issue5/the_battle_for_bolivia"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Direct Action&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Edisi Oktober&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada malam peringatan ke-35 peristiwa 11 September 1973, yakni kudeta militer yang disokong CIA menggulingkan pemerintahan sosial demokrat Chile terpilih, Presiden Salvador Allende, Washington kembali mendalangi upaya kudeta melawan pemerintahan sayap kiri di Amerika Selatan. Target kali ini adalah Presiden Bolivia Evo Morales, presiden pribumi pertama di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seruan referendum pada 10 Agustus menunjukkan dukungan meluas terhadap Morales di Bolivia. Presiden dan wakil presiden (Bolivia) disahkan oleh 67,4% dukungan suara. Morales mengumumkan bahwa pengesahan terhadap dirinya merupakan juga sebuah indikasi dukungan terhadap Konstitusi Politik Negara (CPE) yang baru, yang, menurut pemerintahannya, akan mengukuhkan apa yang sejauh ini sudah dicapai, yakni: "revolusi demokratik dan budaya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada 28 Agustus, Morales menyatakan bahwa pada tanggal 7 Desember referendum akan memutuskan proposal CPE yang telah diusulkannya. Pada saat yang sama, para pemilih juga harus memutuskan banyaknya tanah tidak produktif yang (boleh) dimiliki pribadi—5000 atau 10.000 hektar. Kemudian, Pengadilan Pemilu Nasional (CNE) memutuskan pernyataan tersebut tidak konstitusional dan menolak rencana referendum. Referendum itu segera akan didiskusikan dan diputuskan oleh parlemen nasional. Namun demikian, meloloskan Undang-undang hanya satu langkah saja. Morales masih menghadapi suatu oposisi yang telah mendeklarasikan bahwa mereka tidak akan mengizinkan referendum konstitusional berjalan di daerah kekuasaan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Oposisi Oligarkis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Santa Cruz—pusat oposisi oligarkis terhadap agenda reformasi Morales yang hendak menggunakan sumber daya gas alam negara yang besar untuk mengangkat mayoritas penduduk Amerika Indian (Amerindian) keluar dari kemelaratan—muncul semasa tahun 1950-an, sebagai sebuah kota yang kaya dan padat. Para oligarki penguasa Bolivia berasal dari pemilik tanah yang sangat berkuasa, yang kemudian berinventasi dalam industri dan ekspor, namun masih mengakar kuat dalam agro-industri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari basis mereka di Santa Cruz, mereka menduduki posisi-posisi kunci dalam mesin negara, mendalangi kediktatoran militer yang menjamin perlindungan dan kemajuan kepentingan mereka. Saat ini, Provinsi Santa Cruz yang kaya gas menyumbang 30% dari GDP Bolivia. Oligarki—yang disingkirkan dari pemerintahan dalam pemilu Desember 2005 oleh Gerakan Menuju Sosialisme (MAS), partai yang dipimpin Morales—secara langsung terancam dengan "proses perubahan" yang di sedang dipimpin Morales, termasuk proposal konstitusi yang diajukannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pemerintahan propinsi wilayah "bulan sabit" bagian timur yang dikontrol oposisi—Santa Cruz, Beni, Pando, dan Tarija—dengan gigih melalukan protes melawan proposal CPE, menuntut "pengembalian" pajak hidrokarbon yang dibayar oleh perusahaan-perusahaan transnasional kepada pemerintah pusat, dan penerapan "otonomi wilayah"—sebuah taktik untuk menghindari kontrol pemerintah pusat. Status otonomi, yang disahkan di wilayah "bulan sabit" tersebut awal tahun 2008 dengan jumlah suara abstain yang tinggi, akan menyerahkan diantaranya: manajemen perekonomian propinsi, hak untuk menandatangani perjanjian internasional dan kontrol atas akta-akta tanah, pada pemerintah propinsi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Belakangan ini upaya untuk menerapkan otonomi daerah meningkat menjadi tindakan-tindakan kekerasan yang terkoordinasi, termasuk pemblokiran jalan-jalan utama, penahanan terhadap persediaan makanan bagi propinsi-propinsi bagian barat, serta sabotase ekonomi. Pertempuran dijalan melawan militer dan polisi oleh kelompok-kelompok pemuda ultra-kanan yang diorganisir oligarki di ibukota wilayah "bulan sabit" berujung pada penjarahan, pencurian dan pengrusakan institusi-institusi pemerintahan; termasuk jaringan telekomonikasi Entel yang baru-baru ini dinasionalisasi; Channel 7 yang dikuasai pemerintah; serta kantor-kantor akta tanah di ibukota wilayah "bulan sabit". Jalur pipa, yang dipakai untuk mengekspor gas alam ke negara-negara tetangga, juga di sabotase. Kerugian yang dialami pemerintah pusat karena sabotase ini diperkirakan mencapai US$100 juta. Amukan gerombolan massa yang melakukan tindakan-tindakan vadalisme (perusakan) dan sabotase dipimpin oleh kelompok ultra-kanan yang didalamnya termasuk Union Juvenil Crucenista (Persatuan Pemuda Santa Cruz). Kelompok-kelompok ini dibiayai dan diarahkan oleh "Komite–komite Sipil" propinsi, yakni badan yang secara politik menggabungkan wilayah oligarki "bulan sabit".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di propinsi "bulan sabit" Pando puncak kekerasan terjadi pada 11 September, ketika 1000 petani tak bersenjata, yang melakukan pawai dalam protes melawan tindakan-tindakan sabotase, dihadang oleh kelompok bersenjata dipimpin oleh anggota-anggota Komite Sipil Pando dan sayap pemuda ultra-kanan mereka. Setidaknya 30 orang petani dibantai. "Mereka muncul entah darimana dan langsung menembak dengan senapan. Mereka bahkan tidak perduli ada kaum perempuan dan anak-anak bersama kami", seorang petani dikutip Majalah Time, pada 17 September.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keesokan hari Morales mendeklarasikan situasi darurat di Pando, dengan mengirim tentara untuk menegakkan peraturan. Gubernur Pando, Leopoldo Fernando, ditangkap empat hari kemudian dan akan didakwa melakukan genosida. Morales menunjuk seorang pejabat militer menggantikannya posisinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Intervensi Imperialis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Imperialisme AS dengan aktif berupaya mendestabilisasi, memecah belah dan memprovokasi kekerasan di Bolivia. "Tanpa gentar pada imperium (AS), saya mengumumkan Mr. [Philip] Goldberg, Duta Besar AS sebagai persona non grata", Morales mengumumkannya pada 11 September, dan menambahkan bahwa: "Dia berkonspirasi melawan demokrasi dan berusaha memecah belah Bolivia." Goldberg acapkali melaksanakan pertemuan-pertemuan rahasia dengan para gubernur "bulan sabit", para pimpinan bisnis dan mantan-mantan pejabat militer, untuk sekongkol melawan pemerintahan Morales.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Presiden Venezuela, Hugo Chavez, mengusir Duta Besar AS untuk Venezuela sebagai solidaritas terhadap Bolivia. Kedua pemerintahan tersebut telah menyatakan bahwa mereka akan meneruskan hubungan diplomatik hanya setelah pemilu presiden AS bulan November nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebuah pertemuan darurat Persatuan Bangsa-Bangsa Amerika Selatan (UNASUR), yang digalang oleh Presiden Chile, Michelle Bachelet, bersidang pada 15 September di istana kepresidenan di Santiago, Chile, untuk mendiskusikan krisis yang tak terbendung di Bolivia. Pertemuan luar biasa tersebut secara bulat mendeklarasikan dukungan mereka terhadap pemerintahan Evo Morales. Poin ketiga dalam deklarasi yang diputuskan oleh pertemuan tersebut menyatakan bahwa pemerintahan-pemerintahan UNASUR "mengutuk penyerangan terhadap instalasi pemerintahan dan layananan public, oleh kelompok-kelompok yang ingin mendestabilisasi demokrasi Bolivia, dan menuntut dikembalikannya instalasi-instalasi tersebut dalam kondisi semula sebagai syarat untuk memulai proses dialog". Lebih lanjut, pertemuan tersebut juga mengutuk pembantaian para petani, dan mengumumkan bahwa UNASUR tidak akan mentoleransi sebuah konsolidasi "kudeta-sipil". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melanjutkan dukungan terbuka dari presiden-presiden Amerika Selatan, gerakan sosial dan serikat-serikat buruh yang membentuk MAS mulai melakukan rangkaian mobilisasi menentang propinsi-propinsi "bulan sabit". Satu dari momen-momen penting dalam pertempuran di jalanan kota Santa Cruz adalah di daerah Plan 3000, yakni daerah ‘dibawah kekuasaan’ MAS tempat 200.000 penduduk. Diluar kawasan "bulan sabit", 20.000 petani melakukan mobilisasi memblokir jalan utama menuju propinsi Santa Cruz.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada 17 September, Bolivian Workers Central (COB), organisasi buruh utama, dan Komite Nasional untuk Perubahan (Conalcam), sebuah badan yang menyatukan kelompok-kelompok penduduk pribumi, petani, gerakan sosial dan perkotaan, menandatangani sebuah kesepakatan "untuk mempertahankan demokrasi, persatuan dan integritas negara".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dukungan dari UNASUR, tekanan dari mobilisasi-mobilisasi kerakyatan dan berbagai ekspresi solidaritas international, telah memberi pukulan politik yang telak bagi oposisi oligarki. Melalui para oposisi di Dewan Demokrasi Nasional (Condale), diketuai oleh Mario Cossio, gubernur dari Tarija, sebuah kesepakatan untuk negosiasi dicapai antara para gubernur "bulan sabit" dan pemerintahan Morales dengan tiga isu—pajak untuk sektor hidrokarbon, otonomi daerah, dan CPE. Negosiasi dimulai pada 18 September di Cochabamba, di Bolivia tengah. Mereka difasilitasi antara laoin oleh PBB dan Organisasi Negara-negara Amerika (OAS). Konfrontasi-konfrontasi kekerasan, untuk sementara waktu, telah mereda namun kedua belah pihak tetap siaga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sangat sulit menemukan solusi konflik dengan hanya berdasarkan pada putaran terakhir negosiasi, setelah seluruh pertemuan sebelumnya gagal. Kedua belah pihak memiliki kepentingan ekonomi dan politik yang saling bertolak-belakang, dan sekalipun hanya kesepakatan minimal akan terbukti sulit tercapai. Kaum oposisi telah mengisyaratkan bahwa mereka akan menempuh cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan mereka. Berbagai upaya destabilisasi ekonomi dan politik bertujuan untuk mengganggu implementasi perubahan sosial yang dicanangkan pemerintahan Morales berdasarkan mandat mayoritas pemilih dalam pemilu. Upaya ini serupa seperti yang terjadi di Chile hingga menciptakan landasan bagi kudeta militer tahun 1973. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun demikian, kejadian-kejadian terakhir di Bolivia yang bersumber dari suatu proses perjuangan panjang rakyat, telah menunjukkan dukungan yang meluas yang diperoleh pemerintahan Morales. Sebaliknya, pemerintahan Allende tidak pernah merasakan dukungan suara mayoritas rakyat Chile. Dengan suara bulat, mayoritas baru saja mengkukuhkan kembali mandat Morales, dan tampaknya pemerintahannya tidak akan dengan mudah berkompromi dengan oposisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada 25 September, Morales menolak proposal dari para gubernur oposisi untuk memberi otonomi penuh bagi propinsi mereka selama berjalannya perundingan yang bertujuan untuk mengakhiri krisis politik. Morales menuduh oposannya mencoba mendapatkan kemerdekaan de facto. "Otonomi penuh untuk satu daerah manapun merupakan kemerdekaan secara de facto", ujar Morales pada wartawan di Cochabamba. "Mereka orang-orang yang pro-kudeta", katanya, "tidak akan mendapatkan dukungan nasional ataupun international" untuk gerakan semacam itu. Cassio, berbicara mewakili rekannya dari Beni, Santa Cruz dan Chuquisaca, mengatakan perundingan telah "mencapai satu langkah maju", namun lebih banyak waktu dibutuhkan untuk mengatasi "persoalan sebenarnya" menyangkut pajak daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Diterjemahkan oleh Risna Mathilda (anggota PPRM DKI Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-2679832829176278542?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/2679832829176278542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=2679832829176278542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/2679832829176278542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/2679832829176278542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/11/perjuangan-untuk-bolivia.html' title='Perjuangan untuk Bolivia'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-8662717446780847572</id><published>2008-10-30T00:13:00.002+07:00</published><updated>2008-10-30T00:18:20.441+07:00</updated><title type='text'>Revolusi Venezuela : Kebohongan Media Barat terbongkar</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Oleh: Shua Garfield&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Direct Action&lt;/span&gt;, September 2008—&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Chavez membuat kediktaktoran baru" teriak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wall Street Journal &lt;/span&gt;tanggal 6 Agustus. Keesokan harinya dalam sebuah tulisan berjudul "Diktator dari Caracas", &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The London Economist &lt;/span&gt;mengklaim bahwa presiden Venezuela Hugo Chavez telah "melanggar konstitusi". Sebuah editorial di Los Angeles Times, 9 Agustus menggambarkan "Kediktaktoran terbaru-nya" Chavez merupakan sebuah "serangan terhadap demokrasi".  Pada 14 Agustus, kolumnis Andres Oppenheimer dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Miami Herald syndicated&lt;/span&gt; beropini bahwa Chavez telah "melanggar aturan-aturan demokrasi yang paling mendasar".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pernyataan terang-terangan ini terutama seputar tentang 26 Undang-Undang baru yang di tanda tangan Chavez pada tanggal 31 Juli. Seperti yang telah menjadi ciri khas komentar media korporasi mengenai revolusi Venezuela , kekalutan seputar undang-undang ini hanya kebenaran yang setengah-setengah, penyimpangan dan kebohongan mentah-mentah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Setelah Chavez terpilih kembali sebagai presiden kembali pada 26 Desember 2006 dengan 64% suara pada pemilu ditandai dengan(sebagai rekor) jumlah terbesar pemilih yang menggunakan hak pilih, Dewan Nasional memberinya kewenangan untuk mengesahkan undang-undang untuk satu periode 18 bulan di 11 kawasan. Di dalamnya termasuk: transformasi kelembagaan negara untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dan membuka selebar-lebarnya partisipasi rakyat; memberantas korupsi; lebih adil dalam distribusi kekayaan, kesehatan dan pendidikan; modernisasi pada sistem keuangan; meng-upgrade teknologi dan ilmu pengetahuan; keamanan dan pertahanan; dan meningkatkan kontrol negara pada sektor energi. 26 undang-undang baru telah disahkan di hari terakhir yang "memungkinan hukum" terpengaruh. (berubah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Perubahan itu termasuk memperkuat tekanan pada pendidikan di dalam badan militer, termasuk dalam hukum-hukum HAM nasional dan international, dan membentuk Milisi Nasional Bolivarian untuk menggantikan Cadangan Nasional yang tidak berfungsi. Undang-undang baru terkait dengan keamanan pangan mendukung akses untuk mendapat kredit bagi pelaku produksi kecil dan menengah, menyetujui intervensi negara secara kuat dalam rencana penggunaan tanah dan denda yang detail, menyita harta benda dan hukuman penjara bagi yang terbukti bersalah menjual dengan harga yang terlalu tinggi secara ilegal, spekulasi pangan, penyelundupan makanan, mengacaukan produksi atau menghancurkan atau mencuri cadangan makanan. Ukuran-ukuran ini disusun untuk menghindari terulang kembali kekurangan makanan seperti yang pernah di derita Venezuela pada akhir tahun 2007. Untuk memastikan peningkatan kontrol terhadap rencana pertanian dibarengi dengan melipatgandakan peningkatan demokrasi, hukum-hukum ini menyerukan untuk membentuk majelis-majelis pertanian di daerah-daerah tingkat lokal, nasional dan regional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Satu dari sekian perundang-undangan yang paling menakutkan bagi para kapitalis Venezuela dan media korporasi adalah izin pengambil alihan, selama masa krisis, atas bisnis-bisnis yang menghasilkan atau menyediakan barang-barang pokok penting. Dengan tujuan untuk menghindar terulang kembali kelangkaan makanan, obat-obatan, sabun mandi dan kebutuhan lain yang melanda banyak rakyat Venezuela sepanjang Desember 2002 – Januari 2003 saat penutupan paksa pabrik-pabrik oleh kaum oposisi pro-kapitalis dalam upaya menggulingkan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Diantara 26 hukum itu juga tentang Nasionalisasi terhadap Bank Venezuela yang ke tiga terbesar. Menurut Chavez, tujuannya untuk "di investasikan dalam pembangunan Sosialis". Dalam undang-undang yang lainnya mengizinkan presiden untuk mengangkat pejabat-pejabat daerah dengan budget terpisah, demi memastikan berjalannya program-program sosial tanpa hambatan atau korupsi dari pemerintahan pusat dan lokal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;'Kediktatoran' dan 'tidak konstitusional'? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Undang-undang baru yang disahkan sepanjang 18 bulan terakhir mencapai 67. Di dalam yang disahkan tersebut termasuk hukum tentang konversi moneter, kontrol harga dan nasionalisasi perusahaan baja, semen, minyak, perbankan, dan Listrik. Perusahaan Media  berupaya untuk menggambarkan keterbatasan kemampuan  dalam mengeluarkan keputusan sebagai "kediktatoran". Namun demikian, penduduk-penduduk kota Venezuela bisa memprakarsai sebuah referendum untuk mencabut hukum-hukum apa pun dengan mengumpulkan Tandatangan hanya 5% dari Suara yang terdaftar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Beberapa politisi dari pihak oposisi mengklaim bahwa hukum-hukum itu "tidak konstitusional", klaim yang kemudian diulang-ulang lagi di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the Econimist, New York Times&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Miami Herald&lt;/span&gt;. Tudingan tersebut dikaitkan dengan fakta bahwa sebagian dari undang-undang ini adalah usulan-usulan perubahan konstitusi yang telah dikalahkan pada referendum yang digelar pada Desember 2. Namun, setelah kekalahan ini, undang-undangnya ditulis ulang untuk sesuai dengan konstitusi 1999.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pembentukan kelompok milisi nasional telah ditampilkan sebagai sebuah langkah jahat menuju tirani. Dalam sebuah artikel Wall Street Journal, 6 Agustus, politisi dari pihak oposisi Venezuela Luis Miquilena dikutip saat menyampaikan: "sasaran mereka adalah untuk mengintimidasi tentara dan rakyat... kelompok milisi itu dibawah komando personal [Chavez]." Namun, para milisi tersebut akan dilatih oleh tentara. Mengapa tentara melatih lembaga yang akan mengintimidasi diri mereka sendiri masih belum jelas. Lebih jauh, disamping  "latihan, persiapan dan pengorganisiran publik untuk mempertahankan negara" (penting untuk mengurangi peningkatan ancaman dari tentara US ), para milisi ini akan membantu proyek-proyek komunitas atas permintaan dari dewan-dewan communal – organ-organ baru dari partisipasi lokal pemerintahan demokratik – sehingga meningkatkan kekuatan massa rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Membesar-besarkan kekuatan oposisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Terakhir kali Chavez memperoleh kewenangan untuk mengesahkan undang-undang, pada tahun 2001, dia mengeluarkan 49 hukum yang memasukan reformasi tanah, membalikan rencana untuk menswastakan perusahaan minyak milik negara PDVSA dan menyalurkan penerimaan minyak untuk program sosial dan pembangunan. Hal ini yang membuat marah para pemilik tanah dan pelaku bisnis yang melancarkan kudeta di bulan April 2002 dan dua bulan pemogokan industri minyak di penghujung tahun yang sama. Kedua tindakan ini bertolak belakang. Pergolakan massa rakyat melawan kudeta telah mengembalikan Chavez ke tampuk pemerintahan dan mengakhiri kekuasaan kapitalis dalam mengontrol militer dan pemerintah. Kekalahan dari mogok para boss tahun 2002-2003, lewat mobilisasi pekerja dan tentara untuk menghidupkan kembali industri minyak , sebagai permulaan yang progressif untuk mengikis kontrol kapitalis terhadap ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Melemahnya pengaruh politik para kapitalis Venezuela sejak 2002 telah menjadikan mereka tidak mampu melakukan perlawanan yang sama terhadap undang-undang baru seperti yang dulu mereka lakukan terhadap undang-undang tahun 2001. Sebuah protes di Caracas tanggal 6 Agustus hanya memobilisasi 1000 orang, sedangkan protes tanggal 9 Agustus hanya 3000 orang . Sekalipun rally ini sangat kecil tidak menghentikan the Los Angeles Times mengklaim: "rakyat Venezuela terus berlanjut memukul balik upaya-upaya Chavez untuk merampas kembali hak-hak konstitusi dan hak sipil mereka – mereka kembali ke jalanan lagi minggu ini". Media korporasi hanya khusus melaporkan apapun tentang mobilisasi anti-Chavez, tidak perduli sekecil apapun, sementara mereka mengabaikan mobilisasi-mobilisasi pro-revolusi yang sering jauh lebih besar. Termasuk sebuah rally yang sangat kuat ini, sebanyak 300.000 orang di Caracas pada tanggal 1 May, yang merupakan bagian perayakan keputusan untuk menaikan gaji minimum sebesar 30%, yang menjadikan pendapatan gaji minimum rakyat Venezuela tertinggi di seluruh Amerika Latin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Melarang para calon anggota legislatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Perusahaan Media juga menyoroti sebuah keputusan pada tanggal 5 Agustus oleh pengadilan Mahkamah Agung Venezuela yang melarang 272 calon anggota legislatif mengikuti kontes pemilu kota-madya dan wilayah yang akan berlangsung bulan November. Pemberitaan berupaya untuk menggambarkan Chavez mencoba mempertahankan kekuasaannya dengan mati-matian. Dalam sebuah rubrik di Oppenheimer, tanggal 24 Agustus, mengklaim bahwa hampir 90% dari para kandidat adalah para pendukung kaum oposisi dan dengan dengan berlebihan mengacu pada Leopoldo Lopez – Walikota dari Chacao, kodya Caracas dan merupakan salah satu kandidat yang di larang – membandingkan hal ini dengan pelarangan terhadap kandidat oposisi di Iran, Belarus dan Zimbabwe. Kedua media CNN.com dan Wall Street Journal dengan kokumnisnya Mary Anastasia O'Grady  mengklaim berulang kali bahwa mayoritas kandidat yang dilarang adalah kaum oposisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Daftar Hitam", sebagaimana dijelaskan oleh the&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Los Angeles Times,&lt;/span&gt; berisikan orang-orang yang terpidana atas, atau baru-baru ini sedang diselidiki untuk kasus, penipuan atau korupsi. Undang-undang yang membolehkan pelarangan pencalonan dalam pemilu bagi mereka yang sedang diselidiki karena korupsi, telah disahkan oleh Majelis Nasional pada tahun 2001 dan didukung pada saat itu oleh kaum oposisi yang sekarang menyanggahnya. Sebuah berita dilaporkan pada tanggal 12 Agustus oleh Kantor Informasi Venezuela yang mensinyalir bahwa 52% dari mereka yang di larang merupakan bagian dari partai politik yang mendukung pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kebohongan terang-terangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Mungkin dengan menyadari tentang penyimpangan-penyimpangan itu saja mungkin tidak cukup, beberapa media telah menggunakan dugaan-dugaan tanpa dasar yang jelas dan jelas-jelas bohong. Sebagai contoh, klaim tanggal 7 Agustus di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Economist&lt;/span&gt;: "pemerintah sering mewajibkan pegawai pemerintahan untuk menghadiri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rally &lt;/span&gt;Politik dan secara teratur memecat mereka yang menunjukkan perbedaan politik", tanpa berpura-pura  berusaha untuk menunjukan fakta-fakta tuduhannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tuduhan yang paling liar datang dari artikel O'Grady tanggal 11 Agustus di Wall Street Journal, dimana dia menulis tentang  "penambahan narapidana politik", "metode jahat untuk menetralkan musuh"-nya Chavez dan sebuah pemerintahan "mencoba untuk menumpas persaingan dalam politik-nya". Klaim para "tahanan politik" didukung hanya oleh dua contoh saja. Pertama adalah Ivan Simonovis, yang dulu menjabat sebagai direktur polisi Caracas selama masa kudeta April 2002 dan dia diduga telah mengkoordinasi sebuah serangan polisi terhadap para demonstran kedua belah pihak dari pro- dan anti-pemerintah dimana 19 orang tewas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Tahanan politik" lainnya disebutkan O'Grady adalah mantan Pengawas Nasional Letnan Kolonel Humberto Quintero. Quintero mengambil bagian dalam penculikan juru negosiasi Tentara Revolusioner Colombia (FARC) Rodrigo Granda pada 13 Desember 2004, ketika Granda sedang berada di Caracas bernegosiasi untuk melepaskan tawanan dari tangan FARC. Para penculik mengirim Granda ke garis pembatasan Colombia dan mengembalikan dia langsung ke pemerintah otoritas Colombia , berakhir dengan negosiasi yang menunjukkan janji yang mengarah untuk melepaskan tawanan. Menteri pertahanan Colombia Jorge Alberto Uribe, mengakui telah mendanai operasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;O'Grady melukiskan sebuah gambaran kuburan krisis ekonomi, membeberkan langkanya ketersediaan pangan dan tingkat inflasi di Venezuela yang relatif tinggi. Dia mengklaim bahwa "investasi sektor-swasta dan lapangan pekerjaan semakin tenggelam". Kenyataan secara umum sangat berbeda. Pada bulan Juli, kelangkaan pangan telah turun sampai kurang dari setengah dibanding bulan Januari, menurut Tamara Pearson dalam artikel-nya tanggal 20 Agustus di venezuelanalysis.com. Tingkat inflasi saat ini 32.2%, meski lebih tinggi dari tahun 2007, secara significan jauh dibawah dua orang presiden sebelum Chavez: 59.4% dan 49.3%. Undang-undang baru, dengan meningkatkan kontrol produksi, distribusi dan harga pangan, memperbaiki infrastruktur industri, merupakan sejumlah usaha yang serius untuk menghindar dari krisis pangan dan kontrol inflasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Capaian Ekonomis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pusat perhatian kapitalis-sentris O'Grady pada "investasi sektor-swasta dan lapangan kerja" mengabaikan cepatnya perluasan sektor umum, dan oleh karena itu dia menghindar menyebutkan tentang hampir setiap sektor perekonomian Venezuela yang meningkat dengan laju yang mengesankan. Terima kasih untuk capaian-capaian ini, dan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa rakyat miskin yang akan diuntungkan dari semua ini, perimbangan penduduk yang berada dalam kondisi sangat miskin menurun tajam dari 48.6% menjadi 37.1% antara selang waktu 2002 dan 2006, menurut Komisi Perekonomian untuk Amerika Latin dan Caribbean. Laporan terbaru dari Institut Nutrisi Nasional Venezuela menemukan bahwa antara tahun 1998 dan 2007, proporsi jumlah anak-anak yang menderita gizi buruk menurun dari 21% menjadi 4%. Dalam hal ini kemungkinan besar karena subsidi makanan dan kesehatan gratis disediakan oleh program sosial pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lebih jauh lagi, total lapangan kerja meningkat sampai 26% antara 1998 dan pertengahan awal tahun 2007, menurut sebuah artikel pada tanggal 9 April oleh Steve Brouwer penulis ekonomi-politik yang di publikasikan pada website Venezuelanotes. Sampai saat ini, Brouwer memperkirakan pemasukan real 80% rakyat paling miskin dari penduduk venuzuela meningkat menjadi 60-100%. Ini bukanlah kali pertama revolusi Venezuela dibawah serangan media korporasi, dan ini tidak menjadi yang terakhir. Sebuah revolusi yang memenangkan kekuasaan politik dan ekonomi dari tangan kapitalis dan menyerahkan ke tangan rakyat pekerja adalah sebuah ancaman yang tak bisa ditolerir oleh mereka yang bertingkah sebagai corong untuk, dan diuntungkan dari, sistem kapitalis. Mereka akan menggunakan kebohongan-kebohongan dan lebih banyak lagi untuk menghancurkan revolusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Diterjemahkan oleh: Risnati Malinda (Anggota PPRM-Jakarta dan JNPM-Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.directaction.org.au/issue4/venezuela_revolution_western_media_lies_exposed"&gt;www.directaction.org.au&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-8662717446780847572?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/8662717446780847572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=8662717446780847572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8662717446780847572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8662717446780847572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/10/revolusi-venezuela-kebohongan-media.html' title='Revolusi Venezuela : Kebohongan Media Barat terbongkar'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7434183473372336135</id><published>2008-10-15T12:35:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T12:40:22.137+07:00</updated><title type='text'>Pernyataan Solidaritas Terhadap Revolusi Bolivia dan Venezuela: Menanggapi Intervensi Imperialisme Amerika Serikat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Lawan Intervensi Imperialisme Amerika Serikat&lt;br /&gt;dengan Mobilisasi Persatuan Rakyat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bulan Agustus lalu, rakyat petani dan pekerja Bolivia menegaskan kembali dukungannya terhadap Presiden Evo Morales dengan perolehan suara 67.41% di dalam referendum. Angka ini melebihi 53.7% suara yang diperoleh Evo saat terpilih sebagai presiden pada tahun 2005. Kemenangan referendum ini merupakan mandat dari rakyat Bolivia kepada pemerintahan mereka untuk memperluas dan memperdalam proyek sosialisme di Bolivia. Yang artinya pula merupakan mandat untuk melawan segala bentuk intervensi imperialisme di negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kekalahan ini, kaum oligarki Bolivia , dengan bantuan dan ijin dari tuan-tuan imperialisnya (terutama imperialis Amerika Serikat), mulai meluncurkan kampanye-kampanye kekerasan. Jorge Chavez, salah seorang pemimpin kelompok oligarki di Bolivia , mengatakan: “Bila perlu, kita tumpahkan darah. Kita perlu menumpas komunisme dan menggulingkan pemerintahan orang-orang Indian bajingan ini”. Saat ini, kaum borjuis lokal dan tuan-tuan tanah Bolivia mengorganisir kelompok-kelompok fasis bersenjata untuk menyerang para pendukung Evo Morales: petani dan buruh dipukuli dan ditembaki, gedung-gedung pemerintahan dibakar, kantor-kantor organisasi massa dirusaki, rumah-rumah pemimpin serikat buruh dan serikat tani dilempari bom molotov, jalan-jalan diblokade untuk menghentikan distribusi barang. Semua aksi sabotase politik dan ekonomi ini ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan Evo Morales dan menghentikan laju sosialisme di Amerika Latin. Sampai saat ini, sekitar 30 pendukung Evo Morales telah dibunuh oleh para fasis ini dan banyak yang hilang dan masih belum ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, di Venezuela, ditemukan sebuah rencana kudeta yang direncanakan oleh kaum borjuis nasional Venezuela . Terlibat di dalam rencana kudeta ini adalah para jendral purnawirawan, media-media asing dan lokal, pemerintahan Kolombia, dan pemerintahan AS. Presiden Chavez lalu mengusir Duta Besar Amerika di Venezuela, Patrick Duddy, karena keterlibatan AS dalam rencana kudeta tersebut. Pengusiran ini juga merupakan solidaritas terhadap Bolivia yang lebih dulu mengusir Duta Besar Amerikanya, Philip Goldberg, karena terlibat dalam mendukung upaya destabilisasi di Bolivia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2002-2006 setidaknya ada 6 kali upaya sabotase dan destabilisasi yang dilakukan/disokong AS di Venezuela, salah satu yang monumental (karena kegagalannya) adalah kudeta 11 April 2002. Tak kurang para kacung imperialis sekaliber Condolezza Rice dan Donald Rumsfeld menyatakan bahwa Chavez merupakan pengaruh negatif di AL yang sedang mengorganisir perlawanan bersenjata [Eva Golinger: Chronology of the 4th Generation War against Venezuela ]. Hal serupa juga dialami oleh Bolivia , diawali dengan permintaan otonomisasi wilayah-wilayah kaya sumber alam (yang memiliki ikatan kuat dengan, dan didukung oleh AS) oleh borjuasi lokal, lepas dari otoritas pemerintahan Morales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi-intervensi serupa oleh AS juga telanjang terjadi di negeri AL lainnya, dan di berbagai belahan dunia. Intervensi di Kuba untuk mengulingkan pemerintahan Castro, intervensi di Haiti dalam menggulingkan pemerintahan Jean-Bertrand Aristide tahun 2004, di Chile era 1970-an, di Irak sejak tahun 2002, di Afganistan, di Palestina, di Nigeria, bahkan di Indonesia terlibat langsung dalam rencana penggulingan pemerintahan Soekarno sekaligus mengangkat Soeharto sebagai kacungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga detik ini pun AS terus melakukan intervensi ekonomi dan politik di seluruh dunia melalui lembaga-lembaga keuangan internasional dan kebijakan neoliberalisme yang sudah menyengsarakan milyaran rakyat dunia. Rakyat Indonesia adalah bagian dari rakyat dunia yang paling sengsara di bawah SBY-Kalla, dan ditangan seluruh partai-partai penyokong agenda neoliberal serta kacung Amerika Serikat saat ini. Rakyat Indonesia pun harus bangkit; menolak menjadi bangsa kuli; menolak menjadi kacung agen-agen imperialisme di dalam negeri. Artinya, rakyat Indonesia harus memperjuangkan kemandiriannya sendiri; baik ekonomi maupun politik, agar dapat bangkit menjadi bangsa yang maju dan produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal inilah, Revolusi yang sedang bergulir di Venezuela dan Bolivia menjadi sebuah inspirasi bagi rakyat tertindas di Indonesia dan di seluruh dunia, yang sedang berjuang untuk membebaskan dirinya dari cengkraman kapitalisme dan imperialisme. Revolusi ini membimbing rakyat Indonesia untuk bangkit dan percaya pada kekuatannya sendiri; bahwa berjuang untuk sosialisme tidaklah mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, jika imperialisme dan oligarki menang di Venezuela dan Bolivia , maka akan menjadi pukulan berat bagi jalannya proses revolusi di Amerika Latin; sekaligus kemunduran bagi gerakan sosialisme di negeri manapun di dunia. Sebaliknya, jika revolusi sosialis menang di salah satu negeri ini, maka jalan menuju revolusi sosialis di seluruh kawasan Amerika Latin dan di seluruh dunia akan terlihat lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, adalah tugas semua kaum progresif dan revolusioner sedunia untuk membela Revolusi di Venezuela dan Bolivia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kami yang bertandatangan di bawah ini menyerukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kepada Rakyat Amerika Serikat agar melakukan mobilisasi untuk menghentikan intervensi imperialisme pemerintah AS di Bolivia dan Venezuela .&lt;br /&gt;   2. Kepada seluruh komunitas internasional untuk memprotes kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh kaum oligarki fasis di Bolivia.&lt;br /&gt;   3. Kepada rakyat pekerja dan petani sedunia untuk mengkukuhkan solidaritasnya terhadap Revolusi di Bolivia dan Venezuela .&lt;br /&gt;   4. Kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar melakukan tindakan politik dan hukum yang dibutuhkan untuk mempertahankan proses konstitusional di Venezuela dan Bolivia ; serta memberikan sanksi terhadap intervensi AS di AL selama ini.&lt;br /&gt;   5. Kepada rakyat Indonesia agar menyerukan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono segera menghentikan segala bentuk kerjasama dengan pemerintahan AS; sekaligus mengusir keluar Duta Besar AS, Cameron R. Hume, dari Indonesia . Hal ini merupakan bentuk solidaritas kepada Bolivia dan Venezuela ; dan simbol penolakan terhadap imperialisme AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada Rakyat Venezuela dan Bolivia ; kamerad Evo Morales dan Hugo Chavez:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Segera tangkap para pelaku tindak kejahatan dan para organisator kudeta.&lt;br /&gt;   2. Lanjutkan dan masifkan mobilisasi rakyat serta tindakan politik yang dibutuhkan untuk menghadapi kaum oligarki fasis yang tidak segan-segan menggunakan metode-metode kekerasan.&lt;br /&gt;   3. Masifkan Nasionalisasi di bawah kontrol rakyat terhadap semua industri vital dan perbankan yang dimiliki oleh para pemodal asing dan borjuis nasional yang menjadi agennya; hanya dengan merebut kekuatan ekonomi dari tangan kaum oligarki dan tuan-tuannya lah kita dapat membuat ompong serangan mereka.&lt;br /&gt;   4. Dengan mobilisasi rakyat yang semakin massif dan bersatu, MAJU lah menuju kemenangan mutlak sosialisme!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 27 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasta La Victoria Siempre!&lt;br /&gt;Sosialisme atau Barbarisme!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama organisasi yang sudah menandatangani surat solidaritas ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hands Off Venezuela - Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Komite Politik Rakyat Miskin – Partai Rakyat Demokratik (KPRM-PRD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Rumah Kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· LMND-PRM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Libertan Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Proletariat Resistance Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Resist Book Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· KSM Unas Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOV Indonesia mengundang semua kalangan untuk turut serta dalam aksi solidaritas menentang intervensi AS di Amerika Latin dan menandatangani surat pernyataan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hovindonesia@yahoo.com&lt;br /&gt;Kontak person: 081513984237 (Jesús)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesús SA&lt;br /&gt;Koordinator Hands Off Venezuela - Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7434183473372336135?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7434183473372336135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7434183473372336135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7434183473372336135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7434183473372336135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/10/pernyataan-solidaritas-terhadap.html' title='Pernyataan Solidaritas Terhadap Revolusi Bolivia dan Venezuela: Menanggapi Intervensi Imperialisme Amerika Serikat'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-8562225751862603543</id><published>2008-10-09T21:14:00.002+07:00</published><updated>2008-10-09T21:21:16.427+07:00</updated><title type='text'>PRESIDEN HUGO CHAVEZ MELAUNCHING KAMPANYE PEMILU KEPALA DAERAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.venezuelanalysis.com/files/imagecache/medium/files/images/2008/09/chavez_psuv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.venezuelanalysis.com/files/imagecache/medium/files/images/2008/09/chavez_psuv.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: arial;"&gt;Hugo Chavez berpidato di hadapan para anggota PSUV, pada hari minggu (PSUV)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Diambil dari http://www.venezuelanalysis.com/news/3839&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh Dian Septi (Staf Pendidikan-Bacaan DHN-PPRM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 29 September di Merida, pada acara inti launching kampanye pemilu Partai Persatuan Sosialis Venezuela. Presiden Venezuela, Hugo Chaves menyatakan bahwa tidak mungkin memenangkan posisi Gubernur kecuali dengan melakukan perlawanan terhadap kepuasaan diri dan pengkhianatan dan juga dengan melihat persoalan revolusi di luar panggung electoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandidiat PSUV dan anggota dari berbagai negara menghadiri acara tersebut di Stadion Poliedro di Caracas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chaves mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah mendatang pada bulan November sangat penting bagi Amerika Latin dan dunia, di mana mereka tidak hanya memenangkan posisi walikota dan posisi pemerintahan tapi juga menanamkan kesadaran massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengekspresikan kepuasannya bahwa sekarang Venezuela telah mempunyai partai revolusioner dan sosialis yang bersatu dan pengaruhnya telah meluas, meski baru terbentuk setahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah saatnya kita memiliki sebuah partai politik kader yang memadai, sebuah partai massa yang sejati” kata Chaves&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menekankan bahwa sekalipun dengan kerja keras yang dilakukan, satu posisi Gubernurpun di 22 daerah pemilihan dari aliansi Patriotik (yang terdiri atas partai pendukung Chavez) tidak bisa secara obyektif menang. Ia mengatakan hal yang sama pada posisi di dewan legislatif dan walikota, dan cara memenangkannya adalah melalui organisasi, mobilisasi dan kesadaran sosialis serta revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kita membutuhkan banyak pengetahuan, studi, (dan) aku tidak berbicara mengenai bagaimana meraih gelar Doktoral, (maksudku) studi mengenai realitas di sekitar kita, kesadaran melalui observasi, analisa, perdebatan, membaca dan kerja-kerja ideology… hanya dengan begitu kita dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran revolusioner, kesadaran sosialis. Kita tidak melupakan bahwa revolusi ini mempunyai jalan: Sosialisme, hanya ini, jalan yang dapat kita lakukan untuk mengkonsolidasikan kemerdekaan Venezuela”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ia menambahkan, secara obyektif bukan hanya sekedar menang pemilu, tapi dengan memenangkannya melalui organisasi, kemampuan memobilisasi, dan meningkatkan kesadaran melalui sebuah perang gagasan karena negara ini “belum secara total dibangkitkan pada tingkat yang kita butuhkan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hal ini dibutuhkan untuk membangkitkan kemauan berperang di setiap tempat, karena rakyat yang tidur tidak akan pernah menang, dan karena kampanye pemilu harus menjadi sebuah kesempatan dan sebuah skenario untuk membangunkan rakyat secara terus-menerus …. Karena kesadaran tidak akan pernah berhenti berkembang, kita yang seharusnya memasok kesadaran itu dengan perdebatan, pengetahuan, dan kritik terhadap diri sendiri, (untuk membangun sebuah) alat yang kuat dan dibutuhkan bagi sebuah revolusi sejati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya kepada para kandidat, ia memperingatkan pada mereka agar tidak berubah menjadi borjuis kecil dan mengatakan “Cukup sudah pengkhianatan, kami menginginkan gubernur yang revolusioner sejati, sosialis, jujur, dan walikota yang revolusioner dan sosialis, bagi kalian semua tidak hanya setelah 23 November nanti, namun juga harus siap saat ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chaves menjelaskan bahwa pengkhianatan terhadap rakyat untuk ambisi dan kekayaan pribadi yang sering kali muncul selama lebih dari 200 tahun terakhir ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Aku) berbicara mengenai kota-kota tersebut di mana kelompok-kelompok kawan-kawan semua berada, kaum revolusioner di waktu lalu menyebrang ke tendensi politik lain, seperti Gubernur Carabobo atau Gubernur lainnya di Barinas , Gubernur Aragua, Gubernur Sucre. Aku katakan, dan akan terus kukatakan, permasalahannya, penyebab utama dari pembelotan tersebut adalah persoalan ideologi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga memperingatkan mengenai “cepat puas akan kemenangan” yang dikatakannya sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap hilangnya suara untuk reformasi konstitusi tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita seharusnya tidak merayakan kemenangan kita di negara manapun atau kotamadya manapun”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah Pemilihan Berlangsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chavez mengingatkan kepada para hadirin, bahwa bangsa ini seharusnya pada tahun 2009 memperingati 60 tahun revolusi China, 50 tahun revolusi Kuba, dan 10 tahun revolusi Bolivaria di Venezuela dan demikian pula pada tahun 2010, kita semestinya memperingati 200 tahun gerakan pemberontakan pertama semenjak tgl 19 April, yang mengenyahkan pemerintahan Spanyol dari Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Gerakan itu) merupakan gerakan pertama di benua ini. Sebagaimana yang terjadi pada tahun 2011, kita akan merayakan 200 tahun konstitusi pertama pada tgl 5 Julli dan kita akan merayakannya secara besar-besaran, sebuah revolusi kemerdekaan yang sepenuhnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan bahwa Revolusi Bolivarian tidak lebih dari kelanjutan proses kemerdekaan yang sama, sebuah tahap sejarah kedua dari proses kemerdekaan Venezuela dan Amerika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang seharusnya terjadi (dalam pemilihan kepala daerah) adalah menyurakaan kembali keberhasilan-keberhasilan itu, untuk mempercepat revolusi dan bergerak ke arah periode pembentukan sebuah negara baru dengan nilai-nilai sosialis” Kata Chavez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Percobaan Kudeta dan Pembunuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari-hariku dihitung karena mereka mengincarku”, Chavez juga mengatakan dalam pidatonya, merujuk pada kudeta terencana yang dilaporkan pada bulan ini dan 12 orang telah dipenjarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengingatkan bahwa ada kemungkinan serangan yang akan dilakukan oleh kaum Oligarki dan “simpatisan Amerika” dalam bulan oktober dan telah merekomendasikan beberapa hal guna menghadapi percobaan tersebut, dengan menyebarkan intelejen di berbagai tempat, yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Nasional dan institusi kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, ia meyakinkan bahwa ”Ya, bulan oktober akan merah, merah dengan kebahagiaan, merah di jalan-jalan , gairah dan tanah air yang merah, merah bukan untuk kekerasan tapi untuk kedamaian, merah bukanlah kebencian terhadap kaum oposisi, tapi cinta terhadap rakyat dan PSUV . November kita akan merahkan dalam kemenangan dan sosialisme Kita tidak akan menjadi negara yang bodoh tapi negara yang merah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chavez mengambil kesempatan untuk memberikan selamat pada Menteri Kehakiman dan Dalam Negeri yang baru, Tarek El Aissami, yang dikatakannya mempunyai perang berat melawan peredaran narkoba dan ketidakamanan.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-8562225751862603543?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/8562225751862603543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=8562225751862603543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8562225751862603543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8562225751862603543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/10/presiden-hugo-chavez-melaunching.html' title='PRESIDEN HUGO CHAVEZ MELAUNCHING KAMPANYE PEMILU KEPALA DAERAH'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-1670935538121040611</id><published>2008-09-26T19:27:00.000+07:00</published><updated>2008-09-26T19:41:14.969+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin-pemimpin Negara Amerika Selatan Mendukung Presiden Bolivia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Agence France-Presse, 16 September, 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Presiden-presiden di Amerika Selatan mengadakan KTT krisis menanggapi kerusuhan yang terjadi di Bolivia, dan menghasilkan pernyataan tegas untuk memberikan dukungannya pada presiden Bolivia Evo Morales.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pernyataan ini disetujui oleh Morales beserta presiden Argentina, Brazil, Chili, Kolombia, Ekuador, Paraguay, Uruguay, dan Venezuela, yang juga menolak perpecahan wilayah di Bolivia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesembilan presiden di ibukota Chili, Santiago, menyatakan “dukungan penuh dan tegas bagi pemerintahan konstitusional, presiden Evo Morales, yang mandatnya diratifikasi oleh mayoritas besar.”    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Preside Argentina, Cristina Kirchner, mengatakan, setelah pembicaraan selama 6 jam ‘kesepakatan yang diperoleh bulat’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kirchner telah  mengatur KTT ini dengan bantuan dan dukungan dari Perserikatan Negara-Negara Amerika Selatan yang baru saja terbentuk, yang sekarang ini diselenggarakan oleh Chili.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Para pemimpin negara tersebut juga mengungkapkan keinginan untuk membentuk sebuah komite untuk turut dalam pembicaraan antara pemerintahan Morales dengan gubernur-gubernur yang memberontak di timur Bolivia, yang menentang reformasi sosialisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Minggu lalu Bolivia dilanda kericuhan sarat kekerasan yang menyebabkan 18 orang tewas dan seratusan orang luka-luka di daerah utara negara bagian Pando.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Gangguan keamanan yang melanda 5 negara bagian di bagian timur Bolivia yang dikepalai gubernur berkarakter konservatif yang menginginkan otonomi daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Morales menyebut tekanan ini sebagai suatu upaya penggulingan yang illegal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setibanya di Santiago, Morales menuduh musuh-musuh dalam negerinya itu merencanakan upaya makar terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pernyataan KTT para presiden “memperingatkan bahwa pemerintahan kami masing-masing menolak dengan tegas dan tidak akan mengakui upaya-upaya kudeta sipil dan hancurnya keteraturan kelembagaan yang sudah berjalan yang mampu berkompromi dengan integritas territorial di Republik Bolivia.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mereka juga mengutuk terbunuhnya warga sipil di Pando, dan menyerukan pembentukan komisi untuk menyelidiki pernyataan-pernyataan tanpa bukti tentang banyaknya kalangan petani pendukung Morales yang menjadi korban tertembak karena dijebak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Diterjemahkan oleh Sistha (anggota LMND-PRM Yogyakarta), dari: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;http://boliviarising.blogspot.com/2008/09/leaders-back-embattled-president.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-1670935538121040611?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/1670935538121040611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=1670935538121040611' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1670935538121040611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/1670935538121040611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/09/pemimpin-pemimpin-negara-amerika.html' title='Pemimpin-pemimpin Negara Amerika Selatan Mendukung Presiden Bolivia'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-5452763119677712939</id><published>2008-09-26T19:22:00.002+07:00</published><updated>2008-09-26T19:26:04.625+07:00</updated><title type='text'>Sayap Pemuda Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) Lahir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.venezuelanalysis.com/files/images/2008/09/J-PSUV.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.venezuelanalysis.com/files/images/2008/09/J-PSUV.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Delegasi pada Konggres Pendirian Sayap Pemuda dari Partai Sosialis Bersatu Venezuela [PSUV] di Merida. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sayap Pemuda Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) Lahir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;15 september 2008, oleh Tamara Pearson – Venezuelanalysis.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pada tanggal 11-13 September yang lalu, sekitar 1400 delegasi pemuda dari seluruh negara bagian di Venezuela bertemu di Puerto Ordaz, Negara Bagian Bolivar, untuk membentuk organisasi baru kepemudaan dalam Partai Sosialis Bersatu Venezuela [PSUV]. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Konggres Pendirian Pemuda PSUV [J-PSUV] membahas beberapa tema, seperti: peran pemuda dalam pembangunan sosialisme, krisis energi dan pangan, peran pemuda dalam pertahanan nasional, struktur organisasional dalam J-PSUV, serta perkembangan revolusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ada 47 pokja bagi para delegasi guna membahas statuta J-PSUV dan keluar dari perdebatan dengan cara memodifikasi 10 dari 20 pasal yang terdapat dalam proposal awal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Konggres menghasilkan dokumen politik berjudul “Dokumen Cariuachi” yang berisi garis besar program baru kepemudaan yang akan diadakan di semua wilayah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dokumen tersebut mengacu pada tujuan sayap pemuda PSUV ini untuk mengorganisir, membentuk, dan menyertakan seluruh pemuda Venezuela menjadi revolusioner militan, guna berjuang untuk menghapus marjinalisasi dan diskriminasi terhadap kaum muda dan membentuk ruang-ruang bagi terciptanya kesetaraan, kebebasan, dan partisipasi aktif semua kaum muda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kaum muda militan juga harus aktif dalam perjuangan melawan korupsi dan birokrasi, serta terbangunnya sosialisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dokumen tersebut menetapkan bahwa segala tindakan yang rasis, homofobia, seksis, ataupun ekspresi-ekspresi penghinaan lainnya, adalah perilaku yang ditentang oleh anggota J-PSUV, dan merupakan tanggungjawab semua anggota untuk turut serta dalam pertahanan integral negara.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sedikitnya 10 kaum muda akan membentuk tim kepemimpinan negara yang masing-masing memilih 1 jubir beserta 1 jubir cadangan. Kesetaraan gender harus dijamin melalui pemilihan posisi dan penunjukkan posisi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tim Pemuda Nasional akan menjadi komponen permanen dari PSUV dan akan dibentuk dari 30 jubir, yang 27 diantaranya akan dipilih dalam pemilihan nasional, dan 3 sisanya dipilih oleh kaum muda kalangan pribumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hector Rodriguez, anggota pimpinan nasional PSUV dan Mensesneg mengatakan, bahwa, perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap dokumen tersebut memperdalam demokrasi internal dalam partai dan menegakkan disipin unternal partai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Konggres juga mendukung keputusan Presiden Venezuela Hugo Chavez yang mengusir diplomat AS dari negaranya. Berkenaan dengan rencana pembunuhan terhadap Chavez, lebih dari 30 delegasi internasional dan pemimpin muda mendeklarasikan ketidaksepakatan terhadap sabotase dan destabilisasi yang terjadi, tidak hanya terjadi di Venezuela namun terjadi pula di Paraguay, Guatemala, Ekuador dan Bolivia.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Para delegasi memberikan laporan yang bersemangat, optimistik dan serius dalam konggres. Salah satu slogan yang paling sering dikemukakan adalah, ‘bila situasi memburuk, kami menginginkan senjata!’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Carlos bello, delegasi dari kotapraja Sucre di negara bagian Miranda, menyampaikan pernyataan pada Venezuelanalysis.com, bahwa ‘pencapaian utama dari konferensi adalah perserikatan dan komitmen yang tak terbantahkan dari kaum muda Venezuela untuk mempertahankan negara dari serangan imperialis dan merasa berkepentingan untuk berpartisipasi dalam membangun tanah air.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;“Sayap pemuda dalam partai lahir untuk memperkuat struktur yang sudah ada. Sekarang tugas kita adalah belajar dan bekerja demi terbangunnya masyarakat yang berbeda dari sebelumnya dimana setiap orang memiliki kesempatan unuk hidup dengan harga diri, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan keluarga yang lebih baik dengan nilai-nilai baru.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;“Even ini sangat transendental dalam sejarah perpolitikan Venezuela. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sebuah partai politik… memberikan peran utama bagi kaum muda yang terpilih dengan basis populer, yang tidak menginginkan apapun selain penghapusan ketidakadilan sosial” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Daniel Briceno, delegasi untuk kotapraja San Jacinto, Negara Bagian Merida, menyampaikan pada Venezuelanalysis.com bahwa ia berpendapat bahwa hal penting dari konferensi adalah persetujuan dari seluruh pokja dalam menghasilkan dokumen final dan bahwa capaian utamanya adalah artikulasi dan organisasi kaum muda dalam PSUV.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;“sekarang kita harus menyampaikan informasi ini ke basis-basis dan mendiskusikannya sehingga tim pemuda mengetahui regulasi ini dan bisa mulai untuk menerapkannya,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hector Rodriguez, anggota pimpinan PSUV, menyebut konggres ini sebagai sebuah momen historis, karena “hari ini salah satu dari kekuatan pemuda yang terbesar yang pernah dimiliki dalam sejarah politik Venezuela dilahirkan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Cesar Trompiz, delegasi lainnya dalam konferensi mengatakan, "Kaum nuda harus percaya bahwa negara adalah milik kita, bahwa revolusi adalah milik kita." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dia menjelaskan bahwa sebelumnya para pemuda telah terlibat di dalam revolusi secara sukarela seperti juga pada saat ini, “kerja-kerja kaum muda dalam partai dikerjakan secara organis, terorganisir dan terarah. Yaitu dengan adanya tujuan-tujuan yang jelas”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam program mingguan setiap hari Minggunya, “Halo Presiden,” Chavez menginginkan kandidat-kandidat PSUV yang terlibat dalam manajemen pemerintahan agar dipilih dalam pemilihan tanggal 23 November mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;“Perlu bagi kita untuk memberikan ruang bagi kaum muda karena terkadang kita bilang ‘tidak…mereka belum dewasa’… (kita harus) berhati-hati terhadap konsep semacam itu,” kata Chavez.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam sesi penutupan konggres, Chavez juga meyatakan bahwa kaum muda menjadi penggali kubur bagi Republik keempat (periode politik terbaru sebelum Chavez sejak 1958) dan akan menjadi pembangun era baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Di bulan Juli pemimpin PSUV mengajak orang muda dalam partai untuk mengorganisasikan diri ke dalam tim yang beranggotakan 10 orang atau lebih, sesuai dengan cabang masing-masing. Tim tersebut menunjuk seorang jubir dan para jubir ini kemudian bertemu dalam pembahasannya (terdiri dari, kurang lebih, 10 cabang), lalu memilih delegasi untuk menghadiri kongres.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Lebih dari 50% penduduk Venezuela berusia dibawah 30 tahun. ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Diterjemahkan oleh Sistha (anggota LMND-PRM Yogyakarta), dari: http://www.venezuelanalysis.com/news/3798&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-5452763119677712939?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/5452763119677712939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=5452763119677712939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5452763119677712939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5452763119677712939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/09/sayap-pemuda-partai-sosialis-bersatu.html' title='Sayap Pemuda Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) Lahir'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-2738956102024135091</id><published>2008-07-02T21:54:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T21:55:25.469+07:00</updated><title type='text'>Marxisme dan Masa Depan Revolusi Bolivarian</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;June 26, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;diambil dari http://indonesia.handsoffvenezuela.org/?p=149&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Oleh Jesus S. Anam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Terpilihnya para kandidat walikota dan gubernur dari Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) telah menyita perhatian seluruh gerakan revolusioner di Venezuela akhir-akhir ini. Ini menunjukkan bahwa rakyat dan kaum pekerja masih tetap kokoh berdiri guna menyelamatkan revolusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Survei yang dilakukan oleh Venezuelan Institute for Data Analysis (IVAD) baru-baru ini juga menunjukkan bahwa gelombang massa yang besar masih tetap berada di barisan depan sosialisme. Dukungan atas kebijakan Chavez dan langkah-langkahnya dalam melawan kapitalisme, seperti nasionalisasi pabrik Sidor dan pabrik-pabrik lain, mencapai sekitar 68%. Nasionalisasi di beberapa pabrik semen: setuju 56.0%; tidak setuju 33.3%; abstain 16.0%. Dan mengenai nasionalisasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor makanan: setuju 50.1%; tidak setuju 42.1%; abstain 7.8%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dari hasil survei ini kita bisa melihat bahwa ada suatu lompatan yang luar biasa, yakni terjadi pengambilalihan monopoli-monopoli besar — sebuah lompatan kesadaran yang tinggi dari rakyat dan kaum pekerja. Data ini juga memberi gambaran bahwa ada situasi yang luar biasa bagi rakyat Venezuela untuk menuju kedamaian yang sempurna — sosialisme. Situasi seperti ini telah cukup memberi pembenaran bagi Chavez untuk mengeluarkan kebijakan mengenai nasionalisasi berbagai sektor bisnis: perbankan, monopoli-monopoli besar, dan tanah-tanah industrial. Dengan dasar ini, rencana-rencana demokratik bisa diimplementasikan, seluruh perekonomian Venezuela akan berada di bawah kontrol rakyat dan kaum pekerja; seluruh rakyat dan kepemimpinan revolusioner mengambil kontrol atas ekonomi-ekonomi kunci dan mengorganisir ekonomi-ekonomi kunci tersebut untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat, dan bukan untuk kepentingan segelintir golongan, yakni kaum modal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ini merupakan buah terakhir dari penderitaan kaum miskin dan kaum pekerja di Venezuela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sebuah kekeliruan yang cukup fatal jika percaya bahwa sosialisme bisa dibangun dengan bertahap, melakukan kompromi-kompromi dengan kaum reformis, dan memberi kelonggaran kepada kaum modal. Gagasan yang mempromosikan suatu ekonomi campuran, di mana baik negara maupun sektor swasta memegang peranan penting, bahwa negara yang kuat bisa menggiring dan menstimuli sektor swasta, tidak ada dalam sosialisme. Gagasan ekonomi seperti ini didasarkan pada pikiran ekonom Inggris abad ke-20, John Maynard Keynes, dan terbukti mengakibatkan kesengsaraan dan memimpin letupan inflasi ke seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kaum reformis dan sektor-sektor birokratik di Venezuela mencoba membangkitkan kembali kebijakan Keynesian dari kuburnya. Menghidupkan lagi gagasan mengenai ekonomi campuran, bahwa majikan dan pekerja bisa bersama bekerja membangun sosialisme. Sektor-sektor ini yang akan menekan pemerintahan revolusioner ke arah kanan, memainkan terompet bernada sumbang dan membangkitkan kebingungan mengenai sosialisme, yakni sosalisme yang tidak jelas, jenis kolaborasi antara penunggang kuda dengan kuda tunggangan. Kebijakan tipe ini membawa kepada ledakan inflasi hingga 30 % di Venezuela. Jika mereka, yang berada di sektor birokratik, memaksakan garis politik seperti ini guna mempertahankan dan meindungi kawan-kawannya, yakni kaum modal, mereka akan membawa revolusi Bolivarian menuju jurang ngarai yang amat dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Untuk mematahkan arus yang akan memnghanyutkan revolusi, perlu membangun aliansi yang kuat dari gerakan-gerakan politik Bolivarian dengan gagasan-gagasan yang benar. Tindakan Hugo Chavez debngan membaca buku karya Alan Wood, Bolshevism: Road to the Revolution, merupakan contoh dari kejeliannya untuk mencari gagasan yang tepat guna mengeluarkan Venezuela dari ancaman kaum reformis. Buku Reform or Revolution, Marxisme and Socialism of the twenty-first century, a response to Heinz Dietrich akan berkontribusi besar untuk melawan ide-ide kaum reformis seperti Dietrich dan saatnya mengembalikan ide-ide genuine dari sosialisme ilmiah, atau Marxisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Salam Solidaritas!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-2738956102024135091?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/2738956102024135091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=2738956102024135091' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/2738956102024135091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/2738956102024135091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/07/marxisme-dan-masa-depan-revolusi.html' title='Marxisme dan Masa Depan Revolusi Bolivarian'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-8134761673214787323</id><published>2008-07-02T21:23:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T21:35:34.634+07:00</updated><title type='text'>Konferensi Tingkat Tinggi ALBA Merespon Krisis Pangan Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.venezuelanalysis.com/files/imagecache/medium/files/images/2008/04/daniel_ortega_chavez-morales-lage_p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.venezuelanalysis.com/files/imagecache/medium/files/images/2008/04/daniel_ortega_chavez-morales-lage_p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Presiden (dari kanan ke kiri) Bolivia, Venezuela, Nicaragua, dan Wakil Presiden Kuba, bertemu di Caracas hari rabu pagi untuk memormulasikan tanggapan terhadap krisis pangan dunia, serta mendiskusikan krisis politik di Bolivia.(Marcelo García/MinCI)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;[telah dipendekkan dari versi aslinya di http://www.venezuelanalysis.com/news/3380]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;April 24th 2008, by James Suggett - Venezuelanalysis.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Mérida, 24 April, 2008 (venezuelanalysis.com)—&lt;/span&gt;Presiden Venezuela Hugo Chávez menghadiri suatu pertemuan luar biasa antar bangsa-bangsa anggota Bolivarian Alternatif untuk Rakyat Amerika (ALBA) di Caracas, pada hari Rabu pagi, untuk mendiskusikan krisis pangan dunia dan krisis politik di bagian timur Bolivia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Pada pertemuan tersebut, Presiden Nikaragua Daniel Ortega, Presiden Bolivia Evo Morales, Wakil Presiden Kuba Carlos Lage, dan Chávez menandatangani serangkaian persetujuan untuk memajukan pengembangan pertanian bersama, mencipatakan jaringan distribusi makanan bersama, dan mendirikan lembaga ketahanan pangan ALBA dengan dana $100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Krisis pangan adalah bukti paling hebat kegagalan historis model kapitalisme”&lt;/span&gt; tegas Presiden Chávez.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggarisbawahi laporan terbaru oleh United Nations World Food Program yang menyebut krisis pangan sebagai “Tsunami yang Hening” dan menuntur suatu respon yang terkoordinir secara internasional, Chávez berkata, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“ALBA mengumumkan kehendaknya untuk memikul tanggung jawab, ALBA merespon dengan segera... disinilah kami.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Wakil Presiden Kuba Carlos Lage menyatakan bahwa krisis ini adalah bagian dari suatu &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“tata ekonomi internasional yang tidak adil”&lt;/span&gt; dimana didalamnya &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“logika [yang digunakan] adalah profit, bukan pemenuhan kebutuhan rakyat.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lage lebih lanjut mengungkapkan fakta bahwa Amerika Seriakt (AS) menghabiskan $500 milyar per tahun untuk Perang Irak, sementara PBB harus memohon sejumlah $500 juta bulan lalu untuk memenuhi kuota pangan darurat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Menurut Bank Dunia, keresahan sosial telah menjamur di lebih dari 30 negeri, akibat kenaikan harga pangan sebesar 80% selama tiga tahun belakangan. Presiden AS George W. Bush menyetujui $200 juta untuk bantuan darurat pangan global pada 14 April 2008, sementara Venezuela, yang baru saja menghadapi kelangkaan pangan, sudah mengirimkan 364 ton daging, ayam, ham, susu, minyak olive, dan sayuran ke negeri tetangganya Haiti, yang sedang mengalami kerusuhan akibat naiknya harga pangan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Presiden Morales menegaskan pada hari Rabu bahwa &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“sudah menjadi tanggung jawab presiden untuk bertindak menjamin kecukupan pangan untuk rakyat.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Morales, dalam pidatonya pada pembukaan Forum Permanen PBB untuk Persoalan Masyarakat Pribumi di New York hari Senin sebelumnya, juga mengritik diversi lahan pertanian menjadi biofuel, yang diakui secara luas berkontribusi terhadap peningkatan harga pangan, &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Jika kita tidak mengakhiri sistem kapitalisme, maka mustahil bumi dapat diselematkan,”&lt;/span&gt; Morales menyimpulkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan untuk pengembangan pertanian yang ditandatangani oleh bangsa-bangsa ALBA pada hari Rabu akan berfokus pada beras, jagung, minyak untuk konsumsi manusia, kacang-kacangan, daging sapi, dan susu, serta peningkatan sistem pengairan. Untuk menghindari spekulasi oleh para calo-calo swasta, kepala negara bersetuju untuk membentuk suatu jaringan distribusi pangan rakyat dengan pengaturan harga. Untuk membiayai proyek ini, para presiden ini setuju memberikan dana $100 juta melalui BANK ALBA, yang masih dalam tahap pembentukan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat orang pemimpin itu juga menandatangani pernyataan bersama pada hari Rabu, untuk menunjukkan solidaritas terhadap Bolivia, yang sedang diserang oleh gerakan pemisahan diri (separatis) yang dipimpin oleh para elit pemilik tanah [Morales], di propinsi yang kaya sumber alam, Santa Cruz, Trija, Beni, dan Pando.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Negeri-negeri ALBA mendeklarasikan “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dukungan tak terbatas bai proses perubahan yang demokratik dan berdaulat”&lt;/span&gt; di Bolivia, serta dengan tegas mengutuk gerakan sepratis tersebut, menyebutnya sebagai suatu &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“pelanggaran terang-terangan terhadap konstitusi dan hukum Bolivia.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morales juga meminta dukungan internasional untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “perbudakan” di Bolivia, menindaklanjuti protes para buruh pabrik gula kawasan industri raksasa di Proponsi Santra Cruz terhadap lebih dari 8000 anak-anak yang bekerja di ladang tanpa upah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Pemerintahan Chávez—yang sudah meredistribusi lebih dari 2 juta hektar (4,94 juta akre) tanah yang sebagian besar dimiliki oleh negara dan sebagian lainnya dari kawasan-kawasan raksasa, serta meningkatkan pembiayaan pemerintah untuk produksi pertanian yang sudah mencapai 728% selama tiga tahun belakangan—mengajukan agar pengembangan pertanian Bolivia menjadi prioritas ALBA, “dengan restu dari Nikaragua, yang juga merupakan daftar yang harus diprioritaskan.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Ia juga menyatakan bahwa negeri-negeri ALBA sangat beruntung karena mendapat respon yang sangat cepat menghadapi krisis pangan saat ini, namun sekarang “berkewajiban untuk mengintensifkan, membuat lebih dinamis dan mendalam” gagasan ketahanan pangan regional ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;ALBA merupakan suatu blok keadilan perdagangan yang didirikan oleh Kuba dan Venezuela tahun 2005 sebagai suatu alternatif terhadap Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika (FTAA) yang dipromosikan oleh pemerintah AS. Sejak saat itu, Bolivia, Nikaragua, dan Dominika telah berganung ke dalam Blok tersebut.***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diterjemahkan oleh Zely A]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-8134761673214787323?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/8134761673214787323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=8134761673214787323' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8134761673214787323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8134761673214787323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/07/konferensi-tingkat-tinggi-alba-merespon.html' title='Konferensi Tingkat Tinggi ALBA Merespon Krisis Pangan Dunia'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-8724955302910721374</id><published>2008-05-10T22:11:00.000+07:00</published><updated>2008-05-10T22:13:13.879+07:00</updated><title type='text'>Para Pembela Venezuela</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9 Mei 2008 - 13:21 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mulyani Hasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok anak muda di Jakarta membela Venezuela dari serangan media massa yang mendukung Amerika Serikat. Mereka tak sendiri. Anak muda di 30 negara membentuk kelompok solidaritas untuk Venezuela: menyiarkan kabar baik dari rakyat Venezuela yang tengah suka cita menyambut revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pojok kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sore itu ada pertunjukan. Sebuah film dokumenter berjudul No Volveran diputar. Film itu merekam kehidupan rakyat Venezuela. Di sana ada revolusi tanpa moncong senjata. Sang revolusioner, Hugo Chavez, terpilih sebagai presiden secara konstitusional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat begitu gegap gempita menyambut revolusi. Suka cita di mana-mana. Sangat memukau. Mereka bekerja keras, mengendalikan industri, membangun rumah-rumah, bersama-sama membuat konstitusi. Mereka melunasi utang luar negeri, menyalurkan kekayaan negeri, dan memutuskan hubungan dengan International Monetary Fund atau IMF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, revolusi Republik Bolivarian Venezuela adalah inspirasi bagi kekuatan rakyat di mana pun di muka bumi. Venezuela adalah inspirasi. Revolusi Bolivarian sebuah kemenangan sekaligus pembuktian sosialisme adalah keniscayaan. Ia kini menjadi simbol masyarakat sosialis abad ke-21. Maka, mereka yang meyakini sosialisme sebagai sistem kehidupan sosial, perlu membela negara mana pun yang sedang berjalan di atas kemenangan revolusi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Jakarta sore itu rupanya bagian dari solidaritas untuk Venezuela. Anak-anak muda itu seperti berjalan bersama rakyat Venezuela. Solidaritas itu bernama Hands off Venezuela, dalam bahasa Indonesia berarti Jangan Sentuh Venezuela. Solidaritas itu sudah merebak di lebih 30 negara. Di Indonesia diluncurkan sore itu, 28 Maret 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solidaritas itu pertama kali dibentuk pada Desember 2002 di Inggris. Itu adalah bentuk kekhawatiran para aktivis pendukung revolusi Venezuela di Inggris yang menyaksikan kelicikan propaganda kelompok oposisi reaksioner Venezuela yang berusaha menggulingkan Presiden Hugo Chavez yang terpilih secara konstitusional. Mereka melihat kerja-kerja media massa di dunia sudah didomplengi kekuatan imperialisme yang tidak senang negara sosialis macam Venezuela berdiri.  Aktivitas kampanye ini telah diakui Presiden Chavez sendiri. Mereka ingin mendukung dan mempertahankan revolusi di Venezuela dari serangan imperialisme dan agen lokal di Venezuela. Mereka juga ingin memberikan informasi yang benar tentang Venezuela yang selama ini, menurut mereka, telah diselewengkan oleh pemberitaan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu demi satu solidaritas itu menguap dari banyak negara di dunia. Tak banyak orang yang ikut campur, tapi mereka membangun hubungan dengan aktivis lain di berbagai belahan dunia untuk Venezuela. Bahkan wakil-wakil Hands off Venezuela tampil secara mencolok di pertemuan sedunia untuk solidaritas dengan revolusi kedua pada April 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal pembentukannya, Hands off Venezuela semacam bentuk media alternatif melawan pemberitaan yang menyesatkan. Alan Woods, editor situs In Defence of Marxist memulainya dengan menyerukan pembelaan terhadap revolusi Venezuela, menentang intervensi Amerika dan memastikan agar serikat buruh dan gerakan buruh di seluruh dunia dapat memperoleh informasi yang benar mengenai situasi yang sebenarnya sedang terjadi di Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan itu dipicu ketika kelompok oposisi Venezuela yang terdiri atas para petinggi militer yang berkumpul di Altamira Square di Caracas Timur, lalu menyerukan boikot terhadap Chavez. Para oposisi itu mengeluarkan perintah mogok kerja nasional tanpa batas waktu. Padahal itu adalah kerjaan para bos yang mengatasnamakan rakyat. Manajer-manajer dan direktur-direktur perusahaan minyak negara yang kaya raya  serentak menggerakkan sabotase terhadap industri. Mereka ingin melumpuhkan negara, seolah-olah rakyat menentang Chavez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita dusta soal Venezuela bergelora di dunia.  Media internasional penyambung lidah kebijakan politik Amerika juga punya andil. Berita yang beredar adalah telah terjadi mogok kerja umum di Venezuela menolak rezim otoriter yang sudah tidak populer. Kelompok itu mendompleng demokrasi untuk menghantam Chavez. Jaringan televisi RCTV dan Globovision digunakan untuk menyokong misi mereka dan menghantam kekuasaan Chavez lewat liputan yang  manipulatif dan sepihak.&lt;br /&gt;Jeremy Dear, Sekretaris Jendral British National Union of Journalists, dan sejumlah pemimpin penting serikat buruh di Inggris menyambut baik rencana Alan Woods. Kampanye ini dengan cepat menjalar ke negara-negara di Eropa, Amerika Utara, Asia, dan Afrika. Lebih dari 30 negara bersolidaritas untuk Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan Woods adalah aktivis organisasi International Marxist Tendency. Organisasi ini mengeluarkan situs In Defence of Marxist dan Woods sebagai editornya. Organisasi ini sudah ada di 34 negara. Mereka mendukung gerakan sosialisme di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara dengan Humania del Sur, Alan Woods mengatakan bagaimana kita bisa berbicara mengenai kemerdekaan media, ketika semua media dimiliki oleh segelintir orang kaya seperti Rupert Murdoch? "Apa yang disebut kemerdekaan berekspresi di Inggris dan Amerika hanyalah guyonan dengan selera yang sangat rendah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya di Amerika Latin sudah ada Televisi Pan Amerika Latin, Telesur. Ia adalah media alternatif untuk melawan dominasi kekuasaan media imperialis macam CNN dan sejenisnya. Telesur mengudara atas inisiatif Presiden Huge Chavez yang merangkul Venezuela, Kuba, Argentina, Bolivia, Ekuador, Nikaragua, dan Uruguay. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana di Indonesia?&lt;br /&gt;"Meski tidak seperti media-media barat yang jelas-jelas mendistorsi kenyataan di Venezuela, media di Indonesia belum objektif menyikapi fakta politik di Venezuela, ," tutur Jesus Syaiful Anam, koordinator Hands off Venezuela-Indonesia. Menurut dia, media barat itu macam CNN dan BBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini pemberitaan soal Venezuela di media-media di Indonesia lebih banyak diambil dari media-media internasional macam Reuter, The Associated Press atau AP. Bisa dipahami, karena cara kerja seperti ini lebih mudah dan murah, ketimbang mengirim wartawan ke lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Media-media di bawah kekuasaan kapitalisme kan seperti industri yang cari untung," lanjut Anam. "Sekalipun ada keberpihakan media terhadap rakyat, tetap saja itu semua sudah diperhitungkan berdasarkan keuntungan bisnis." Farid Gaban yang menyaksikan acara itu berpendapat, dalam lingkungan kapitalisme, media cenderung dipandang sebagai industri semata, sehingga makin jauh meninggalkan hakikat awalnya sebagai lembaga publik. Bekas  wartawan majalah Tempo kini bekerja untuk Pena Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga tak sepenuhnya membenarkan bahwa sistem kapitalisme serta merta menumbuhkan demokrasi dan partasipasi politik publik yang kuat lewat media yang bebas. Media di Amerika Serikat yang dianggap matang, profesional, kritis, dan independen mengapa gagal mencegah pemerintahnya melakukan agresi dan teror ke Irak? "Kenapa media tidak bisa menangkal, justru mengamini kebohongan pemerintah George Bush tentang alasan utama menyerbu Irak? Kenapa media gagal meyakinkan publik Amerika untuk tidak memilih lagi George Bush, presiden terburuk sepanjang sejarah negeri itu?" ucap Farid mempertanyakan sikap media di Amerika yang sering dianggap kritis dan independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia juga begitu, malah lebih parah. Di negara-negara maju macam Amerika dan Inggris, perlawanan terhadap dominasi media kapitalis digandeng dengan tumbuhnya media-media alternatif dan berhaluan kiri. Sejak Orde Baru mengambil kekuasaan, dunia jurnalisme mengalami titik terburuk. Tak ada kebebasan informasi. Semua yang bertentangan dengan kepentingan pemerintah dihabisi. Nilai bahasa juga menjadi kacau di bawah kekuasaan Soeharto. Media diarahkan untuk berpihak pada pemerintah. Sensor diperketat. Informasi publik disajikan sesuai resep pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu berlangsung selama puluhan tahun. Generasi Indonesia tumbuh dalam lingkungan semacam itu. Masih ingat bagaimana Orde Baru mengharamkan segala sesuatu yang berhubungan dengan marxisme? Itu masih berlangsung sampai sekarang. Itulah sebabnya wacana kiri menjadi sangat menakutkan. Juga di lingkungan media dan jurnalistik. Takut dicap kiri, tidak independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wartawan Indonesia, Andreas Harsono, menempuh pendidikan jurnalistik di Amerika. Pernah juga bekerja di beberapa media internasional. Melihat media di Indonesia yang tumbuh di lingkungan kapitalisme, dia menilai mereka sangat buruk. Dia menilai pemahaman wartawan soal kapitalisme, sosialisme, maupun pemikiran politik lain tidak proporsional. "Dia harus mengerti analisis kelas. Dia juga harus belajar soal konflik etnik, agama, dan sebagainya. Kalau hanya diarahkan guna melayani kepentingan modal, saya kira si wartawan akan kesulitan untuk melihat realita masyarakat yang sesungguhnya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari ini praktis kita makin sulit melihat media yang berhaluan sosialisme sejak rezim Soeharto menghantam golongan kiri, termasuk media mereka, pada 1965-1966. Hari ini kebanyakan media di Pulau Jawa, terutama pada konglomeratnya, punya pandangan pentingnya modal dalam menjalankan kehidupan masyarakat," lanjutnya. Saya menghubungi Andreas melalui email. Dia kini mengelola Yayasan Pantau, lembaga yang berkonsentrasi pada persoalan media dan meningkatkan mutu jurnalisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelewengan informasi soal Venezuela begitu cepat dan beragam. Zely Ariane, juru bicara Hands off Venezuela-Indonesia, merasakan dampaknya. Perempuan muda ini keberatan atas perilaku politisi Indonesia yang menggunakan Venezuela sebagai barang dagangan untuk menarik simpati saja. Seolah-olah tentara tulang punggung perubahan. Kita tahu, Hugo Chavez seorang tentara revolusioner. Lebih membahayakan lagi jika para politisi menggunakan alasan bahwa menyejahterakan rakyat tidak harus dengan jalan demokrasi. "Mengerikan," ujar Zely. Apalagi itu disiarkan oleh media-media di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, menurut Zely, tidak ada partai politik yang berpihak pada pembebasan rakyat miskin, sebagaimana diungkapkan Chavez, bahwa pembebasan rakyat miskin satu-satunya cara untuk membangun sebuah bangsa. Hands off Venezuela bagian kecil dari upaya membangun perubahan itu. Mereka, orang-orang yang membela Venezuela, merasa saudara senasib di bagian bumi mana pun mereka berada. Semangat di Indonesia disambut jutaan rakyat di Amerika Latin. Mereka bersorak menyambutnya (lihat di situs rumahkiri.net dan aporrea.org).Kemunculan ini diberitakan di TV Telesur di Amerika Latin dan ditayangkan di lebih dari 15 negara. Rakyat Amerika Latin mengetahui di Indonensia ada dukungan bagi mereka. Mereka tidak sendirian rupanya. (E4)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-8724955302910721374?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/8724955302910721374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=8724955302910721374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8724955302910721374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8724955302910721374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/05/para-pembela-venezuela.html' title='Para Pembela Venezuela'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-8252591631872869098</id><published>2008-04-26T23:21:00.000+07:00</published><updated>2008-04-26T23:22:58.431+07:00</updated><title type='text'>Chavez memperingatkan bahwa "Bolivia berada di tepi peledakan"</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;http://boliviarising.blogspot.com/2008/04/chavez-warns-that-bolivia-is-on-verge.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Caracas - Presiden republik, Hugo Chavez, memperingatkan bahwa "Bolivia berada di tepi peledakan" dan mengakui bahwa itu adalah alasan utama di belakang digelarnya KTT luar biasa Alternatif Bolivarian untuk Amerika (ALBA).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;"Adalah imperium yang menginginkan Bolivia meledak. Adalah kaum fasis kanan yang tidak menginginkan dialog atau apa pun. Mereka hanya mau perang untuk menendang presiden (Evo) Morales", kata Chavez melalui telepon dalam program Dando y Dando, di Venezolana de Television.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kepala negara menuduh sang "imperium" hendak mengulang di Bolivia format sama yang digunakannya di Venezuela lima tahun lalu dengan kerjasama faktor-faktor lokal. "Inilah ide gila fasisme, dari kaum Kanan ekstrim, yang digenggam oleh tangan berdarah imperium sekali lagi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Walau begitu, Chavez berharap agar KTT luar biasa ALBA dapat berguna untuk Bolivia. "Kami beraksi untuk mencoba dan menghindari, dari luar dan dengan rendah hati, apa yang bagi banyak orang terlihat sebagai hal yang tak terhindarkan dalam tahap permainan ini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ia menginformasikan bahwa wakil presiden Kuba, Carlos Lage sudah berada di Venezuela untuk berpartisipasi dalam pertemuan; sementara kepala negara Bolivia, Evo Morales dan Nikaragua, Daniel Ortega, akan tiba dalam beberapa jam ke depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Diterjemahkan dari El Universal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-8252591631872869098?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/8252591631872869098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=8252591631872869098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8252591631872869098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/8252591631872869098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/04/chavez-memperingatkan-bahwa-bolivia.html' title='Chavez memperingatkan bahwa &quot;Bolivia berada di tepi peledakan&quot;'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-946387126938841099</id><published>2008-04-26T23:20:00.000+07:00</published><updated>2008-04-26T23:21:50.939+07:00</updated><title type='text'>Pabrik-pabrik yang Dijalankan Buruh: Dari Bertahan Hidup hingga Solidaritas Ekonomi*</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;oleh Raul Zibechi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik-pabrik yang 'diselamatkan' (recovered) oleh para buruhnya merupakan respon dari dua dekade neoliberalisme dan deindustrialisasi. Dalam suatu gerakan yang tak pernah ada sebelumnya di Amerika Latin, buruh telah mengambil kendali langsung produksi dan operasi tanpa pengusaha - dan bahkan kadang tanpa pengawas (foremen), teknisi, atau spesialis - di 200 pabrik dan tempat kerja di Argentina, sekitar 100 di Brazil dan lebih dari 20 di Uruguay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi para buruh ini bukanlah hasil dari perdebatan ideologis melainkan dari kebutuhan mendesak. Penutupan massal terhadap pabrik dan perusahaan yang memasok pasar domestik memicu sejumlah buruh untuk mencegah setidaknya beberapa pabrik-pabrik ini agar tidak menjadi gudang-gudang yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun gerakan buruh yang baru ini bersifat heterogen, banyak permasalahan yang dihadapinya biasa ditemukan dalam serangkaian luas pabrik-pabrik di berbagai sektor produktif. Ini meliputi isu-isu legal untuk memperoleh pengakuan terhadap kepemilikan pabrik, menjamin pasokan bahan baku, ketiadaan modal kerja (working capital), penjualan hasil produksi (product marketing), dan kesulitan teknis yang muncul dari mesin-mesin yang usang atau larinya (exodus) para teknisi dan manajer. Problem-problem demikian telah ditangani dan sering kali diselesaikan oleh para buruh sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubarnya kediktatoran militer (1983 di Argentina, 1985 di Uruguay dan Brasil) telah melahirkan rejim-rejim demokratik, tapi pemerintah-pemerintah ini sejak awal sangat terkungkung oleh struktur ekonomi, politik, dan sosial warisan periode otoriter tersebut. Warisan ini - dikarakterkan dengan hutang luar negeri yang besar - menyebabkan pemerintahan-pemerintahan tersebut menyetujui berbagai rekomendasi yang ditekankan oleh "Konsensus Washington". Perubahan ini meliputi penarikan regulasi ekonomi dan pelucutan negara kesejahteraan yang lemah yang telah dibangun dalam negeri-negeri di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula pada 1990, deregulasi finansial dan ekonomi, privatisasi dan penurunan tarif proteksi dan subsidi, menyebabkan banyak pabrik tutup. Kebijakan ini mengakibatkan pengangguran bagi banyak buruh dan semakin buruknya kondisi kerja bagi mereka yang masih bekerja. Ketika pembatasan impor ditanggalkan, terbukalah pintu bagi membanjirnya produk impor, dan industri lokal sering kali tak dapat bersaing. Yang mendapat pukulan paling parah adalah perusahaan kecil dan sedang yang memasok pasar domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutupan massif terhadap perusahaan-perusahaan ini hanyalah satu aspek dari restrukturisasi produksi secara mendalam yang dilaksanakan pada tahun 1990an. Sementara itu, sektor-sektor industri terdepan menjadi sangat terkonsentrasi. Ini memperparah pengangguran dan segera menjadi sifat struktural permanen dari ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses deindustrialisasi di Argentina, Uruguay dan Brasil diikuti oleh pertumbuhan baru yang didasarkan pada penyederhanaan strategi produksi dan transformasi pengorganisiran kerja secara teknik dan sosial. Restrukturisasi tak hanya meningkatkan tingkat pengangguran - menjadi 10% dalam populasi yang aktif secara ekonomi dalam hampir seluruh negeri Amerika Latin, dan di atas 20% pada akhir dekade di Argentina. Itu juga menyebabkan buruh yang di-PHK tidak dipekerjakan kembali dalam pabrik-pabrik terotomatisasi dan terobotisasi yang telah dimodernisasi, karena mereka tak memiliki pelatihan yang diperlukan bagi posisi-posisi baru di pabrik-pabrik tersebut. Lebih lagi, modernisasi jenis ini memperparah kecenderungan eksklusi sosial dan isolasi terhadap kaum miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi banyak buruh, penutupan perusahaan tempat mereka bekerja telah mengutuk mereka ke dalam kehidupan yang terpinggirkan. Ini sangat benar bagi buruh di atas usia 40, yang memiliki kesempatan sangat tipis untuk memasuki kembali pasar tenaga-kerja formal. Pengangguran bukan hanya berarti kehilangan pendapatan tapi juga kehilangan jaminan seperti asuransi kesehatan, dana pensiun dan perumahan. Ini menjelaskan kenapa beberapa buruh memilih untuk berjuang menyelamatkan sumber pekerjaan mereka; yakni, tetap mengoperasikan pabrik bahkan tanpa pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Brasil, gerakan penyelematan pabrik mendahului upaya-upaya serupa di Argentina dan Uruguay. Pada 1991, Calzados Makerly di Sao Paulo menutup pintunya dan menghilangkan 482 pekerjaan yang langsung. Dengan dukungan Serikat Buruh Sepatu, Departemen Studi dan Statistik Inter-Serikat Buruh, dan para aktivis akar-rumput (grassroots), para buruh Calzados meluncurkan suatu proses menuju produksi yang dikelola buruh (workers-managed production).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1994, Asociacao Nacional dos Trabalhadores em Empresas de Autogestao (Asosiasi Nasional Usaha-Usaha yang Dikelola Buruh, ANTEAG) dibentuk untuk mengkoordinasikan respon-respon kreatif yang muncul di awal krisis industrial. ANTEAG saat ini bermarkas di enam negara bagian dan berupaya mendukung proyek-proyek yang dikelola buruh dengan cara menghubungkan mereka dengan berbagai inisiatif organisasi non-pemerintah dan pemerintah negara bagian maupun kotapraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memecahkan masalah serius pendanaan gerakan adalah salah satu tugas terpenting asosiasi tersebut. ANTEAG kini bekerjasama dengan 307 proyek koperasi yang dikelola buruh dengan mempekerjakan 15.000 pekerja; 52 di antarnya adalah perusahaan yang diselamatkan oleh para buruhnya. Perusahaan yang dikelola buruh dapat ditemukan dalam semua cabang industri dari pertambangan mineral (Cooperminas, contohnya, memiliki 381 buruh) hingga tekstil (sejumlah banyak perusahaan kecil, hampir seluruhnya dioperasikan oleh perempuan) dan layanan pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTEAG melihat pengelolaan buruh (worker management) sebagai suatu model organisasional yang mengkombinasikan kepemilikan kolektif terhadap alat-alat produksi dengan partisipasi demokratik dalam pengelolaan. Model tersebut juga berarti otonomi, yang oleh karenanya para buruh bertanggungjawab terhadap pengambilan keputusan dan kendali perusahaan. Model otonomi mengurangi dipekerjakannya manajer-manajer profesional, dan bila mempekerjakan kaum profesional, mereka harus selalu di bawah kontrol kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argentina telah menempuh jalan berbeda dalam hal pabrik yang dijalankan buruh. Di sana, gerakannya muncul saat puncak krisis ekonomi negeri itu dan berkembang maju dengan sangat cepat. Pembentukan usaha-usaha tersebut di Argentina dihubungkan dengan pengalaman akar-rumput dalam gerakan perlawanan yang lahir dari krisis. Gerakan pabrik-pabrik yang dijalankan buruh tumbuh dari kombinasi antara upaya buruh mempertahankan pekerjaannya, organisasi di antara kelompok-kelompok kelas menengah (kaum profesional, pegawai, teknisi) di majelis-majelis pemukiman (neighbourhood assemblies), dan pertemuan-pertemuan buruh pengangguran terorganisir yang dikenal dengan piqueteros. Semua kelompok ini terus memajukan tuntutan dan proposal mereka masing-masing, sambil membangun hubungan dengan usaha-usaha yang dijalankan buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas besar pabrik-pabrik yang diselamatkan di Argentina adalah yang berukuran kecil atau sedang, dan sebagian besar dirugikan oleh liberalisasi ekonomi yang diterapkan pemerintahan Carlos Menem pada tahun 1990an. Mereka menjangkau sektor yang amat luas: lebih dari 26% adalah industri metalurgi, 8% manufaktur perangkat listrik. Perusahaan percetakan, transportasi, pemrosesan makanan, tekstil, gelas dan kesehatan masing-masing mewakili di bawah 5%. Setengah dari jumlah tempat kerja tersebut telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun dan, ketika diambil alih oleh para buruh, rata-rata mempekerjakan 60 karyawan. Hanya 13% memiliki lebih dari 100 pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 71% pabrik yang dijalankan buruh mendistribusikan pendapatannya secara egalitarian (buruh pembersih [janitor] mendapat bagian sama dengan pekerja berketrampilan tinggi), dan hanya 15% melanjutkan kebijakan upah yang diterapkan sebelum pendudukan pabrik. Meskipun proses penyelamatan pabrik dimulai pada pertengahan 1990an, dua pertiga dari perusahaan tersebut diambil-alih pada tahun-tahun kataklismik sosial 2001 dan 2002. Ini menggarisbawahi hubungan dekat antara gerakan perlawanan akar-rumput terhadap krisis ekonomi dan pengambil-alihan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh dari 10 pabrik diselamatkan hanya setelah pertarungan sengit - pengambil-alihan secara fisik dalam hampir setengah jumlah kasus dan "acampadas en la puerta" (pendudukan berkepanjangan di gerbang-gerbang pabrik) dalam 24% kasus. Dalam kasus-kasus ini, pendudukan paksa bertahan rata-rata selama lima bulan, yang menunjukkan intensitas konflik yang dijalani para buruh sebelum memenangkan kendali pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey menunjukkan bahwa pabrik-pabrik yang menjalani konflik intens dan panjang adalah yang paling cenderung menerapkan distribusi pendapatan secara egalitarian dan mengambil bagian dalam majelis-majelis pemukiman dalam pemukiman kelas menengah. Hanya 21% perusahaan yang diselamatkan mempertahankan para pengawas (foremen) mereka yang lama, dan hanya 44% mempekerjakan personil administrasi mereka. Maka, lebih dari setengah pabrik-pabrik yang direbut memulai produksinya dengan hanya  kerja-kerja manual. Terlepas dari pertempuran sengit dan seringkali melelahkan untuk memenangkan kendali pabrik, tempat-tempat kerja tempat berlangsungnya pertempuran sengit menunjukkan tingkat kesuksesan tertinggi - rata-rata 70% kapasitas keluaran digunakan dalam pabrik-pabrik ini dibandingkan dengan 36% di pabrik bertingkat konflik rendah. Serupa dengan itu, fasilitas-fasilitas yang ditinggalkan oleh para supervisor dan pengelola menggunakan kapasitas produktif yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih melibatkan supervisor dan pengelola (70% versus 40%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan sekilas terhadap beberapa pengalaman spesifik mengungkapkan salah satu aspek paling menarik dari gerakan di Argentina - hubungan erat yang dibangun antara para buruh di perusahaan yang diselamatkan, warga terorganisir dalam majelis-majelis pemukiman dan kelompok-kelompok piquetero. Melalui berbagai bentuk kolaborasi erat, para buruh berhasil memperluas jaringan mereka hingga melampaui lantai pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua usaha yang diselamatkan - Chilavert (rumah grafis) dan El Aguante (pembuatan roti) - mampu bertahan berkat peran kepemimpinan yang dimainkan oleh majelis-majelis pemukiman dalam mengambil alih fasilitas. Pada akhir Mei 2002, para pengelola Chilavert, berlokasi di wilayah Pompeya di Buenos Aires, menelpon polisi untuk mengusir para buruh yang menduduki pabrik. Majelis Kerakyatan Pompeya, maupun berbagai majelis dan kelompok warga lainnya, melibatkan diri dengan menyerukan pertemuan untuk mendiskusikan masalah ini dan kemudian mengkomunikasikan via telefon atau omongan mulut untuk mengirimkan kelompok-kelompok pemukiman untuk mendukung para buruh dalam berulang kali upaya pengusiran. Situasi serupa muncul di pabrik-pabrik lain. Dalam banyak kasus, aliansi antara buruh dan warga pemukiman terbukti krusial, baik dalam hal warga yang terorganisir dalam majelis atau yang secara formal tidak terorganisir sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panificadora Cinco (sebagaimana Koperasi El Aguante dikenal sebelumnya) ditutup pada bulan Oktober 2001, 80 karyawannya di-PHK tanpa uang tunjangan. Pada April 2002, majelis pemukiman Carapachay demi mencari cara mendapatkan roti murah membangun hubungan dengan suatu kelompok beranggotakan 20 buruh yang di-PHK oleh pabrik pembuat roti tersebut. Setelah suatu pertemuan bersama, warga dan mantan buruh mengambil alih pabrik. Selama 45 hari mereka melawan percobaan pengusiran, sementara warga sekitar dan buruh mendirikan tenda di luar pabrik dalam sebuah aguante (secara longgar ditejemahkan sebagai "daya tahan"). Mereka akhirnya berhasil memenangkan kepemilikan pabrik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solidaritas oleh warga lingkungan memainkan peran menentukan: anggota majelis, piqueteros dan aktivis kiri yang bertugas patroli keamanan menyelenggarakan tiga festival: aksi jalan di barrio, kecaman publik terhadap pemilik, upacara May Day, temu wicara, perdebatan dan aktivitas budaya. Meskipun ini suatu pengecualian (exceptional), kasus ini mengungkap bagaimana suatu perjuangan sosial dapat menarik garis teritori baru, membangun hubungan antara sektor masyarakat yang sebelumnya saling tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus perusahaan metalurgi IMPA, organisasi buruh membantu konsolidasi kelompok pemukiman sekitar dan merekatkan aliansi yang lebih kuat di antara keduanya. Pabrik yang dijalankan pegawainya itu mendapat dukungan warga sekitar bahkan sebelum para buruhnya mengorganisir majelis di zona itu. Kemudian para buruh berkeputusan membuat suatu pusat budaya sebagai upaya merangkul komunitas sekitar dan membangun solidaritas dengan gerakan sosial dan warga lingkungan. Pusat tersebut merupakan suatu keberhasilan dan membuka jalan bagi upaya yang kini ditempuh oleh pabrik-pabrik lainnya yang diselamatkan, yang para buruhnya menyadari pentingnya melepaskan diri dari isolasi dalam pabrik dan gudang-gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara serupa, di tengah-tengah konflik di suatu koperasi roti bernama Harapan Baru, sebuah kelompok yang terdiri dari anggota majelis pemukiman, para psikologis yang memiliki hubungan dengan majalah Topia, dan artis-artis lokal membawa suatu proposal ke hadapan majelis buruh untuk mendirikan suatu pusat seni dan budaya untuk menggalang dukungan warga pemukiman dan mengangkat profil sosial koperasi tersebut. Kini pusat budaya tersebut menyelenggarakan pelatihan harian di bidang musik, teater, tari, sandiwara boneka, sastra dan pertamanan; menawarkan resital dan sandiwara; menayangkan film-film pilihan untuk dewasa maupun anak-anak; dan mengorganisir konferensi bagi para intelektual ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh ini mendemonstrasikan salah satu karakteristik unik gerakan buruh: masih sebagai benih namun membesar dan menyebarkan akar-akar teritorial. Hubungan antara usaha-usaha yang dijalankan buruh dan majelis pemukiman menunjuk kepada minat masyarakat yang semakin besar dalam berkomitmen mensukseskan perusahaan tersebut dan juga kepada tekad para buruh untuk menjangkau ke luar gerbang pabrik dan merasa sebagai bagian dari gerakan sosial yang lebih luas. Dalam beberapa kasus, ini dimanifestakan oleh komitmen pabrik untuk mempekerjakan warga lingkungan yang menganggur untuk mengisi lowongan pekerjaan. Maka, dengan menjaga aktivisme komunitas, membangun kembali ikatan sosial dan bergerak menuju "teritorialisasi" perjuangan, gerakan penyelamatan-pekerjaan (job-recovery movement) berupaya menangani permasalahan yang dihadapinya: hubungan antara operasi yang dikelola pegawai dengan pasar lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solidaritas bermula ketika muncul kolaborasi antara warga sekitar (bertindak secara individual atau melalui majelis),  pabrik-pabrik yg dijalankan buruh, kelompok-kelompok mahasiswa dan piqueteros. Ketika suatu pabrik mulai beroperasi di bawah kendali buruh, solidaritas ini biasanya mengambil dua jalan: itu dapat terinstitusionalkan lewat organisasi yang besar dan stabil seperti ANTEAG di Brasil, atau, sebagaimana yang terjadi di tempat-tempat kerja di Argentina, hubungan horizontal dapat terjalin dengan inisiatif lainnya, seperti pusat budaya di pabrik-pabrik atau inisiatif yang menyangkut kebutuhan gerakan secara keseluruhan, khususnya mengenai hubungannya dengan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brasil telah mengembangkan suatu gerakan lebar yang dihubungkan dengan solidaritas ekonomi, dengan seluruh jaringan distribusi hasil produksi dibuat oleh kaum tani tanpa tanah (landless peasants) dan koperasi produksi. Di Argentina, hubungan ini telah terbirokratisasi tapi kini lahir kembali di tingkat akar-rumput. Di puncak krisis ekonomi, jaringan barter tumbuh secara eksponensial, pernah hingga melibatkan dua sampai lima juta rakyat. Meskipun gerakan barter kemudian menurun, ia berkontribusi terhadap perdebatan tentang bagaimana menjalankan perdagangan di luar pasar monopolistik. Pengalaman baru yang dikembangkan di Argentina berupaya menghindari pembentukan struktur besar yang melebihi kontrol kolektif akar-rumput dan sebaliknya lebih memilih hubungan "muka ke muka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul protes massa pada 19 dan 20 Desember 2001 yang berujung pada kejatuhan Presiden Argentina Fernando de la Rua. Hubungan produksi antara pabrik-pabrik yang terselamatkan, piqueteros, kaum tani dan majelis pemukiman telah berlipat ganda. Sifat umum dari sektor-sektor dan gerakan sosial ini adalah bahwa mereka cenderung memproduksi untuk kebutuhan mereka sendiri. Kelompok seperti piqueteros menanam tanaman, memanggang roti dan memproduksi barang-barang lainnya, dan sebagian mendirikan peternakan babi dan kelinci atau penangkaran ikan. Sejumlah majelis lingkungan memanggang roti, memasak makanan, menyediakan produk-produk kebersihan dan kosmetik, atau berkolaborasi dengan cartoneros (orang yang hidup dari memulung dan mendaur ulang sampah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa majelis warga melakukan kerja-kerja menarik yang mengaburkan pemisah antara produsen dan konsumen. Terdapat 67 majelis kerakyatan di Buenos Aires dan lebih dari setengahnya bersifat otonom dan terkoordinasikan di tingkat teritorial. Sektor ini secara aktif menjunjung perdagangan adil (fair trade) dan solidaritas melalui konsumsi yang cermat. Beberapa aktivitas komersial juga telah menumbuhkan berbagai upaya lintas sektor: produsen di pedesaan, piqueteros, anggota majelis dan buruh pabrik yang terselamatkan mulai menjalin ikatan langsung tanpa mediasi pasar. Dalam satu sisi, upaya experimental ini memulihkan sifat asli pasar, yang digambarkan oleh Fernando Braudel dan Immanuel Wallerstein sebagai berkarakter transparan, berprofit sedang, kompetisi terkendali, kebebasan, dan di atas segalanya, dalam wilayah "rakyat biasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengalaman mendemonstrasikan prinsip-prinsip tersebut dalam prakteknya: Palermo, di pinggiran Buenos Aires, menyelenggarakan pameran perdagangan adil selama dua hari tiap minggu dengan menggelar lebih dari 100 stan. Pameran itu hanya menjual produk yang dibuat oleh majelis pemukiman, kelompok piquetero dan pabrik-pabrik yang diselamatkan. Barang yang dijual meliputi tas yang dibuat dari bahan bekas, alat-alat pembersih, roti, popok, komputer daur ulang, kertas daur ulang, pasta buatan tangan, kerajinan tangan dan selai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam contoh lainnya, buruh dan warga berkolaborasi dalam produksi dan distribusi satu merek yerba mate (teh yang populer di wilayah tersebut) yang dikenal sebagai Titrayju (akronim untuk Tierra, Trabajo, y Justicia, atau Tanah, Buruh, dan Keadilan). Teh ini diproduksi oleh suatu organisasi produsen rural kecil di Argentina utara yang bernama Gerakan Agraria Misiones. Pengoperasiannya telah menghindari eksploitasi perantara pada tahun lalu dengan bermitra dengan 30 majelis pemukiman yang menjual dan mendistribusikan teh itu secara langsung di Buenos Aires, dengan dibantu piqueteros dan organisasi akar-rumput lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan ruang kreatif yang dibuka oleh aksi-aksi protes menentang krisis ekonomi Argentina, Koperasi Majelis (Cooperativa Asamblearia) didirikan pada 2004 oleh majelis di pemukiman berpenghasilan menengah dan menengah-atas di Nunez dan Saavedra. Majelis itu pertama-tama memulai dengan pembelian oleh komunitas (community purchasing), kemudian mengorganisir suatu koperasi yang mendistribusikan berbagai produk dari lima pabrik yang terselamatkan, sebuah koperasi agraria dan beberapa majelis pemukiman lainnya. Hal serupa juga sedang dilakukan oleh mantan pegawai El Tigre, sebuah supermarket yang dikelola buruh di kota Rosaria yang menjual produk-produk dari pabrik-pabrik terselamatkan di seluruh negeri maupun dari kebun-kebun komunitas dan petani kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun gerakan di Argentina masih dalam tahap awalnya, ia telah menciptakan bentuk-bentuk pemasaran baru yang melampaui pengaturan barter yang mengawalinya. Guna dari barter adalah untuk menciptakan suatu alat penukar yang dapat memfasilitasi suatu sistem ekonomi alternatif yang masif. Upaya baru ini, di sisi lain, memproritaskan kriteria etik dan politik sehubungan dengan bagaimana barang-barang diproduksi dan dipasarkan, dan mereka berupaya menutup jurang antara produsen dan konsumen dengan mempromosikan hubungan langsung, dari muka-ke-muka. Koperasi Majelis, contohnya, berupaya "mempromosikan produksi, distribusi, pemasaran, dan konsumsi barang dan jasa dari pabrik-pabrik yang dikelola buruh, yakni, produk yang merupakan buah hasil kerja kepemilikan kolektif buruh," menurut sebuah brosur yang memperkenalkan Koperasi itu. Tiga prinsip dasar yang memandu aksi-aksi kelompok itu: produksi yang dikelola buruh, konsumsi yang bertanggung jawab dan perdagangan adil. Prinsip-prinsip ini membentuk bagian dari ekonomi solidaritas yang diupayakan pembangunannya oleh usaha-usaha yang dijalankan buruh dan organisasi pemukiman untuk melepas ketergantungan mereka terhadap pasar dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Naskah Asli dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raul Zibechi, "Worker-Run Factories: From Survival to Economic Solidarity," (Silver City, NM: International Relations Center, August 1, 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diterjemahkan ke Bahasa Inggris untuk International Relations Center (IRC) oleh Laura Carlsen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Komentar penerjemah (Data B): &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tulisan ini mendeskripsikan gerakan pendudukan (penyelematan) pabrik di Argentina saat puncak krisis ekonomi-politik dan Brasil pada saat kemerosotan ekonomi di mana - berbeda dengan kasus Venezuela - pemerintah tidak secara terbuka mendukung gerakan tersebut sehingga keberlangsungannya menjadikan solidaritas dan kerjasama antar sektor rakyat lainnya, bukan sekedar buruh, sebagai faktor yang sangat menentukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-946387126938841099?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/946387126938841099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=946387126938841099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/946387126938841099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/946387126938841099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/04/pabrik-pabrik-yang-dijalankan-buruh.html' title='Pabrik-pabrik yang Dijalankan Buruh: Dari Bertahan Hidup hingga Solidaritas Ekonomi*'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-5646535886187279752</id><published>2008-04-26T23:17:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T23:19:59.271+07:00</updated><title type='text'>Venezuela: Melawan Logika Globalisasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;oleh Steve Ellner,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;diterbitkan dalam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;NACLA Report of the Americas, Empire &amp;amp; Dissent; Vol. 39 No. 2 September/October 2005 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemampuan presiden Hugo Chavez untuk terus-menerus menjalankan berbagai reformasi signifikan di tengah permusuhan AS dan oposisi domestik dukungan AS memberikan pengaruh penting bagi perjuangan progresif di Amerika Latin. Kesuksesan Chavez meletakkan keraguan pada pandangan bahwa dalam dunia kapitalisme global saat ini tidak mungkin lagi bagi negeri-negeri Amerika Latin dan Karibia untuk secara efektif melawan tatanan neoliberal "pasar-bebas".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Persyaratan berbasis-pasar yang berkelanjutan bagi segala bantuan ekonomi  (termasuk penghapusan hutang) dari Amerika Serikat dan institusi keuangan internasional dominasi AS mungkin memperkuat pandangan bahwa "tidak ada alternatif" terhadap kebijakan pasar-bebas, sebagaimana terkenal dicetuskan oleh Thatcher. Tapi pengalaman Chavez bertentangan dengan diktum Thatcher dan mengangkat pertanyaan menarik tentang apakah jalan Venezuela dapat dipraktekkan di negeri-negeri Amerika Latin dan Karibia lainnya. Naiknya berbagai pemerintahan kiri-tengah ke kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir di Argentina, Brasil dan Uruguay menjadikan pertanyaan ini dalam sorotan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejak awal sasaran kunci Chavez adalah untuk mencapai - dan mempertahankan - kekuasaan negara untuk mendorong perubahan radikal. Untuk tujuan itu, ia membangun partai politik terbesar di negeri itu, Gerakan Republik Kelima (MVR), yang telah memerintah sejak 1998 dengan beraliansi dengan partai-partai kiri yang lebih kecil. Sebelum berkuasa, ia mengkritik Fransisco Arias Cardenas, orang kedua pemegang komando dalam kudeta militer gagal yang dipimpinnya pada 1992, karena mengincar jabatan gubernur negara bagian pada 1995 bukannya berkonsentrasi mencapai kekuasaan nasional. Sebagai respon jalan lokal yang dipilih Arias, Chavez menyatakan, "Merebut kekuasaan melalui jabatan walikota atau gubernur untuk memiliki panggung bagi kemajuan-kemajuan lebih jauh adalah kebohongan yang akan selalu menenggelamkanmu ke dalam rawa-rawa."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Gebrakan radikal aksi-aksi Chavez sejak kemenangan elektoral awalnya pada 1998 melampaui keumuman dan diskursus. Memang, banyak program reformasi dan aksinya telah merongrong kepentingan ekonomi kaum berkuasa Venezuela dan kelompok-kelompok transnasional. Pemerintahan MVR, contohnya, telah menahan laju dari skema yang dijalankan oleh pendahulu neoliberal Chavez yang berpihak pada privatisasi jaminan sosial, industri aluminum dan industri minyak yang teramat penting. Alokasi dana pemerintah berpihak pada kaum miskin dan dengan signifikan menaikkan persentase anggaran nasional untuk pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan kredit bagi unit usaha berskala kecil. Lebih jauh lagi, peran aktivis Venezuela di OPEC dalam setahun pertama pemerintahan Chavez, melebihi negara anggota lainnya, berperan mengembalikan harga minyak ke tingkat tahun 1970an. Dan akhirnya, sejak awal 2005 "Komisi Intervensi" yang ditunjuk Chavez telah memeriksa kembali legalitas surat-surat kepemilikan tanah pertanian, dengan demikian mengancam kaum pemilik tanah besar dengan kehilangan kepemilikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Respon AS terhadap Chavez menyusul terpilihnya ia pada 1998 dipandu oleh kebijaksanaan konvensional saat itu mengenai keniscayaan kembalinya ia ke kebijakan neoliberal. Duta Besar AS John Maisto mendukung pendekatan garis-lunak dan berhasil meyakinkan Departemen Negara bahwa Chavez harus dinilai dari aksi-aksinya, secara tak langsung menyatakan bahwa retorika radikalnya tak akan menghasilkan apapun. Pada saat itu, tesis Maisto sepertinya dapat diterima. Memang, selama kampanye presidensialnya, Chavez harus melunakkan posisinya yang menyetujui moratorium pembayaran hutang luar negeri dan sebaliknya mengkonsentrasikan proposal untuk majelis konstituante yang akan menghasilkan perubahan politik internal dengan penulisan kembali Konstitusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selama dua tahun pertamanya menjabat, Chavez menekankan reformasi politik. Pada 2001, walau demikian, pemerintahan MVR mengesahkan rangkaian undang-undang dengan kandungan sosio-ekonomi yang signifikan, termasuk reformasi agraria dan sebuah undang-undang yang menjamin kepemilikan mayoritas negara dalam semua operasi industri minyak. Radikalisasi pemerintahan ini bersamaan dengan permulaan Administrasi Bush, dan pengerasan sikap global Washington menyusul 9/11. Perkembangan di AS ini membuat kaum oposisi Venezuela semakin berani, yang kini mengklaim bahwa hari-hari Chavez sebagai presiden telah dihitung. Keyakinan kaum oposisi terhadap tesis Thatcher tentang keniscayaan neoliberalisme bisa jadi telah mempengaruhi para pimpinannya untuk meremehkan Chavez dan berakibat bencana bagi mereka. Kesalahan kalkulasi ini terterjemahkan menjadi berbagai skema-skema gagal untuk mendepak Chavez tanpa rencana untuk menghadapi kekalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada 2002, sikap AS terhadap Chavez mulai bersinggungan dengan rencana partai-partai tradisional kaum oposisi yang selama itu mempertahankan sikap tak berkompromi. Dukungan Administrasi Bush pada kudeta singkat terhadap Chavez pada April 2002, persetujuannya terhadap pemogokan umum 10-minggu yang sama sia-sianya pada tahun itu dan upaya-upayanya yang lebih baru belakangan ini untuk mengisolasi Venezuela dari para tetangganya bukanlah sekedar reaksi terhadap reformasi-reformasi tertentu yang mengancam kepentingan ekonomi. Washington takut terhadap "efek demonstrasi," yakni pengaruh yang dapat disebabkan oleh contoh Venezuela terhadap negeri lain di benua tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Efek demonstrasi yang cukup berbeda telah berpihak pada Washington 10 tahun lebih awal dengan keruntuhan Uni Soviet. Para kampiun neoliberalisme dan globalisasi mengacu pada nasib sosialisme Soviet sebagai bukti nyata bahwa segala bentuk intervensi negara dalam ekonomi ditakdirkan gagal. Dengan meletakkan keraguan pada tiap kemungkinan yang dapat efektif menentang sistem kapitalisme global yang dominan, demonstrasi ini merugikan kaum kiri sedunia, apa pun pandangan mereka terhadap Uni Soviet. Ketakutan Washington adalah Venezuela Chavez dapat memberikan efek sebaliknya dengan mendemonstrasikan kemungkinan melawan model neoliberal dan mendirikan alternatif yang mampu bertahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pengaruh Chavez di hemisfer (belahan bumi, pen.) tersebut dapat dirasakan di tingkat rakyat maupun diplomatik. Ia telah menjadi pahlawan bagi jutaan rakyat Amerika Latin yang tak diistimewakan, yang mengagumi keberaniannya dan dengan cermat mencatat keberhasilan-keberhasilan politiknya. Beberapa aktivis dan pemimpin telah bereaksi serupa. Berbeda dengan reaksi bercampur terhadap pidato Lula pada Forum Sosial Dunia 2005 di Porto Alegre, Brasil, Chavez mendapat tepukan menggelegar. Chavez menekankan komitmennya pada perjuangan akar-rumput ketika ia mengatakan kepada massa: "Saya di sini bukan sebagai Presiden Venezuela...Saya hanya Presiden karena situasi-situasi tertentu. Saya Hugo Chavez dan saya seorang aktivis sekaligus revolusioner."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di tingkat diplomatik, Chavez telah berhati-hati untuk menghindari kesalahan Kuba pada tahun 1960an, ketika Fidel Castro berseru kepada kaum kiri dan rakyat kebanyakan di seluruh Amerika Latin, tapi dengan melakukan itu kehilangan strategi aliansi dengan pemerintahan yang ada. Akibatnya, Washington dapat mengisolasi Kuba dari komunitas bangsa-bangsa Amerika Latin. Dengan kontras, terlepas dari retorikanya yang berapi-api, Chavez menjaga hubungan baik dengan presiden-presiden berorientasi neoliberal seperti Vicente Fox di Mexico, Ricardo Lagos di Chile dan Alejandro Toledo di Peru, yang mana ketiganya segera menolak kudeta anti-Chavez pada 2002.  Chavez bahkan membantu Presiden Bolivia, Carlos Mesa, yang sedang susah payah bertahan sebelum dipaksa turun Juni lalu, dengan berseru kepada gerakan sosial Bolivia yang siap bertempur untuk membiarkannya menyelesaikan masa jabatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kepemimpinan dan inisiatif diplomatik Chavez dapat berpotensi membawa perubahan dramatik di Amerika Latin - tak diragukan lagi ini sumber keprihatinan bagi Washington. Kaum kiri telah mencatat kemajuan elektoral dalam beberapa tahun belakangan, dan kemenangan calon-calon kiri-tengah dalam pemilu presidensial di Bolivia, Ekuador, Meksiko dan Nikaragua dalam satu setengah tahun ke depan akan lebih jauh lagi merubah korelasi kekuatan di benua itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pergeseran politik seperti itu dapat menyebabkan aksi kolektif dalam berbagai lini (front) menurut garis yang telah ditarik oleh Chavez. Ia menyerukan pembentukan persekutuan hemisferik Amerika Latin - "Alternatif Bolivarian untuk Amerika" (ALBA) - sebagai alternatif terhadap Wilayah Perdagangan Bebas Amerika (FTAA) yang disponsori Washington. Chavez berpengaruh dalam membuyarkan rencana-rencana yang sejak lama dipupuk oleh Bush untuk mendirikan FTAA pada 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dukungan Chavez terhadap negosiasi kolektif hutang luar negeri Amerika Latin bahkan jauh lebih membahayakan kepentingan AS. Dalam hal ini, ia telah mendesakkan dalam berbagai konferensi internasional agar 10% pembayaran hutang luar negeri dialihkan kepada Dana Kemanusiaan Internasional yang akan menyediakan bantuan bagi program-program sosial tanpa menyertakan ikatan-ikatan neoliberal seperti biasanya. Chavez mendapat dukungan resmi bagi rencana pembentukan Dana ini pada KTT Presiden Ibero-Amerika yang digelar bulan November 2003.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bahkan dalam subyek yang lebih sensitif, Washington secara khusus memprihatinkan de-dolarisasi penjualan minyak internasional. Ekonomi AS disokong oleh penggunaan dolar secara khusus dalam pertukaran internasional dan sebagai cadangan mata-uang utama di dunia. Di bawah Chavez, Venezuela melangkahi dolar dengan menjalankan kesepakatan-kesepakatan barter non-moneter untuk minyaknya dengan lebih dari selusin negeri Amerika Latin dan Karibia. Ia telah menyerukan negara-negara OPEC lainnya untuk membentuk kesepakatan serupa. Satu kesepakatan pertukaran serupa itu melibatkan minyak untuk ditukar dengan kehadiran 12.000 dokter Kuba, yang telah mendirikan klinik dan bekerja tanpa bayaran di wilayah-wilayah termiskinkan di seluruh negeri itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam OPEC, Chavez menekankan penurunan daya beli dolar sebagai argumen untuk meningkatkan harga minyak denominasi dolar. Dan beberapa perwakilan pemerintah Venezuela telah mengangkat kemungkinan menjual persentase minyak dalam mata uang euro. Duta besar negeri itu untuk Rusia sekaligus seorang pakar perminyakan, Francisco Mieres, mendiskusikan usulan ini dalam konferensi tahun 2001 di Moscow bertemakan "Ancaman Tersembunyi dari Krisis Mata Uang".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Walau demikian, lebih baru ini ketegangan dengan industri minyak telah termanifestasi. Pada awal 2005 Exxon-Mobil mengumumkan bahwa mereka mempertimbangkan arbitrase untuk menentang peningkatan royalti pemerintah dari 1% ke 16,66% dalam penjualan minyak non-konvensional dari wilayah Timur negeri itu. Exxon Mobil mengklaim bahwa kenaikan itu melanggar ikatan kontrak-kontrak legal, tapi pemerintah menekankan bahwa kesepakatan sebelumnya dibuat ketika harga minyak - dan keuntungannya - hanyalah fraksi kecil dari tingkat harga saat ini. Pada saat itu juga, bendera merah diangkat oleh sektor swasta asing. Deutsche Bank baru-baru ini menurunkan penilaiannya terhadap perusahaan minyak berbasis AS Conoco-Philips, salah satu investor utama di Venezuela, karena keprihatinannya bahwa hubungan yang menguntungkan saat ini antara perusahaan minyak transnasional dan pemerintah Venezuela dapat segera berubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pengalaman Venezuela menunjuk ke arah berlawanan dari penulisan globalisasi saat ini yang meminimalkan peran negara-bangsa, terutama dalam negeri-negeri berkembang. Para analis dengan perspektif ini berargumen bahwa dalam ekonomi global saat ini, penekanan pada kedaulatan nasional oleh pemerintah-pemerintah kuat di dunia-ketiga tidak berpotensi untuk transformasi dan lebih lagi, itu bahkan tidak dimungkinkan. Para penulis yang mendukung tesis ini terbentang dari kiri hingga kanan dalam spektrum politik. Mereka yang di kanan, yang membela kebijakan luar negeri AS dan formula-formula pasar-bebas, mengasosiasikan negara-negara kuat di dunia ketiga sebagai oligarki lokal dan "kapitalisme kroni," yang dituduh sebagai penyebab kegagalan besar-besaran neoliberalisme dalam memenuhi harapannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa penulis kiri yang menganalisa globalisasi juga memandang penguatan negara-negara dunia ketiga sebagai kesia-siaan. Sebagaimana telah kita lihat, tujuan Chavez sedari awalnya adalah untuk mencapai kekuasaan di tingkat nasional. Tujuan ini sangat dicurigai oleh beberapa dari mereka yang telah mencoret pentingnya negara-bangsa dan sebaliknya memuja perjuangan untuk otonomi lokal dan bersolidaritas dengan kelompok-kelompok seperti Zapatista di Meksiko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Michael Hardt, contohnya, ko-penulis dari buku yang mendapat banyak pujian, "Empire", menunjuk pada dua posisi berbeda mengenai "peran kedaulatan nasional" yang muncul dalam beberapa Forum Sosial Dunia. Di satu sisi, katanya, para pemimpin yang berasal dari organisasi yang umumnya terkenal secara internasional, ketika berpartisipasi dalam Forum membela kedaulatan nasional dunia-ketiga "sebagai penghalang defensif terhadap kontrol kapital asing dan global." Posisi kedua didukung oleh mayoritas dari mereka yang menghadiri Forum dan berasal dari gerakan sosial yang terorganisir menurut beragam isu yang saling melengkapi satu sama lain. Kelompok kedua ini "menentang segala solusi nasional dan sebaliknya mengupayakan globalisasi demokratik." Posisi kedua pada dasarnya demokratik dan menentang kapital, demikian argumen Hardt, sementara yang pertama bercirikan atas-ke-bawah (top-down) dan berpotensi menjadi otoriter. Hardt menyimpulkan bahwa "struktur terpusat dari negara berdaulat itu sendiri bertentangan dengan bentuk-jaringan horizontal (horizontal network-form) yang dikembangkan oleh gerakan [yang identik dengan posisi kedua]."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi bertentangan dengan pernyataan Hardt, kekuasaan Chavez selama enam setengah tahun mendemonstrasikan bahwa pemerintahan dunia-ketiga dapat dengan kokoh menegakkan kedaulatan nasional dan di saat yang sama memajukan suatu agenda nasionalis-progresif untuk melawan kepentingan ekonomi yang berkuasa. Karakterisasi Hardt bahwa pemerintahan 'pembebasan nasional' dunia-ketiga sifat demokratiknya diragukan tidaklah sejalan dengan kompleksitas transformasi yang sedang berjalan di Venezuela. Meskipun gerakan Chavista dimulai secara sangat "vertikal," dua rangkaian pemilihan internal dalam MVR (satu untuk pimpinan partai nasional dan satunya lagi dilangsungkan April lalu untuk memilih kandidat dalam pemilu lokal) merupakan langkah-langkah ke arah demokratisasi internal, terlepas dari problem-problem prosedural yang tercipta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering pula diargumentasikan bahwa Venezuela Chavez terlalu berbeda dari negeri Amerika Latin lainnya untuk dapat memberikan pengaruh yang berkelanjutan. Harga minyak yang tinggi mendanai program-program kerakyatan dan maka menempatkan Venezuela ke dalam liga tersendiri. Lebih jauh lagi, Chavez mendapat dukungan krusial dari struktur militer yang perwiranya secara historik berasal dari kelas menengah dan menengah-bawah, secara tajam kontras dengan sifat ke-kasta-an angkatan bersenjata yang ada di hampir seluruh benua itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini adalah argumen-argumen yang cukup akurat, tapi walau bagaimanapun "proses revolusioner" Venezuela mengandung pelajaran-pelajaran penting bagi mereka di Amerika Latin yang mengkampiunkan keadilan sosial dan transformasi-transformasi yang dibutuhkan untuk mencapainya. Pelajaran pertama adalah memupuk suara elektoral mayoritas yang substansial sangatlah diperlukan untuk mengimplementasikan perubahan-perubahan sosial berjangkauan-luas (far-reaching) melalui cara-cara demokratik. Chavez memperoleh 60% suara dalam sembilan pemilu yang digelar sejak 1998. Hasil ini tampaknya membuktikan pengamatan bahwa suara mayoritas tipis atau suara pluralitas, seperti 36% suara yang memilih Salvador Allende di Chile pada 1970, tidak mewakili suatu mandat untuk perubahan radikal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kedua, partisipasi aktif dan mobilisasi merupakan komponen kunci dalam proses tersebut. Chavez telah bersandar tidak sekedar pada dukungan elektoral atau pasif. Ia telah menjalankan strategi mobilisasi rakyat yang berkelanjutan dalam menghadapi aksi-aksi insurgensi musuh-musuhnya yang terbukti sangat diperlukan bagi keberlangsungan politiknya termasuk kembalinya ia setelah kudeta April 2002. Aksi-aksi jalanan massif yang mendukung proses Chavista telah dimungkinkan berkat keyakinan para jajaran bawah Chavistas bahwa retorika Chavez didasarkan pada kenyataan dan komitmen melalui perubahan, bukan manipulasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pelajaran ketiga dari pengalaman Chavez adalah pentingnya ketepatan waktu (timing) dan pendalaman proses transformasi secara konstan via memperkenalkan tujuan baru menyusul tiap kemenangan politik. Kemenangan-kemenangan yang diikuti dengan slogan-slogan dan usulan-usulan baru termasuk pembentukan majelis konstituensi nasional pada 1999, kekalahan kudeta April 2002, kekalahan pemogokan umum Februari 2003, kekalahan pemilu penurunan presiden pada Februari 2003 dan pemilu kegubernuran dua bulan kemudian di mana Chavistas menang di seluruh negeri kecuali dua negara bagian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Meski demikian, Venezuela masih jauh dari mengembangkan suatu sistem ekonomi baru yang memungkinkan Chavez untuk mengemas dan mengekspor suatu model ke negeri Amerika Latin lainnya. Pada Forum Sosial Dunia 2005 ia menyatakan diri sebagai "sosialis" dan menambahkan: "Kita harus merebut kembali sosialisme sebagai suatu tesis, suatu proyek dan suatu jalan, tapi suatu sosialisme jenis baru, yang manusiawi dan menempatkan manusia, bukan mesin atau pemerintah, di atas segalanya. Inilah perdebatan yang perlu kita kedepankan di seluruh dunia." Venezuela, walau begitu, belumlah mendirikan sosialisme, setidaknya dalam pengertian tradisional kata tersebut, karena belum ada sektor ekonomi yang didaftarkan untuk dinasionalisasi. Bila ada suatu model baru yang muncul, ia didasarkan pada prioritas terhadap kebutuhan sosial, kemunculan koperasi pekerja dan produsen kecil baik di wilayah pedesaan dan perkotaan, dan penolakan pemerintah terhadap aliansi dengan kelompok kapitalis besar meskipun tidak membuang modus vivendi [hidup berdampingan dengan lawan, pen.] dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemampuan Venezuela dalam mempengaruhi bangsa-bangsa di Amerika bersandar pada keberhasilan pelaksanaan kebijakan dan strategi Chavez. Dalam tahap ini, aspek terpenting dari efek demonstrasi Chavez adalah nasionalismenya, yang mendorongnya untuk menepis paksaan-paksaan AS; anti-neoliberalismenya, yang menghadang privatisasi; dan prioritas sosialnya yang telah diterjemahkan ke dalam program-program spesial di bidang kesehatan dan pendidikan. Emulasi [peniruan, pen.] kebijakan-kebijakan Chavez oleh negeri-negeri tetangga akan menunjukkan, kalaupun ada, bahwa pemerintah dunia-ketiga berada sangat tepat di tengah-tengah pertarungan politik dan bahwa alternatif nasional sesungguhnya ada, terlepas dari peringatan-peringatan serius dari para penulis terunggul tentang globalisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tentang Penulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Steve Ellner telah menerbitkan karya-karyanya yang ekstensif tentang politik dan sejarah Amerika Latin. Sejak 1994, ia mengajar kuliah sarjana di Sekolah Hukum dan Ilmu Politik di Universidad Central de Venezuela (UCV).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-5646535886187279752?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/5646535886187279752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=5646535886187279752' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5646535886187279752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/5646535886187279752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/04/venezuela-melawan-logika-globalisasi.html' title='Venezuela: Melawan Logika Globalisasi'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-6961240297385347686</id><published>2008-04-26T23:15:00.000+07:00</published><updated>2008-04-26T23:17:27.409+07:00</updated><title type='text'>Para Buruh dan Serikat Buruh Sutiss memenangkan pertempuran;</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Nasionalisasi Pekerjaan Baja Orinoco "SIDOR" - 09/04/2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;MERIDA, Venezuela (Reporter Komunitas Merida) Para buruh di SIDOR dan serikat buruh Sutiss memenangkan perjuangan mereka untuk menasionalisasi perusahaan baja "Ternium-Sidor" setelah pemogokan, penyerangan, dan represi selama berbulan-bulan oleh Garda Nasional (tentara - pen.). Pagi ini, pukul 1:22 AM, Wakil Presiden Ramon Carrizales, diutus oleh eksekutif nasional dengam tujuan membuka jalan definitif untuk solusi konflik antara serikat buruh dan pengusaha transnasional. Dalam proses ini para buruh telah melaporkan berbagai keganjilan kontrak dan kondisi-kondisi eksploitasi kapitalistik yang ada kepada Kementrian Perburuhan, namun demikian tuduhan-tuduhan ini tidak diperhatikan oleh pejabat nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Carrizales, berbicara atas nama Republik Bolivarian Venezuela mengumumkan keputusan yang diambil oleh presiden Hugo Chavez Frias untuk menasionalisasi "Ternium-Sidor", industri baja utama negeri itu yang dikuasai oleh konsorsium Italia-Argentina "Techint". Akhir tak terduga dari konflik industrial di SIDOR dikonfirmasikan malam tadi dg diumumkannya pengambil-alihan mayoritas saham perusahaan itu yg diprivatisasi pada 1997. Setelah menerima petisi Serikat Pekerja Baja dan Sejenisnya (Sutiss) untuk melanjutkan negosiasi kontrak dengan perusahaan, Eksekutif [Nasional] Senin lalu mengadakan pertemuan antara pihak-pihak yang bersangkutan yang sejak awal pertemuan ditandai dengan penegasan wakil presiden untuk mengakhiri konflik ini sekali untuk selamanya. Kementrian Perburuhan tidak diundang dalam pertemuan Senin lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kenyataannya adalah tekanan yang dilancarkan oleh para buruh menyebabkan disetujuinya nasionalisasi. Sementara pengusaha menolak untuk mengakui: transfer pembayaran bagi 600 pekerja "outsourced" (kontrak - pen.) dan pembentukan dana pensiun sebesar tingkat upah minimum pagi para pensiunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Kemenangan para buruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pada tengah malam, suasana tegang meliputi ruang pertemuan kompleks hidroelektrik Macagua. Saat itu para buruh Sutiss mengajukan tawaran ekonomis tanpa mendapat respon dari pengelola perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sementara itu, ancaman nasionalisasi mengerubungi tempat tersebut dan semakin mengambil momentum. Dengan mengejutkan sebagian yang hadir, wakil presiden meminta agar dilakukan pencatatan terhadap penolakan perwakilan perusahaan transnasional dalam mengajukan tawaran balik, dan tak lama kemudian ia mengumumkan keputusan bahwa tidak perlu lagi proses lebih lanjut: Sidor akan dinasionalisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;[Diterjemahkan ke Bhs Inggris oleh Gonzalo Villanueva untuk Reporteros Comunitarios de Mérida. Teks asli dapat dilihat di www.aporrea.org]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-6961240297385347686?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/6961240297385347686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=6961240297385347686' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/6961240297385347686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/6961240297385347686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/04/para-buruh-dan-serikat-buruh-sutiss.html' title='Para Buruh dan Serikat Buruh Sutiss memenangkan pertempuran;'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-4026707262099353058</id><published>2008-04-26T23:12:00.000+07:00</published><updated>2008-04-26T23:14:57.422+07:00</updated><title type='text'>Gugatan Lingkungan Hidup Jadi Ujian Buat Chevron</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Kasus yang diajukan oleh kelompok penduduk asli Ekuador adalah salah satu gugatan lingkungan hidup terbesar terhadap suatu perusahaan minyak dan dapat menjadi suatu awalan. Chevron membantahnya sebagai 'omong kosong.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Oleh Kelly Hearn | Koresponden The Cristian Science Monitor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;dari edisi April 9, 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Lago Agrio, Ecuador - Di jalanan semerawut dalam kota hutan yang gerah ini, Emergildo Criollo menghabiskan waktu berhari-hari di dekat gerbang gedung pengadilan yang menyerupai mall bobrok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ia, katanya, sedang "vigilando" - mengamati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Kami menanti-nanti untuk mencari tahu kapan ia tiba," kata lelaki penduduk asli setengah baya yang dibesarkan dalam hutan hujan Amazon yang kaya akan minyak, terletak dekat perbatasan utara Ekuador dengan Kolombia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Orang yang dinantikan oleh Mister Criollo dan kawan-kawannya adalah Richard Cabrera, seorang saksi ahli yang ditunjuk pengadilan minggu lalu, yang menyiram minyak ke dalam api gugatan lingkungan hidup yang diajukan oleh kelompok-kelompok penduduk asli Ekuador melawan Chevron-Texaco yang bermarkas di AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mister Cabrera, seorang insinyur geologi berkebangsaan Ekuador, memberi rekomendasi kepada seorang hakim Ekuador hari Selasa lalu agar Chevron mengganti kerusakan lingkungan senilai $8 milyar hingga $16 milyar bila perusahaan tersebut kalah dalam kasus sengit yang bermula dari gugatan hukum di pengadilan New York pada 1993, yang memutuskan bahwa kasusnya harus diputuskan di Ekuador.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kasus ekuador ini, yang oleh Chevron berulangkali ditolak dengan alasan tak layak naik meja hijau, merupakan salah satu gugatan lingkungan hidup terbesar terhadap suatu perusahaan minyak dan dapat meningkatkan resiko politik bagi perusahaan multinasional yang menambang hasil alam dari wilayah perawan dan terpencil serupa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Proses hukum (litigation) ini sangatlah penting" jelas Professor Robert Benson, profesor hukum emeritus dari Sekolah Hukum Loyola di Los Angeles. "Bila Chevron kalah dalam kasus ini, pastinya tercipta suatu contoh historik yang akan membuat perusahaan minyak berhati-hati."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jaksa penuntut menyebut laporan tersebut sebagai suatu tolak ukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Texaco, yang dibeli oleh Chevron pada 2001, beroperasi sebagai mitra minoritas dalam usaha patungan minyak dengan perusahaan minyak negara Ekuador, Petroecuador, sejak 1970an hingga 1992, ketika Petroecuador mengambil kontrol penuh operasinya. Chevron sejak lama mengklaim bahwa Petroecuador bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tetap saja, para pengacara bagi jaksa penuntut - yang mengatakan bahwa Texaco membuang 18 milyar galon limbah beracun ke dalam lubang, sungai, dan kali yang tak diberikan penanda apa pun di sini - memuji laporan Cabrera sebagai tolak ukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Menurut pertimbangan kami, laporan tersebut sangat positif," kata Pablo Fajardo, sang jaksa utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Setelah tiga tahun laporan lingkungan "kata anu, kata itu" yang biayanya sangat besar, ini adalah validasi besar tentang besarnya kontaminasi sebagaimana diajukan oleh para jaksa," kata Aaron Marr Page, seorang pengacara yang bekerja dengan jaksa penuntut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tapi Chevron, yang sejak lama bersikukuh bahwa gugatan tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kredibel dan bahwa Texaco dibebaskan dari tanggung jawabnya oleh pemerintah Ekuador beberapa tahun lalu setelah menjalankan kampanye pemulihan lingkungan sebesar $40 juta, menyerang laporan tersebut berikut penulisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Kami menilai laporan itu null dan kosong karena merupakan hasil proses iregular yang tidak sesuai dengan keputusan pengadilan," kata Ricardo Reis Veiga, penasehat pengelola Chevron Amerika Latin, dalam wawancara telepon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mr Veiga berkata bahwa pengacara Chevron tidak diberi kesempatan menginspeksi kualifikasi ahli-ahli teknis yang membantu Cabrera menulis laporan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Cabrera melangkahi mandat yudisialnya dengan begitu saja mengkonfirmasikan tiap kerusakan lingkungan yang berhubungan dengan petroleum sebagai pelanggaran hukum dan memberikan nilai moneternya - ini menurut Chevron merupakan tugas hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam sebuah pernyataan minggu lalu, Chevron mengatakan akan memohon Mahkamah Agung Lago Agrio untuk menolak laporan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Veiga juga menuduh Cabrera berkolaborasi secara tak sah dengan para jaksa, mengatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki bukti, termasuk video, bahwa tim teknisnya menerima dukungan logistik dari sebuah kelompok bernama Front Pembela Amazon, sebuah kelompok sipil yang mendukung para jaksa dan yang akan menerima dan mencairkan tiap porsi pembayaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Nada politis gugatan hukum &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Gugatan hukum tersebut telah bernada politis baik di AS dan Ekuador.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Presiden kiri Ekuador Rafael Correa, yang naik jabatan pada 2007 atas platform yang di antaranya menjanjikan renegosiasi kontrak perminyakan untuk keuntungan Ekuador, berkata bahwa kerusakan akibat perminyakan yang diduga disebabkan oleh Texaco jauh lebih besar dari 11-juta galon minyak yang ditumpahkan Exxon Valdez di pantai Alaska pada 1989.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada bulan Februari, Senator Barack Obama (Demokrat) dari Illinois dan Senator Patrick Leahy (D) dari Vermont mengirimkan surat kepada Perwakilan Dagang AS Rob Portman yang mendesaknya untuk mengabaikan kampanye terang-terangan oleh Chevron untuk menyingkirkan Ekuador dari negosiasi dagang hingga pemerintahan Ekuador membatalkan gugatan hukum tersebut. "Walaupun kami tidak memutuskan lebih awal hasil dari kasus itu, kami berkeyakinan bahwa 30.000 penduduk asli di Ekuador layak mendapatkan pengadilan tersebut," tulis para senator tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Belum jelas apa yang akan terjadi pada gugatan hukum yang semakin sengit ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Namun demikian sudah jelas adalah bahwa hutan hujan tersebut menanggung noda ekologis yang tak terhapuskan. Sungai-sungai di wilayah tersebut mengandung berbagai lapisan yang berkilauan dan rerumputannya ditutupi lumpur tebal berbau disel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Penduduk sekitar yang termiskinkan dan diwawancarai dalam berita ini menderita berbagai penyakit yang mereka yakini disebabkan oleh kontaminasi minyak. Chevron telah membantah hubungan kausal antara penyakit tersebut dan operasi Texaco.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Para pengacara semakin mengincar kejahatan-kejahatan di negeri lain yang dilakukan oleh berbagai perusahaan minyak yang bermarkas di AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada 2005, dalam kasus Doe vs Unocal, perusahaan minyak yang bermarkas di Kalifornia itu menyetujui suatu kesepakatan setelah digugat berkolaborasi dengan personil militer Burma dalam menyiksa dan membunuh penduduk desa di Burma. Dalam kasus yang sedang ditunda, Bowoto vs Chevron, Chevron dituduh berkolaborasi dengan aparat Nigeria yang diduga membunuh penduduk asli yang menentang operasi perminyakan. Dan suku Achuar di Peru menggugat Petroleum Occidental atas tuduhan perusakan lingkungan dan kesehatan di wilayah utara Amazon Peru yang kaya minyak. Kasus tersebut, yang diajukan di pengadilan Kalifornia pada tahun lalu, juga dalam penundaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Besarnya skala estimasi perusakan ini memberikan pesan kuat terhadap industri minyak dan industri tambang lainnya; jaman telah berubah," kata Simeon Tegel, juru bicara kelompok Amazon Watch yang bermarkas di Kalifornia, yang mendukung jaksa penuntut dalam kasus ini. "Mereka tidak dapat lagi berharap untuk lari setelah melakukan praktek lingkungan yang tak bertanggung jawab di Amazon atau di manapun di dunia berkembang dan dapat lolos begitu saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;• Kelly Hearn melakukan perjalanan ke Ekuador berkat hibah dari Pulitzer Center on Crisis Reporting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;diterjemahkan dari:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Environmental lawsuit tests Chevron&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;The case filed by Ecuadorean indigenous groups is one of the largest&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;environmental suits against an oil firm and could set a precedent.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Chevron dismisses it as a 'charade.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;http://www.csmonitor.com/2008/0409/p06s01-woam.html$16 billion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-4026707262099353058?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/4026707262099353058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=4026707262099353058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/4026707262099353058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/4026707262099353058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/04/gugatan-lingkungan-hidup-jadi-ujian.html' title='Gugatan Lingkungan Hidup Jadi Ujian Buat Chevron'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-6219994880377276695</id><published>2008-04-26T23:07:00.000+07:00</published><updated>2008-04-26T23:12:53.302+07:00</updated><title type='text'>Nasionalisasi, Industrialisasi Nasional, dan Pembangunan Komunitas 'Sosialis' di Venezuela;</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Tiga Pilihan Berita dari Venezuelananlysis.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;1. Venezuela Nasionalisasi Industri Semen untuk Pacu Sektor Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;5 April 2008, oleh James Suggett &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mérida, 3 April 2008 - Presiden Venezuela Hugo Chavez mengumumkan pada Kamis lalu bahwa industri semen Venezuela akan dinasionalisasi, menurutnya perusahaan asing mengekspor semen sementara pasar Venezuela menderita harga tinggi dan kelangkaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Cukup sudah" tegas Chavez, sambil menjamin bahwa perusahaan asing akan diberikan kompensasi secara adil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nasionalisasi ini akan menjadi satu dari sekian kebijakan dua tahun terakhir yang bertujuan mengembangkan kemampuan Venezuela untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi, terutama perumahan. Angka pemerintah menunjukkan defisit 2,7 juta rumah di negeri pengekspor minyak itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Kalau mereka yang kaya hendak membangun rumahnya, silakan saja, tapi mereka harus menghormati kami yang lainnya ini." demikian pernyataan Chavez.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akhir pekan lalu, Presiden Chavez menyerukan percepatan program-program pemerintah untuk mengganti perumahan kumuh yang dikenal sebagai "ranchos", tempat tinggal mayoritas rakyat miskin Venezuela, menjadi "komune sejati dan komunitas kerakyatan...di mana Rakyat hidup dengan kebahagiaan yang sebesar mungkin." Bagian dari rencana ini adalah membangun rumah dengan plastik PVC yang diisi semen, suatu proyek yang dinamakan "Petrocasa" karena didanai oleh keuntungan minyak dan penggunaan bahan-bahan derivatif (hasil turunan - pen) minyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk memperkuat industri semen Venezuela, pada bulan Juni 2006 Venezuela dan Iran menandatangani perjanjian ekonomi senilai 9 milyar dolar, termasuk pembangunan Pabrik Semen Cerro Azul. Pada 2007, produksi semen menjadi titik fokus perjanjian ekonomi antara Venezuela dan Kuba dan juga Alternatif Bolivarian bagi Bangsa-bangsa Amerika (ALBA), suatu kesepakatan perdagangan adil (fair trade) hasil inisiatif Venezuela dan Kuba dalam menghindari perjanjian-perjanjian perdagangan bebas (free trade) yang dipaksakan oleh Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Rencana-rencana ini naik wacana pada awal janji Chavez, sejak kedua kalinya terpilih pada Desember 2006, untuk "menasionalisasi semua yang diprivatisasi" oleh pemerintahan sebelumnya, sambil memfokuskan pada apa yang disebutnya sebagai "industri strategis" seperti minyak, semen, dan telekomunikasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Chavez sebelumnya telah mengancam akan menasionalisasi industri semen pada Juni 2007, dan Agustus tahun itu, sebuah cabang kecil perusahaan semen Kolombia, Argos, diambil-alih dan diberikan tebusan. Presiden berkata Kamis lalu bahwa dengan rampungnya nasionalisasi seluruh sektor tersebut, Venezuela akan menggalakkan "kekuasaan sosial di pabrik-pabrik semen."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perusahaan semen terbesar ketiga di dunia, CEMEX, yang bermarkas di Meksiko sekaligus penghasil semen utama di Venezuela, menurut harian Venezuela El Nacional tidak memberikan komentar kepada umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Namun, pejabat Meksiko menyatakan bahwa pemerintah "akan mengupayakan segala yang masih dalam jangkauannya, untuk melindungi kepentingan sah perusahaan Meksiko di luar negeri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Departemen hubungan luar negeri Meksiko mengumumkan lewat pernyataan singkat bahwa mereka telah mengontak para pejabat Venezuela "untuk mencari tahu jangkauan dan sifat deklarasi ini," dan telah memanggil Kedubes Venezuela di Meksiko untuk mendapatkan perincian lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perusahaan semen Perancis, Lafarge, yang ketiga terbesar di Venezuela setelah Cemex dan Holcim dari Swiss, sejauh ini juga menolak mengomentari soal nasionalisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menteri Ekonomi Perancis, Christine Lagarde, berkata pada pers bahwa kementriannya "dengan cermat mengikuti perkembangan situasi dan akan meminta penjelasan." Menteri tersebut menegaskan bahwa Venezuela dan Perancis menandatangani kesepakatan pada 2001, yang menjamin "penebusan yang layak dan segera, yang jumlahnya harus sama dengan nilai riil investasi yang bersangkutan" dalam peristiwa nasionalisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jubir Holcim Peter Gysel berkata, "kami sangat serius akan hal ini," tapi mengklarifikasi bahwa perusahaannya "tenang-tenang saja karena ini bukan pertama kalinya Chavez mengumumkan bahwa sektor ini akan dinasionalisasi," dan berkesimpulan bahwa "kita harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi." Pemerintah Swiss belum berkomentar hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut El Nacional, Holcim mencapai rekor harga stok pada 2007 dan investasinya di Venezuela bernilai 1% dari total pendapatan perusahaan dan merupakan 1,5% dari produksinya sedunia, kata Gysel kepada pers Jumat lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Laporan trimester ketiga 2007 oleh CEMEX-Venezuela menunjukkan kenaikan penjualan bersih sebesar 30% dan menyatakan bahwa "investasi publik tetap menjadi motor utama aktivitas konstruksi," terutama dalam bidang perumahan dan infrastruktur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nasionalisasi industri semen merupakan kelanjutan dari nasionalisasi di beberapa sektor seperti listrik, perusahaan telekomunikasi utama di negeri itu (CANTV), dan sejumlah proyek produksi minyak. Contohnya, pada Mei 2007, pemerintah secara sebagian menasionalisasi proyek-proyek perminyakan penting di sekitar Sabuk Minyak Orinoco. Semuanya diberikan kompensasi melalui kesepakatan bersama antara pemerintah dan pemilik awalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;2. Chavez Umumkan 3 Milyar Dolar untuk Revolusi "Energi" Venezuela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;31 Maret 2008, oleh Chris Carlson &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;31 Maret 2008 - Presiden Venezuela Hugo Chavez menyetujui pendanaan dan mengumumkan rencana baru bagi revolusi "energi" dalam acara mingguannya Aló Presidente yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Presiden meresmikan sebuah perumahan komunitas "sosialis" baru yang dibangun dari derivat minyak, dan mengumumkan bahwa Venezuela akan menjadi produsen besar derivat minyak seperti pupuk dan plastik pada 2013.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bersiaran dari negara bagian di pusat negeri, Carabobo, Presiden Chavez memantau komunitas baru berupa 459 rumah yang dibuat dari Polyvinyl klorida (PVC), material plastik hasil produksi migas. Industri petrokimia milik negara Venezuela memproduksi PVC dari produk sampingan (by-products) industri minyak, sehingga lebih murah dari material bangunan tradisional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Komunitas yang pertama bagi jenisnya itu seluruhnya terdiri dari rumah-rumah yang dibangun perusahaan negara Venezuela, Petrocasa, yang memproduksi bermacam bentuk plastk untuk dicor dengan semen. Venezuela berencana membangun komunitas "sosialis" di penjuru negeri dan sekitar 60.000 rumah sejenis ini per tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Ini komunitas Petrocasa pertama yang kami resmikan, tapi kami akan mengisi Venezuela dengan rumah-rumah ini," kata Chavez.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Program perumahaan baru ini hanyalah satu bagian dari apa yang oleh Presiden Chavez disebut sebagai revolusi "energi", suatu program untuk mengembangkan berbagai industri yang memproses bahan-bahan baku, seperti industri petrokimia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Chavez mengumumkan bahwa pemerintah Venezuela akan berinvestasi sebesar 20 milyar dolar selama enam tahun ke depan untuk mengembangkan 52 proyek-proyek industri, dan menyetujui total dana sebesar 2,96 milyar dolar untuk diinvestasikan tahun ini. Presiden menekankan bahwa dalam pemerintahan sebelumnya investasi seperti ini tidaklah mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Sebelumnya, untuk membuat investasi seperti ini mereka harus memanggil Dana Moneter International (IMF) atau Bank Dunia (World Bank), atau menyerahkan negeri ini ke investor asing. Kini tak lagi, karena kita telah menciptakan dana pembangunan kita sendiri," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Investasinya akan berasal dari dana pembangunan nasional Venezuela, Fonden, yang sebagaimana ditunjukkan Chavez, kini memiliki sekitar 35 milyar dolar yang dapat diinvestasikan bagi pembangunan negeri itu. Dana pembangunan nasional dipasok oleh sebagian pemasukan negara yang dialihkan dari cadangan internasional negeri itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Chavez menekankan bahwa banyak proyek industri baru ini ditempatkan di wilayah selatan negeri itu untuk memberikan pembangunan ekonomi kepada wilayah-wilayah yang lebih miskin dan kurang berkembang. Pemerintah juga memperkirakan bahwa lebih dari 600.000 lapangan pekerjaan baru akan diciptakan sebagai hasil langsung program itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Presiden berbicara melalui satelit kepada pimpinan komunitas terdekat di mana 700 rumah baru lainnya sedang dibangun, tapi ia bersikeras agar pemerintah mempercepat pembangunan perumahan baru, dan mengusulkan dibuatnya pajak baru terhadap keuntungan migas untuk mendanainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Kita harus meningkatkan laju penggantian perumahan kumuh dengan komune-komune sejati dan komunitas-komunitas," kata Chavez,"di mana rakyat dapat hidup sepenuhnya, dengan kebahagiaan sebesar mungkin."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Chavez juga berbicara melalui satelit dengan Menteri Pangan Felix Osorio untuk peresmian "Mercal" baru, yakni pasar-pasar pangan subsidi pemerintah. Ia menjelaskan bahwa Venezuela berupaya untuk swasembada (self-sufficient) cadangan pangannya, dan berterimakasih pada pemerintah Brazil, Argentina, dan Uruguay dalam menyediakan teknologi baru yang dibutuhkan untuk membangun pabrik-pabrik produksi bahan pangan di Venezuela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ia menambahkan bahwa Venezuela akan segera swasembada produksi pangan, tapi sebelum produksi domestik dapat mencukupi kebutuhan pangan, mereka akan tetap mengimpor bahan pangan dari tetangga mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Kami sedang mengupayakan berbagai proyek untuk memproduksi semua ayam yang dapat kita konsumsi. Tapi, untuk sementara waktu, karena produksi nasional kita belum cukup, kita akan menghadirkan produksi terbaik dari Argentina, Brasil, Nikaragua, Kolombia, Ekuador, dan negeri-negeri lainnya," kata Chavez.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Presiden Venezuela itu juga menekankan bahwa pemerintahan Amerika Serikat menjalankan rencana-rencana menciptakan kelangkaan pangan di negeri itu untuk mendestabilisasi pemerintahannya. Ia mengacu kepada kasus-kasus sebelumnya di Nikaragua dan Kuba, di mana pemerintah AS memblokir impor pangan dengan tujuan mendestabilisasi pemerintahan-pemerintahan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Ketika Bush bicara tentang kelangkaan pangan, ia tidak bicara tentang kenyataan, melainkan keinginannya. Tapi saya jamin bahwa kita akan mengalahkannya, karena kini rakyat Venezuela diberi makan dengan lebih baik; tak hanya dengan makanan, tapi dengan kesehatan, perumahaan, pekerjaan, dan industri," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;-------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;3. Chavez Ancam Nasionalisasi Pabrik Nestle dan Parmalat di Venezuela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;13 Februari 2008, oleh James Suggett &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mérida, 13 Februari, 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Presiden Venezuela Hugo Chavez mengancam akan menasionalisasi pabrik-pabrik susu Nestle dan Parmalat; dituduhnya bahwa perusahaan transnasional tersebut menyuap para produsen dan mengakibatkan jaringan pabrik pemrosesan susu milik negara dan koperasi tak mendapatkan produk yang dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Pemerintahan ini perlu mengencangkan sekrup-sekrupnya," tegas presiden dalam acara Alo Presidente pada hari Minggu. "Jika, misalnya, terbukti bahwa [Nestle dan Parmalat], melalui mekanisme atau tekanan ekonomi tertentu, menahan produksinya dan membuat pabrik-pabrik negara dan koperasi kehilangan pasokan susu yang dibutuhkannya, kita harus menerapkan konstitusi dan mengintervensi dan menasionalisasi pabrik-pabrik itu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nestle mengklaim bahwa akan "prematur" bagi perusahaan tersebut merespon ancaman nasionalisasi itu, yang baru didengarnya lewat media, hingga ada suatu "komunikasi langsung, formal dan resmi dari pemerintahan Mr. Chavez." Namun, Nestle berkomentar dalam pers: "kami menjaga hubungan dekat dengan produsen susu Venezuela karena kami adalah pelanggannya, itu wajar...hubungan itu selalu berada dalam aturan-aturan legal yang ditentukan oleh tiap negeri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemerintah Chavez telah menasionalisasi sektor-sektor kunci industri telekomunikasi, listrik dan migas di Venezuela. Keuntungan dari perusahaan yang dinasionalisasi seperti raksasa telekomunikasi CANTV telah disalurkan menuju penurunan tarif secara umum, plus tarif khusus bagi pengorganisir komunitas dan para pengguna berpenghasilan rendah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tahun lalu, kelangkaan bahan pangan dasar di Venezuela mencapai 25%, sementara kelangkaan susu mencapai 80% menurut firma polling Venezuela, Datanalisis. Sejalan dengan itu, inflasi harga bahan-bahan dan layanan dasar mencapai 22% pada 2007. Sektor-sektor kaum oposisi menyalahkan kontrol harga pemerintah, nilai berlebih (overvaluing) mata uang Venezuela, dan pengelolaan ekonomi  yang tidak efesien oleh pemerintah sebagai permasalahannya. Pemerintah, di lain pihak, mengatakan bahwa mereka memerangi spekulasi harga, penimbunan pangan, dan penyelundupan, yang menurut Chavez pada hari Minggu adalah bagian dari "konspirasi ekonomi" yang mengancam keamanan nasional di saat kapasitas konsumsi Venezuela telah sangat meningkat berkat kesuksesan program-program sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada akhir Januari, Institut Pembela Konsumer Nasional (Indecu) dan Angkatan Bersenjata mengawasi penyaluran hampir 2 juta kilogram susu bubuk oleh Nestle ke berbagai kota di 11 negara bagian Venezuela. Juga, Pengawas Lumbung Nasional (National Silos Supervisor) memanggil Parmalat dan Nestle dalam sejumlah pertemuan yang bertujuan "mengambil alih kendali terhadap inventaris negara," demikian lapor Menteri Pangan. Agenda pertemuan tersebut menyertakan evaluasi sistem nasional, rencana distribusi sektor swasta, dan presentasi Sistem Kendali Internal bagi Pangan dan Pertanian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selama bulan lalu, pemerintah telah mencabut regulasi harga pada semua kecuali 10 produk pangan dasar, termasuk sedikit peningkatan harga susu dan berbagai keju. Sementara itu, Administrasi Mata Uang Asing (CADIVI) memberikan ijin bagi pembayaran langsung transaksi internasional untuk mempercepat impor susu, yang merupakan sumber utama susu di negeri tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nestle, yang mempekerjakan 4000 Venezuela secara langsung maupun tak langsung, adalah salah satu perusahaan swasta yang melalui Kamar Industri Pangan Venezuela pada 2003 menjual produknya dengan potongan harga kepada pasar pangan subsidi pemerintah yang dikenal sebagai Mercal. Ini adalah salah satu kebijakan pemerintahan Chavez yang bertujuan menyediakan makanan bagi mayoritas rakyat miskin negeri tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tapi Nestle bukan bagian dari badan usaha terbaru milik pemerintah untuk distribusi pangan, PDVAL, yang dijalankan melalui perusahaan minyak dan listrik negara. Pemerintah justru menandatangani kontrak impor susu selama 12 tahun dengan koperasi Argentina, Sancor, dan juga akan menjual minyak yang diimpor dari Brasil. PDVAL akan mendistribusikan susu yang diproduksi dalam pabrik pengelolahan susu milik negara yang dibentuk oleh pemerintah tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Anggaran federal tahun ini berinvestasi besar-besaran dalam sektor pertanian yang sedang berkembang dan dikelola negara, yang beroperasi menurut prinsip-prinsip 'sosialis' seperti partisipasi komunitas dan memprioritaskan kebutuhan manusia di atas keuntungan. Ini menyertakan pembentukan Dana Produksi Minyak Nasional yang diumumkan oleh presiden Sabtu lalu, yang disambut baik oleh Konfederasi Nasional Agrikulturalis Venezuela. Dana ini akan disalurkan kepada "para pengusaha kecil yang memproduksi susu, yang selama ini telah ditelantarkan, untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Chavez memberikan pengumuman yang berkaitan dengan ini pada hari Minggu bahwa kekuatan paramiliter Kolombia semakin menginfiltrasi komunitas Venezuela dan industri-industri swasta. Nestle adalah satu dari sekian perusahaan transnasional yang mempekerjakan pasukan paramiliter untuk merepresi para buruh yang mengorganisir fasilitas-fasilitasnya di Kolombia, demikian menurut Ahli Ilmu Politik Jerman, Dario Azzellini, yang bermarkas di Caracas dan menghadiri siaran Alo Presidente hari Minggu lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Data B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-6219994880377276695?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/6219994880377276695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=6219994880377276695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/6219994880377276695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/6219994880377276695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/04/nasionalisasi-industrialisasi-nasional.html' title='Nasionalisasi, Industrialisasi Nasional, dan Pembangunan Komunitas &apos;Sosialis&apos; di Venezuela;'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-4855580143361372190</id><published>2008-04-26T22:59:00.000+07:00</published><updated>2008-04-26T23:07:18.190+07:00</updated><title type='text'>Pemberdayaan Rakyat di Bawah Pemerintahan Anti-Imperialisme Neoliberal;</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sebuah Pengantar Bagi Film Dokumenter 'No Volveran'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;oleh Data Brainanta*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Film dokumenter "No Volveran" akan membawa kita menelusuri gang-gang di perkampungan (barrios) untuk menyaksikan perubahan positif dan kemajuan yang dirasakan oleh rakyat miskin dalam masa pemerintahan Chavez. Toko-toko kelontongan didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Barang-barangnya dibeli oleh pemerintah dari pengusaha domestik untuk dijual dengan harga diskon. Pemerintah juga memasok dana dan tenaga ahli yang bersama-sama dengan rakyat melakukan renovasi di wilayah perkampungan. Layanan kesehatan dan program pendidikan gratis digalakkan oleh pemerintah dengan membangun klinik-klinik kesehatan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam perkampungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Program-program kesejahteraan dan misi-misi anti-kemiskinan semacam ini dilaksanakan secara lebih intensif dan mendalam setelah pemerintahan Chavez menguasai sepenuhnya perusahaan minyak negara, PDVSA, pada akhir 2002 - yakni ketika percobaan kudeta dan sabotase ekonomi oleh oposisi berhasil digagalkan. (Wilpert, 2003a; Raby, 2006 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebelum ini, Chavez menghadapi perlawanan dari oposisi dalam pemerintahan saat akan mengeluarkan kebijakan kerakyatan. Pada tahun 1999 dijalankan misi anti-kemiskinan 'Plan Bolivar 2000' yang merupakan kerjasama sipil dan militer dalam memperbaiki kondisi rakyat miskin. Angkatan Darat dan rakyat bekerjasama memperbaiki dan membangun rumah-rumah; angkatan laut membantu nelayan memperbaiki kapalnya; dan angkatan udara menyediakan transportasi gratis ke penjuru negeri bagi yang memerlukan. (Wilpert, 2003b)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Chavez pertama kali memenangkan kursi kepresidenan dalam pemilu 1998 di saat Venezuela berada dalam krisis ekonomi dan politik berkepanjangan. Dua presiden sebelumnya berjanji untuk mengeluarkan rakyat dari krisis dengan mengambil kebijakan anti-neoliberal; namun ketika berkuasa mereka berbalik arah menjalankan kebijakan neoliberalisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akibatnya rakyat tidak percaya lagi dengan seluruh elit politik yang berkuasa. Kekecewaan rakyat ini sempat meledak jadi kerusuhan yang dikenal sebagai Caracazo pada tahun 1989. Antara ratusan hingga ribuan orang dinyatakan tewas direpresi oleh aparat negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Chavez tampil sebagai pendatang baru dalam perpolitikan, namun rakyat telah menaruh simpati padanya sejak upaya kudeta gagalnya pada 1992. Menurut Chavez, ia beserta pengikutnya terdorong melakukan kudeta karena tidak sudi lagi disuruh menembak rakyat sendiri, sebagaimana yang terjadi saat kerusuhan Caracazo (Harnecker, 2005).  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menyadari bahwa perjuangan bersenjata tidak akan membawa hasil, Chavez mengambil jalan elektoral dan membangun koalisi lebar bernama "Kutub Patriotik" - Polo Patriotico - dengan pihak-pihak yang terpinggirkan secara politik.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Janji-janji utamanya saat kampanye adalah (1) memutuskan hubungan dengan sistem politik lama yang dikenal dengan sebutan "puntofijismo"; (2) memberantas korupsi; dan (3) menuntaskan kemiskinan di Venezuela (Wilpert, 2003b). Di samping itu ia juga berjanji akan memanfaatkan kekayaan minyak untuk menuntaskan permasalahan sosial, menaikkan upah dua kali lipat, dan menolak pembayaran hutang luar negeri (Sylvia, 2003) - untuk yang terakhir ini ia melunakkan posisinya. Program-program ini disajikan dengan sentimen anti-kolonial dan kedaulatan nasional ketika rakyat Venezuela dihadapakan pada kenyataan bahwa krisis yang ada disebabkan oleh dikte kekuatan ekonomi asing, padahal negeri mereka kaya akan minyak dan mineral.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pemutusan hubungan dengan rejim puntofijismo merupakan aspirasi luas rakyat Venezuela yang sudah muak dengan pemerintahan yang didominasi oleh dua partai besar (AD dan Copei) yang korup dan telah berkuasa selama setidaknya tiga dekade. Kedekatan dengan dua partai ini dipandang oleh mata rakyat sebagai suatu aib - barangkali seperti halnya kedekatan dengan Golkar atau Suharto di masa puncak reformasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika Chavez menjabat sebagai presiden, langkah politik awal yang ia jalankan adalah melaksanakan penulisan konstitusi baru untuk merombak total rejim lama. Perlu dicatat bahwa perubahan atau penulisan ulang konstitusi bukanlah hal baru di Venezuela. Dari tahun 1811 hingga 1961 Venezuela telah memiliki 26 konstitusi - jumlah ini terbesar di Amerika Latin. Konstitusi 1961 sendiri digantikan pada 1999 dan pernah beberapa kali direformasi pada tahun 80an dan 90an (Wilpert 2003c).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di bidang ekonomi, Chavez berhasil mengembalikan kedaulatan nasional, terutama melalui penguasaan komoditas minyak. Langkah awal Chavez setelah menjabat adalah melobi negeri-negeri anggota OPEC untuk menuruti jatah produksi dan mengontrol harga minyak di kisaran $22 dan $28 perbarel. Sebelum Chavez berkuasa, Venezuela terkenal sebagai anggota OPEC yang 'nakal' karena seringkali melanggar jatah produksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kebijakan ini segera mengembalikan harga minyak dunia mencapai $27 per barel untuk pertama kalinya sejak 1985. Walauapun langkah ini memulihkan pendapatan negara, Chavez diprotes oleh pimpinan PDVSA yang telah terbiasa memproduksi minyak sebanyak mungkin melebihi jatah kuota OPEC dan beroperasi layaknya perusahaan multinasional. (Wilpert, 2003a)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kebijakan migas Chavez lainnya adalah mengembangkan industri perminyakan sehingga Venezuela akan lebih banyak mengekspor produksi hasil olahan minyak daripada sekedar minyak mentah (crude oil). Nasionalisasi industri minyak ini diharapkan akan memicu berkembangnya industri-industri di sektor lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan sumber daya berada di bawah kendali negara, Venezuela bukan saja mampu menjalankan program-program kesejahteraan, tapi juga membantu negeri-negeri Amerika Latin lainnya. Program PetroCaribe misalnya bertujuan menyediakan minyak dengan kredit terjangkau kepada negeri-negeri Karibia yang tak menghasilkan minyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Perkembangan ini tentunya menjadi ancaman bagi legitimasi status quo imperialisme AS. Para pendukung imperialisme yang menguasai media raksasa internasional tidak henti-hentinya mendiskreditkan pemerintahan Chavez, menuduhnya sebagai suatu kediktatoran yang menindas kebebasan berpendapat. Sabotase ekonomi seperti penimbunan bahan pangan dilakukan oleh kaum pro-imperialis dalam negeri. Sementara administrasi Bush terus melancarkan dan mendanai aksi-aksi subversif untuk menjatuhkan Chavez dan mengisolasi Venezuela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam 'No Volveran' kita dapat menyaksikan bagaimana rakyat Venezuela siap dan rela berkorban untuk mempertahankan proses yang berlangsung. Stasiun televisi dan radio komunitas didirikan rakyat sebagai tandingan media raksasa yang dikuasai kaum Oposisi pro-AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam satu bagian dokumenter, kita dibawa menemui para buruh pabrik keramik Sanitarios Maracay yang mengambil alih pabriknya setelah ditinggal lari oleh pengusahanya. Karena ini mereka mengalami berbagai permasalahan seperti kekurangan tenaga ahli, kalah berkompetisi dengan perusahaan lain maupun sabotase yang dilakukan oleh pengusaha. Kini mereka berjuang agar pemerintah menasionalisasi pabrik tersebut. Bagian ini menarik karena kita dapat mendengar langsung permasalahan yang dihadapi oleh buruh saat mengambil alih pabrik yang ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Proses deindustrialisasi merupakan fenomena yang tak asing di Indonesia. Produk-produk murah dari Cina dan ketersediaan buruh murah di Vietnam memicu penutupan pabrik-pabrik tekstil baik karena bangkrut maupun pindah. Di wilayah industri di Indonesia pun terjadi peristiwa di mana buruh yang ditinggal lari pengusahanya mengambil alih pabrik dan coba mengoperasikannya sendiri. Namun, karena permasalahan yang kurang lebih serupa dengan kasus Sanitarios Maracay, langkah tersebut tidak dapat bertahan lama dan kadang berakhir dengan pencurian barang-barang dan mesin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang menarik di Venezuela adalah buruh-buruh tersebut mampu bertahan dan bahkan mendapat dukungan pemerintah. Pemerintahan Chavez bahkan menasionalisasi - walau hanya setengahnya - beberapa pabrik yang ditinggalkan oleh pengusaha seperti Invepal dan Inveval. Meskipun masih terbatas, ini merupakan upaya industrialisasi nasional yang bertujuan membalikkan proses deindustrialisasi yang mengakibatkan pengangguran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sejalan dengan ini, konon pemerintahan Chavez berencana untuk membangun industri dan pabrik-pabrik baru yang dikelola secara kolektif dan tergabung dengan masyarakat sekitarnya dalam struktur teritorial dewan komunal. (Carlson 2007) Sejauh mana proses ini telah berjalan masih menjadi pertanyaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"No Volveran" merupakan suatu perayaan tentang sosialisme sebagaimana yang sedang dibangun oleh pemerintahan revolusioner Chavez. Walau demikian baru pada 30 Januari 2005, dalam pidatonya di depan Forum Sosial Dunia ke 5, Presiden Chavez mengumumkan bahwa sosialisme abad 21 sedang dibangun di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Venezuela. Sebelumnya, dan hingga kini, Chavez menggerakkan rakyat Venezuela dengan mengangkat ideologi Bolivarian, yakni nasionalisme dan anti-penjajahan asing yang diilhami oleh pahlawan anti-kolonial Amerika Latin, Simon Bolivar. Karena sisa sentimen anti-komunis warisan perang dingin, istilah sosialisme masih terdengar sangar di beberapa kalangan masyarakat di Amerika Latin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dokumenter ini merupakan satu amunisi dalam 'pertempuran ide' melawan paradigma imperialisme neoliberal yang telah terbukti menyengsarakan rakyat. Venezuela-Chavez memberikan harapan dan inspirasi tentang apa yang dapat dicapai oleh pemerintahan yang berdaulat dan pro-rakyat. Ia juga memberikan contoh bahwa perjuangan untuk kepentingan rakyat dapat dilakukan lewat kebijakan-kebijakan pemerintah (dari atas) yang sinergis dengan pengorganisiran rakyat (dari bawah). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di Brazil, contohnya, gerakan Tani Tanpa Lahan (Landless Peasant Movement - MST)  bergerak dalam kerangka konstitusional dan mendapat dukungan yang berarti dari pemerintahan Lula. Pertumbuhan organisasi mereka mengalami percepatan dan penguatan di bawah pemerintahan yang lebih akomodatif dibandingkan dengan masa kediktatoran militer yang represif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam kasus Venezuela, kondisi rakyat miskin jauh lebih membaik setelah Chavez menjabat presiden. Kenaikan Chavez pada 1998 merupakan manifestasi dari kehendak luas rakyat Venezuela - kecuali unsur-unsur pendukung rejim puntofijismo - untuk suatu pembaharuan politik dan jalan keluar dari krisis berkepanjangan. Wilpert (2005) bahkan mencatat bahwa Chavez pada pemilu 1998 dan 2000 pada dasarnya dimenangkan oleh suara kelas menengah yang juga menjadi korban krisis neoliberal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yang menjadi pertanyaan penting adalah bagaimana kita dapat menghadirkan pemerintahan semacam itu di Indonesia? Jawaban ini tidak dapat sekedar mencontoh Venezuela namun membutuhkan suatu diskusi mendalam tentang situasi obyektif di Indonesia. Sebagai penutup, perkenankan saya mengutip komentar Chavez kepada Fidel Castro yang menyatakan bahwa ia "mengagumi revolusi Kuba, tapi Venezuela harus mencari jalannya sendiri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;*penerjemah teks  "No Volveran"; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; salah satu penerjemah teks "The Revolution Will Not Be Televised"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; aktivis Partai Persatuan Pembebasan Nasional (PAPERNAS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Catatan Akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Carlson C, “What is Venezuela’s Constitutional Reform Really About? | venezuelanalysis.com,” http://www.venezuelanalysis.com/analysis/2890. (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Artikel ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan dapat dibaca di website SERIAL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Harnecker M and Chavez H, Understanding the Venezuelan Revolution: Hugo Chavez Talks to Marta Harnecker (Fordham University Press, 2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Buku ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Raby D L, Democracy and Revolution: Latin America and Socialism Today (Pluto Press, 2006).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sylvia R D and Danopoulos C P, “The Chavez Phenomenon: Political Change in Venezuela,” Third World Quarterly 24, no. 1 (February 2003): 63-76.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wilpert G, “The Economics, Culture, and Politics of Oil in Venezuela | venezuelanalysis.com,” http://www.venezuelanalysis.com/analysis/74. (2003a)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wilpert G, “Venezuela's Mission to Fight Poverty | venezuelanalysis.com,” http://www.venezuelanalysis.com/analysis/213. (2003b)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wilpert G. “Venezuela’s New Constitution | venezuelanalysis.com,” http://www.venezuelanalysis.com/analysis/70. (2003c)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wilpert G, “Venezuela: Participatory Democracy or Government as Usual? | venezuelanalysis.com,” http://www.venezuelanalysis.com/analysis/1192. (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-4855580143361372190?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/4855580143361372190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=4855580143361372190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/4855580143361372190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/4855580143361372190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/04/pemberdayaan-rakyat-di-bawah.html' title='Pemberdayaan Rakyat di Bawah Pemerintahan Anti-Imperialisme Neoliberal;'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-3271410457137896696</id><published>2008-04-26T22:51:00.000+07:00</published><updated>2008-04-26T22:58:21.949+07:00</updated><title type='text'>NO VOLVERAN: Tayangan Pendakian  Seperempat Menuju Puncak</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Proses sosial politik di Venezuela, semenjak pemerintahan Chavez (tahun 1999), sudah cukup sering di muat dalam pemberitaan-pemberitaan media internasional, juga di Indonesia. Di samping berita tentang perang Irak, nuklir Iran, pengisolasian rakyat Palestina, kejadian-kejadian dalam panggung politik Venezuela sering mengetengahkan adegan yang bernilai penting secara politik, tidak hanya bagi negerinya, juga bagi dunia internasional. Kudeta pemerintahan terhadap Chavez (April 2002), pemogokan perusahaan minyak nasional, konflik Chavez dengan media swasta (khususnya RCTV), kegagalan referendum konstitusi (akhir 2007), pertarungan lewat arbritrase dengan salah satu perusahaan minyak internasional, adalah beberapa peristiwa yang mendapat sorotan secara internasional. Kejadian-kejadian tersebut tidak bisa dipungkiri akibat kebijakannya pemerintahan Chavez yang bertentangan dengan kebijakan neoliberal yang berlaku umum saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Perkembangan yang terjadi di Venezuela adalah perkembangan yang makin progresif, kendati referendum konstitusi kedua kalinya pada akhir tahun 2007 yang diusulkan oleh kekuatan Chavez mengalami kekalahan. Terbukti dengan makin banyaknya perusahaan dan sektor usahanya dimana kepemilikan negara makin besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sebuah film dokumenter berjudul “No Volveran”, dibuat menjelang dan saat pemilihan presiden Venezuela tahun 2006, dimana Chavez kemudian terpilih kembali sebagai presiden, menampilkan perkembangan gerakan rakyat yang telah beranjak lebih maju dibanding dari periode sebelumnya. Bila Chavez sebelumnya, sebagaimana diungkapkan dalam buku Martha Harnecker “Memahami Revolusi Venezuela”, harus berupaya kuat dan kesulitan dalam mengorganisir rakyat, maka film ini menyuguhkan kita sebuah bentuk kegigihan rakyat mengorganisir diri, dan memperjuangkan tuntutannya ke pemerintah. Jika pada tahun 2004, manajemen buruh, manajemen sendiri, ko-manajemen, dan produksi oleh asosiasi produser masih sebatas tuntutan dan impian, maka sejak tahun 2005 telah menjadi kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Salah satunya, yang menjadi sentral dalam film ini, adalah perjuangan buruh Sanitarios Maracay, produksinya berupa jamban keramik. Jangan bandingkan dengan perjuangan/aspirasi buruh di pabrik tersebut dengan Indonesia. Bahkan diantara gerakan buruh lainnya di Venezuela, gerakan buruh tersebut merupakan paling maju. Mereka menuntut nasionalisasi 100% terhadap pabrik tempat mereka bekerja, yakni negara menguasai penuh namun operasional/manajemen dibawah kontrol buruh. Sementara itu bentuk kepemilikan lainnya atas perusahaan-perusahaan yang diambil alih masih pada tahap separuh dimiliki oleh buruh dan separuhnya oleh negara, seperti Invepal (kertas). Dalam bentuk kedua ini, maka peningkatan keuntungan usaha sebagian akan menjadi milik buruh yang bekerja di pabrik tersebut. Belajar dari sistem manajemen buruh Yugoslavia (Michael Lebowitz, 2006) bentuk seperti yang terakhir ini juga masih mengandung persoalan, ketika terjadi persaingan antar pabrik, atau masih berpeluangnya terjadi kontradiksi antara pencari pekerjaan, komunitas yang lebih luas dengan buruh yang langsung bekerja di pabrik tersebut. Bentuk manajemen/kepemilikan lainnya yang ditampilkan adalah  kepemilikan saham antara koperasi dan pemerintah. Tentu, bentuk ini lebih mundur dibanding dengan dua bentuk yang diatas, terlebih lagi koperasi tersebut masih memperkerjakan buruh yang bukan menjadi pemilik/anggota koperasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Membandingkannya dengan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Membandingkan dengan Indonesia, tentu akan banyak perbedaan. Selain perbedaan lokasi  geografis dan demografisnya, perbedaan yang paling penting adalah perbedaan kemajuan/konteks gerakan dan karakter pemerintahan yang ada di Venezuela dan Indonesia. Sejak terjadi gerakan protes rakyat mengguncang struktur kelas mapan namun direpresi oleh pemerintah pada tahun 1989, yang dipicu oleh kenaikan harga minyak, yang dikenal dengan peristiwa Caracazo, gerakan rakyat makin masuk ke tengah panggung politik, terutama setelah kemenangan Chavez sebagai presiden pada tahun 1998. Pemerintahan Chavez telah berhasil menulis ulang/memenangkan referendum konstitusi yang lebih pro-manusia (rakyat) tahun 1999, melaksanakan program-program ambisius yang meningkatkan indeks kualitas sumber daya manusia lewat bebagai misi, seperti Misi Barrio Adentro (kesehatan), Misi Robinson (melek huruf), perumahan, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sementara di Indonesia, gerakan rakyat masih menjadi figuran dalam panggung politik nasional.  Di luar keberhasilannya membukakan ruang yang lebih demokratis, membukakan panggung politik bagi para pemain baru untuk bersimbiosis-mutualisme dengan pemain sebelumnya, tidak banyak yang bisa dicatat atas prestasi gerakan rakyat di Indonesia, kalau tidak boleh dibilang mengalami kemunduran semenjak pemerintahan Megawati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Apa yang disuguhkan dalam film No Volveran layaknya sebuah tayangan apa yang terjadi dalam jarak seperempat menuju pucak dalam sebuah pendakian. Di sisi lain, kita baru seperempat pendakian dari bawah kaki gunung. Tentunya, vegetasi gerakan, kesegaran cuaca bagi pemikiran rakyatnya dan keindahan yang tertampil akan mengalami perbedaan kualitas dari kedua ketinggian tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kembali ke Realitas Kita &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dengan kondisi gerakan di Indonesia yang masih figuran dan lemah, maka tentu menjadi tugas adalah memperbesarnya. Saat ini, tentu gerakan di Indonesia tidak terilusi akan tercapainya kemenangan dengan segera. Sebagaimana dikatakan oleh Meyer (nama samaran seorang progresif Rusia),  kita tidak terilusi kemenangan, kita tidak akan menang saat ini. Pekerjaan sekarang adalah menjatuhkan otokrasi. Tidak menjatuhkan otokrasi karena prospek kemenangan masih jauh adalah tindakan yang salah dan bukan karakter organisasi progresif (David Shubb). Kendati pendapat tersebut dia ungkapkan pada tahun 1905, relatif memiliki ketepatan dengan Indonesia saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kelompok yang tidak terilusi jelas melihat bahwa Pemerintahan SBY-Kalla tidak saja bukanlah pemerintahan populis (yang melandaskan kekuasaannya dengan memberi sogokan-sogokan kepada rakyat tanpa upaya serius meningkatkan kapasitas rakyatnya), namun lebih ekstrim dari itu dia adalah pemerintahan pro-investor. Hal tersebut tampak diantaranya dalam kasus Lapindo dimana dana APBN diporot untuk membayar apa yang seharusnya menjadi tanggungan Lapindo Brantas Inc, atau pelajaran dari dihentikannya kasus BLBI. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Isu nasionalisasi bagus untuk diketahui, dan perlu untuk dipahami. Namun memprioritaskan isu nasionalisasi dengan konteks pemerintahan yang ada sekarang, bukanlah tindakan yang efektif, sesuai dengan ketinggian pendakian kita saat ini. Prioritas utama adalah memblejeti pemerintahan yang tidak pro rakyat, dan menarik rakyat luas untuk masuk dan mendukung kelompok gerakan. Dengan membesarnya kekuatan rakyat, (dan menghasilkan pemerintahan yang progresif), barulah tuntutan nasionalisasi menjadi realistis dan memiliki pijakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Apa yang disungguhkan oleh film No Volveran adalah gambaran gerakan yang akan terjadi di depan, jika saja kita berhasil melanjutkan pendakian, dengan keberhasilan membangun kekuatan yang lebih besar, dengan kerja-kerja yang terukur kemajuannya sepanjang rute pendakian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ditulis oleh;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pius Tumangger, anggota Aliansi Muda Progresif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-3271410457137896696?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/3271410457137896696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=3271410457137896696' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/3271410457137896696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/3271410457137896696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/04/no-volveran-tayangan-pendakian.html' title='NO VOLVERAN: Tayangan Pendakian  Seperempat Menuju Puncak'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-3028683928839947948</id><published>2008-03-19T16:14:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T16:15:36.487+07:00</updated><title type='text'>Peluncuran Hands off Venezuela Indonesia</title><content type='html'>&lt;p style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color rgb(0, 102, 204); border-width: medium medium 1px; padding: 0cm 0cm 0.05cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;a name="lw_1205917210_2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_12"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_13"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_14"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_15"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_16"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_17"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_18"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_19"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_20"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_21"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_22"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_23"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_24"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_25"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_26"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_27"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_28"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_29"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_30"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_31"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_32"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="lw_1205917210_33"&gt;&lt;/a&gt; NO VOLVERAN&lt;br /&gt;Revolusi &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Venezuela&lt;/span&gt; Sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Inilah Revolusi Bolivarian Venezuela;.&lt;br /&gt;untuk pertama kalinya rakyat menaruh minat pada politik,&lt;br /&gt;dan mengambil kendali di kehidupan mereka…&lt;br /&gt;Akhiri penderitaan; akhiri kemiskinan; sekarang juga!&lt;br /&gt;Akhiri sistem ini pada akarnya. Hidup Sosialis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengundang kawan-kawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIR, BERDISKUSI, DAN BERSOLIDARITAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara:&lt;br /&gt;Peluncuran Hands Off Venezuela (HOV) Indonesia dan Pemutaran Film NO&lt;br /&gt;VOLVERAN "Revolusi Venezuela Sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi Publik dengan tema:&lt;br /&gt;"Arah Ekonomi Baru, Demokrasi Baru, dengan Revolusi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;Eko Prasetyo (Resist Book - Yogyakarta)&lt;br /&gt;Zely Ariane (HOV Indonesia, KPRM - PRD)&lt;br /&gt;Sadikin Gani (Rumah Kiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;Jum'at, 28 Maret 2008, Pk. 13:00 - Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat&lt;br /&gt;Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lt.1&lt;br /&gt;Jl. Diponegoro No. 76 Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi&lt;br /&gt;Jesus S. Anam Hp. 02517104542, Sadikin Hp. 081573218225, Zely Hp.&lt;br /&gt;08158126673, Arfi Hp. 085263548807, Arif Hp. 081578503444, Adi Hp.&lt;br /&gt;081315921593.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Term Of Reference&lt;br /&gt;Peluncuran Hands Off Venezuela (HOV) Indonesia dan Pemutaran Film NO&lt;br /&gt;VOLVERAN "Revolusi Venezuela Sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 28 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;Distorsi dan penyelewengan informasi oleh berbagai media atas Revolusi&lt;br /&gt;Bolivarian di Venezuela telah melahirkan Hands Off Venezuela, sebuah&lt;br /&gt;kampanye solidaritas untuk Revolusi Bolivarian. Kampanye ini telah&lt;br /&gt;menyebar ke perbagai negara dan sekarang telah memiliki pendukung di&lt;br /&gt;lebih dari 30 negara di dunia. Prinsip dasar dari kampanye ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersolidaritas dengan Revolusi Bolivarian.&lt;br /&gt;2. Menentang intervensi imperialis di Venezuela.&lt;br /&gt;3. Membangun hubungan dengan gerakan revolusioner dan gerakan&lt;br /&gt;serikat buruh di Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOV – Indonesia dibangun sebagai upaya memperluas dukungan atas&lt;br /&gt;Revolusi Bolivarian, propaganda program-program sosialis&lt;br /&gt;(pencapaiannya, proses-prosesnya, dll.) di Venezuela, dan sebagai&lt;br /&gt;wahana belajar bagi gerakan-gerakan revolusioner dan gerakan-gerakan&lt;br /&gt;buruh di Indonesia menuju terwujudnya revolusi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Kampanye ini bersifat terbuka bagi siapa saja, baik secara individu&lt;br /&gt;maupun kelompok, yang setuju dengan tujuan-tujuan dari kampanye.&lt;br /&gt;Tujuan-tujuan dari kampanye tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mendukung penuh Revolusi Venezuela, yang telah berulangkali&lt;br /&gt;terbukti menjalankan mandat demokratiknya, dengan berjuang membebaskan&lt;br /&gt;penindasan yang terjadi di Venezuela.&lt;br /&gt;2. Mempertahankan Revolusi dari serangan imperialisme dan agen-agen&lt;br /&gt;lokalnya, yakni oligarki Venezuela.&lt;br /&gt;3. Mendukung konfederasi serikat pekerja, UNT, sebagai corong yang&lt;br /&gt;sah dari gerakan buruh.&lt;br /&gt;4. Memberikan informasi yang benar tentang Venezuela yang selama&lt;br /&gt;ini diselewengkan oleh banyak media, dan memobilisasi dukungan yang&lt;br /&gt;sebanyak-banyaknya bagi tercapainya tujuan-tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal-hal yang telah disebut di atas, HOV – Indonesia bisa&lt;br /&gt;menjadi gerakan bersama guna mengeksplorasi revolusi Indonesia dengan&lt;br /&gt;belajar dari kasus &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Venezuela&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Organisasi&lt;br /&gt;2. Individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemutaran Film ( Sinopsis terlampir)&lt;br /&gt;2. Diskusi Panel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dan Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 28 Maret 2008, jam 13.00 – selesai&lt;br /&gt;Gd. LBH lt. 1 Jl. Diponegoro No. 76 Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis Film Dokumenter No Volveran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Volveran adalah sebuah dokumenter tentang Revolusi: suatu perubahan&lt;br /&gt;radikal atas kepemilikan alat produksi, transformasi kesadaran dan&lt;br /&gt;kebudayaan, serta peningkatan tenaga produktif, yang sedang berkembang&lt;br /&gt;di Venezuela. Melalui apa yang disebut `revolusi damai', proses itu&lt;br /&gt;sedang memobilisasi rakyat untuk membuat mungkin apa yang selama ini&lt;br /&gt;dianggap mustahil oleh banyak orang: mengambil alih industri pokok di&lt;br /&gt;bawah kontrol buruh; mendistribusi kekayaan negeri; melakukan&lt;br /&gt;referendum; melunasi utang luar negeri; memutus hubungan dengan IMF;&lt;br /&gt;mengorganisasikan kekuatan rakyat miskin untuk mengurus negeri dan&lt;br /&gt;kehidupannya sendiri; dan seterusnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Film berdurasi 90 menit, produksi tahun 2007, ini gempita dengan&lt;br /&gt;kegembiraan rakyat terhadap revolusi. Untuk pertama kalinya dalam&lt;br /&gt;sejarah Venezuela, rakyat memiliki kekuatan untuk memerintah dan&lt;br /&gt;menentukan masa depan kehidupan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"… Rakyat telah bangkit, dan mereka tak akan diintimidasi lagi.&lt;br /&gt;Kami akan korbankan segalanya untuk mempertahankan proses ini."&lt;br /&gt;"... banyak ibu rumah tangga berkata, kalau perlu jual tv untuk&lt;br /&gt;beli senapan, itu (pun) akan dilakukan."&lt;br /&gt;"… kami sekarang punya harga diri, dan kami bukan lagi kaum&lt;br /&gt;terpinggir dan terlupakan, melainkan rakyat masa depan... kami adalah&lt;br /&gt;pemimpin…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan gratis, kesehatan gratis, pembangunan perumahan sehat,&lt;br /&gt;makanan sehat dan murah, dan seterusnya, tidak didapatkan rakyat oleh&lt;br /&gt;karena belas kasih atau derma dari orang kaya atau pemerintah. Hak-hak&lt;br /&gt;tesebut didapatkan karena mobilisasi rakyat mempertahankan proses&lt;br /&gt;Revolusi: menggagalkan kudeta dari oposisi sayap kanan (April 2002)&lt;br /&gt;dan boikot para pemiliki bisnis dan industri (Desember 2002),&lt;br /&gt;mengalahkan referendum pemecatan terhadap Hugo Chavez, Presiden&lt;br /&gt;Venezuela (Agustus 2004); memilih Chavez kembali sebagai Presiden&lt;br /&gt;(Desember 2006); membentuk dewan-dewan komunal dan dewan-dewan buruh&lt;br /&gt;sebagai instrumen revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi oleh rakyat Venezuela kini dianggap sebagai satu-satunya&lt;br /&gt;jalan untuk dapat merubah nasib, sehingga mereka berbondong-bondong&lt;br /&gt;mempertahankannya, dan mengatakan TIDAK pada Kekuatan Lama (No Volveran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Inilah saatnya, membangun gerakan massa dan menyingkirkan klas&lt;br /&gt;penguasa, agar semua punya kesempatan berkembang secara spritiual,&lt;br /&gt;fisik, ekonomi dan segala aspek kehidupan. Dalam kapitalisme kita tak&lt;br /&gt;bisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Menang.***  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-3028683928839947948?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/3028683928839947948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=3028683928839947948' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/3028683928839947948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/3028683928839947948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/03/peluncuran-hands-off-venezuela.html' title='Peluncuran Hands off Venezuela Indonesia'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7787710737342467932</id><published>2008-03-04T13:06:00.000+07:00</published><updated>2008-03-04T13:10:57.306+07:00</updated><title type='text'>[Debat} Bulan di Atas Kuba</title><content type='html'>Tempo, Edisi. 01/XXXVII/25 Februari - 02 Maret 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan di Atas Kuba &lt;br /&gt;Setelah hampir separuh abad berkuasa, Fidel Castro akhirnya mundur. Pemimpin baru di persimpangan jalan. Jenderal Raul Castro, adik Fidel, salah satu calon penggantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK ada yang abadi. Begitu juga penguasa Kuba Fidel Castro dan kekuasaannya. "El Comandante"- begitu Castro disebut-membuat pernyataan penting pada Selasa pekan lalu: dia tak mau lagi dipilih sebagai Presiden Kuba pada sidang Majelis Nasional. Berita itu dirilis lewat situs berita resmi milik Partai Komunis Kuba, Digital Granma Internacional. "Saya tak akan menerima posisi sebagai Presiden Dewan Negara dan Panglima Militer," tulis Castro. Sidang majelis dilangsungkan Selasa pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertengahan 2006, Castro sakit dan harus operasi di bagian perut. Sejak itu dia tak pernah lagi tampil di depan umum. Tak jelas apa penyakitnya, hanya disebut-sebut dia mengalami pendarahan usus. Itu tampaknya menjadi alasan mundur. Meski tak lagi berpidato, dia masih kerap tampil di televisi serta pada sejumlah foto resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki berjanggut yang badannya berayun-ayun ketika berpidato itu kini lebih banyak melakukan "refleksi dan meditasi". Sejak pekan lalu, setiap hari ada satu tulisannya di situs Granma. Refleksi Fidel mencakup soal politik, ekonomi, dan ideologi. Terakhir, misalnya, dia menulis tentang politik Amerika lewat lima seri tulisan. Meski kini hanya menulis, Fidel mengatakan tak akan meninggalkan politik. "Ini bukan ucapan selamat tinggal," ujarnya. Dia ingin tetap berjuang sebagai prajurit. Bukan prajurit bersenjata, tapi prajurit ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pertama tentu datang dari Presiden Amerika Serikat, musuh tradisional Fidel. Saat George W. Bush berkunjung ke Rwanda dan lima negara Afrika lain pekan lalu, ia ingin ada transisi demokratik di Kuba. "Bukan sekadar suksesi di dalam kediktatoran, " ujarnya. Tentu ucapan itu sudah kerap didengar Fidel dari mulut Presiden Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berkuasa, Fidel menyaksikan sepuluh Presiden AS naik-turun ke Gedung Putih. Pada 1959, lelaki yang lahir di Biran, Kuba Timur, itu memimpin 800 personel, mengalahkan 30 ribu prajurit diktator Fulgencio Batista. Setelah melancarkan gerilya, dia menduduki Havana, mengusir Batista, lalu menjadi legenda. Pemberontakan itu semula didukung Amerika, belakangan Fidel menyatakan pemberontakan itu sebagai kemenangan komunisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Amerika yang merasa tertipu mencoba menjatuhkan Fidel. Embargo ekonomi dilancarkan, tetapi "El Comandante" bertahan dengan merapat ke Uni Soviet. Lalu, berbagai upaya pembunuhan atas dirinya diorganisir CIA, termasuk peristiwa Teluk Babi pada 1961. Semua gagal dan hanya membuat dia kian membenarkan sikap menindas "elemen kapitalisme dan imperialisme" di Kuba. Ujungnya, Fidel Castro menjadi diktator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan Amerika juga membuat Kuba harus mencari akal untuk bertahan. Mungkin itu sebabnya Fidel Castro tetap menggenjot ideologi komunisme. Lihatlah di Calle Obispo, sepotong jalan di kawasan kolonial Old Havana. Ada plakat besar tertempel di museum Komite Pertahanan Revolusi, organisasi warga yang dibentuk Fidel pada 1960. Museum itu baru didirikan tahun lalu. Plakatnya berbunyi: Sr Bush: este pueblo no puede ser enganado ni comprado (Tuan Bush, rakyat kami tak bisa ditipu atau dibeli). Di dinding terpatri pidato-pidato Fidel dan jumlah anggota Komite, yang sampai 2007 mencapai 8,4 juta dari 11 juta warga Kuba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Uni Soviet bubar, Kuba memang kerepotan. Ekonominya menciut 35 persen sepanjang 1989-1993. Banyak yang menduga Kuba bakal runtuh, toh negeri cerutu itu bertahan. Fidel segera menyatakan "periode khusus" ketika Kuba boleh menerima modal asing, mempromosikan turisme, terutama hotel, pertambangan nikel, telekomunikasi, dan minyak bumi. Ekonomi sedikit membaik, tapi Fidel terpaksa menghentikannya pada 1996. Akibat modal masuk itu, ada jurang pendapatan di tengah rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding Cina dan Vietnam, dua negara komunis yang melaju setelah mencangkok kapitalisme, Kuba memang lebih lambat. Untunglah ada Hugo Chavez, pemimpin Venezuela, yang mengidolakan Fidel. Venezuela lalu ibarat Uni Soviet bagi Kuba. Keduanya melakukan ekonomi barter. Chavez meminta 20 ribu dokter, guru olahraga, dan ahli keamanan dari Kuba untuk bekerja di negerinya. Sebagai balasan, Venezuela mengucurkan minyak sejumlah 92 ribu barel per hari ke Kuba, dan menyetor US$ 800 juta pada 2006, dan US$ 1,5 juta (setara Rp 14 miliar) pada 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat Venezuela, ekonomi Kuba kembali bergerak. Negeri itu bisa punya energi listrik lumayan baik. Apalagi, ketika bantuan kredit dari Cina datang. Kuba mengganti armada bus reot mereka dengan buatan Cina yang lebih hemat bahan bakar. Meski begitu, negara itu masih terbebat problem pendapatan rendah. Biaya hidup pun melangit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji seorang buruh pabrik, misalnya, berkisar 400 peso. Dokter? Jangan kaget, hanya 700 peso. Angka itu pun kalau ditukar ke dolar di pasar gelap hanya berkisar US$ 17-30 (setara Rp 150-180 ribu). Peso hanya cocok membeli sembako bersubsidi. Setiap bulan, lewat Komite Pertahanan Revolusi, warga dijatah 2,25 kilo beras per orang. Ditambah setengah liter minyak goreng. Kalau stok lagi ada, warga bisa kebagian kedelai, gula, sardin, daging, sabun dan pasta gigi. Ini semua cuma bisa bertahan sepekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, soal kesehatan dan pendidikan, Kuba boleh menepuk dada. Mereka bisa menggratiskan rumah sakit dan sekolah, tetapi ada masalah besar juga. Dengan ekonomi morat-marit, sekolah kini kekurangan guru. Banyak tenaga pengajar pindah ke sektor turisme. Di sektor itu duit lebih menjanjikan. Soal fasilitas kesehatan pun kini terancam gawat. Gedung rumah sakit banyak yang lapuk. Peralatan medis dan obat pun terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pengamat mengatakan, jika Fidel mundur, maka Kuba bakal berubah. Namun, jika Raul Castro, 76 tahun, yang menggantikannya maka perubahan mungkin tak terlalu besar. Raul adalah adik kandung Fidel, kini adalah pejabat presiden, sejak sang abang absen 19 bulan karena sakit. Dia juga Menteri Pertahanan. Meski dikenal pragmatis, Raul adalah motor dari Partai Komunis Kuba. Pada Juli lalu dia berjanji membuat "perubahan struktural dan konseptual", tapi belum begitu jelas ke mana arah ekonomi dan politik Kuba nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Raul tidak naik, calon kedua menjadi penting. Namanya Carlos Lage, anggota Politbiro dan Ketua Dewan Menteri Negara. Umurnya 51 tahun. Artinya, ketika Fidel dan kawan-kawannya menggulingkan Batista, dia baru tiga tahun. Karena itu, Lage termasuk generasi muda yang tak terkait pengalaman politik kaum tua. Sebagai penasihat ekonomi Fidel, dia diharapkan menjadi motor perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Raul Castro pegang kendali, politik Kuba sedikit lebih lega. Para seniman dan penulis agak relatif bebas. Raul juga pernah minta maaf kepada bekas pejabat yang terkena "revolusi kebudayaan" pada 1970-an. Tapi, memang, kritik hanya boleh dilakukan terbatas. Warga boleh menghujat isu ekonomi, dan korupsi birokrasi. Soal politik belum boleh disentil. "Kalau kami bicara jelek soal Fidel, kami bisa di penjara," ujar Rodrigo, warga Havana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fidel dan revolusi Kuba kini berada di persimpangan. Rakyat akan mencatat dia sebagai pemimpin setia kepada revolusi. Dia bukan pemimpin korup dan kaya-raya seperti diktator lain. Fidel adalah pemimpin yang tak bisa berpisah dari rakyat, seperti cintanya kepada revolusi. Dan, revolusi baginya tak lain adalah pengabdian absolut memenuhi kebutuhan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, setahun setelah menggulingkan diktator Batista pada 1959, filsuf dan sastrawan Prancis Jean-Paul Sartre bertandang ke Kuba. Perjalanan itu akhirnya dibukukan dalam Sartre on Cuba, yang terbit sekitar 1961. Di sana, terekam satu dialog menarik antara Fidel dan filsuf eksistensialisme itu. Sartre bertanya, apakah Fidel akan memenuhi semua permintaan rakyat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ "Ya, karena semua permintaan merefleksikan kebutuhan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Bagaimana jika mereka meminta bulan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fidel terdiam. Dia mengisap cerutunya dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ "Kalau itu mereka minta, berarti rakyat memang membutuhkannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fidel baru saja menyatakan "pensiun" pekan lalu. Mungkin, dia mengingat kembali dialog setengah abad lampau. Seperti bulan, kebutuhan rakyat kini tampak terang: perubahan di Kuba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nezar Patria (Granma, Economist) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Tanggapan Coen HP-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca laporan Nezar ini, aku seperti membaca laporan&lt;br /&gt;media-media kapitalis liberal, tentang peralihan&lt;br /&gt;kekuasaan di Kuba. Media seperti The Independent atau&lt;br /&gt;Guardian banyak menulis, bahwa perubahan yang kini&lt;br /&gt;terjadi di Kuba, belumlah seperti yang diinginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba baca tulisan Rory Carroll di the Guardian pada &lt;br /&gt;25 February, "The dearth of suspense underscored the&lt;br /&gt;authorities' tight control over the island and its 11&lt;br /&gt;million people, many of whom hanker for relief from&lt;br /&gt;poverty harsher than that experienced in eastern&lt;br /&gt;Europe before the fall of the Berlin wall."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media-media ini juga menilai peralihan kekuasaan di&lt;br /&gt;Kuba tak lebih seperti peralihan kekuasaan di sebuah&lt;br /&gt;kerajaan, atau khas seperti peralihan kekuasaan di&lt;br /&gt;Korsel. Mereka menghendaki peralihan kekuasaan&lt;br /&gt;berlangsung secara "normal" dan "damai." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu saja mahfum argumen seperti ini sangatlah&lt;br /&gt;politis, tidak ilmiah. Dimanapun, jika terjadi&lt;br /&gt;peralihan kekuasan yang damai, rejim baru tentu&lt;br /&gt;berusaha melanjutkan kebijakan rejim lama. Coba lihat&lt;br /&gt;dari rejim Clinton yang demokrat ke rejim Bush yang&lt;br /&gt;Neocon, keduanya sama-sama agresor dan menjalankan&lt;br /&gt;kebijakan ekonomi yang sama: neoliberal. Atau&lt;br /&gt;peralihan kekuasaan dari Tony Blair ke Gordon Brown,&lt;br /&gt;apa perbedaan signifikannya? Juga dari Gus Dur ke&lt;br /&gt;Megawati lantas ke SBY, beda substansialnya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali perubahan kekuasaan itu berlangsung radikal&lt;br /&gt;seperti dari Orde Soekarno ke Orde Soeharto, jelas ada&lt;br /&gt;perubahan kebijakan yang juga radikal. Atau dari&lt;br /&gt;Batista ke Castro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nezar juga menulis bahwa setelah berkuasa, Castro&lt;br /&gt;kemudian menjadi diktator. Patut ditanyakan, dalam&lt;br /&gt;pengertian seperti apa kata Diktator yang dimaksud&lt;br /&gt;Nezar? Kalau menggunakan teori pembagian kekuasaan&lt;br /&gt;atas tiga cabang kekuasaan legislatif, eksekutif dan&lt;br /&gt;yudikatif, maka benar bahwa Castro berkuasa secara&lt;br /&gt;diktator. Tapi, Kuba memang tidak mengadopsi demokrasi&lt;br /&gt;liberal, apalagi jika itu bermakna th way of american&lt;br /&gt;politics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menulis agak panjang soal demokrasi di&lt;br /&gt;Kuba ini di Jurnal terbitan insist Yogyakarta pada&lt;br /&gt;2005, di mana saya menunjukkan bahwa partisipasi&lt;br /&gt;rakyat dalam setiap jenjang pemilihan umum di Kuba&lt;br /&gt;sangatlah tinggi. Dan mereka yang terpilih dalam&lt;br /&gt;Pemilu, tidak selalu merupakan calon dari Partai&lt;br /&gt;Komunis Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Nezar menulis bahwa hubungan antara&lt;br /&gt;Venezuela dan Kuba ibarat hubungan antara Uni Sovyet&lt;br /&gt;dan Kuba. "Venezuela lalu seperti ibarat Sovyet kedua&lt;br /&gt;bagi Kuba," tulisanya. Aah, tentu ini pengibaratan&lt;br /&gt;yang berlebihan. Dalam kasus hubungan Kuba-Sovyet,&lt;br /&gt;posisi Kuba adalah subordinat, sementara dalam&lt;br /&gt;hubungan Kuba-Venezuela, hubungan keduanya adalah&lt;br /&gt;setara. Secara politik bahkan keduanya sangatlah&lt;br /&gt;berbeda, walaupun Chavez merupakan pengagum Castro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain, Nezar menulis bahwa Kritik hanya boleh&lt;br /&gt;dilakukan secara terbatas dan para seniman dan penulis&lt;br /&gt;baru merasa lebih bebas ketika Raul Castro menjabat&lt;br /&gt;sebagai acting president. Nezar mungkin kekurangan&lt;br /&gt;informasi. Dari segi penerbitan buku, misalnya, Kuba&lt;br /&gt;sangatlah produktif. Kita ambil contoh sejak&lt;br /&gt;dimulainya pelaksanaan Festival Buku pada 1982, selalu&lt;br /&gt;diramaikan oleh besarnya animo penerbit dan&lt;br /&gt;pengunjung. Pada pelaksanaan Cuban Book Fair yang&lt;br /&gt;ke-17 tahun ini, misalnya, jumlah penerbit yang&lt;br /&gt;berpartisipasi sebanyak 145 dimana 90 di antaranya&lt;br /&gt;berasal dari luar negeri. Coba bandingkan dengan&lt;br /&gt;jumlah partisipan penerbitan buku di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu berapa jumlah buku yang terbit setiap tahun&lt;br /&gt;di Kuba? Pada masa krisis ekonomi tahun 1990an,&lt;br /&gt;jumlah buku yang terbit "cuma" 50 juta eksemplar. Kini&lt;br /&gt;berdasarkan laporan Cuban Books Institute, jumlah buku&lt;br /&gt;yang terbit pasca krisis hanya bertambah "sedikit"&lt;br /&gt;menjadi 60 juta eksemplar. Cuban Institute sendiri&lt;br /&gt;tahun ini hanya bisa menjual buku lebih dari 8 juta&lt;br /&gt;eksemplar. Dari segi topik, kecuali buku-buku mesum,&lt;br /&gt;hampir semua buku ilmiah yang terbit di Barat bisa di&lt;br /&gt;jumpai di Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memuji soal prestasi Kuba di bidang pendidikan&lt;br /&gt;dan kesehatan, Nezar menulis bahwa jumlah guru di Kuba&lt;br /&gt;semakin berkurang. Masak iya? Hingga kini, Kuba adalah&lt;br /&gt;negara dengan jumlah guru terbesar di Amerika Latin.&lt;br /&gt;Dari segi komposisi jumlah guru-murid, untuk tingkat&lt;br /&gt;sekolah dasar dari setiap 20 murid dilayani oleh satu&lt;br /&gt;orang pengajar. Untuk tingkat sekolah menengah, satu&lt;br /&gt;orang pengajar melayani 15 murid. Bahkan, di negara&lt;br /&gt;seperti AS, komposisi seperti ini tak akan bisa&lt;br /&gt;ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu soal gedung-gedung rumah sakit yang lapuk dan&lt;br /&gt;peralatan yang terbatas. Nezar melupakan satu hal,&lt;br /&gt;bahwa selama lebih dari 40 tahun Kuba diembargo secara&lt;br /&gt;ekonomi oleh AS untuk semua bidang, termasuk fasilitas&lt;br /&gt;medis. Tapi, kalau Nezar pernah menonton film Sicko&lt;br /&gt;karya Michael Moore, tentu Nezar bisa melihat dengan&lt;br /&gt;jelas betapa fasilitas kedokteran di Kuba yang masih&lt;br /&gt;diembargo itu, sangatlah modern. Lebih dari itu,&lt;br /&gt;gedung rumah sakit yang megah, bukan ukuran yang&lt;br /&gt;akurat bagi kelayakan pelayanan medis. Indonesia tentu&lt;br /&gt;contoh terbaik soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas soal gaji yang cekak. Bung Nezar, orang memburu&lt;br /&gt;uang setinggi-tingginya, karena takut akan resiko yang&lt;br /&gt;mengancam masa depan hidupnya. Takut, jika ia sakit&lt;br /&gt;tak mampu membiayai pengobatannya, takut jika anaknya&lt;br /&gt;gede tak mampu menyekolahkan karena biaya pendidikan&lt;br /&gt;yang melangit, atau takut jika ia tak mampu membeli&lt;br /&gt;barang-barang luks seperti mobil, baju-baju mewah,&lt;br /&gt;emas perhiasan, yang merupakan simbol jati diri&lt;br /&gt;kemodernan. Tapi, jika pendidikan gratis, kesehatan&lt;br /&gt;gratis, dan simbol kemodernan adalah solidaritas,&lt;br /&gt;empati, dan kejujuran, lantas buat apa memburu harta&lt;br /&gt;bertumpuk? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, terima kasih untuk laporan Nezar ini.&lt;br /&gt;Saya kira, ini laporan tentang Kuba yang relatif&lt;br /&gt;berimbang. Dan kini, Raul Castro telah resmi menjadi&lt;br /&gt;presiden Kuba, tanpa arak-arak panser dan demonstrasi&lt;br /&gt;massa yang brutal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-C&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7787710737342467932?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7787710737342467932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7787710737342467932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7787710737342467932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7787710737342467932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/03/debat-bulan-di-atas-kuba.html' title='[Debat} Bulan di Atas Kuba'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-3140692711347201957</id><published>2008-02-23T15:15:00.000+07:00</published><updated>2008-02-23T15:29:29.637+07:00</updated><title type='text'>Sumbangan Revolusi Venezuela kepada Rakyat Dunia</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Mengapa kaum gerakan di Indonesia harus bersolidaritas-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Zely Ariane[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tulisan ini merupakan pokok-pokok pikiran yang mendukung pembangunan Sosialisme Abad 21 di Venezuela. Sumbangan penting Revolusi Venezuela terhadap masa depan perjuangan sosialisme di dunia menuntut tanggung jawab gerakan revolusioner di seluruh dunia untuk memertahankan dan memajukan proses revolusioner di negeri itu; sekaligus membangun solidaritas diantara kaum kiri dan gerakan rakyat di negeri kita sendiri terhadap Revolusi Venezuela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sekarang, alternatif itu ada; mari mempertahankan dan memajukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ada Alternatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Neoliberalisme telah kehilangan legitimasi dan landasannya, sejak ia tidak bisa “membebaskan pasar dan membiarkan tangan-tangan tak terlihat melakukan pekerjaan” untuk mengglobalisasikan kesejahteraan. Neoliberalisme telah mengkhianati filosofinya sendiri dan terpaksa kembali pada tipe Negara Kesejahteraan (Keynesianism) demi terlihat lebih manusiawi dan dermawan. Millennium Development Goals (MDGs), Corporate Social Responsibility (CSR), sokongan terhadap kebijakan Mikro Kredit (paling jauh) semacam Greemen Bank, adalah diantara formula klise mereka untuk mempertahankan sistem (kapitalisme), namun, tak pernah bisa menanggulangi globalisasi kemiskinan dan kehancuran tenaga produktif dunia saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namun sekarang, dunia sudah berubah dan neoliberalisme sedang dipertanyakan. Revolusi Venezuela (bersamaan dengan kemajuan sosialisme Kuba) telah mempercantik dunia, membuat suatu (sistem) alternative menjadi mustahil dan menggugat apa yang dianggap oleh perspektif dominan sebagai akhir dari sejarah.  Seiring perlawanan terhadap neoliberalisme di banyak tempat di dunia, perluasan alternative Venezuela telah menjadi isu besar diantara gerakan social: suatu alternative yang mengembalikan revolusi dan sosialisme ke dalam agenda perjuangan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Revolusi Venezuela telah memutus rantai involusi di bawah neoliberalisme; merevolusionerkannya melalui proses transfer kekuasaan ke tangan rakyat (dengan demokrasi langsung dan partisipatif) serta mendistribusi kepememilikan pribadi (baik secara bertahap maupun simultan) yang membuka jalan bagi sosialisme abad 21. Sosialisme ini harus sanggup memberi jawaban kongkret bagi kemajuan tenaga produktif yang telah dihancurkan oleh kapitalisme yang rakus di banyak negeri di dunia ketiga; meningkatkan produktivitas rakyat yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan; memperjuangkan suatu demokrasi langsung yang partisipatif untuk membangkitkan kesadaran rakyat atas kekuatannya sendiri untuk mengatur Negara dan kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Proses revolusioner yang menempatkan Chavez-Venezuela-Sosialisme Abad 21 sebagai suatu pilihan tandingan dari Bush-Washington-Neoliberalisme, bersamaan dengan kemajuan di Kuba, Bolivia, dan Ekuador, telah menginspirasi banyak kekuatan demokratik dan revolusioner di seluruh dunia. Pada kenyataannya, ada pusaran baru di dunia saat ini; pusaran alternative yang harus dibela oleh kaum kiri dan gerakan social di seluruh dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sumbangan Revolusi Venezuela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Revolusi sosialis dalam pengertian kongkritnya berupa sosialisasi kepemilikan pribadi, transformasi kesadaran dan kebudayaan, serta peningkatan tenaga produktif, sedang berkembang di Venezeula. Melalui apa yang disebut ‘revolusi damai’, proses tersebut terus berlanjut dan membuat yang dianggap mustahil menjadi kenyataan. Momen-momen penting dan menentukan dalam tahap revolusi adalah 13 April 2002—ketika mobilisasi jutaan rakyat miskin Venezuela berhasil mengalahkan kudeta oposisi sayap kanan—serta keberhasilan perjuangan melawan pemogokan para pemilik bisnis di akhir tahun yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejak itulah, proses revolusioner semakin ditingkatkan, meski beberapa pendapat menganggapnya masih terlalu lamban. Karena sosialisme tidak terjadi lewat dekrit atau deklarasi—walau Chavez sudah mendeklarasikannya di akhir Desember 2005—maka pemahaman terhadap proses revolusi Venezuela sangatlah penting dalam rangka menentukan kesimpulan bersama yang bermanfaat bagi kampanye sosialisme. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Pemenuhan kebutuhan darurat rakyat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; bukanlah hal mudah bagi negeri-negeri miskin di bawah imperialisme. Kontradiksi antara satu kebijakan dengan kebijakan lainnya membuat propaganda social demokrasi hanya di atas awan. Seperti itulah nasib yang akan terjadi pada masa depan kebijakan MDGs; suatu pajangan ‘niat baik’ di bawah liberalisasi pasar domestic, liberasilisasi pendidikan, kesehatan, perumahan, pertanian dst, di bawah dikte institusi keuangan internasional dan perancang ekonomi konsensus Washington. Venezuela telah meninggalkan involusi ini, dan meradikalisir proses perubahan negerinya dengan memutus hubungan dengan IMF dan Bank Dunia, serta pengambil-alihan alat produksi dari tangan imperialis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Misi-misi sosial (Missions) Venezuela merupakan program-program transisional darurat untuk memenuhi kebutuhan darurat rakyat sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga produktifnya. Sekilas tampak mirip dengan kebijakan-kebijakan sosial demokrasi (Negara kesejahteraan), namun memiliki perbedaan mendasar dalam karakter politiknya, yakni partisipasi/inisiatif rakyat dan sumber pembiayaanya. Misi-misi tersebut dibiayai langsung dari pemasukan minyak (yang sudah dinasionalisasi) dan diatur sendiri oleh rakyat (tidak ada institusi ‘formal’ pemerintah terlibat) melalui berbagai komite seperti komite kesehatan; pendidikan; makanan; perumahan, pertanian, dst.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Penguasaan alat produksi dan distribusi kepemilikan pribadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; berlanjut. Dalam beberapa kasus (seperti di Invepal—pabrik kertas, dan Alcasa—pabrik alumunium), tingkat dan tipe penguasaan buruh terhadap produksi dan distribusi pabrik berbeda satu dengan lainnya (lihat wawancara dengan Rafael Rodriguez oleh International Viewpoint,  bulan Oktober 2006). Di sector pertanian, reforma agrarian tak hanya meliputi distribusi tanah pada para petani tak bertanah, namun juga peningkatan teknologi dan system produksi pertanian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Peningkatan tenaga produktif dan teknologi. Venezuela sekarang adalah negeri kedua di dunia (setelah Kuba) yang bebas buta huruf. Program-program peningkatan penguasaan teknologi seperti perangkat lunak gratis, komputerisasi tingkat sekolah dasar, produksi komputer dalam negeri , merupakan sebagian dari langkah-langkah pentingnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Praktek demokrasi partisipatoris dan kekuasaan kerakyatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; sekarang mulai menantang demokrasi perwakilan. Meski belum begitu jelas bagaimana mekanisme nasional dan otoritasnya terhadap pemerintah, pembentukan ribuan Dewan-dewan Komunitas (lokal) merupakan langkah yang menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Poros internasionalisme baru telah berdiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;. Alternatif Bolivarian untuk Amerika Latin (ALBA) dan Bank Selatan (Bancosur) merupakan kampanye yang penting untuk membangun solidaritas yang progressif diantara negeri-negeri miskin di selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Kerja Solidaritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pekerjaan solidaritas terhadap pembangunan sosialisme di Venezuela (dan Kuba) adalah tugas penting yang menentukan sukses tidaknya perjuangan untuk pembebasan nasional dan sosialisme di negeri-negeri dunia ketiga. Kekalahan sosialisme di Venezuela akan memundurkan perjuangan untuk sosialisme di negeri manapun di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di Indonesia, selama 33 tahun rezim diktator Soeharto berkuasa, telah berhasil menghapus memori sejarah rakyat Indonesia dari pengalaman-pengalaman sejarah revolusionernya; gagasan-gagasan kiri dan sosialis yang subur di masa-masa pergerakan nasional (paruh pertama abad 20) hingga sebelum 1965, hampir-hampir mati potensi. Terima kasih kepada Revolusi Kuba, Revolusi Sandinista, kemenangan Front Popular di Chile, termasuk kemenangan rakyat Vietnam, yang turut menyumbang inspirasi pada kebangkitan kesadaran politik kiri-kerakyatan mahasiswa di era 1970-an, melalui berbagai kelompok studi dan ruang-ruang diskusinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah Soeharto dijatuhkan, dan hampir 10 tahun reformasi berjalan, ruang-ruang keterbukaan yang berhasil diperjuangan gerakan mahasiswa dan rakyat belum berhasil dimanfaatkan untuk meluaskan kampanye mengenai kebutuhan dan pembangunan kekuasaan alternative. Banyak aktivis gerakan radikal yang popular di era 90-an (termasuk pimpinan-pimpinan Partai Rakyat Demokratik—PRD, tokoh-tokoh LSM, tokoh-tokoh mahasiswa) , terkooptasi ke dalam politik parlementer di bawah bendera pemerintahan rezim neoliberal, partai-partai sisa lama dan reformis gadungan.. Situasi tersebut telah memperlambat perjuangan untuk menuntaskan reformasi dan mengampanyekan suatu politik alternatif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apa yang terjadi di Venezuela di akhir tahun 90-an (1998 dan 1999) serupa dengan situsi politik di Indonesia saat ini, yang ditandai dengan kekecewaan rakyat pada partai politik tradisional. Namun, di Indonesia tidak ada elit politik dan partai politik sisa lama (Orde Baru) dan reformis gadungan di Indonesia yang menyatakan keberpihakan terhadap pembebasan rakyat miskin, seperti yang dikatakan Chavez di banyak pidatonya bahwa pembebasan rakyat miskin adalah satu-satunya cara untuk membangun sebuah bangsa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ditengah situasi inilah pekerjaan solidaritas untuk revolusi sosialis di Venezuela  mendapatkan momentumnya. Kaum aktivis gerakan (kiri) di Indonesia (seharusnya) merupakan mereka yang berkepentingan untuk menyebarluaskan gagasan-gagasan revolusi Venezuela; meluruskan propaganda sesat tentang demokrasi dan Chavez dari tangan elemen-elemen sisa lama  (orba) dan tentara di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Propaganda sesat yang dilancarkan kekuatan lama di Indonesia terhadap Venezuela saat ini adalah, bahwa kesejahteraan rakyat dapat dicapai tanpa demokrasi; dan tentara adalah elemen penting yang berkesanggupan melakukan perubahan. Termasuk di antara elemen sisa orba tersebut adalah Prabowo—pelaku penculikan aktivis gerakan 90-an—dan Wiranto—mantan Jenderal pelanggar HAM—yang  mencoba masuk dalam politik nasional kembali dengan menunggangi perubahan di Venezuela di bawah kepemimpinan Chavez.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Demikian pula para politisi reformis palsu seperti Amien Rais—mantan ketua MPR—dan beberapa anggota DPR dari partai-partai reformis gadungan semacam partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP), yang mulai bersuara mengenai nasionalisasi minyak Venezuela. Mereka khususnya mengambil contoh renegosiasi kontrak karya terhadap perusahaan minyak asing di Venezuela. Tapi tentu saja, mereka tidak bicara mengenai demokrasi partisipatif; nasionalisasi di bawah kontrol buruh (rakyat); referendum; dewan-dewan komunal sebagai elemen yang paling penting dari revolusi Venezuela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam kepentingan inilah pekerjaan solidaritas terhadap Revolusi Venezuela dapat sekaligus memberikan landasan bagi perjuangan pembebasan nasional di Indonesia, yakni perjuangan pembebasan rakyat miskin oleh kekuatan rakyat miskin sendiri. Revolusi Venezuela merupakan bukti bahwa berjuang (untuk perubahan yang mendasar) tidaklah mustahil; bahwa rakyat bisa melakukan perubahan dengan kekuatannya sendiri; bahwa mobilisasi kekuatan rakyat sendiri adalah senjata paling ampuh untuk merebut kekuasaan. Inilah senjata utama revolusi yang tidak boleh dilucuti oleh politik kooptasi dan kooperasi dengan musuh-musuh rakyat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Banyak kalangan yang skeptis mengatakan bahwa tidak mungkin Indonesia bisa mencontoh Venezuela, oleh karena latar belakang sejarah, ekonomi dan politik yang berbeda. Pertanyaannya adalah, mengapa tidak mungkin? Mengapa membatasi diri? Dalam logika yang sama, banyak masyarakat klas menengah Indonesia tak segan untuk dengan terbuka berkiblat pada mimpi-mimpi Amerika atau Eropa yang bisa maju karena kolonialisme dan imperialisme modern. Atau kagum pada China dan India yang bisa besar karena mengambil madu dari perjalanan sejarah bangsanya yang revolusioner—dari Revolusi Kebudayaan Mao Tsetung dan militansi Gandi. Para pejuang pergerakan nasional Indonesia pun mengambil manfaat sebesar-besarnya dari Revolusi Rusia 1917 dan Nasionalisme Tiongkok, untuk pergerakan rakyat yang lebih modern demi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mengapa kita takut untuk membebaskan diri mempelajari Revolusi yang terjadi Venezuela, Kuba, dan Bolivia? Apakah ketakutan itu akibat prasangka terhadap sosialisme yang dijadikan hantu berpuluh-puluh tahun oleh rezim Soeharto? Atau karena kita terperangkap oleh sistem ‘bebas nilai’ dunia akademik yang palsu? Bila benar demikian, maka tamatlah riwayat kita sebagai manusia berilmu yang bertanggung jawab untuk merubah situasi dunia menjadi lebih baik dan manusiawi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk kepentingan inilah Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Alternatif Amerika Latin (SERIAL) didirikan pertengahan tahun 2006 lalu. Meski belum maksimal dalam perluasan propaganda, beberapa aktivitas yang sudah dilakukan antara lain: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;·    Kegiatan penerbitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1.    Buku: “Perubahan Sejati Terbukti Bisa”, Pidato Presiden Venezuela Hugo Chavez di depan Majelis Nasional bulan Januari tahun 2005. Diterbitkan dalam bahasa Indonesia bulan Agustus 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2.    Pamflet: “Strategi Pembangunan Gerakan Perempuan dalam Revolusi Bolivarian”, diterbitkan bulan November, 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3.    Mendukung penerbitan buku: “Memahami Revolusi Venezuela”, Wawancara Martha Harnecker dengan Hugo Chavez, Monthly Review Book, Februari 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;4.    Memberikan teks bahasa Indonesia pada film dokumenter: “A Revolution Will Not be Televised”, tahun 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;5.    Memberikan teks bahasa Indonesia pada film dokumenter “Bersama Rakyat Miskin Dunia-Con Los Pobres Del Tierra”, tahun 2007”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;·    Kegiatan seminar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1.    Pelucuran SERIAL, dengan tema: Ada Alternatif, Bercermin dari Amerika Latin, 15 Agustus 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2.    Belajar dari Amerika Latin, Solo, Oktober, 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3.    Perubahan di Amerika Latin; Apa Manfaatnya Buat Indonesia, 22 Februari 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;4.    Talk Show di TV Kabel: Q-TV, Venezuela-Chavez dan Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Melanjutkan pekerjaan tersebut, pada awal Februari 2008, SERIAL bersama beberapa aktivis dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Rumah Kiri (RK), dan mahasiswa dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, berkumpul dan mendiskusikan suatu proyek kerja bersama untuk membangun komunitas solidaritas Hands Off Venezuela (HOV) di Indonesia. Inisiatif ini segera mendapat dukungan dari banyak pihak seperti: penerbit buku-buku radikal Resist Book- Jogjakarta; Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI); dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi-Politik Rakyat Miskin (LMND-PRM). Pekerjaan terdekat yang akan dilakukan adalah pertunjukan film No Volveran, dan deklarasi Hands Off Venezuela-Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kerja-kerja solidaritas yang masih perlu ditingkatkan meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;·    Pembangunan komite-komite SERIAL dan atau HOV di berbagai Universitas di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;·    Produksi lebih banyak bahan bacaan; subtitling dan pertunjukan film; web site; diskusi publik, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;·    Aksi-aksi solidaritas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;·    Konfrensi-konfrensi taktik diantara aktivis gerakan, belajar dari pengalaman taktik perjuangan di AL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;·    Membuka ajang-ajang studi dan perdebatan ilmiah mengenai sosialisme abad 21.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sedikit disayangkan, bahwa pekerjaan kampanye Venezuela sendiri dalam bahasa Indonesia tidak banyak dikeluarkan oleh Kedutaan Venezuela di Jakarta. Serangkaian pertemuan yang kami lakukan untuk mendorong Kedutaan Venezuela lebih mampu terbuka mengampanyekan perubahan Venezuela, belum membuahkan hasil. Hingga saat ini belum ada satu bentuk kampanye dalam bahasa Indonesia (penerbitan maupun website) yang reguler dikeluarkan oleh kedutaan Venezuela, yang memberitakan kemajuan perjuangan sosialisme abad 21 di negerinya kepada rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada akhirnya, kami berharap Rakyat Venezuela dan Pemerintahan Chavez  memainkan peran penting untuk mendukung pekerjaan solidaritas diantara gerakan rakyat di seluruh dunia. Penyebarluasan informasi tentang kemajuan sosialisme di Venezuela, Kuba, dan Bolivia, dalam berbagai bahasa, adalah kunci bagi membesarnya gerakan solidaritas terhadap perjuangan sosialisme abad 21 di seluruh dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sampai Menang.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;[1] Juru Bicara Hands off Venezuela-Indonesia (HoV Indonesia http://indonesia.handsoffvenezuela.org/); Koordinator Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Alternatif Amerika Latin (SERIAL): www.amerikalatin.blogspot.com; Juru Bicara Komite Politik Rakyat Miskin-Partai Rakyat Demokratik (KPRM-PRD): www.kprm-prd.blogspot.com; www.kprm-peoples-democratic-party.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-3140692711347201957?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/3140692711347201957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=3140692711347201957' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/3140692711347201957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/3140692711347201957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2008/02/sumbangan-revolusi-venezuela-kepada.html' title='Sumbangan Revolusi Venezuela kepada Rakyat Dunia'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7330962976623090859</id><published>2007-12-13T15:11:00.000+07:00</published><updated>2007-12-13T15:12:33.478+07:00</updated><title type='text'>Chavez: Rakyat Venezuela Dapat Mengajukan Proposal Reformasi yang Baru</title><content type='html'>Caracas, 5 Desember 2007 (venezuelanalysis.com) - Rakyat Venezuela&lt;br /&gt;punya kapasitas untuk memodifikasi dan mengajukan kembali proposal&lt;br /&gt;reformasi yang kalah dalam referendum 2 Desember, kata Presiden&lt;br /&gt;Venezuela Hugo Chavez melalui telepon saat penayangan program politik&lt;br /&gt;populer La Hojilla (Silet) dalam TV pemerintah Venezuela channel VTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat telepon Chavez merefleksikan hasil referendum dan menegaskan&lt;br /&gt;bahwa ia kehilangan haknya untuk mengajukan proposal konstitusional.&lt;br /&gt;Namun, katanya, "Rakyat Venezuela punya kekuasaan dan hak untuk&lt;br /&gt;mengajukan permintaan reformasi konstitusional sebelum masa [jabatan&lt;br /&gt;presiden] ini selesai, yang masih tersisa 5 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Konstitusi Bolivarian 1999, Presiden, Majelis Nasional atau 15&lt;br /&gt;persen pemilih terdaftar berhak mengajukan proposal reformasi&lt;br /&gt;konstitusional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Venezuela, tekan Chavez, dapat mengajukan proposal reformasi&lt;br /&gt;"tahun depan atau dalam tiga tahun ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak harus sama," lanjutnya, "Bisa mengarah ke hal yang sama, tapi&lt;br /&gt;bentuknya berbeda, lebih baik dan lebih sederhana, karena saya harus&lt;br /&gt;menerima bahwa reformasi yang kami ajukan sangatlah kompleks. Dan&lt;br /&gt;dalam perdebatan itu menjadi lebih kompleks. Ini digunakan oleh&lt;br /&gt;lawan-lawan kami dan kami tidak mampu menjelaskannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal reformasi konstitusional Chavez yang asli pada 15 Agustus&lt;br /&gt;memuat perubahaan terhadap 33 pasal; ini kemudian bertambah menjadi&lt;br /&gt;total 69 pasal dalam perdebatan dengan Majelis Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato konsesinya pada Senin dini hari Chavez menerima bahwa&lt;br /&gt;mungkin momennya salah untuk proposal reformasi. Namun, dengan mengacu&lt;br /&gt;pada batas kemenangan oposisi yang sangat tipis, ia menyatakan dalam&lt;br /&gt;La Hojilla, "Walaupun itu ofensif awal, kita hampir menang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita akan mengkonsolidasikan kekuatan ini dan meningkatkan kekuatan&lt;br /&gt;ini dan kemudian akan ada ofensif baru, yang dapat dicapai melalui&lt;br /&gt;cara-cara kerakyatan," ia menjaminnya. Chavez berkata ia berharap&lt;br /&gt;rakyat akan mengambil inisiatif ini sambil mempertahankan tujuan&lt;br /&gt;prinsipilnya; "transformasi negara"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diskusi seputar transformasi negara belum usai," lanjutnya, "ini&lt;br /&gt;momen untuk memulai refleksi sesungguhnya dan kritik-diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun peningkatan suara oposisi hanyalah sedikit dari 4,4 juta saat&lt;br /&gt;pemilihan presiden tahun lalu menjadi 4,5 juta menentang reformasi,&lt;br /&gt;tampaknya sebanyak 2,8 juta orang yang memilih Chavez saat pemilihan&lt;br /&gt;presiden memilih abstain saat referendum reformasi konstitusional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merefleksikan pendapat bahwa banyak rakyat memilih abstain dalam&lt;br /&gt;voting referendum sebagai protes terhadap kerja-kerja banyak walikota&lt;br /&gt;dan gubernur yang mengambil garis 'Chavismo,' Chavez berkata, "Kalau&lt;br /&gt;sebagian orang tidak memilih karena mereka kesal dengan tidak&lt;br /&gt;diresponnya beberapa tuntutan mereka oleh beberapa pihak, maka ini&lt;br /&gt;bukan saatnya menjelek-jelekkan hal itu, karena proposal itu secara&lt;br /&gt;langsung menyerang keburukkan-keburukkan badan-badan tersebut, seperti&lt;br /&gt;korupsi dan birokrasi yang benar-benar menahan tuntutan rakyat. Rakyat&lt;br /&gt;yang tidak memilih atau memilih menolak reformasi karena kesal atau&lt;br /&gt;kecewa hanyalah merugikan diri mereka sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chavez juga mengolok-olok kampanye media internasional yang&lt;br /&gt;mendiskreditkan dan secara pribadi menyerangnya, terutama channel&lt;br /&gt;televisi AS, CNN, yang telah memulai penyebaran informasi tentang&lt;br /&gt;dugaan krisis dalam pemerintah revolusioner sebagai reaksi terhadap&lt;br /&gt;hasil proses pemilihan 2 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menegaskan bahwa ia tetap bekerja keras untuk revolusi, Chavez&lt;br /&gt;berkata, "Bagi saya ini bukanlah kekalahan dan saya tidak menganggap&lt;br /&gt;ini sebuah kemenangan kaum oposisi. Kini yang ada adalah menjaga tetap&lt;br /&gt;terbukanya jalan menuju tanah air yang baru. Yang tidak mereka&lt;br /&gt;singgung dalam berita-berita isapan jempol tentang krisis dan rakyat&lt;br /&gt;yang mudah dikalahkan dan bersedih adalah bahwa Chavez masih di sini&lt;br /&gt;untuk sementara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga sepenuhnya menyangkal berita versi wartawan El Nacional,&lt;br /&gt;Hernan Lugo-Galicia, yang menduga dalam sebuah wawancara dengan Daniel&lt;br /&gt;Viotto dalam CNN berbahasa Spanyol bahwa Chavez menerima hasil&lt;br /&gt;referendum hanya setelah ditekan oleh Komando Tinggi Militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengenai desas-desus bahwa Komando Tinggi Militer siap melanjutkan&lt;br /&gt;rencana destabilisasi yang dipersiapkan kaum oposisi; hanya ada satu&lt;br /&gt;hal yang perlu dijelaskan, bahwa Komando Tinggi Militer saat ini lebih&lt;br /&gt;solid dari sebelumnya karena Revolusi, karena komitmen mereka, karena&lt;br /&gt;penghormatan mereka terhadap Konstitusi." Jendral Jesus Gregorio&lt;br /&gt;Gonzalez Gonzalez, komandan Komando Operasional Strategis juga&lt;br /&gt;menelpon La Hojilla beberapa menit setelahnya untuk mengkonfirmasi&lt;br /&gt;bahwa klaim Lugo-Galicia adalah "isapan jempol."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh Data B&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7330962976623090859?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7330962976623090859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7330962976623090859' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7330962976623090859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7330962976623090859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2007/12/chavez-rakyat-venezuela-dapat.html' title='Chavez: Rakyat Venezuela Dapat Mengajukan Proposal Reformasi yang Baru'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7206142703977942889</id><published>2007-12-13T14:27:00.000+07:00</published><updated>2007-12-13T14:37:57.800+07:00</updated><title type='text'>Evo Morales: "Kami Butuh Mitra, Bukannya Majikan"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanya Jawab: "Kami Butuh Mitra, Bukannya Majikan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wawancara dengan Evo Morales, Presiden Bolivia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ipsnews.net/news.asp?idnews=39915&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma, 3 Nov (07) (IPS) - Presiden Bolivia Evo Morales mengunjungi Italia minggu ini untuk menerima penghargaan khusus bagi komitment pemerintahannya terhadap isu-isu sosial dan kesehatan. Ia menjadikan isu-isu ini suatu "prioritas politik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan diserahkan oleh Pusat Pio Manzu, suatu organisasi riset yang bermarkas di Rimini di timurlaut Italia yang mempelajari kebijakan-kebijakan ekonomi, ilmu pengetahuan dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menemui Presiden Italia Giorgio Napolitano dan menteri luar negeri Massimo D'Alema, Morales bertemu dengan 30.000 anggota komunitas Bolivia di Roma, dan berbagai anggota gerakan sosial di Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morales mengatakan pada warga Bolivia di Roma bahwa sebelum ia dipilih sebagai Presiden pada Desember 2005, Bolivia menerima 300 juta dolar per tahun dalam bentuk penghasilan pajak dari industri minyak. Setelah nasionalisasi cadangan energi, Bolivia kini menerima 2 milyar dolar per tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan tambahan digunakan untuk pendidikan dan kesehatan, dan untuk penciptaan program mikrokredit, kata Morales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk meningkatkan pendapatan tak perlu membuat pajak tambahan," katanya pada Claudia Diez de Medina dari IPS, "tapi cukup memanfaatkan sumberdaya alam dengan lebih baik." Untuk ini, katanya, "kami butuh mitra, bukannya majikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut cuplikan wawancara yang dirangkai oleh koresponden IPS Italia, Sabina Zaccaro:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IPS&lt;/span&gt;: Minggu ini Anda telah diberikan penghargaan oleh suatu organisasi Italia untuk program-program pemerintah Anda berupa akses lebih baik terhadap kesehatan dan nutrisi, dengan secara khusus memfokuskan anak-anak. Dapatkah Anda berikan beberapa detail langkah-langkah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Evo Morales:&lt;/span&gt; Tantangan bagi kami adalah bekerja untuk semua rakyat Bolivia tanpa memprioritaskan suatu sektor, tapi kewajiban pertama saya adalah terhadap rakyat yang membutuhkan; ini adalah anak-anak, kaum tua, dan rakyat miskin. Berbicara tentang anak-anak, kami juga menerapkan kebijakan bernama "Nol Malnutrisi" (Hambre Zero) untuk menjawab isu kesehatan bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kami berikutnya akan berfokus pada nutrisi; tahun ini kami akan menerapkan suatu proyek pembangunan pabrik pemrosesan produk susu yang menghasilkan susu dan yogurt. Telah saya sarankan -- dan semoga hasilnya akan baik -- untuk membuat yogurt dengan quinoa (suatu tanaman yang tumbuh di wilayah Andean di Amerika Selatan dan berkandungan protein tinggi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akan melatih para walikota untuk membeli produk ini dan memberikannya kepada anak-anak sebagai makanan di waktu sekolah; daripada membeli kue dari Argentina, dari negara lain, kenapa tidak gunakan yang kami miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga telah mengidentifikasi tiga pabrik pengolahan untuk jus jeruk di beberapa wilayah berbeda yang akan memadukan susu dan jus. Anak-anak akan mendapatkan ini secara gratis untuk makan siang di sekolah. Saya punya beberapa rencana lainnya tapi mereka butuh pengembangan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertujuan memberikan anak-anak kami seperempat liter susu per hari. Kami sudah menyiapkan mesin untuk ini, dan kami akan segera menerima pabrik-pabrik pengolahan lainnya, termasuk yang untuk buah-buahan sitrus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IPS&lt;/span&gt;: Pemerintahan Anda juga telah bekerjasama dengan Kuba untuk memperkuat pelayanan kesehatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EM&lt;/span&gt;: Kami menguatkan akses terhadap kesehatan di penjuru negeri. Tahun ini kami memiliki 40 rumah sakit 'tingkat dua' (de Segundo nuivel), dan 11 pusat-pusat spesialis mata (opthalmology) yang didonasikan oleh Kuba. Mereka telah menjalankan 100.000 hingga 150.000 operasi mata. Rumah-rumah sakit tersebut juga telah merawat mayoritas besar dari 380.000 rakyat Bolivia yang menderita banjir bulan Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IPS&lt;/span&gt;: Apa hasil dari kebijakan-kebijakan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EM&lt;/span&gt;: Di Bolivia ongkos operasi mata biasanya berkisar 1.000 dolar, dan di Eropa saya pernah diberitahu sekitar 3.000 hingga 4.000 dolar. Bayangkan besarnya uang yang kami simpan untuk rakyat Bolivia, dan dengan hasil yang baik. Tak hanya untuk rakyat miskin, tapi juga kolonel, jendral, pengacara, kaum kelas menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IPS&lt;/span&gt;: Menurut PBB, hampir 40 negeri di dunia telah mengadopsi undang-undang tertentu yang menentang kekerasan domestik dan yang melindungi perempuan. Tigabelas di antaranya di Amerika Latin, Bolivia termasuk. Tapi suatu masyarakat patriarkal masih mengekang emansipasi perempuan. Bagaimana kebijakan Anda di sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EM&lt;/span&gt;: Satu aksi pertama adalah memperkuat "brigade perlindungan perempuan" (kelompok-kelompok perempuan yang dilatih untuk memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak). Para polisi perempuan juga telah diberikan kekuasaan baru, dan sangat efesien, walaupun kami perlu memperbaiki ini lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini adalah permasalahan yang membuat saya malu. Peralatan khusus dibutuhkan untuk pelatihan semacam itu, dan kami masih punya kelemahan finansial. Yang paling lemah dan paling dilecehkan biasanya perempuan dan anak-anak, dan kami butuh melakukan sesuatu yang terpadu bagi keduanya. Kotapraja tidak cukup efesien, mereka tersangkut dalam birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kami telah menyaksikan hasil-hasil yang menarik, dan saya bekerja untuk memperkuat dan mendukung inisiatif demikian. Ada beberapa perbaikan dalam polisi untuk menolong perlindungan terhadap keluarga, dimulai dari kaum perempuan. Dan untuk pertama kalinya, Bolivia memiliki menteri-menteri perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IPS&lt;/span&gt;: Berapa orang menteri perempuan di pemerintahan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EM&lt;/span&gt;: Saya punya lima menteri perempuan -- untuk kesehatan, pendidikan, perusahaan-mikro, pertanian, dan kehakiman. Perempuan punya cara yang lebih baik dalam menganalisa permasalahan sosial dan ekonomi, dan juga bersudut pandang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IPS&lt;/span&gt;: Rencana-rencana apa yang Anda miliki selain program-program sosial untuk kesehatan dan pendidikan untuk mencapai MDG (millennium development goals -- tujuan pembangunan milenium yang disetujui tahun 2000 untuk membabat kemiskinan dan memperbaiki kesehatan dan pendidikan)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EM&lt;/span&gt;: Dalam lapangan sosial kami mencari persamaan; dalam politik, menghapuskan diskriminasi, dan dalam ekonomi, memanfaatkan sumber daya alam kami sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pengembangan sosial kami memiliki dua kebijakan penting: satu adalah dana pensiun seumur hidup Bermartabat (Bonus Dignidad) di mana mereka yang berumur di atas 60 diberikan 200 bolivianos per bulan (7.8 bolivianos adalah satu dolar). Di Bolivia hampir 90 persen kaum profesional tidak menerima dana pensiun ketika memasuki usia pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan kedua adalah bonus pendidikan Juancito Pinto, juga sebesar 200 bolivianos per bulan. Ini untuk membeli peralatan sekolah, walaupun setelah kami pelajari bonus tersebut juga digunakan untuk membeli sepatu, yang tanpa bonus itu mayoritas anak-anak di pedesaan tak akan mampu membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IPS&lt;/span&gt;: Bicara soal perbedaan pendapatan yang besar, Anda bicara tentang pentingnya mengurangi ketakseimbangan antara negeri-negeri Eropa dan bolivia untuk menghindari migrasi besar. Apa rencana Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;EM&lt;/span&gt;: Investasi, penguatan ekonomi, menggali sumberdaya alami kami dan mengindustrialisasikannya, untuk memperoleh sumber daya lebih banyak lagi dan untuk mendukung kaum muda dan rakyat miskin agar mereka mendapat gaji lebih besar. Tapi ini tidak mudah. (END/2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan oleh Data B)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7206142703977942889?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7206142703977942889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7206142703977942889' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7206142703977942889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7206142703977942889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2007/12/evo-morales-kami-butuh-mitra-bukannya.html' title='Evo Morales: &quot;Kami Butuh Mitra, Bukannya Majikan&quot;'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-3199514622243405681</id><published>2007-12-11T13:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T14:00:19.273+07:00</updated><title type='text'>Sinopsis: Con Los Pobres de la Tierra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_84HDIAndeko/R141AODCk2I/AAAAAAAAAAs/ZuJrJ8O4FtA/s1600-h/los+pobres+cover.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_84HDIAndeko/R141AODCk2I/AAAAAAAAAAs/ZuJrJ8O4FtA/s320/los+pobres+cover.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142606102390805346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Venezuela: Membangun Dunia Baru dengan Revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Con Los Pobres de la Tierra: &lt;/span&gt;"Revolusi, Bersama Rakyat Miskin Dunia"&lt;br /&gt;Sutradara Acevedo Fals; Durasi: 57 menit&lt;br /&gt;Produksi MEPLA 2004&lt;br /&gt;Teks Indonesia oleh SERIAL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi film dokumenter tentang Revolusi Venezuela: Con Los Pobres de la Tierra (Revolusi, Bersama Rakyat Miskin Dunia). Film ini mengajak kita untuk mengenal apa itu Revolusi Bolivarian Venezuela. Presiden Hugo Chávez bersama rakyat Venezuela sedang bekerja melanjutkan proses Bolivarian, dan memperkuat perubahan sosial ekonomi melalui jalan damai. Sebuah jalan dimana demokrasi dipilih menjadi aturan main utamanya. Sebuah revolusi damai tak berarti kompromi terhadap pengambilalihan (baca: kontrol) sumber-sumber kekayaan negeri dari dominasi asing demi distribusi pendapatan yang lebih adil dan peningkatan produktivitas rakyat. Demokrasi tak berhenti pada putaran-putaran elektoral semu tanpa partisipasi riil rakyat, melalui organisasi-organisasinya; kelompok-kelompoknya; pikiran-pikiran dan kehendaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Revolusi) Ini merupakan suatu proses sui generis (unik), didukung oleh kaum miskin, tentara revolusioner, dan sebagian sektor kelas menengah, yang bertahan sambil memikul beban krisis luar biasa akibat pemerintahan-pemerintahan masa lalu. (Revolusi) Ini adalah sebuah proses yang terus maju, meski dengan oposisi kuat dari kaum oligarki (pemodal); korupsi aparatus kelembagaan, serta media-media massa raksasa: para dalang kontra-revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit banyak, film ini membuka berbagai kelemahan dan kesulitan yang dihadapi oleh aparatus pemerintah pro revolusi di tengah ancaman dan sabotase bertubi-tubi dari kelompok oposisi; media-media massa raksasa; dan tentu saja, Amerika Serikat. Padahal jalan kekerasan bisa saja menjadi opsi untuk mengatasinya, namun tokh, kebangkitan partisipasi rakyat melalui berbagai organisasinya, adalah jalan yang terbukti lebih ampuh di tahun 2002 (mengembalikan Chávez dari kudeta oposisi—hal 211) dan 2004 (mengalahkan referendum pemecatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Revolution Will Not Be Televised, film produksi MEPLA ini —oleh arahan Martha Harnecker, seorang aktivis kiri Amerika Latin—dapat menjadi suatu bahan kajian berikutnya untuk memahami Revolusi Venezuela. Revolusi ini memberikan sebuah pilihan jalan keluar melawan dikte kebijakan pro neoliberal. Melalui jalan damai dan demokratis, Venezuela membuat mungkin apa yang tidak mungkin bagi banyak orang: mengambil alih industri migas; membangun industri pokok di bawah kontrol buruh; mendistribusi kekayaan negeri; mengorganisasikan kekuatan rakyat miskin; melakukan referendum; melunasi utang luar negeri; memutus hubungan dengan IMF; dan seterusnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi oleh rakyat Venezuela kini dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk dapat merubah nasib, sehingga mereka berbondong-bondong mempertahankannya. Revolusi kini bermakna partisipasi; kebangkitan rakyat yang menolak menjadi kuli, dan semata-mata dinilai lewat kertas suara. Kini mereka berkehendak mengatur negerinya dengan tangan-tangannya sendiri, melalui konstitusi yang mereka tentukan sendiri, sambil bersuara dengan lantang: “Berjuang itu Tidak Mustahil!”. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DATANG &amp;amp; HADIRI....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Resist book bekerjasama dengan SERIAL dan Toga Mas Yogya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengadakan Pemutaran Film &amp;amp; Diskusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Los Pobres Del Tierra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Revolusi bersama rakyat miskin dunia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembicara:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Eko Prasetyo (Penulis buku "Inilah Presiden Radikal dan "Jadilah intelektual Progresif")&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Dian Novita (SERIAL Yogya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;18 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15.00- selesai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Toga Mas Yogya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-3199514622243405681?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/3199514622243405681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=3199514622243405681' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/3199514622243405681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/3199514622243405681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2007/12/sinopsis-con-los-pobres-de-la-tierra.html' title='Sinopsis: Con Los Pobres de la Tierra'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_84HDIAndeko/R141AODCk2I/AAAAAAAAAAs/ZuJrJ8O4FtA/s72-c/los+pobres+cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-7022028883955207565</id><published>2007-12-07T17:36:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T17:47:36.337+07:00</updated><title type='text'>Sosialisme di Abad 21</title><content type='html'>Haiman El Troudi telah menjabat berbagai posisi dalam pemerintahan&lt;br /&gt;revolusioner Venezuela. Ia pernah menjadi direktur Kantor Presiden&lt;br /&gt;(2005-2006) di bawah Hugo Chavez dan sekretaris Komando Nasional&lt;br /&gt;Maisanta saat referendum penurunan presiden pada Agustus 2004. Kini ia&lt;br /&gt;menjadi bagian dari tim investigasi dalam Pusat Internasional Miranda&lt;br /&gt;yang bermarkas di Caracas, di mana ia mengepalai program "Sosialisme&lt;br /&gt;dalam Abad 21". Troudi berbicara kepada Sam King dari majalah Links&lt;br /&gt;pada 14 Juni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut Anda apa saja pelajaran-pelajaran positif dari Sosialisme Abad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;20 yang relevan dalam membangun sosialisme Abad 21?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tergantung dari konteks dalam perkembangan tiap-tiap revolusi yang&lt;br /&gt;terjadi. Kita tak dapat berbicara tentang satu "sosialisme" yang unik,&lt;br /&gt;tapi perlu membicarakan tentang "sosialisme-sosialisme" karena&lt;br /&gt;terdapat independensi, yang tergantung pada tempat terjadinya proses&lt;br /&gt;revolusioner, yang berkembang dalam bentuk-bentuk sosialis tertentu.&lt;br /&gt;Contohnya, yang kini terjadi di Venezuela tidak sama dengan yang&lt;br /&gt;terjadi Bolivia, atau Ekuador, atau Nikaragua, karena mereka terjadi&lt;br /&gt;dalam kenyataan obyektif yang berbeda dan karena subyek-subyek&lt;br /&gt;sosialnya berbeda. Aktor revolusioner utama dalam revolusi Bolivia&lt;br /&gt;adalah penduduk asli. Dalam kasus Venezuela, adalah&lt;br /&gt;komunitas-komunitas yang terorganisir. Dan di antara keduanya tidak&lt;br /&gt;ada kepeloporan kaum pekerja yang mengambil kepemimpinan dalam&lt;br /&gt;revolusi-revolusi ini. Karena ini kita harus berbicara tentang&lt;br /&gt;"sosialisme-sosialisme".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan abad kemarin, tanpa ragu, aspek pertama yang perlu&lt;br /&gt;kita gali adalah ide bahwa semua sosialisme di Eropa Timur berhubungan&lt;br /&gt;dengan kondisi manusia. Sosialisme di sana adalah tentang&lt;br /&gt;memberdayakan lelaki dan perempuan atas modal dan atas pekerjaan.&lt;br /&gt;Sosialisme di sana adalah tentang menstimulasi proses pembebasana,&lt;br /&gt;meningkatkan derajat kebudayaan dan juga memenuhi kebutuhan dasar.&lt;br /&gt;Dapat dikatakan mereka membuka jalan bagi pembangunan manusia baru&lt;br /&gt;yang, dalam langkah-langkah yang baik, dapat mengatasi kondisi&lt;br /&gt;kehidupan mereka secara material maupun kultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga harus menggali kembali, contohnya, pengalaman Yugoslavia&lt;br /&gt;dan...bentuk-bentuk pengelolaan-diri (self-management) dan&lt;br /&gt;pengelolaan-bersama (co-management) yang berkembang di dalam&lt;br /&gt;pabrik-pabrik [umum]. Dalam kenyataannya, ini salah satu proses&lt;br /&gt;terbaik kontrol pekerja yang muncul dari kubu sosialis di abad kemarin&lt;br /&gt;karena selama tahun-tahun tersebut tidak saja terjadi peningkatan&lt;br /&gt;terhadap produktivitas, tapi juga terhadap kesadaran ekologis dan&lt;br /&gt;organisasi, dan terhadap partisipasi pekerja di perusahaan-perusahaan.&lt;br /&gt;Terdapat juga hubungan antara pengalaman kaum pekerja ini dengan&lt;br /&gt;organisasi sosial (umum). Dengan kata lain, kerja-kerja untuk&lt;br /&gt;pembebasan tidak sekedar diserahkan di dalam pabrik atau di dalam&lt;br /&gt;perusahaan tapi dibawa ke tempat para pekerja tersebut tinggal dan&lt;br /&gt;beraktivitas secara politik dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu menggali kembali kemajuan-kemajuan yang dibuat Kuba di&lt;br /&gt;bidang sosial, di mana terdapat jaminan kehidupan yang bermartabat&lt;br /&gt;bagi para penduduk Kuba meskipun diblokade Amerika Serikat, [yang&lt;br /&gt;mengakibatkan besarnya] pembatas bagi kemampuan revolusi untuk&lt;br /&gt;melangkah lebih jauh secara ekonomi. [Meski demikian] terdapat&lt;br /&gt;kemajuan-kemajuan besar dalam pendidikan, kesadaran dan kebudayaan&lt;br /&gt;rakyat Kuba. Mayoritas rakyat Kuba telah menyelesaikan pendidikan&lt;br /&gt;sekolah atas. Ini kemajuan yang sangat penting bagi Revolusi Kuba.&lt;br /&gt;Dalam kesehatan dan dalam kebudayaan dan olah raga, terdapat&lt;br /&gt;kemenangan-kemenangan sosial yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Penduduk Kuba] adalah rakyat yang telah bangkit, rakyat yang sadar,&lt;br /&gt;rakyat yang berpolitik dan yang telah membentuk sayap pertahanan bagi&lt;br /&gt;Revolusi Kuba. Ini hasil dari efek pendidikan dan kebudayaan dalam&lt;br /&gt;mentransformasi rakyat. Penduduk Kuba adalah rakyat yang terkepung,&lt;br /&gt;yang terblokade, yang dikucilkan oleh aktivitas ekonomi dunia. Rakyat&lt;br /&gt;Kuba telah menghadapi bencana ekonomi dalam periode khusus [menyusul&lt;br /&gt;keruntuhan Uni Soviet] dan menang. Agar pemerintahan revolusioner&lt;br /&gt;tetap kokoh dalam kondisi-kondisi demikian, pemerintah itu harus&lt;br /&gt;secara fundamental berdasar pada kesadaran rakyat, suatu kesadaran&lt;br /&gt;yang dipercikkan oleh kepemimpinan Revolusi Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fundamental, perjuangan sosialisme di abad kemarin telah&lt;br /&gt;memungkinkan kita untuk memahami semua kejahatan yang disajikan oleh&lt;br /&gt;model kapitalis. Tanpa pengalaman-pengalaman sosialisme di abad&lt;br /&gt;sebelumya, dengan segala kesalahan dan kebenarannya, kita tak akan&lt;br /&gt;mampu memahami besarnya ketidakadilan yang berkembang dalam sistem&lt;br /&gt;kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa pelajaran-pelajaran negatifnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman negatifnya sudah banyak didiskusikan. Kita perlu memahami&lt;br /&gt;kesalahan. Karena sangat lekat dengan metode Marxis dalam menganalisa&lt;br /&gt;sejarah dan dialektika proses-proses tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nya, kita perlu memahami bahwa dalam satu hal kami beruntung dapat&lt;br /&gt;mulai mengembangkan revolusi sosialis pertama yang dimulai sejak&lt;br /&gt;keruntuhan kubu sosialis di abad kemarin. Yang lain-lain, seperti&lt;br /&gt;Kuba, Cina, Vietnam dan Korea Utara adalah revolusi-revolusi sosialis&lt;br /&gt;yang terjadi pada abad 20, yang dipertahankan hingga abad 21, namun&lt;br /&gt;revolusi pertama di abad 21 yang menyatakan karakternya yang sosialis&lt;br /&gt;adalah Revolusi Bolivarian. Jadi kami merasa beruntung karena kami&lt;br /&gt;dapat menengok masa lalu dan melihat apa-apa saja kesalahan yang telah&lt;br /&gt;dibuat, apa yang harus ditinggalkan, apa saja kegagalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kami sadar bahwa kami tak dapat mengulangi model&lt;br /&gt;kapitalisme negara (state capitalism) di mana negara mengontrol&lt;br /&gt;totalitas alat-alat produksi, menciptakan perusahaan-perusahaan umum&lt;br /&gt;milik negara untuk mengelola alat-alat produksi. Bentuk yang diambil&lt;br /&gt;perusahaan-perusahaan ini dalam menjalankan fungsinya mereproduksi&lt;br /&gt;logika dan dinamika yang sama dengan kapitalisme - eksploitasi manusia&lt;br /&gt;oleh manusia, alienasi kerja dan pembagian kerja teknis. Jadi untuk&lt;br /&gt;apa memiliki perusahaan negara bila karakteristik internalnya sama&lt;br /&gt;dengan perusahaan kapitalis? Secara fundamental ini terjadi dalam&lt;br /&gt;proses-proses di masa lalu tersebut dan ini juga terjadi dalam&lt;br /&gt;proses-proses yang sedang kami jalani. Jadi kita perlu memahami bahwa&lt;br /&gt;kerja membutuhkan proses emansipasi bukannya penindasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran lainnya, yang tidak mau kami ulangi, adalah negasi terhadap&lt;br /&gt;kemungkinan perkembangan rakyat secara demokratik. Masyarakat&lt;br /&gt;diorganisir ke dalam partai, partai tunduk pada biro politik dan sang&lt;br /&gt;pemimpin akan mengontrol biro politik. Partai mengontrol negara,&lt;br /&gt;sementara pemimpin partai mengontrol partai dan negara. Inilah yang&lt;br /&gt;jelas-jelas terjadi pada Stalinisme di Uni Soviet. Jadi rakyat di&lt;br /&gt;negeri-negeri sosialis tersebut sekedar mendelegasikan semua keputusan&lt;br /&gt;kepada perwakilan mereka, kepada para pemimpin politik mereka, dan&lt;br /&gt;juga kepada pemerintah, dan mereka dibuat jadi penonton pasif. Penting&lt;br /&gt;bagi kami untuk menggali proses perkembangan demokratik yang mendalam&lt;br /&gt;sebagai sesuatu yang internal terhadap proyek sosialis yang&lt;br /&gt;mengorganisir masyarakat. Tidak sekedar rumusan demokratik, karena&lt;br /&gt;demokrasi perwakilan melahirkan suatu sistem ketatanegaraan yang&lt;br /&gt;vertikal dan dalam kebanyakan kasus melucuti kesempatan warga untuk&lt;br /&gt;berpartisipasi dalam permasalahan umum dalam negara. Kami percaya&lt;br /&gt;bahwa sistem demokrasi partisipatif yang terbuka, di mana rakyat&lt;br /&gt;mengambil bagian dalam permasalahan umum dan juga membuat keputusan&lt;br /&gt;dalam bidang-bidang yang dikuasai mereka dan dalam permasalahan mereka&lt;br /&gt;sendiri. Kami tidak percaya bahwa revolusi sosialis Bolivarian perlu&lt;br /&gt;memproklamirkan diri sebagai ateis karena ini akan menolak dukungan&lt;br /&gt;yang telah memberikan sumbangsih terhadap perjuangan sosialis di&lt;br /&gt;Amerika Latin, seperti Teologi Pembebasan. Lebih baiknya negara&lt;br /&gt;mengadopsi posisi sekuler dan menyerahkan keputusan tentang&lt;br /&gt;kepercayaan agama apa yang harus dianut ke tangan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak berniat mengulangi skenario totalitarianisme dengan&lt;br /&gt;sentralisme demokratiknya yang berlebihan karena rakyat, bila mereka&lt;br /&gt;akan berpartisipasi lebih aktif, perlu diberi kesempatan untuk&lt;br /&gt;mengintervensi dalam semua permasalahan umum dan semua permasalahan&lt;br /&gt;negeri tempat mereka tinggal. Bahwa negara dapat merencanakan segala&lt;br /&gt;sesuatu yang ada dalam masyarakat tidaklah terbayangkan karena begitu&lt;br /&gt;banyak hal-hal yang memang berada di luar kontrol negara - karena&lt;br /&gt;kompleksitasnya, terutama dalam dunia yang begitu mengglobal seperti&lt;br /&gt;kini. Contohnya, beberapa perusahaan tertentu yang dapat dikelola&lt;br /&gt;sebagai kepemilikan sosial dan kolektif untuk semua, tapi yang tidak&lt;br /&gt;dikelola oleh negara, melainkan dikelola secara langsung oleh&lt;br /&gt;komunitas yang terorganisir. Komunitas ini bukanlah pemilik entitas&lt;br /&gt;itu tapi menjalankan administrasinya tanpa intervensi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara, bersama-sama rakyat yang terorganisir, merupakan penentu dalam&lt;br /&gt;merumuskan kebutuhan-kebutuhan riil penduduk yang butuh dipenuhi. Ini&lt;br /&gt;berarti [negara] bersifat fleksibel dalam memainkan peranannya sebagai&lt;br /&gt;pengontrol dan memiliki kepercayaan lebih terhadap rakyat, dan dalam&lt;br /&gt;kasus ini bukan sekedar mempercayai partai atau teknokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tak dapat mengulangi format perencanaan pusat [yang lalu]. Di&lt;br /&gt;satu sisi kapitalisme mengatakan bahwa tangan gaib [invisible hand]&lt;br /&gt;pasar melakukan regulasi-diri. Kontra-posisi sosialisme menyatakan&lt;br /&gt;bahwa ekonomi perlu direncanakan secara nasional. Namun, kami tidak&lt;br /&gt;meyakini resep tertentu, seperti ekonomi harus direncanakan secara&lt;br /&gt;vertikal, di mana semuanya ditentukan oleh sekelompok teknokrat atau&lt;br /&gt;ilmuwan dari negara [yang] menentukan apa yang akan terjadi dalam&lt;br /&gt;ekonomi, dalam produksi atau dalam pengembangan suatu lokalitas&lt;br /&gt;tertentu, dsb. Dengan demikian, kami percaya akan perencanaan tapi&lt;br /&gt;bukan perencanaan yang harus dan secara absolut tersentralisir dan&lt;br /&gt;vertikal. Lebih baik menciptakan suatu sistem perencanaan sosialis&lt;br /&gt;yang memberikan kemungkinan kepada rakyat untuk mendiagnosa kenyataan&lt;br /&gt;mereka sendiri sementara di saat yang sama menyusun rencana-rencana&lt;br /&gt;untuk lokalitas mereka sendiri. Dalam kenyataan, rencana-rencana ini&lt;br /&gt;akan lebih erat berhubungan dengan dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hendak menekankan kalimat ini: "Rakyat adalah perencana yang&lt;br /&gt;lebih baik daripada perancana terbaik dari pemerintah ataupun&lt;br /&gt;akademia". Rakyat tahu kenyataan mereka. Tak perlu untuk sekedar&lt;br /&gt;mendiagnosa atau melakukan studi terhadap dunia tempat mereka tinggal.&lt;br /&gt;Seorang intelektual, seorang akademisi, seorang perencana, seorang&lt;br /&gt;teoretisi perlu keluar dan mengamati kenyataan untuk memahaminya.&lt;br /&gt;Rakyat tahu kenyataan mereka sendiri dan dapat merencanakan lebih baik&lt;br /&gt;kenyataan mereka. Kita perlu membalikkan piramida perencanaan yang di&lt;br /&gt;masa lalu telah menempatkan para ahli dan perencana di puncaknya dan&lt;br /&gt;rakyat di dasarnya. Hubungan di antaranya berupa subyek dan obyek.&lt;br /&gt;Perlu ada hubungan yang berupa subyek dan subyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, rakyat berada di puncak piramida perencanaan. Di dasarnya adalah&lt;br /&gt;kaum teknokrat, yang semata-mata fasilitator dalam hal-hal teknis.&lt;br /&gt;Piramida itu kini terbalik dengan rakyat di atas, pemerintah di tengah&lt;br /&gt;dan kaum intelektual, teknokrat dan teoretisi di pucuk bawah. Para&lt;br /&gt;teknokrat ini, melalui pemerintah, perlu membantu pengorganisiran&lt;br /&gt;rakyat dalam menjalankan keputusan-keputusan mereka. Idenya adalah&lt;br /&gt;rencana-rencana berskala kecil di tingkat komunitas akan berkombinasi,&lt;br /&gt;satu sama lain, untuk membentuk rencana-rencana yang mencakup wilayah&lt;br /&gt;yang lebih besar dan ini akan kemudian menyatu untuk membentuk basis&lt;br /&gt;perencanaan nasional. Dengan cara demikian, perencanaan berjalan dari&lt;br /&gt;bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah. Jadi kami tidak mau&lt;br /&gt;mengulangi fokus perencanaan totalitarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan terakhir yang saya hendak sampaikan adalah perlombaan&lt;br /&gt;senjata yang dijalankan saat periode pemerintahan sosialis abad&lt;br /&gt;kemarin. Jelas terjadi Perang Dingin dan responnya [kubu sosialis]&lt;br /&gt;adalah mencoba mencegah Imperialisme Amerika Utara yang berupaya&lt;br /&gt;mengontrol seluruh dunia dan menerapkan kapitalisme dan neoliberalisme&lt;br /&gt;dengan menciptakan penyeimbang. Kini tak ada pembenaran untuk Perang&lt;br /&gt;Dingin [yang baru] karena yang diingkan [oleh revolusi Bolivarian]&lt;br /&gt;adalah menciptakan strategi multi-polar, di mana banyak bangsa,&lt;br /&gt;pemerintahan dan wilayah dapat bertindak sebagai penyeimbang yang&lt;br /&gt;penting. Mereka harus dihubungkan bersama secara mutual dan saling&lt;br /&gt;melengkapi untuk menjamin bahwa [mereka] penyeimbang terhadap&lt;br /&gt;imperialisme. Dalam jangka panjang, kita akan mematahkan imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berbicara tentang suatu strategi non-perlombaan senjata dalam&lt;br /&gt;pengertian bahwa revolusi Venezuela dan Bolivarian tidak berupaya&lt;br /&gt;menimbun senjata demi menjalankan perjuangan melawan imperialisme.&lt;br /&gt;Tidak. Kami hanya akan mempertahankan kedaulatan kami, kami pikir Iran&lt;br /&gt;dapat mempertahankan kedaulatannya, Kuba mempertahankan kedaulatannya,&lt;br /&gt;rakyat Afrika dapat mempertahankan kedaultannya, dan Rusia dapat&lt;br /&gt;mempertahankan kedaulatannya, Cina mempertahankan kedaulatannya, dan&lt;br /&gt;begitu juga dengan India, Malaysia dsb. Berbagai kutub rakyat dalam&lt;br /&gt;tempat-tempat yang berkembang akan jauh lebih kuat daripada&lt;br /&gt;imperialisme. Dengan begini akanlah mustahil bagi imperialisme untuk&lt;br /&gt;mengontrol rakyat-rakyat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana Anda memandang peran sektor swasta di Venezuela dalam jangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;panjang, contohnya, dalam 20 hingga 50 tahun ke depan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek paling kompleks bagi tiap revolusi sosialis adalah memajukan&lt;br /&gt;[periode] transisinya. Kami dalam revolusi Bolivarian tidak percaya&lt;br /&gt;bahwa sekarang penting bagi kami untuk menetapkan apa yang akan&lt;br /&gt;menjadi rejim kepemilikan. Ini bagian dari perdebatan global yang&lt;br /&gt;telah berlangsung selama periode yang panjang dan belum juga&lt;br /&gt;dituntaskan - kepemilikan pribadi seluruhnya, kepemilikan publik&lt;br /&gt;seluruhnya atau suatu ekonomi campuran - inilah perdebatan [yang&lt;br /&gt;dihadapi oleh] setiap pengalaman [revolusioner] dan perkembangan&lt;br /&gt;spesifiknya bergantung pada kenyataannya. Cina telah menyusuri jalan&lt;br /&gt;ekonomi campuran; ada model-model lain yang masih berupa kepemilikan&lt;br /&gt;publik, seluruhnya milik negara. Kami percaya bahwa jalan menuju&lt;br /&gt;sosialisme adalah jalan kepemilikan sosial bagi semua alat-alat&lt;br /&gt;produksi, tapi ini tidak dapat dibangun dari satu saat ke saat&lt;br /&gt;berikutnya - kami perlu berjalan menuju arah tersebut. Bagi kami&lt;br /&gt;kepemilikan kolektif terhadap alat-alat produksi adalah idealnya. Itu&lt;br /&gt;tujuan yang kami harap dapat dicapai, tapi tidak semata-mata melalui&lt;br /&gt;pengelolaan kepemilikan oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pikir negara harus mengelola bagian kepemilikan strategis yang&lt;br /&gt;lebih besar. Juga rakyat yang terorganisir secara kolektif memiliki&lt;br /&gt;kemungkinan untuk mengelola kepemilikan publik, bukannya menjadi&lt;br /&gt;pemilik, tapi pengelola. Rakyat, bukannya sektor swasta, akan&lt;br /&gt;didelegasikan menjadi bagian dari konsesi ini untuk mengembangkan,&lt;br /&gt;mengelola, mengeksploitasi barang-barang. Anggota dari koperasi atau&lt;br /&gt;perusahaan sosialis ini tidak akan menyimpan hasil produksi atau&lt;br /&gt;keuntungan yang didapat melainkan akan mereinvestasikannya ke&lt;br /&gt;perusahaan. Saya ulangi, mereka bukan pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju tahap tersebut masih ada jalan panjang di depan kami yang&lt;br /&gt;harus ditempuh. Dalam jalan panjang ini, revolusi Bolivarian harus&lt;br /&gt;mengadaptasi bentuk ekonomi campuran karena, ingatlah bahwa revolusi&lt;br /&gt;ini yang sedang kami buat, kami hendak jalankan dalam bentuk damai dan&lt;br /&gt;bila kami hendak membuat revolusi yang damai, karena kami tak dapat&lt;br /&gt;memaksakan apa pun, kami butuh mencari konsensus umum. Kami perlu&lt;br /&gt;mencari suatu konsensus aktif dari semua penghuni negeri ini dan&lt;br /&gt;konsensus ini menyertakan pengakuan terhadap perbedaan kelas. Bila&lt;br /&gt;kami berkeputusan untuk menasionalisasi semua alat-alat produksi,&lt;br /&gt;revolusi akan memasuki fase kontradiksi kelas, dan dengan tak&lt;br /&gt;terhindarkan juga konfrontasi dan bentrokan antar kelas. Ini akan&lt;br /&gt;sangat mempersulit pengembangan revolusi secara damai. Atas alasan&lt;br /&gt;ini, kami perlu memasuki suatu periode transisi yang panjang yang&lt;br /&gt;memungkinkan kami untuk memenangkan dan mengkonsolidasikan lapangan&lt;br /&gt;baru ini. Ini bukan sekedar masalah pengambil alihan kepemilikan demi&lt;br /&gt;kepemilikan, sekedar berkata "ini milik negara dan semua masalah kita&lt;br /&gt;terselesaikan". Tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya haruslah tentang apakah aktivitas ekonomi yang&lt;br /&gt;dijalankan produktif, dan apa itu berlaku bagi semua orang. Di atas&lt;br /&gt;segalanya, aktivitas itu harus untuk keuntungan kolektif karena kami&lt;br /&gt;tak menginginkan perusahaan-perusahaan yang bangkrut. Karena kami&lt;br /&gt;menginginkan kesejahteraan yang dihasilkan oleh perusahaan untuk&lt;br /&gt;diinvestasikan kembali ke penduduk. Ini tidak mudah karena, di antara&lt;br /&gt;lain hal, kami punya warisan budaya, suatu tradisi dalam pemerintahan,&lt;br /&gt;yang kami warisi dari Republic Keempat yang tak efesien, korup dan&lt;br /&gt;birokratis. Ada banyak kepemilikan negara di Venezuela. Pemerintah&lt;br /&gt;Venezuela mengontrol hampir 70% dari aktivitas ekonomi nasional. Ini&lt;br /&gt;sangat besar, tapi kami punya banyak kesalahan karena dalam perusahaan&lt;br /&gt;kami, institusi publik kami, pemerintahan kami, kementrian kami, dsb,&lt;br /&gt;terdapat banyak birokratisme, ketidakefesienan dan korupsi. Lebih&lt;br /&gt;lagi, mereka mengeksploitasi kaum buruh, merampas hasil produksi&lt;br /&gt;mereka dan terjadi pembagian kerja secara teknis dan sosial. Jadi&lt;br /&gt;kenapa, saat ini, negara harus mengontrol 30% sisa aktivitas ekonomi&lt;br /&gt;yang berada di tangan swasta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga sebagian dari kepemilikan pribadi ini merupakan kepemilikan&lt;br /&gt;kolektif, seperti kolektif-kolektif yang ada - mereka mengambil bentuk&lt;br /&gt;[kepemilikan] campuran dan pertengahan. Jadi kenapa negara mengontrol&lt;br /&gt;30% sisanya jika kami tak punya jaminan bahwa kami dapat mengelolanya&lt;br /&gt;dengan efesien dan mengontrolnya? Jadi kami harus mensubsidinya? Atau&lt;br /&gt;membangkrutkannya? tidak. Kami hendak membiarkan sektor swasta&lt;br /&gt;mengupayakan pembangunan aktivitasnya dan meraih kepercayaan bagi&lt;br /&gt;revolusi sambil secara progresif mencari jalan agar sektor ini dapat&lt;br /&gt;memproduksi di atas segalanya bagi keuntungan kolektif, bukannya&lt;br /&gt;pribadi. Saya akan ulangi tujuannya. Setelah satu generasi - 50 tahun&lt;br /&gt;mungkin - kita dapat tiba pada suatu keadaan yang sepenuhnya&lt;br /&gt;kepemilikan sosial dan sebagaimana saya telah jelaskan, negara&lt;br /&gt;bersama-sama dengan sektor-sektor masyarakat yang terorganisir akan&lt;br /&gt;mengontrolnya, bukan hanya negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dapatkah Anda berbicara tentang dewan komunitas dan dewan pabrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebagai organ kekuasaan rakyat (popular power)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda menanyakan tentang partisipasi protagonis rakyat. Ini&lt;br /&gt;diekspressikan melalui bentuk-bentuk organisasi sosial tertentu dari&lt;br /&gt;basis. Salah satunya adalah dewan komunitas, tapi terdapat juga&lt;br /&gt;bentuk-bentuk lainnya seperti contohnya, dewan perencanaan publik&lt;br /&gt;lokal. Kami juga memiliki komite kesehatan, komite teknis air, dan&lt;br /&gt;komite pendidikan. Komite moral dan pencerahan terdiri dari&lt;br /&gt;brigadistas yang aktivitasnya untuk meningkatkan kesadaran politik.&lt;br /&gt;Terdapat juga banyak koperasi dan perusahaan produksi sosial (EPSs),&lt;br /&gt;sebagai bentuk-bentuk partisipasi dalam produksi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa salah satu hal prinsipil yang dapat ditampilkan Revolusi&lt;br /&gt;Bolivarian sebagai capaian mendalam, yang memberikan revolusi karakter&lt;br /&gt;sosialisnya, adalah pembangunan kekuasaan rakyat. Dengan kata lain,&lt;br /&gt;menurunkan kekuasaan sekali lagi kepada rakyat sehingga rakyat dapat&lt;br /&gt;mengatur dan mengontrol negara. Kita telah bicara secara substansial&lt;br /&gt;tentang pembangunan negara baru di mana rakyat terorganisir pada&lt;br /&gt;saatnya akan mengambil alih kontrol negara ini melalui berbagai banyak&lt;br /&gt;bentuk organisasi. Tapi tidaklah gampang memberikan kekuasaan kepada&lt;br /&gt;rakyat karena tidaklah mungkin belajar mengelola kekuasaan cuma&lt;br /&gt;semalam. Itu merupakan suatu proses pendidikan rakyat yang permanen&lt;br /&gt;dan konstan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kini kami berada pada fase pendidikan yang indah, tidak hanya&lt;br /&gt;pendidikan teori tapi pendidikan berdasarkan praktek. Ini telah&lt;br /&gt;menghasilkan sangat banyak pengalaman bagi partisipasi kerakyatan.&lt;br /&gt;Partisipasi kerakyatan yang diekspresikan dalam dinamika di mana&lt;br /&gt;beragam subyek sosial berkembang untuk bantu mendorong pembangunan&lt;br /&gt;revolusi. Revolusi Bolivarian terdiri atas keberagaman subyek-subyek&lt;br /&gt;sosial. Dan lebih baik lagi, itu merupakan subyek sosial kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dalam revolusi sosialis subyek sosialnya adalah kelas&lt;br /&gt;pekerja. Dalam Revolusi Bolivarian bukanlah ini yang jadi&lt;br /&gt;kenyataannya. Pekerja, proletariat Venezuela, adalah salah satu dari&lt;br /&gt;[subyek-subyek] yang mengintervensi revolusi. Sektor-sektor lainnya&lt;br /&gt;yang penting adalah komunitas penduduk asli, komunitas keturunan&lt;br /&gt;Afrika, perempuan, pemuda dan juga rakyat-rakyat yang terorganisir&lt;br /&gt;dalam dewan-dewan komunitas. Bersama-sama mereka membentuk subyek&lt;br /&gt;kolektif Revolusi Bolivarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subyek kolektif baru ini, dalam area aktivitasnya masing-masing, dalam&lt;br /&gt;bidang politik, sosial, ekonomi, pekerja di pabrik, di komunitas&lt;br /&gt;mereka, mahasiswa di universitas, kaum perempuan di rumah-rumah&lt;br /&gt;mereka, aktivis di jalanan, penduduk asli di wilayah mereka dsb. Tiap&lt;br /&gt;subyek ini, dalam area aksinya masing-masing, menerima sebagian dari&lt;br /&gt;kekuasaan untuk dikelola secara langsung. Bentuk yang digunakan dalam&lt;br /&gt;menurunkan kekuasaan ini adalah melalui suatu model bernama dewan.&lt;br /&gt;Dewan komunitas, dewan pabrik, dewan mahasiswa, dewan penduduk asli,&lt;br /&gt;dsb. Setiap orang dalam suatu kampung (barrio), semua buruh dalam&lt;br /&gt;suatu pabrik dsb. diorganisir menjadi majelis ini dan memilih delegasi&lt;br /&gt;mereka, yang akan membawa pendapat kolektif ke eselon-eselon [negara]&lt;br /&gt;yang lebih tinggi. [Delegasi-delegasi yang terpilih] juga&lt;br /&gt;bertanggungjawab [terhadap dewan]. Dewan dapat menarik kembali&lt;br /&gt;pimpinannya. Mereka dapat merubah keputusan yang tidak dikehendaki&lt;br /&gt;mayoritas. Ini satu instrumen demokrasi langsung di dalam dewan. Jadi&lt;br /&gt;sangatlah menarik bahwa subyek sosial dalam berbagai bidang&lt;br /&gt;mendapatkan kekuasaan. Kekuasaan ini dikelola melalui dewan, yang&lt;br /&gt;berfungsi dalam bentuk demokrasi langsung. Yang kami inginkan adalah&lt;br /&gt;berbagai ragam dewan membentuk suatu jaringan yang nantinya akan&lt;br /&gt;menjadi konfederasi dewan-dewan dan mengambil kontrol secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti perencanaan dan kekuasaan berasal dari basis. Aspek&lt;br /&gt;terpenting dari kekuasaan rakyat adalah bahwa dewan dapat&lt;br /&gt;mengorganisir dan merencanakan nasibnya sendiri dari basis dan dapat&lt;br /&gt;mengambil keputusan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan&lt;br /&gt;mereka. Lebih lagi, kini mereka dapat menjalankan tugas-tugas dan&lt;br /&gt;mengambil alih kontrol sosial. Inilah keutamaan kekuasaan rakyat. Ini&lt;br /&gt;berarti kesadaran dan organisasi. Tugas-tugas kekuasaan rakyat ketika&lt;br /&gt;kesadaran tercapai adalah untuk mengorganisir rakyat, kemudian untuk&lt;br /&gt;memobilisir rakyat, kemudian mendiagnosa situasi, kemudian membuat&lt;br /&gt;rencana untuk mengubah realitas tersebut, kemudian mengambil keputusan&lt;br /&gt;[tentang langkah yang akan diambil], kemudian mengelola aksi-aksi dan&lt;br /&gt;menerapkan kontrol sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dapatkah Anda berbicara tentang hubungan antara bentuk-bentuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;organisasi kerakyatan dan aparatus negara yang lama?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud utamanya adalah untuk membangun negara baru. Kami hendak&lt;br /&gt;meninggalkan hal-hal yang tidak berjalan dan menggantinya dengan&lt;br /&gt;sesuatu yang dapat berjalan. Kami perlu memikirkan tentang penyebab&lt;br /&gt;tidak berfungsinya negara yang lama. Di antara beberapa alasannya,&lt;br /&gt;negara tidak berfungsi karena tidak bertanggung jawab (not&lt;br /&gt;accountable) terhadap masyarakat. Negara dikontrol oleh sekelompok&lt;br /&gt;fungsionaris, birokrat. Lebih-lebih lagi negara lah yang menciptakan&lt;br /&gt;politik klientelisme. Partai-partai dalam Republik Keempat, dalam&lt;br /&gt;rangka menjinakkan kaum militan mereka, menawarkan mereka&lt;br /&gt;posisi-posisi dalam pemerintahan dan kementrian. Jadi penunjukkan&lt;br /&gt;fungsionaris ini merupakan produk hasil pemberian suatu partai. Secara&lt;br /&gt;progresif, negara dirubah menjadi gajah putih, sangat gemuk dan tak&lt;br /&gt;dapat beroperasi. Di atas segalanya negara tidak bertanggungjawab atau&lt;br /&gt;menjalin hubungan dengan rakyat. Kita tak dapat mengulangi&lt;br /&gt;permasalahan dan kesalahan yang sama. Solusinya sangat sederhana:&lt;br /&gt;negara yang baru perlu dikonstruksi oleh rakyat, dengan rakyat dan&lt;br /&gt;untuk rakyat. Itu tak dapat dibangun dari atas, melainkan perlu&lt;br /&gt;dibangun dari bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berikan satu contoh. Menteri kesehatan tidak dapat menyelesaikan&lt;br /&gt;masalah kesehatan penduduk. Hal itu harus dilangkahi dengan&lt;br /&gt;menciptakan Mision Barrio Adentro [Misi Masuk Kampung (Barrio)]. Misi&lt;br /&gt;ini dimungkinkan berkat rakyat yang terorganisir dalam komite-komite&lt;br /&gt;kesehatan. Misinya dijalankan secara langsung dalam komunitas mereka.&lt;br /&gt;Tidak perlu pergi ke rumah sakit, atau ke ibukota atau suatu kota, ini&lt;br /&gt;dilakukan di [wilayah lokal] situ sendiri. Dalam tiap komunitas&lt;br /&gt;terdapat fasilitas kesehatan yang pembangunannya dan keberhasilannya&lt;br /&gt;melibatkan rakyat. Dengan demikian itu adalah pembangunan oleh rakyat.&lt;br /&gt;Mereka telah membangun suatu institusi negara baru yang secara efektif&lt;br /&gt;berfungsi. Ini bukan produk politik klientelisme atau birokratisme.&lt;br /&gt;Rakyat tidak dibayar untuk ini, tidak pula menerimanya sebagai&lt;br /&gt;pemberian dari suatu partai. Rakyat dengan sukarela beraksi karena&lt;br /&gt;hanyalah rakyat yang terorganisir itu sendiri yang berkapasitas&lt;br /&gt;menyelesaikan permasalahan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama terjadi dengan misi-misi lainnya seperti Mercal [yang&lt;br /&gt;pelaksanaannya mendistribusikan makanan] dan Robinson [bertujuan awal&lt;br /&gt;menangani buta huruf dan kini memberikan pendidikan dasar bagi mereka&lt;br /&gt;yang tidak menyelesaikan sekolah]. Siapa yang datang ke kelas-kelas di&lt;br /&gt;Mission Robinson? Siapa yang meminjamkan rumah mereka, ruang tamu&lt;br /&gt;mereka, kamar tidur mereka kepada rakyat sekitar yang tak dapat baca&lt;br /&gt;atau tulis? Komunitas lah, rakyat itu sendiri yang mengorganisir&lt;br /&gt;respon ini. Pendidikan adalah masalah yang menjadi tanggung jawab&lt;br /&gt;negara, namun selama 40 tahun demokrasi representatif dijalankan oleh&lt;br /&gt;Republik Keempat belum pernah tercapai tingkat baca-tulis sepenuhnya.&lt;br /&gt;Revolusi Bolivarian mampu mencapai ini dalam waktu satu setengah&lt;br /&gt;tahun. Kenapa? Karena kami menciptakan misi dengan rakyat dan&lt;br /&gt;rakyatlah yang mencapai kesuksesan tersebut. Jadi idenya adalah&lt;br /&gt;melangkahi institusi negara yang tidak berfungsi. Sekarang yang perlu&lt;br /&gt;kita pastikan adalah misi-misi yang telah kita ciptakan dengan rakyat&lt;br /&gt;ini agar saling bergabung, satu sama lain untuk mengambil alih&lt;br /&gt;kementrian yang lama, sehingga yang lama digantikan oleh yang baru.&lt;br /&gt;Inilah strateginya: kita harus menyudahi negara yang lama dan&lt;br /&gt;membangun yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana Kaitan Revolusi Bolivarian dengan revolusi Amerika Latin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap revolusi sosialis, bila hendak mencapai kemenangan, perlu&lt;br /&gt;menyaksikan banyak revolusi sosialis. Tidak bisa sosialisme dalam satu&lt;br /&gt;negeri. Karenanya kami berkeyakinan terhadap perspektif internasional&lt;br /&gt;dan kebutuhan menstimulasi semua proses-proses revolusioner di Amerika&lt;br /&gt;Latin dan dunia. Revolusi butuh menjadi internasional. Dalam arah ini&lt;br /&gt;kami mendorong untuk menghubungkan revolusi kami dengan banyak&lt;br /&gt;proses-proses emansipatoris yang berjalan di negeri lain - proses dari&lt;br /&gt;bawah, tidak hanya dari atas, tapi secara fundamental dari bawah.&lt;br /&gt;Terdapat berbagai inisiatif dalam gerakan sosial dan kelompok politik&lt;br /&gt;akar-rumput (grassroots) di rakyat lainnya. Tidak hanya hubungan&lt;br /&gt;politik tapi juga dukungan. Revolusi Bolivarian untungnya diberikan&lt;br /&gt;banyak sumber daya yang telah kami gunakan untuk kepentingan&lt;br /&gt;pembebasan rakyat-rakyat lainnya, contohnya melalui ALBA (Alternatif&lt;br /&gt;Bolivarian untuk Benua Amerika).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mencoba mendemonstrasikan bahwa terdapat bentuk kerjasama ekonomi&lt;br /&gt;yang beda dari globalisasi pasar bebas, suatu bentuk yang tidak&lt;br /&gt;berdasarkan kompetisi - melainkan [kolaborasi] dan saling&lt;br /&gt;menguntungkan. Dengan ALBA, kami mencoba menemukan suatu bentuk baru&lt;br /&gt;yang membantu proses emansipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat juga beberapa perjuangan-perjuangan internasionalis yang kami&lt;br /&gt;tempuh melalui misi-misi sosial, beraliansi [dengan] revolusi Kuba.&lt;br /&gt;Contohnya, kami memprakarsai kampanye melek huruf di Bolivia dengan&lt;br /&gt;brigadistas Venezuela dan Kuba. Sejak lama kami telah mengembangkan&lt;br /&gt;misi internasional Mision Milagro [Misi Keajaiban] untuk mengatasi&lt;br /&gt;kebutaan di seluruh dunia. Kami telah mengarahkan sumber daya energi&lt;br /&gt;yang kami miliki untuk kepentingan rakyat di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyediakan bahan bakar bersubsidi kepada penduduk New Orleans&lt;br /&gt;setelah bencana Badai Katrina, dan kepada kaum miskin di Chicago dan&lt;br /&gt;New York saat musim dingin. Subsidi yang tidak diberikan oleh&lt;br /&gt;pemerintah mereka sendiri, pemerintah yang memiliki jauh lebih banyak&lt;br /&gt;sumber daya daripada Venezuela. Kami yakin bahwa kami harus melebarkan&lt;br /&gt;tangan solidaritas dan persaudaraan kepada seluruh rakyat di dunia.&lt;br /&gt;Jelas, apa yang dapat kami lakukan sangatlah kecil tapi itu juga agar&lt;br /&gt;rakyat dapat melihat dimensi kejahatan dan ketaksetaraan kapitalisme&lt;br /&gt;dan melihat tandingannya yang berdasarkan cinta dan solidaritas yang&lt;br /&gt;dikedepankan oleh sosialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah ALBA dan kebijakan integrasi ekonomi yang ditempuh pemerintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Venezuela merupakan aksi revolusioner?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya tanpa sedikitpun keraguan. Ini persoalan kebanggaan besar. Melalui&lt;br /&gt;mekanisme ini kami menemukan bentuk-bentuk alternatif, bentuk-bentuk&lt;br /&gt;yang sangat baru, dari integrasi rakyat-rakyat. Sangatlah sulit&lt;br /&gt;merencanakan integrasi dalam semalam. Sangatlah sulit bagi Amerika&lt;br /&gt;Latin untuk menjalankan proyek integrasi seperti di Eropa karena itu&lt;br /&gt;proses integrasi ekonomi. Aspek politiknya dipandang sebagai rencana&lt;br /&gt;sekunder. Kami hendak membuat proses integrasi yang secara setara&lt;br /&gt;mencakup semua sektor: integrasi budaya, integrasi sosial, integrasi&lt;br /&gt;energi, integrasi ekonomi, integrasi politik, dan jika memungkinkan,&lt;br /&gt;integrasi teritorial. ALBA adalah pendekatan awal bagi proses ini yang&lt;br /&gt;kita harapkan untuk secara kolektif ditemukan antara rakyat-rakyat dan&lt;br /&gt;pemerintahan-pemerintahan revolusioner di benua Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kami sedang mencari tahu apakah mungkin memulai proses&lt;br /&gt;pertukaran ekonomi secara barter, walaupun barter tidak dapat&lt;br /&gt;berkembang dalam semua bidang ekonomi nasional atau dunia karena&lt;br /&gt;sulitnya menetapkan dengan pasti bagaimana menjalankan pertukaran ini&lt;br /&gt;di pasar. Kami berharap ALBA akan sukes menghasilkan&lt;br /&gt;aktivitas-aktivias pertukaran. Ini suatu sistem, suatu bentuk barter&lt;br /&gt;baru berdasarkan kesepakatan pemerintah-pemerintah yang berpartisipasi&lt;br /&gt;yang dijalankan secara berdaulat tanpa intervensi pasar maupun&lt;br /&gt;organisasi multilateral seperti, contohnya, World Trade Organisation&lt;br /&gt;(WTO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Uruguay kami menukar minyak dengan ternak. Dengan Bolivia kami&lt;br /&gt;menukar minyak dengan kedelai. Dengan Argentina kami menukar minyak&lt;br /&gt;dengan teknologi medis. Sekarang, nilai yang kami gunakan dalam&lt;br /&gt;menukar minyak dengan ternak Uruguay ditentukan tanpa menuruti dikte&lt;br /&gt;WTO. Ini suatu bentuk ekonomi saling harga-menghargai yang menarik.&lt;br /&gt;[Buku dan tulisan El dapat dibaca dalam bahasa Spanyol di&lt;br /&gt;&lt;&lt;http: ve=""&gt;&gt;. Wawancara dilakukan&lt;br /&gt;dalam bahasa Spanyol dan diterjemahkan ke Inggris oleh Sam King dan&lt;br /&gt;Romain Migus.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan oleh Data B)&lt;/http:&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rss.groups.yahoo.com/group/diskusi_amerikalatin/rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27090434-7022028883955207565?l=amerikalatin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amerikalatin.blogspot.com/feeds/7022028883955207565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27090434&amp;postID=7022028883955207565' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7022028883955207565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27090434/posts/default/7022028883955207565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amerikalatin.blogspot.com/2007/12/sosialisme-di-abad-21.html' title='Sosialisme di Abad 21'/><author><name>SERIAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11435458400010615926</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7818/2844/320/buku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27090434.post-8764882906218534845</id><published>2007-12-07T17:32:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T17:35:50.316+07:00</updated><title type='text'>EVO MORALES – PRESIDEN PRIBUMI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;YANG BERASAL DARI PETANI DAUN KOKA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juan Evo Morales Ayma yang dikenal sebagai Evo Morales, presiden Republik Bolivia ke-80, lahir pada tanggal 26 Oktober 1959 (sekarang 48 tahun) di Orinaca,  Bolivia Selatan. Dia merupakan presiden yang unik dan konsekuen dari Bolivia, berasal dari petani daun koka (bahan utama pembuatan cocaine) dan presiden pribumi pertama Republik Bolivia yang berasal dari suku Indian Aymara 470 tahun setelah penjajahan Spanyol. Karier politik Evo Morales dapat dijadikan pengalaman berharga para politisi muda Indonesia yang sedang melakukan berbagai kesibukan menjelang pemilihan umum tahun 2009. Yang paling baik untuk dijadikan contoh adalah bagaimana pemerintahan yang didukung oleh para pemodal besar dan modal asing (Amerika Serikat) dapat dikalahkan oleh kandidat yang berasal dari rakyat jelata yang didukung masyarakat dan komunitas sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dan perlu disimak dengan baik adalah perjalanan karir politik Evo Morales mulai dari kegiatan politik yang mendasar hingga dia terpilih sebagai presiden Bolivia pada tanggal 22 Januari 2006. Dia mengalami dan merasakan sendiri bagaimana dia ditindas, diasingkan, dipecat sebagai anggota Kongres. Sebetulnya kejadian semacam ini merupakan “politik Amerika Serikat” yang memanfaatkan semua kekuatan, terutama uang dan kekuasaan untuk melawan musuh politiknya dan merampas kembali kekuasaan yang telah dimilikinya. Dalam kasus Bolivia dengan Evo Moralesnya, kita dapat mengambil pelajaran bahwa uang dan kekuasaan bukanlah segalanya untuk meraih kemenangan. Tetapi kesadaran politik masyarakat merupakan salah satu aspek yang sangat menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh dapat diambil kasus, bagaimana para petani daun koka yang perkebunannya akan dihabisi oleh Amerika Serikat, ditentang habis-habisan oleh para petani (cocaleros), walaupun dalam kegiatan ini dilibatkan Duta Besar Amerika Serikat di Bolivia – Manuel Rocha. Dalam hal ini kita harus mengamati kegiatan yang dilakukan oleh Evo Morales sejak dia menjadi Ketua Partai Gerakan Sosialis (MAS – Movimiento al Sosialismo) menjadi partai yang disegani lawan-lawan politiknya, padahal sebelumnya mereka memberi gelar “partai politik gurem” kepada MAS. Evo Morales melihat dan memperhitungkan bahwa perjuangan sosial dikalangan petani-petani koka perlu ditingkatkan menjadi gerakan politik dan Evo menjadikan MAS sebagai pengambil gagasan sehingga MAS menjadi kekuatan terbesar dan terkuat di Bolivia. Melalui kampanye politiknya, Evo Morales mengutuk kejahatan-kejahatan perusahaan multinasional, praktek-praktek kecurangan IMF, Bank Dunia dan WTO. Diapun secara terang-terangan tidak menyukai kapitalisme, neo-liberalisme dan globalisasi yang sarat dengan kecurangan dan ketidakadilan. Dia merasakan dan melihat, bagaimana perusahaan-perusahaan multinasional mengeruk kekayaan alam Bolivia yang berupa timah, minyak dan gas alam. Keuntungan yang diperolehnya dipakai oleh perusahaan-perusahaan tersebut bersama-sama kroninya dan tentunya sebagian dipakai untuk “uang pelicin” agar semua kebijakan dapat dikontrol dan mereka secara leluasa mengeruk kekayaan alam Bolivia. Tidaklah mengherankan kalau Evo Morales sangat kuat untuk melaksanakan nasionalisasi dan mengontrol pajak perusahaan-perusahaan multi-nasional yang selama ini mengenyam kekayaan alam Bolivia, sedangkan rakyatnya sendiri masih hidup dalam kemiskinan. Sebetulnya kondisi makro ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Indonesia, bedanya ialah kekuasaan politik Evo Morales sangat konsekuen dan tegas serta berpihak pada ekonomi kerakyatan, dalam tindakannya apabila masalah-masalah telah menjadi konsensus bersama mereka tidak ragu-ragu untuk melakukannya.Betul kata peribahasa bahasa Inggeris yang mengatakan :”If you start hesitating, you start to make a mistake”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keberanian Evo Morales yang dilaksanakan secara kosekuen adalah nasionalisasi perusahaan-perusahaann minyak dan gas alam multi-nasional, dia mengumumkan nasionalisasi ini di Tarija yang berada di Selatan Bolivia yang merupakan pusat eksploitasi minyak dan gas alam yang dioperasikan oleh Petrobas (perusahaan Brazil) yang bekerjasama dengan perusahaan Spanyol dan Perancis (Repsol dan Total). Pelaksanaan nasionalisasi ini dipimpin langsung dilapangan minyak dan gas alam oleh Evo Morales sendiri! Dalam pelaksanaan ini, dia memerintahkan Angkatan Bersenjata Bolivia untuk menjaga dan mengawasi asset yang berharga tersebut.Selain perusahaan minyak tersebut, perusahaan minyak Inggeris BG Plc dan BP Plc, Total SA (Perancis), perusaahaan Amerika Serikat Exxon. Perusahaan-perusahaan multi-nasional tersebut dalam massa enam bulan harus menyetujui deklarasi tersebut atau angkat kaki dari Bolivia. Kepada mereka, pemerintah Bolivia memberikan persetujuan untuk memiliki 18% saham, yang sebelumnya adalah 50% dan kemungkinan kepemilikan ladang-ladang minyak dan gas sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Evo Morales juga mengumumkan dekrit yang berisi agar perusahaan-perusahaan minyak dan gas multi-nasional menyerahkan seluruh hasil produksinya kepada Yaciminetos Petroliferos Fiscales Bolivianos (YPFB). Dia juga mengumumkan,  bila diperlukan akan dikerahkan Angkatan Bersenjata, bila ada yang membangkang proses nasionalisasi ini. TV Bolivia menyiarkan tayangan gambar yang memperlihakan Angkatan Bersenjata Bolivia berjaga-jaga di 56 lokasi instalasi perminyakan dan daerah operasinya disebelah Selatan Kota Santa Cruz. Wakil Presiden Alvaro Garcia Linera memberikan komentar :”Bahwa mulai hari ini habislah ekspolitasi mutlak atas minyak dan gas bumi oleh perusahaan-perusahaan multi-nasional!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam World Social Forum 2017 di Nairobi, Presiden Evo Morales membuat pernyataan yang sangat berani:”I hope this forum will issue proposals to stop neo-lberalism model”. Dari pernyataan ini jelas sekali sikap pemerintah Bolivia dibawah Presiden Evo Morales sangat anti neo-leberalisme yang tentunya akan diikuiti oleh negara-ne
